Anda di halaman 1dari 6

A.

Topik
Topik dalam praktikum ini adalah mengukur tekanan darah
B. Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk :
1) Mengukur tekanan arteri dan tekanan vena secara tidak langsung
2) Meneliti berbagai factor yang mempengaruhi tekanan darah, dan
perbedaan besar antara tekanan arteri dan tekanan vena.
C. Dasar Teori
Tekanan darah didefinisikan sebagai tekanan darah yang mendesak suatu
unit area dinding pembuluh darah, dan ini biasanya diukur pada arteri.jantung
dapat berkontraksi dan relaksasi secara ritmik, sehingga akan menghasilkan
aliran darah yang akan mengalir ke arteri secara ritmik pula. Hal ini
menyebabkan tekanan darah akan naik turun pada setiap denyutan. Dengan
demikian akan terjadi dua macam tekanan darah pada arteri, yaitu tekanan
sistol dan tekanan diastole. Tekanan sistol merupakan tekanan darah dalam
arteri yang terjadi ketika puncak penyemprotan ventricular terjadi. Sedangkan
tekanan diastole merefleksikan tekanan darah selama terjadi relaksasi
ventricular. Tekanan darah dinyatakan dalam mmHg yang mana angka
pertama menyatakan sistol dan angka kedua menyatakan diastole (Basoeki,
ddk, 2000).
Untuk mengukur tekanan darah seseorang digunakan alat oyang disebut
sphygmomanometer. Alat ini dibaca dengan menggunakan metode auskulatori
dan terdiri dari suatu manset yang dibebatkan pada lengan atas kemudian
dipompa ke tekanan yang lebih tinggi daripada tekanan sistolik. Hal ini
bertujuan untuk menutup sirkulasi darah ke lengan bawah. Secara bertahap
tekanan manset dikurangi dan pengamat mendengarkan suara koratkoff
menggunakan stetoskop. Suara ini menunjukkan bahwa sirkulasi ke lengan
bawah kembali terbuka (Basoeki, dkk, 2000).
Tekanan darah dalam suatu individu dapat bervariasi dari waktu ke
waktu. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya posisi
tubuh ketika sedang diukur tekanan darahnya, kondisi pernafasan dan emosi
masing-masing individu, aktivitas (misalnya ketika olahraga dan tidur maka
akan memperlihatkan adanya perbedaan tekanan darah). Pada umumnya,
tekanan darah seseorang dalam keadaan terendah apabila sedang tidur dan

tekanan tertinggi biasanya terjadi ketika individu yang bersangkutan dalam


keadaan terangsang, stress ataupun olahraga. Keadaan tekanan yang tinggi ini
dapat kembali normal setelah individu terkait beristirahat. Adanya perbedaan
tekanan darah ini dapat menyulitkan pengukuran yang tepat, sehingga perlu
diadakan pengukuran berkali-kali (Uripto, 2010).
D. Alat dan Bahan
Alat :
Stetoskop
Sphygmomanometer
Stopwatch
Penggaris
Spidol
Bahan :
Alcohol 70%
Kapas
E. Prosedur Kerja
1. Mengukur Tekanan Arteri
Stetoskop
-

Dibersihkan bagian yang akan dipasang di telinga dengan alkohol 70%


Dikeringkan
Ditekan manset di atas meja supaya udara keluar
Subyek diminta untuk duduk rileks dengan satu lengan ditumpangkan di atas meja

(setinggi letak jantung)


Dibebatkan manset pada lengan atas subyek persis di atas siku, dengan bagian untuk
dipompa berada di tengah-tengah permukaan lengan
-

Dimantapkan dengan mengkaitkan ujung distalnya pada bagian

bawah manset
Diraba titik denyut brachial
Diletakkan diafragma stetoskop di atas titik denyut nadi tersebut
Dipasang stetoskop pada telinga
Dipompa manset sampai tekanannya 160 mmHg

Diturunkan tekanan secara perlahan dengan membuka katup


pembebas tekanan

Sambil mengamati ukuran tekanan, didengarkan dengan hati-hati


suara denyutan halus pertama yang muncul. Tekanan dimana

terdengar suara halus pertama ini dikenal sebagai tekanan sistol,


suara berikutnya lebih keras
-

Diteruskan menurunkan tekanan pada manset sampai tetap


mendengarkan suara denyutan

Bila suara denyutan menghilang, dicatat pada tekanan berapa


mmHg saat suara terakhir terdengar. Tekanan ini menunjukkan
tekanan diastole

Diulangi pengukuran seperti diatas sampai 3 kali

Dicatat hasilnya

Dihitung tekanan denyutan pada setiap pengukuran, yang


merupakan selisih tekanan sistol dan tekanan diastole. Tekanan ini
menunjukkan jumlah darah yang keluar jantung selama siklus
jantung

Hasil
2. Memperkirakan Tekanan Vena
Subyek
-

Berdiri di dekat papan tulis

Sisi tubuh sebelah kanan menghadap ke papan tulis

Lengan tergantung pada sisi tubuh

Ditandai pada papan perkiraan ketinggian atrium kanan

Diamati vena superfisial pada bagian dorsal lengan tersebut

Dinaikkan lengan subyek dengan perlahan

Diberi tanda pada papan tulis ketinggian yang tepat saat hilangnya
vena

Diukur dalam mm jarak vertikal antara ketinggian atrium kanan


dengan menghilangnya vena
Hasil

Tekanan vena (Pv) dalam mmHg dihitung dengan rumus :

Pv =

mmHg

F. Data
1. Mengukur tekanan arteri
kelompok 1
Perlakuan
Perlakuan ke-1
Perlakuan ke-2
Perlakuan ke-3

Denyut nadi per menit


Laki-laki
Perempuan
113/91
103/82
113/91
103/82
113/91
103/82

kelompok 2
Perlakuan
Perlakuan ke-1
Perlakuan ke-2
Perlakuan ke-3

Denyut nadi per menit


Laki-laki
Perempuan
114/72
110/60
112/78
98/58
116/80
100/60

kelompok 3
Perlakuan
Perlakuan ke-1
Perlakuan ke-2
Perlakuan ke-3

Denyut nadi per menit


Laki-laki
Perempuan
114/50
110/72
110/62
110/70
110/60
110/70

kelompok 4
Perlakuan
Perlakuan ke-1
Perlakuan ke-2
Perlakuan ke-3

Denyut nadi per menit


Laki-laki
Perempuan
110/80
100/60
110/80
100/60
110/80
100/60

kelompok 5
Perlakuan
Perlakuan ke-1
Perlakuan ke-2

Denyut nadi per menit


Laki-laki
Perempuan
80/60
90/70
80/60
90/70

Perlakuan ke-3

80/60

100/80

2. Memperkirakan tekanan vena


kelompok 1
Jarak ventrikel antara ketinggian atrium kanan dengan
menghilangnya vena
Laki-laki
Perempuan
30 mm
20 mm
30 mm
22 mm
32 mm
27 mm
kelompok 2
Jarak ventrikel antara ketinggian atrium kanan dengan
menghilangnya vena
Laki-laki
Perempuan
70 mm
30 mm
75 mm
10 mm
65 mm
15 mm
kelompok 3
Jarak ventrikel antara ketinggian atrium kanan dengan
menghilangnya vena
Laki-laki
Perempuan
32 mm
17 mm
35 mm
19 mm
37 mm
20 mm
kelompok 4
Jarak ventrikel antara ketinggian atrium kanan dengan
menghilangnya vena
Laki-laki
Perempuan
96 mm
26 mm
96 mm
26 mm
96 mm
26 mm
kelompok 5
Jarak ventrikel antara ketinggian atrium kanan dengan
menghilangnya vena
Laki-laki
Perempuan
33 mm
25 mm

25 mm
33 mm

20 mm
20 mm