Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulilah selalu penulis ucapkan ke hadirat Allah Subkhanahu wa Ta`ala
yang telah melimpahkan banyak nikmat kepada kita semua. Salawat dan salam semoga tetap
tercurah kepada uswatun hasanah kita Nabi Muhammad Sallallahu `Alaihi wassalam.
Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya penulis ucapakan kepada yang
terhormat dosen mata kuliah Dasar Dasar Manajemen Universitas Brawijaya yang telah
berkenan memberikan arahan secara teknik. Terimakasih kepada keluarga penulis yang telah
mendukung secara langsung hingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini.
Dan terimakasih juga kepada seluruh teman kelas I04 yang sudah berjuang bersama sama
untuk menyelesaikan tugas ini dan saling menyemangati satu sama lain. Dan selanjutnya,
kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah membantu penulis
dalam menyelesaikan makalah ini.
Penulis telah berusaha menyelesaikan makalah ini dengan sebaik mungkin. Namun
demikian, penulis sangat sadar bahwa pada makalah ini masih terdapat kekurangan, penulis
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang budiman untuk dapat memperbaiki
kesalahan-kesalahan penulis dalam menyusun makalah ini. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Malang, 1 November 2014

Penulis

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang
Ikan mujair adalah jenis ikan konsumsi air tawar yang banyak diminati oleh
masyarakat. Ikan yang berasal dari family Cichlidae ini banyak di temukan di Jawa Barat,
Jawa Tengah, Sumatera dan Kalimantan. Jenis-jenis ikan mujair yang sering dikenal yaitu
mujair biasa, mujair merah, dan mujair albino. Banyaknya kandungan gizi yang terdapat
pada ikan mujair menjadikan ikan ini salah satu ikan yang paling diincar.
Dengan adanya luas perairan umum Indonesia sebanyak 13 hektar, menjadikan
potensi untuk pembibitan ikan mujair ini sangat menjanjikan. Disamping itu banyak potendi
pendukung dari pemerintah dan swasta dalam hal permodalan, program penelitian,
penanganan penyakit, penanganan budidaya, serta adanya kemudahan dalam perizinan
import. Hal ini lah yang membuat ikan mujair menjadi lebih terkenal karena persyaratan
lokasi dan cara cara membudidayakannya tergolong mudah disbanding ikan lain.
Dengan mengetahui bagaimana cara membudidayakan ikan mujair dengan baik dan
efisien, diharapkan dapat membantu para pengusaha budidaya ikan atau perusahaan
perusahaan yang bergerak di bidang perikanan menjalankan usahanya dengan mudah dan
terstruktur dengan mendapatkan hasil yang lebih memuaskan.

B.

Tujuan Pembahasan
Melalui makalah ini, penulis bertujuan manambah pengetahuan pembaca

mengenai ikan mujair, mulai dari persyaratan lokasi pembudidayaan beserta teknis
teknisnya, cara pemeliharaan ikan mujair, penyakit dan hama yang dapat menyerang, serta
analisis ekonomi budidaya yang dapat dijadikan salah satu patokan untuk berbisnis di
bidang ini.

C.

Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, rumusan masalah pada makalah ini adalah bagaimana
cara memanajemen usaha ikan mujair secara efisien?

D. Pembahasan
1. Persyaratan Lokasi
Untuk membudidayakan ikan mujair, langkah awal yang harus dipahami terlebih
dahulu adalah lokasi tempat pembudidayaannya. Tidak boleh sembarang tempat,

karena ikan mujair tidak akan hidup normal dan tumbuh dengan baik pada ketinggian,
suhu, dan pH tertentu. Jadi pengawasan pada persyaratan lokasi pembudidayaan ikan
mujair ini harus dikelola dengan baik dan benar. Adapun syarat syarat tersebut
adalah :
a.

Tanah yang baik untuk budidaya ikan mujair adalah jenis tanah liat / lempung dan
tidak berporos, dapat menahan massa air yang besar dan tidak mudah bocor
sehingga dapat dijadikan dinding kolam.

b.

Ikan mujair dapat hidup normal jika hidup pada ketinggian antara 150 1000
meter diatas permukaan laut.

c.

Kualitas air yang digunakan harus bersih

d.

pH air yang disyaratkan adalah antara 7 8

e.

Suhu air yang baik berkisar antara 20 25

2. Pedoman Teknis Budidaya


Sebelum mengkoordinir segala bisnis tentang Ikan Mujair, harus diketahui dulu
bagaimana teknis budidaya nya. Karena proses pembudidayaan ini tentu diaharapkan
akan berumur panjang dengan menghasilkan pemasukan yang berlimpah. Disini
manajer berperan untuk mengkoordinasi seluruh anak buahnya agar paham
bagaimana pedoman pedoman budidaya ikan mujair ini. Adapun pedoman
pedoman tersebut adalah :
a. Penyiapan Sarana dan Prasarana
Sarana yang harus dipersiapkan didalam budidaya ika mujair ini adalah
kolam, peralatan dan persiapan media. Kolam yang sering digunakan oleh
pebisnis lain yaitu kolam pemijahan, kolam pendederan, dan kolam pembesaran.
Masing masing kolam tersebut mempunyai fungsi yang berbeda beda.
Sedangkan peralatan yang digunakan dibagi dua, yaitu peralatan untuk
pembenihan dan peralatan untuk memanen/menangkap ikan. Peralatan untuk
pembenihan antara lain jala, waring, hapa, seser, ember, timbangan skala kecil
dan besar, cangkul, arit, pisau, dan piring secchi. Sedangkan untuk penangkapan
ikan yaitu warring, ayakan panglembangan, tempat menyimpan ikan, keramba
kemplung, keramba kupyak, fish bus, kekaban, lambit, scoopnet, seser, dan jaring
segiempat. Dan sarana yang terakhir yakni persiapan media. Maksud dari
persiapan media ini adalah melakukan penyiapan media untuk pemeliharaan ikan,
penanaman bibit, dll. Ada beberapa tahap yang harus dilakukan, seperti

pengeringan kolam selama beberapa hari, pengapuran untuk memberantas hama


dan ikan ikan liar, melakukan pemupukan berupa pupuk buatan.
b. Pembibitan
Untuk mendapatkan ikan mujair yang berkualitas tinggi, perlu diperhatikan
penyiapan media pemeliharaan, pemilihan dan pemeliharaan induk, penetasan
dan persyaratan bibit, ciri ciri bibit dan induk yang unggul, dsb. Dengan
memperhatikan hal hal dalam pembibitan ini serta mengaplikasikannya dalam
proses budidaya nantinya, tentu akan menghasilkan ikan mujair yang berkualitas
tinggi. Serta para calon pembudidaya ikan mujair harus paham mengenai sistim
pembibitan yang cocok dipakai sesuai dengan jenis kolam yang akan digunakan.
Karena pada masing masing jenis kolam akan membutuhkan perlakuan yang
berbeda pula. Lalu pembenihan , hal yang perlu diperhatikan yaitu perlengkapan
sarana dan prasarana yang akan digunakan nantinya. Jika sarana yang
disediakan kurang lengkap, ini akan berdampak kepada kualitas ikan mujair
nantinya. Kurang koordinasi sedikit saja akan berdampak efek kepada hasil bisnis.
Disini lah seorang manajer harus mampu mengeluarkan kemampuannya. Tentu
para pekerja atau anak buah akan patuh kepada perintah atasannya, jika terjadi
kesalahan perintah atau tidak tepat dalam memilah milah kerja, maka akan
berdampak negative pada hasilnya. Begitu pula dengan pembenihan dan
pemeliharaan bibit. Akan sangat bergantung dengan cara kerja para anak buah
yang dipercayai.

3. Hama dan Penyakit


Sebelum mengambil langkah terlalu jauh, akan lebih baik jika lebih dulu mengetahui
tentang apa apa saja hama dan penyakit yang dapat menyerang ikan mujair. Agar
hama dan penyakit ini dapat diantisipasi atau dicegah terlebih dahulu. Karena pepatah
yang mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati itu adalah benar adanya.
Maka cara cara yang dapat dilakukan untuk menghindari hama dan penyakit bagi
ikan mujair adalah :
a. Menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi untuk
menghindari hama bebeasan.
b. Menghindari bahan organic menumpuk di sekitar kolam. Hal ini harus sangat
diperhatikan karena hama ucrit sangat susah diberantas.

c. Lakukan pemagaran kolam untuk menghindari datangnya ular ke dalam kolam


ikan mujair. Karena ular ini dapat menyerang benih dan ikan kecil pada kolam
mujair.
d. Diberi penghalang bamboo agar sulit diterkam oleh hama burung dan diberi
rumbai rumbai atau tali penghalang.
e. Peneliharaan ikan yang benar benar bebas penyakit.
f.

Pemberian pakan cukup, baik kualitas maupun kuantitas.

g. Penanganan saat panen atau pemindahan benih hendaknya dilakukan secara hati
hati dan benar.
Dengan memperhatikan hal hal tersebut, pembudidayaan ikan mujair akan lebih
aman dilaksanakan dalam waktu yang cukup panjang.
4. Panen
Pemanenan ikan mujair dapat dilakukan dengan cara panen total dan panen
sebagian. Panen sebagian atau panen selektif dapat dilakukan tanpa pengeringan
kolam. Ukuran benih yang akan dipanen tergantung dari permintaan konsumen.
Pemanenan ini dilakukan dengan menggunakan waring yang di atasnya telah ditaburi
umpan. Sedangkan panen total dilakukan untuk menangkap / memanen ikan hasil
pembesaran. Panen total dilakukan dengan cara menegeringkan kolam, hingga
ketinggian air tinggal 10 20 cm. pemanenan ini dilakukan menggunakan waring yang
halus dan pemanenan harus dilakukan secepatnya dan hati hati untuk menghindari
luka ikan.

5. Pascapanen
Penanganan ikan pascapanen dapat dilakukan dengan cara penangan ikan hidup
maupun ikan segar. Adapun penjualan ikan mujair ini akan lebih berharga lebih tinggi
jika ikannya masih dalam keadaan hidup. Banyak hal yang perlu diperhatikan untuk
menjaga ikan agar tetap hidup sampai ke tangan konsumen, antara lain pengangkutan
hendaknya menggunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20 derajat Celcius, waktu
untuk penangkapan diusahakan pada pagi hari atau sore hari, dan jumlah kepadatan
ikan alam alat pengangkutan tidak terlalu padat. Sedangkan untuk penanganan ikan
segar memerlukan banyak perhatian khusus karena jenis ikan mujair adalah ikan yang
cepat turun kualitasnya. Perhatian khusus tersebut harus benar benar dapat terjamin,
karena ikan mujair harus tetap segar sampai ke tangan konsumen.

6. Analisis Ekonomi Budaya


Jika dilakukan dengan baik dan benar, pembudidayaan ini akan meraup untung
50% dari pengeluaran untuk produksi. Dengan ketelatenan seorang manajer, jika ia
mampu membawa dan membimbing anak buahnya lebih giat dan berhati hati,
keuntungan itu tentunya akan bisa lebih dari 50%. Bisnis ini akan sangat
menguntungkan banyak pihak jika bisa sukses dan tentunya ikan mujair akan menjadi
ikan yang favorit dikalangan masyarakat mengalahkan ikan konsumsi yang lain seperti
ikan lele.

PENUTUP
A. KESIMPULAN
Ikan mujair adalah salah satu ikan konsumsi yang dapat hidup mudah ditempat
tertentu. Sarana dan prasarana yang digunakan juga cukup mudah untuk didapati atau dibuat.
Proses pembibitan, panen, dan lain sebagaimana juga mudah dilakukan asalkan memenuhi
segal persyaratannya. Namun tidak berarti dalam pembudidayaan ikan mujair ini tidak
memerlukan koordinasi yang tepat dan pas. Karena itulah, dibutuhkan seorang manajer yang
mampu memahami berbagai macam syarat syarat dalam pembudidayaan ikan mujair ini.
Cara cara dan proses dalam pembudidayaan ikan mujair yang simple namun banyak
persyaratannya ini lah yang harus bisa dikondisikan oleh seorang manajer. Lalai sedikit saja
dapat mengakibatkan penurunan kualitas ikan yang akan dihasilkan.

B. SARAN
Walaupun proses pembudidayaan ikan mujair ini terbilang simple, namun pekerjaan ini
tidaklah mudah. Jika bisnis ini terbilang sukses, maka para pekerja harus lebih siap untuk
bekerja lebih giat dan tidak melalaikan sedikitpun pekerjaan mereka. Manajer harus mampu
memilih pekerja yang paham dan berkompeten di bidangnya. Manajer juga harus ahli dalam
mengambil keputusan secara cepat. Karena dunia bisnis adalah dunia yang penuh kejutan.
Kadang hasilnya bisa diatas rata rata, namun bisa juga turun dibawah garis modal. Manajer
harus mengkondisikan segala kemungkinan. Dan harus mampu menyusun berbagai rencana
cadangan untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.

DAFTAR PUSTAKA
smknegeri2metro.2014.wwwsmknegeri2metro.sch.id/uploaddata/file/74budidaya-ikan-mujair.pdf
(diakses pada tanggal 30 Oktober 2014_dilampirkan)

BUDIDAYA IKAN MUJAIR

Oleh :
MUTIA LILLA

PRATIWI

145080601111036

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN


JURUSAN PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN DAN
KELAUTAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELUATAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA