Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PEMBUKAAN

1.1 Latar Belakang


Seiring dengan berjalannya waktu, filsafat juga mengalami perubahan.
Perubahan tersebut dikarenakan adanya pemikiran-pemikiran manusia yang terus
berkembang kearah yang lebih baik. Pemikiran filsafat mulai berkembang dari
zaman pra yunani kuno (abad ke-6 SM) sampai dengan zaman kontemporer (abad
ke-20 dan seterusnya). Perkembangan pemikiran filsafat terbagi menjadi beberapa
periodisasi diantaranya periode filsafat barat mulai dari zaman kuno, zaman abad
pertengahan, zaman modern dan masa kini. Periode filsafat china mulai dari
zaman kuno, zaman pembauran, zaman neo-konfusionisme, dan zaman modern.
Periode filsafat india mulai dari periode weda, wiracarita, sutra-sutra dan skolastik
dan periode filsafat Islam pada preriode muttakalimin dan filsafat islam (Surajiyo,
2007 : 79). Untuk pembahasan pada kesempatan kali ini hanya mengacu pada
perkembangan pemikiran filsafat barat.
Filsafat barat mulai tumbuh dan berkembang pada periode filsafat
yunani. Periode filsafat yunani ini sangat penting dalam sejarah peradaban
manusia karena pada waktu itu terjadi perubahan pola pikir manusia dari
mitosentris menjadi logosentris. Pola pikir mitosentris adalah pola pikir
masyarakat yang sangat mengandalkan mitos untuk menjelaskan fenomena alam.
Sedangkan pola pikir logosentris merupakan pola pikir masyrakat yang
melibatkan akal budi, logika dan rasio dalam menjelaskan fenomena-fenomena
alam. Dari proses inilah kemudian ilmu mulai berkembang dari rahim filsafat,
yang akhirnya kita nikmati dalam bentuk teknologi. Karena itu, periode
perkembangan filsafat yunani merupakan entri poin untuk memasuki peradaban
baru umat manusia (Bakhtiar, 2012 : 21-22).
Dengan berkembang pesatnya kebudayaan yunani pada zaman
keemasannya, penyebaran kebudayaan yunani tidak terbatas lagi pada kota-kota
disekitarnya tetapi juga mencakup wilayah kekuasaan kerajaan bangsa Romawi
(Surajiyo, 2007 : 84). Kerajaan romawi mulai pada tahun 295 SM terbagi atas
Romawi Barat dan Romawi timur. Bangsa Romawi merupakan bangsa yang
ulung dalam soal militer, perang, politik, perdagangan, pelayaran, arsitektur dan
perternakan. Bangsa romawi lebih berfokus dalam lapangan-lapangan keagaman
tanpa menghiraukan soal duniawi dan ilmu pengetahuan. Karena tidak
memperhatikan soal ilmu pengetahuan dan duniawi maka kerajaan Romawi, sejak
runtuhnya dan mulai berkembang agama Katholik Romawi (1300/1500), pada
benua Eropa terjerumus kedalam zaman kegelapan (The Dark and Middle Age)
atau ke takhayul (Salam, 2000 : 123-124). Pada saat itu benua Eropa dalam
keadaaan gelap gulita (Dark Age) tanpa ada cahaya pengetahuan sedikitpun.
Perkembangan ilmu pengetahuan sangat dibatasi oleh gereja, sehingga pada masa
itu, manusia berpikir secara sempit dan terbatas oleh aturan-aturan gereja. Dapat
dibayangkan bahwa pada zaman itu pemikiran manusia tidak dapat berkembang
1

bebas dan maju dengan pesat. Disisi lain selama abad kegelapan yang terjadi di
benua Eropa dibagian selatan laut tengah berkembang kerajaan arab dalam
pengaruh Islam.
Tahun 1300/1400 pengaruh Islam masuk ke Eropa bersama lasykar
Perang Salib (Salam, 2000 : 123-124).Pengaruh lain masuknya Islam ke Eropa
terjadi setelah bangsa Turki merebut kota Istambul yang dulunya dikenal sebagai
Konstatinopel pada tahun 1453 dari tangan umat Kristen. Sarjana-sarjana di
Istambul mengungsi ke Eropa dan hubungan Prancis dengan daerah Islam di
Spanyol makin berkembang. Zaman ini disebut Zaman renaissance. Pada zaman
inilah terjadi penemuan kembali kepribadian manusia, yang menimbulkan
pemikiran individualisme/liberalisme, yang menjadi pandangan hidup bangsa
barat sampai sekarang (abad ke 13- sampai dengan 16) (Salam, 2000 : 124).
Kata renaissance digunakan sejarawan untuk menunjukkan berbagai
periode kebangkitan intelektual, khususnya yang terjadi di benua Eropa.
renaissance sendiri memiliki arti secara etimologi menurut bahasa Prancis adalah
kebangkitan kembali. Pada zaman renaissance orang Eropa semakin mengerti
akan pentingnya ilmu pengetahuan dan mencoba untuk melepaskan diri dari
belenggu gereja. Gerakan seperti ini semakin menguat dan berkembang dengan
pesat setelah mereka sadar akan pentingnya ilmu pengetahuan. Karena dengan
ilmu pengetahuan mereka dapat menuju suatu masa yang lebih baik dan lebih
maju. Dengan kesadaaran inilah mereka membuka halaman baru sejarah dan
menutup masa kegelapan yang selama ini telah mengikat dan membatasi
kemajuan mereka.
Gerakan renaissance merupakan sebuah gerakan yang sangat berpengaruh
dalam perkembangan dan kemajuan manusia pada zaman itu hingga zaman
sekarang. Dengan adanya gerakan ini manusia mempunyai kebebasan dalam
mengembangkan diri dalam segala aspek dan segi tidak hanya dalam segi
keagamaan saja, tetapi juga dalam segi ilmu pengetahuan, seni, budaya,
penjelajahan, filsafat, dan berbagai macam disiplin ilmu lainnya.
Pada zaman renaissance muncul aliran yang menetapkan kebenaran
berpusat pada manusia, yang kemudian disebut dengan humanisme. Aliran ini
lahir disebabkan kekuasaan gereja yang telah menampikkan berbagai penemuan
manusia, bahkan dengan doktrin dan kekuasaannya, gereja telah meredam para
filosof dan ilmuwan yang dipandang dengan penemuan ilmiahnya telah
mengingkari kitab suci yang selama ini diacu oleh kaum kristiani.
Berdasarkan uraian di atas mengingat pentingnya zaman renaissance
dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dan filsafat, maka penulis tertarik
untuk menulis masalah ini dalam sebuah makalah. Diharapkan dengan penulisan
makalah ini dapat menambah pengetahuan kita mengenai zaman renaissance dan
perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan yang terjadi pada zaman tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut.
(1) Apakah itu zaman renaissance?
(2) Apakah yang menyebabkan munculnya zaman renaissance?

(3) Bagaimana perkembangan pengetahuan dan filsafat pada zaman renaissance?


(4) Siapa saja tokoh-tokoh yang terlibat pada zaman renaissance?
(5) Apakah dampak yang ditimbukan dari zaman renaissance?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui
(1) Apakah zaman renaissance itu.
(2) Penyebab munculnya zaman renaissance
(3) Perkembangan pengetahuan dan filsafat pada zaman renaissance
(4) Tokoh-tokoh yang terlibat pada zaman renaissance
(5) Dampak yang ditimbukan dari zaman renaissance
1.4 Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
(1) Sebagai referensi bagi pembaca untuk mengetahui apakah itu zaman
renaissance dan peristiwa penting apa saja yang terjadi pada zaman tersebut.
(2) Untuk memenuhi tugas mata kuliah filsafat.

BAB II
ISI
2.1 Zaman Renaissance
Renaissance, berasal dari kata prancis yang berarti kelahiran kembali
(rebirth). Kata kelahiran kembali (rebirth) digunakan karena masyarakat pada
zaman tersebut percaya bahwa gangguan yang diterima dari pihak gereja akan
menghilang sehingga dapat melanjutkan kembali peradaban kearah yang lebih
baik. Nama renaissance pertama kali diterima dari semangat kebangkitan manusia
untuk mau berpikir pada zaman kegelapan yang terjadi di benua Eropa.
Renaissance, merupakan paham sejarah baru yang membangun dan
menguhubungkan konsep sejarah dari zaman kuno ke zaman modern, yang
dipisahkan oleh periode yang sangat lama dengan perbedaan gaya hidup yang
sesuai disebut zaman pertengahan (Palmer. dkk , 2007 : 56). Menurut Rini (2013 :
29) dalam tulisannya menyatakan secara etimologi, renaissance berarti kelahiran
kembali atau kebangkitan kembali. Kata ini berasal dari prancis yaitu
reartinya lagi atau kembali dan naissance artinya kelahiran. Dalam bahasa latin
, istilah renaissance berasal dari kata nascentia, nascor, atau natus yang setara
kelahiran, lahir atau dilahirkan.
Salam (2000 : 131) menuliskan bahwa masa kebangkitan atau
renaissance berarti masa untuk menghidupkan kembali kebudayaan klasik
(Yunani-Romawi) dengan meninggalkan kebudayaan tradisional yang
bernapaskan kristiani. Renaissance merupakan sebuah periode penemuan manusia
dan dunia, bukan sekedar kebangkitan kembali yang merupakan permulaan
kebangkitan modern. Renaissance merupakan sebuah masa antara zaman
pertengahan dan zaman modern yang ditandai oleh terjadinya sejumlah
perkembangan pola dalam bidang pemikiran manusia.
Zaman renaissance ditandai sebagai era kebangkitan kembali pemikiran
yang bebas dari dogma-dogma agama. Renaissance ialah zaman peralihan ketika
kebudayaan abad pertengahan mulai berubah menjadi suatu kebudayaan modern.
Manusia pada zaman ini adalah manusia yang menginginkan pemikiran yang
bebas tanpa terikat dari dogma-dogma agama. Manusia ingin mencapai kemajuan
sendiri tampa melibatkan campur tangan sang pencipta/Ilahi. Pada zaman ini ilmu
pengetahuan sudah mulai dirintis (Surajiyo, 2007 : 86).
Menurut Bakhtiar (2012 : 49-50) zaman renaissance terjadi pada abad
15-16. Renaissance sendiri berarti sebuah era sejarah yang penuh dengan
perkembangan kemajuan dan perubahan dalam bidang ilmu. Pada zaman ini
berbagai gerakan bersatu untuk menentang pola pemikiran abad pertengahan yang
dogmatis, sehingga melahirkan suatu perubahan revolusioner dalam pemikiran
manusia dan membentuk suatu pola pemikiran baru dalam filsafat. Zaman
Renaissance terkenal dengan era kelahiran kembali kebebasan manusia dalam
berpikir seperti pada zaman Yunani kuno. Zaman ini juga sering disebut sebagai
zaman humanisme yang mana manusia diangkat dari abad pertengahan. Pada abad
tersebut manusia kurang di hargai kemanusiaannya. Kebenaran di ukur
berdasarkan ukuran gereja, bukan menurut ukuran yang di buat oleh manusia

sendiri. Humanisme menghendaki ukurannya haruslah manusia, karena manusia


mempunyai kemampuan berpikir. Bertolak dari sini, maka humanisme
menganggap manusia mampu mengatur dirinya sendiri dan mengatur dunia.
Karena semangat humanisme tersebut akhirnya agama Kristen semakin di
tinggalkan, sementara pengetahuan rasional dan sains berkembang pesat terpisah
dari agama dan nilai-nilai spiritual.
Gie (2007 : 25) menggambarkan skema perkembangan empat jenis
pengetahua rasional yang pada akhirnya dewasa ini bermuara pada suatu bidang
pengetahuan pengetahuan rumit yang dinamakan filsafat ilmu. Skema tersebut
dapat dilihat pada gambar 1 berikut.

Sejak zaman Yunani kuno


Matematika

Filsafat

Ilmu

Thales
Kosmologi

Thales
Astronomi Fisika

Logika

Thales
geometri

Aristotele
Anlytika Diaektikat

Pytagoras

Organon

Plato Filsafat
Spkulatif
Aristoteles
Metafisika
Zaman Romawi
Kuno Cicero

Zaman Romawi
Kuno logika

Pengetahuan
tentang hidup
Abad tengah
penetahuan yang
tertinggi pelayan
teologi
Zaman Renaissance Galileo, Bacon metode ekperimental
Zaman moderen
Abad XVII

Abad XVII
Filsafat mental dan moral
Abad XX
Filsafat Analitik

Zaman moderen
Abad XVII

Zaman Moderen
Abad XVII

Zaman Moderen
Abad XVII

Descater
Newton
Leibinz

Abad XIX

Descater
Newton
Abad XVIII
Fisika

Abad XX Beragai
cabang matematika

Abad XX Beragai
Ilmu baru

Filsafat Ilmu
Gambar 1 Skema filsafat ilmu

Boole
De Moegan
Frege
Abada logika
moderen

Dari gambar skema di atas zaman renaissance diketahui berada setelah


zaman abada pertengahan. Zaman renaissance adalah zaman peralihan dari zaman
pertengahan menuju zaman modern. Pada zaman pertengahan ilmu pengetahuan
dan pemikira sebagian besar dipengaruhi oleh agama. Namum pada zaman
renaissance ini manusia mulai berpikir secara bebas tanpa campur tangan agama.
Berdasarkan uraian tulisan dari para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa
kata renaissance dari zaman renaissance diambil dari kata dalam bahasa Prancis
yakni re yang berarti lagi atau kembali dan naissance artinya kelahiran atau
kebangkitan. Jadi apabila kedua kata tersebut digabungkan maka renaissance
berarti kelahiran kembali atau kebangkitan kembali. Zaman renaissance
merupakan suatu zaman yang berada pada abad 15-16 (abad pertengahan). Zaman
ini merupakan zaman peralihan dari zaman pertengahan ke zaman modern. Pada
zaman ini manusia ingin memiliki pemikiran yang bebas tanpa terikat dari dogma
agama kristen dan pada zaman ini pula dimana ilmu pengetahuan modern yang
ada saat ini sudah mulai dirintis.
2.2 Penyebab Munculnya Zaman Renaissance
Penyebab munculnya zaman renaissance menurut Acmadi (2012 : 67-80)
adalah sebagi berikut.
Filsafat barat abad pertengahan (476-1492) juga dikatakan sebagai abad
kegelapan. Pendapat ini didasarkan pada pendekatan sejarah gereja. Memang pada
saat itu tindakan gereja sangat membelenggu kehidupan manusia sehingga
manusia tidak lagi memiliki kebebasan untuk mengembangkan potensi diri. Para
ahli pikir pada saat itu pun tidak tidak memiliki kebebasan berpikir. Apabila
terdapat pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan ajaran gereja, orang yang
mengemukakannya akan mendapat hukuman berat. Pihak gereja melarang
diadakannya penyelidikan-penyelidikan berdasarkan rasio terhadap agama. Ciri
pemikiran filsafat barat abad pertengahan yaitu (1) cara berfilsafat dipimpin oleh
gereja, (2) berfilsafat di dalam lingkungan ajaran Aristoteles, (3) berfilsafat
dengan pertolongan Augustinus dan lain-lain. Masa abad pertengahan ini juga
dapat dikatakan sebagai suatu masa yang penuh dengan upaya menggiring
manusia ke dalam kehidupan /sistem kepercayaan fanatik dengan menerima ajaran
gereja secara membabi buta. Karena itu perkembangan ilmu pengetahuan menjadi
terhambat. Masa pada abad pertengahan penuh dengan dominasin gereja tanpa
memkirkan martabat dan kebebasan manusia yang mempunyai perasaan, pikiran,
keinginan, dan cita-cita untuk menentukan masa depannya sendiri.
Masa abad pertengahan ini terbagi menjadi dua masa yaitu masa patristik
dan masa skolastik. Masa skolastik terbagi menjadi masa skolastik awal, puncak
dan skolastik akhir.
(1) Masa patristik
Istilah patristik berasal dari kata latin yang berarti pater atau bapak, yang
artinya para pemimpin gereja. Para pemimpin gereja ini dipilih dari golongan atas
atau golongan ahli pikir. Dalam golongan ahli pikir ini lahir berbagai perbedaan
pemikiran tentang penolakan filsafat Yunani atau menerimanya berbaur dengan
ajaran kristen yang berdasarkan firman tuhan.

Perbedaan pemikiran tersebut terus berkelanjutan, sehingga orang-orang


yang menerima filsafat Yunani menuduh bahwa mereka (orang-orang Kristen
yang menolak filafat Yunani) itu munafik. Kemudian orang-orang yang dituduh
munafik tersebut menyangkal, bahwa tuduhan tersebut dianggap fitnah. Dan
pembelaan dari orang-orang yang menolak filsafat Yunani mengatakan bahwa
dirinyalah yang benar-benar hidup sejalan dengan Tuhan. Perbedaan ini
melahirkan para apologis (pembela iman Kristen) dengan kesadarannya membela
iman kristen dari serangan filsafat Yunani. Tokoh-tokohnya ialah Justinus
Martins, Klemens, Tertullianus dan Agustinus.
(2) Masa skolastik
Istilah skolastik adalah kata sifat yang berasal dari kata school, yang
berarti sekolah. Jadi skolastik berarti aliran atau yang berkaitan dengan sekolah.
Perkataan skolastik merupakan corak khas dari sejarah fisafat abad pertengahan.
Filsafat skolastik dapat tumbuh dan berkembang karena faktor religius dan
pengetahuan.
Terdapat beberapa pengertian dari corak khas skolastik, sebagai berikut.
a. Filsafat skolastik adalah filsafat yang mempunyai corak semata-mata agama.
b. Filsafat skolastik adalah filsafat yang mengabdi pada teologi atau filsafat yang
rasional memecahkan persoalan-persoalan mengenai berpikir, sifat ada,
kejasmanian, kerohanian, dan baik buruk.
c. Filsafat skolastik adalah suatu sistem filsafat yang termasuk jajaran
pengetahuan alam kodrat, akan dimasukkan kedalam bentuk sintesis yang
lebih tinggi antara akal dan kepercayaan.
d. Filsafat skolastik adalah filsafat Nasrani karena banyak dipengaruhi oleh
gereja.
Masa skolastik terbagi menjadi tiga periode. Berikut uraian mengenai
tiga periode dalam masa skolastik.
a. Masa skolastik awal
Masa skolastik awal berlangsung dari tahun 800-1200 atau berlangsung
sejak abad ke-5 hingga ke-8, pemikiran filsafat patristik mulai merosot, terlebih
lagi pada abad ke-6 dan ke-7 dikatakan abad kacau. Hal ini disebabkan pada saat
itu terjadi serangan terhadap romawi sehingga kerajaan romawi berserta
peradabannya runtuh. Baru pada abad ke-8 masehi, kekuasaan berada di bawah
Karel Agung dapat memberikan suasana ketenangan dalam bidang politik,
kebudayaan, dan ilmu pengetahuan, termasuk kehidupan manusia serta pemikiran
filsafat yang semuanya menampakkan mulai adanya kebangkitan.
Saat ini merupakan zaman baru bagi bangsa Eropa. Hal ini ditandai
dengan skolastik yang didalamnya banyak diupayakan pengembangan ilmu
pengetahuan disekolah-sekolah. Pada mulanya skolastik ini timbul pertama kali di
Italia Selatan dan akhirnya sampai berpengaruh ke Jerman dan Belanda. Tokohtokoh yang terlibat pada zaman skolastik adalah Aquinas, Johanes Scotes
Eriugena, Peter Lombard, dan Peter Abaelardus.
b. Masa puncak skolastik
Pada masa ini ditandai dengan munculnya universitas-universitas dan
ordo-ordo, yang secara bersama-sama ikut menyelenggarakan atau memajukan
ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Berikut beberapa faktor mengapa masa skolastik mencapai pada


puncaknya.
a. Adanya pengaruh Aristoteles, Ibnu Rusyd, Ibnu Sina sejak abad ke-12
sehingga sampai abad ke-13 telah tumbuh menjadi ilmu pengetahuan yang
luas.
b. Tahun 1200 didikrikan beberapa Universitas Almameter di Prancis.
c. Berdirinya ordo-ordo. Ordo-ordo inilah yang muncul karena banyaknya
perhatian orang terhadap ilmu pengetahuan sehingga menimbulkan dorongan
yang kuat untu memberikan suasana yang semarak pada abad ke-13.
Peristiwa penting yang juga terjadi pada zaman ini adalah pristiwa
kristenisasi ajaran Aristoteles. Kristenisasi ajaran Aristoteles ini terjadi untuk
menghindari adanya pencemaran ajaran Aristoteles oleh ahli pikir arab (Islam).
Hal itu dianggap sangat membahayakan ajaran kristen kemudian Albertinus
Magnus dan Thomas Aquinas sengaja menghilangkan unsur-unsur atau selipan
dari Ibnu Rusyd dan mengganti bagian-bagian ajaran Aristoteles yang
bertentangan dengan ajaran Kristen.
3. Masa akhir skolastik
Pada masa ini ditandai dengan adanya rasa jemu terhadap segala macam
pemikiran filsafat (filsafat skolastik) yang menjadi kiblatnya sehingga
memperlihatkan stagnasi (kemandegan).
Setelah abad pertengahan berakhir sampailah pada zaman renaissance.
Pada zaman renaissance ini manusia memiliki kebebasan dalam berpikir dan
berfilsafat tanpa harus terikat pada aturan keagamaan. Pada zaman ini
pengetahuan mulai berkambang lagi.
Selanjutnya penyebab munculnya zaman renaissance juga turut
diutarakan oleh (Rini 2013 : 30) sebagai berikut.
Zaman pertengahan adalah zaman dimana Eropa sedang mengalami masa
suram. Berbagai kreativitas sangat diatur oleh gereja. Dominasi gereja sangat kuat
dalam berbagai aspek kehidupan. Agama Kristen sangat mempengaruhi berbagai
kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Berbagai hak diberlakukan demi
kepentingan gereja, tetapi hal-hal yang merugikan gereja akan mendapat balasan
yang sangat kejam. Pemikiran manusia pada abad pertengahan ini mendapat
doktrin dari gereja. Pemikiran tentang ilmu pengetahuan banyak diarahkan pada
kajian teologi. Pemikiran filsafat berkembang sehingga lahir filsafat skolastik
yaitu suatu pemikiran filsafat yang dilandasi pada agama dan untuk alat
pembenaran agama. Oleh karena itu disebut dark age atau zaman kegelapan.
Dengan adanya berbagai pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah
atas saran dari gereja, maka timbulah sebuah gerakan kultural, pada awalnya
merupakan pembaharuan dibidang kejiwaan, kemasyarakatan dan kegerejaan di
Italia pada pertengahan abad ke-14. Dengan munculnya gerakan kultural ini maka
turut memunculkan gerakan renaissance. Selain itu sebelum gereja mempunyai
peran penting dalam pemerintah, golongan-golongan elit hidup dengan
kemewahan, kemegahan, keperkasaan dan kemasyuran. Namun ketika dominasi
gereja mulai berpengaruh, maka hal seperti itu tidak diperoleh mereka, sehingga
menimbulkan semangat renaissance.

Selain dari Sari, Salam (2000 : 128-130) juga mengutarakan penyebab


munculnya zaman renaissance sebagai berikut.
Situasi umat kristen Eropa, pada abad 6-12 dikenal sebagai abad
kegelapan hal itu karena tidak ada perkembangan dalam hal ilmu pengetahuan.
Selama kekuasaan kerajaan Romawi dan kekuasaan Katolik-Romawi
perkembangan ilmu pengetahuan sendiri tidak ada tambahan apapun. Selama
1400 tahun samapai 1500 taqhun segalanya masih dilandaskan pada penemuan
pengetahuan bangsa Yunani, Aristoteles.
Pemikiran yang dalam jangka waktu 1000 tahun berkuasa dalam
masyarakat Eropa adalah pemikiran tentang agama dan sikap kehidupan yang
mengakui adanya suatu hukum yang berkuasa dalam masyarakat dan alam
semesta. Soal ini berlandaskan pada adanya hukum kerajaan romawi, yang
kemudian disusul hukum yang berlandaskan dogma agama.
Bangsa Romawi mulai menyusun kerajaannya kira-kira tahun 295
sebelum masehi. Seiktar 27 sebelum masehi, kerajaan itu menjadi kekaisaran
dengan roma sebagai ibukota bagian Barat. Kekaisaran Romawi bagian Barat ini
berakhir pada tahun 476. Kekaisaran bagian timur kerajaan Romawi, dengan
ibukota Konstatinopel atau Istambul baru lenyap pada tahun 1453, dan jatuh
kedalam kekuasaan bangsa Turki yang memeluk agama Islam.
Pada waktu kasisar Constatinus berkuasa, agama katolik menjadi agama
resmi dalam kerajaan Romawi, yaitu kira-kira tahun 313 masehi. Setelah kerajaan
Romawi runtuh maka daerah di sebelah Utara Laut Tengah jatuh ke dalam
pengaruh agama Katolik Romawi. Sekalipun dikuasai bangsa Romawi, Namun di
daerah Selatan Lautan Tengah ilmu pengetahuan tetap diusahakan oleh orangorang keturunan bangsa Yunani.
Betapapun terkenalnya bangsa Romawi, Namun dalam lapangan ilmu
pengetahuan mereka praktis tidak memberikan sumbangan apapun. Mereka hanya
disibukkan dengan masalah-masalah keagamaan dan terus menerus mempelajari
masalah dosa, penghapusan dosa soal ketuhanan tanpa memperhatikan soal
duniawi dan ilmu pengetahuan.
Karena tidak memperhatikan soal pengetahuan dan soal duniawi yang
wajar maka dari mulai runtuhnya kerajaan Romawi dan mulai berkembangnya
agama Katolik-Romawi sampai kira-kira tahun 1300/1500, benua Eropa
terjerumus dalam apa yang disebut abad kegelapan (The Dark and Middle
Age).Eropa dilanda oleh apa yang dalam zaman sekarang disebut takhayul.
Mereka tunduk pada hukum yang berlandaskan dogma agama. Sepanjang masa
itu, di Sebelah Selatan Laut Tengah berkembang kerajaan bangsa Arab, terutama
dalam pengaruh Islam. Baru sekitar tahun 1300 dan 1400 pengaruh dari daerah
kebudayaan Islam mamasukki benua Eropa, pengaruh tersebut masuk bersama
lasykar perang salib.
Arus pengaruh lainnya terjadi setelah bangsa Turki merebut Istambul dari
tangan umat Kristen. Sarjana-sarjana dari Istambul mengungsi ke Eropa,
sedangkan di Spanyol hubungan Prancis dengan Islam lambat laun berkembang.
Zaman inilah disebut zaman renaissance.
Berdasarkan uraian di atas penyebab munculnya zaman renaissance
adalah karena terjadinya masa kegelapan di Eropa pada abad ke 6-12, dimana

pada saat itu pemikiran manusia dikekang dan pada saat itu orang-orang tidak
dapat berfilsafat secara bebas. Pemikiran mereka hanya berkutat pada pemikiran
tentang keagamaan saja sedangkan pada ranah duniawi dan ilmu pengetahuan
tidak diperhatikan. Baru pada akhir zaman skolastik masyarakat Eropa mulai jemu
dengan kemandegan pemikiran filsafat dan ilmu pada saat itu. Rasa jemu dari
kemandegan ini melahirkan zaman baru untuk merubahnya yakni dikenal sebagai
zaman renaissance.
2.3 Perkembangan pengetahuan dan filsafat pada zaman renaissance
Menurut Bakhtiar (2004: 49-56) renaissance merupakan era sejarah yang
penuh dengan kemajuan dan perubahan yang mengandung arti bagi
perkembangan ilmu. Zaman ini juga merupakan penyempurnaan kesenian,
keahlian, dan ilmu yang diwujudkan dalam diri jenius serba bisa, Leonardo da
Vinci penemu percetakan (kir-kira 1440 M) dan ditemukannya benua baru (1492
M) oleh Columbus memberikan dorongan lebih keras untuk meraih kemajuan
ilmu. Kelahiran kembali sastra Inggris, Prancis, dan Spanyo yang diwakili oleh
Shakespeare, Spance, Ranelais, dan Ronsard. Adanya penemuan para ahli
perbintangan seperti Copernicus dan Galileo menjadi dasar bagi munculnya
astronomi modern yang merupakan titik balik dalam pemikiran ilmu dan filsafat.
Pada zaman renaissance ini manusia barat muali berpikir secara baru, dan secara
berangsur-angsur melepaskan diri dari otoritas kekuasaan gereja yang selama ini
telah membelenggu kebebasan dalam mengemukakan kebenaran filsafat dan ilmu.
Pemikir yang dapat dikemukakan dalam tulisan ini antara lain Nicholas
Copernicus (1473-1543) dan Francis Bacon (1561-1626).
Copernicus adalah seorang tokoh gereja ortodok, ia mengemukakan
bahwa matahari berada di pusat jagad raya, dan bumi memiliki dua macam gerak,
yaitu gerak perputaran sehari-hari pada porosnya dan gerak tahunan mengelilingi
matahari. Teorinya disebut helosentrisme, dimana matahari adalah pusat jagad
raya. Teori ini bertentangan dengan teori geosentrisme. Pada teori geosentrisme
yang di utarakan oleh Ptolomeus yang diperkuat gereja mandang bawa bumi
sebagai pusat jagad raya. Pada saat itu Copernicus tidak mengajukan teorinya,
mengingat keadaan lingkungan gereja pada saat itu.
Selanjutnya pemikir yang hidup dizaman ini adalah Francis Bacon.
Bacon merupakan seorang pemikir yang seolah-olah meloncat keluar dari
zamannya dengan melihat perintis filsafat ilmu. Ungkapan Bacon yang terkenal
adalah Knowledge is Power (pengetahuan adalah kekuasaan).
Pemuan Copernicus mempunyai pengaruh luas dalam kalangan sarjana,
antara lain Tycho Brahe dan Johannes Keppler. Tycho brahe (1546-1601) adalah
seorang bangsawan yang tertarik pada system astronomi baru. Ia membuat alatalat yang ukurannya besar sekali untuk mengamati bintang-bintang dengan telit.
Berdasrkan alat-alat yang besar itu dan dengan ketekunan serta ketelitian
pengamatannya, maka bahan yang dapat dikumpulkan selama 21 tahun sangat
besar artinya untuk ilmu dan kehidupan sehari-hari. Dalam tahun 1577 ia dapat
mengikuti timbulnya sebuah komet dengan bantuan alat-alatnya dan menetapkan
lintasan yang diikuti komet tersebut. Johannes Keppler (1571-1630) adalah
pembantu Thyco dan seorang ahli matematika. Disamping melanjutkan

10

pengamatan Thyco keppler juga mengembangkan astrologi untuk memperoleh


uang guna memelihara perkembangan astronomi. Dalam mengolah bahan
peninggalan Thyco ia bertolak dari kepercayaan bahwa semua benda angkasa
bergerak, mengikuti lintasan circle karena sesuai dengan kesempurnaan ciptaan
tuhan. Namun, semua perhitungan menunjukkan bahwa lintasan merupakan
sebuah elips untuk semua planet, selain itu dalam perhitungan terbukti bahwa
pergerakan benda angkasa tidak beraturan dan tidak sempurna. Hal ketiga yang
ditemukanb keppler adalah perbandingan antara dua buah planet. Ketiga hukum
alam tentang planet ini sampai sekrang masih dipergunakan dalam astronomi
Setelah Keppler, muncul Gallieo (1546-1642). Galileo muncul dengan
penemuan lintas peluru, penemuan hukum pergerakan, dan penemuan tata bulan
planet Jupiter. Sebagai sarjana matematika dan fisika, Galileo menerima prinsip
tata surya yang heliosentris serta hukum-hukum yang ditemukan keppler. Galileo
membagi sifat benda dalam dua golongan yang pertama golongan yang langsung
mempunyai hubungan dengan metode pemeriksaan fisik, kedua golongan yang
tidak mempunyai peranan dalam proses pemeriksaan ilmiah.
Pada masa yang berasamaan dengan Keppler dan Gallileo
ditemukan logaritma oleh Napier (1550-1617) yang kemudian disempurnakan
kembali oleh Briggs (lahir tahun 1615) dan Brochiel de Decker (lahir tahun 1626).
Selanjutnya pada masa Desarque ditemukan projective geometri yang
berhubungan dengan cara melihat sesuatu yaitu manusia A melihat benda P dari
tempat T. Oleh karena melihat hanya mungkin jika ada cahaya, sedangkan cahaya
memancar lurus, maka seolah-olah mata dihubungkan dengan benda oleh satu
garis lurus. Fermat pada masa itu juga mengembangkan Ortogonal Coordinat
System, ia juga melaksanakan penelitian tentang Al-Jabar berkenaan dengan
bilangan-bilangan dan soal-soal yang dalam tangan Newton dan Leibniz
menjelma sebagai perhiutngan kalkulus. Fermat bersama-sama dengan Pascal
juga menyusun dasar-dasar perhitungan statistik.
Menurut Salam (2000 : 132-138) peletak dasar filosofis untuk
perkembangan ilmu pengetahuan adalah Leonardo da Vinci (1452-1519),
Nicolaus Copernicus (1473-1543), Johannes Keppler (1571-1630) dan Galileo
Galilei (1564-1643). Berikut uraian dari masing-masing peletak dasar filosofis
ilmu pengetahuan pada zaman renaissance.
1. Francis Bacon
Ia mempertajam empirisme dan mendasarkan segala ilmu pengetahuan
atas dasar pengalaman. Bukunya yang terkenal, adalah Novum Organon, buku ini
bertentangan dengan metode Aristoteles dalam bukuny a Organon. Dari
pengalaman yang diperolehnya lalu dianalisis dianatara fakta-fkata yang sama.
Kesamaan itu diuji terus-menerus, apakah sesuai dengan harapam atau tidak. Bila
terus menerus maka maka dapat diandalkan untuk meramalkan kejadian yang
akan datang, yang memilikik predictive power atau predictive value.
2. Leonardo da Vinci
a. Melanjutkan pengetahuan aljabar rintisan Al-Khawarizmi dan akhirnya
menemukan 3 akar persamaan dan pangkat tiga.
b. Mengembangkan pemakaian angka arab dalam sistem desimal dan pemakaian
aljabar dalam perhitungan.

11

c. Menggarap soal pecahan dengan mengikuti cara Mesir kuno, yang


menentukan agar numerator tiap pecahan adalah satu.
d. Pelanjutan rangkaian usaha untuk mensistematikan ilmu pengetahuan
metematika yang dimulai dari Phytagoras, Euclid, Aryabhata, Brahmagupta
dan Al Khawarizmi.
2. Nicolaus Copernicus
a. Peletak prinsip heliosentrisme (bumi dan planet-planet beredar mengelilingi
mata hari) yang berlawanan dengan pendapat Hipparchus dan Ptolemeus yang
ber prinsip geosentrisme (matahari beredar mengelilingi bumi).
b. Menurut situasi dan kondisi masa itu, prinsip geosentrisme yang benar karena
berakar pada filsafat kehidupan pada waktu itu yang berpandangan
homosentrieme.
3. Tycho Brahe
a. Memperhatikan bintang Nova dan Supernova (bintang yang muncul secara
tiba-tiba cemerlang) selama 16 bulan. Dengan ini Tycho menggugurkan
pendapat pada zaman itu bilangan/angka tidak akan berubah karena
merupakan ciptaan tuhan.
b. Menyusun sebuah observatorium
c. Memantau timbulnya dan menetapkan lintasan yang dilalui komet
4. Johanes Keppler.
a. Menentukan orbit semua pelanet berbentuk elips.
b. Dalam waktu yang sama, garis penghubung antar planet dan matahari selalu
melintasi bidang yang luasnya sama.
c. Ketiga hukum keppler di atas masih dipakai sampai saat ini. Ketiganya
berdasarkan Empiri
d. Bila jaran dua pelanet A dan B dengan matahari adalah x dan y , sedangkan
waktu untuk melintasi obrbit P dan Q adalah P2 : Q2 = x3 ; y3
e. Membandingkan hubungan bumi dengan matahari sepeti besi dan magnet.
5. Galileo Galilei.
a. Menemukan lintasan peluru.
b. Hukum pergerakan.
c. Tata bulan planet Yupiter (tata surya bumi bersifat heliosentris).
d. Menemukan teropong bintang.
e. Terjadinya peramalan (prediction), hasil eksperimen dapat dihitung terlebih
dahulu.
f. Eksperimen dilakukan terhadap ramalan (prediction) yang hasilnya dihitung
secara rata-rata.
g. Membagi sifat benda menjadi dua yaitu primer (pemeriksaan fisis, dapat
diukur dan objektif) dan skunder (subjektif, tidak tetap dan tergantung
penilaian manusia).
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perkembangan ilmu
pengetahuan dan filsafat pada zaman renaissance mulai berkembang parah ahli
mulai merintis dan menyempurnakannya. Pola pikir pada zaman ini sudah beralih
dari yang hanya berlandaskan pada filsafat dan pengetahuan agama beralih
menjadi pemikiran secara ilmiah untuk memahami fenomena-fenomena di alam.

12

2.4 Tokoh- Tokoh Yang Terlibat Pada Zaman Renaissance


Menurut Maksum (2008 : 114-126) terdapat empat filsuf penting yang
hidup dimasa renaissance, yaitu sebagai berikut.
1. Nicollo Machiavelli (1469-1527)
Machiavelli lahir pada tahun 1469 di Florence, Italia dan meninggal
dunia tahun 1527 pada umur 58 tahun. Dikala Machiavelli muda, Florence
diperintah oleh penguasa Medici yang masyhur, Lorenzo. Setelah Lorenzo
meninggal, beberapa tahun kemudian penguasa Medici diusir dari Florence.
Florence menjadi republic (Republik Florentine)
Pada tahun 1498, Machiavelli yang berumur 29 tahun memperoleh
kedudukan tinggi dipemerintahan sipil Florence dan terlibat dalam berbagai misi
diplomatic. Tahun 1512, Republik Florentine digulingkan dan penguasa Medici
kembali memegang tampuk kekuasaan, Machiavelli dipecat dari posisinya dan
tahun berikutnya ia ditahan atas tuduhan terlibat dalam komplotan melawan
penguasa Medici tetapi dibebaskan pada tahun itu juga. Sesudah itu ia pensiun
dan berdiam disebuah perkebunan kecil tidak jauh dari Florence.
Beberapa istilah dalam filsafat yang dikemukakan oleh Machiavelli
antara lain :
a. Filsafat politik baru
Machiavelli temasyhur karena nasihatnya yang blak-blakan bahwa
seorang penguasa yang ingin tetap berkuasa dan memperkuat kekuasaanya
haruslah menggunakan tipu muslihat, licik dan dusta digabung dengan
penggunaan kekejaman kekuatan. Pemikiran dasar dalam filsafat politik
Machiavelli bahwa demi suatu keberhasilan seseorang harus mengabaikan
pertimbangan moral sepenuhnya dan mengandalkan segala sesuatunya atas
kekuatan dan kelicikan.
b. Tujuan menghalalkan segala cara
Penguasa yang baik adalah orang yang tujuannya bukan untuk
kepentingan dirinya sendiri tetapi untuk kebaikan umum. Machiavelli
mengatakan, the end justifies the means (tujuan menghalalkan segala cara).
Seorang menguasa tidak wajib membahas apakah tindakannya secara moral benar
atau etis. Terbebas dari pertimbangan moral, penguasa bisa mengerahkan seluruh
energinya untuk keputusan empiris. Pemikiran filsafat Machiavelli sering
memberi imajinasi bagi pelaku manipulasi dan penyalahgunaan
Kekuasaan.Hasil karyanya yang paling masyhur adalah The Prince,
(Sang Pangeran) ditulis tahun 1513, dan The Discourses upon the First Ten Books
of Titus Livius (Pembicaraan terhadap sepuluh buku pertama Titus Livius).
Diantara karya-karya lainnya adalah The art of war (seni berperang), A History of
Florence (sejarah Florence) dan La Mandragola (suatu drama yang bagus,
kadang-kadang masih dipanggungkan orang).
2. Francis Bacon (1561-1626)
Francis Bacon lahir di London, Inggris dan belajar di Cambridge. Dia
dikenal sebagai penemu praktik metode ilmiah. Dia bermaksud meninggalkan
ilmu pengetahuan yang lama yang mengusahakan yang baru. Gagasan Bacon
tentang metode ilmiah terkenal dengan nama induksi Baconian.

13

Dalam bukunya yang bejudul Novun Organum, ia secara positif hendak


membangun kembali ilmu yang baru melalui metode ilmiah, dan secara negative
menentang konsep-konsep tentang ilmu dari Aristoteles atau Aristotelianisme
yang berkenaan dengan suatu generalisasi dan penalaran kesimpulan yang
terburu-buru. Menurut Bacon, tujuan ilmu adalah penguasaan manusia terhadap
alam. Ilmu harus mempunyai kegunaan praktis dan menambah superioritas
manusia terhadap alam semesta. Bagi Bacon ilmuan sejati adalah pengamat yang
objektif dan dapat membebaskan manusia dari ilusi dan mitos dimasa lalu. Ilmu
yang mapan benar harus diawali, dimulai dari dan dikontrol oleh observasi lalu
mengolah dan mentransfortasikan materi yang dikumpulkan dengan kekuatan
sendiri. Bacon sendiri memberi contoh penelitian ilmiahnya dengan menemukan
hakikat panas.
3. Blaise Pascal (1623-1662)
Blaise pascal berasal dari Prancis, minat utamanya adalah filsafat dan
agama. Bersama Piere de Fermat menemukan teori tentang probabilitas. Karya
yang terkena adalah penses. Karya tersebut terbit sesudah ia meninggal dunia, inti
buku itu berusaha menyingkap pemikiran personalnya mengenai religiusitas yang
amat mendalam dan penolakannya terhadap rasionalisme filososfis yang
mendefinisikan zamannya. Ia juga menuliskan beberapa telaah yang luar biasa
mengenai pondasi matematika dan topik-topik manusiawi yang sering diabaikan
oleh filsuf pada zamannya.
Pascal dengan segala kekurangan dan kelebihannya dalam beberapa
pemikirannya yang tertuang dalam penses, yang mencoba menghadirkan
pengkajian religius, eksplorasi ilmiah dan matematisnya, telah menjadikannya
sebagai salah seorang imtelektual yang hebat dan terkenal di abad ke 17.
4. Thomas Hobbes (1588-1679)
Thomas Hobbes lahir tahun 1588 M. Hobbes hidup dalam era pergolakan
karena kekuasaan raja semakin besar, para pedagang dan pemilik tanah mulai
melihat adanya bahaya yang terkandung dalam kekuasaan politik yang tidak
terbatas dan tidak terkontrol. Monopoli keagamaan tak jauh beda. Zaman
beikutnya pun tak jauh beda, kesewenang-wenangan para penguasa berlangsung
seiring dengan pergolakan yang diakibatkannya.
Hobbes menyadari bahwa teori Negara harus didasarkan atas teori watak
manusia. Dan untuk menyingkap watak manusia tersebut ada dua cara. Pertama
melakukan pengamatan pola tingkah laku dan tindakan orang lain. Kedua
instrospeksi diri. Sebagai seorang metafisikawan Hobbes mengembangkan suatu
model dunia yang murni materialis dan mekanisti, yakni dunia yang semata-mata
merupakan materi yang sedang bergerak.
Sebagai catatan akhir teori Hobbes menunjukkan konsekuensi logis dari
pandangan anti-tradisional bahwa manusia tidak mempunyai disposisi untuk
menempatkan keinginan dan dorongannya dibawah prinsip rasional. Hobbes
merupakan pelopor individualism modern, filsafat sosial yang dirumuskannya
berakhir dengan menghapuskan kewajiban-kewajiban moral dari wilayah politik.
Menurut Bakhtiar (2004: 49-56) terdapat beberapa tokoh filsuf lain di
dalam masa renaissance antara lain :

14

1.

Nicholas Copernicus (1473-1543)


Copernicus adalah seorang tokoh gereja ortodoks, ia menemukan bahwa
matahari berada dipusat jagat raya dan bumi mempunyai dua macam gerak yaitu
perputaran sehari-hari pada porosnya dan gerak tahunan mengelilingi matahari.
Teori ini disebut Heliosentrisme.
2. Tycho Brahe (1546-1601)
Tycho brahe adalah seorang bangsawan yang tertarik pada system
astronomi baru. Ia membuat alat-alat yang ukurannya besar sekali untuk
mengamati bintang-bintang dengan teliti.
3. Johannes Keppler (1571-1630)
Johannes Keppler adalah pembantu Thyco dan seorang ahli matematika.
Disamping melanjutkan pengamatan Thyco keppler juga mengmabngakan
astrologi untuk memperoleh uang guna memelihara perkembangan astronomi.
Dalam mengolah bahan peninggalan Thyco ia bertolak dari kepercayaan bahwa
semua benda angakas bergerak, mengikuti lintasan circle karena sesuai dengan
kesempurnaan ciptaan tuhan. Namun, semua perhitungan menunjukkan bahwa
lintasan merupakan sebuah elips untuk semua planet, selain itu dalam perhitungan
terbukti bahwa pergerakan benda angkasa tidak beraturan dan tidak sempurna. Hal
ketiga yang ditemukan keppler adalah perbandingan antara dua buah planet.
4. Galileo (1546-1642)
Galileo muncul dengan penemuan lintas peluru, penemuan hukum
pergerakan, dan penemuan tata bulan planet Jupiter. Sebagai sarjana matematika
dan fisika, Galileo menerima prinsip tata surya yang heliosentris serta hukumhukum yang ditemukan keppler. Galileo membagi sifat benda dalam dua
golongan yang pertama golongan yang langsung mempunyai hubungan dengan
metode pemeriksaan fisik, kedua golongan yang tidak mempunyai peranan dalam
proses pemeriksaan ilmiah.
5. Desarque (1593-1662)
Pada masa Desarque ditemukan projective geometri yang berhubungan
dengan cara melihat sesuatu yaitu manusia A melihat benda P dari tempat T. Oleh
karena melihat hanya mungkin jika ada cahaya, sedangkan cahaya memancar
lurus, maka seolah-olah mata dihubungkan dengan benda oleh satu garis lurus.
Sedang Fermat pada masa itu juga mengembangkan Ortogonal Coordinat System,
ia juga melaksanakan penelitian tentang Al-Jabar berkenaan dengan bilanganbilangan dan soal-soal yang dalam tangan Newton dan Leibniz menjelma sebagai
perhiutngan kalkulus. Fermat bersama-sama dengan Pascal juga menyusun dasardasar perhitungan statistik.
Surajiyo (2007 : 86) juga mengutarakan beberapa tokoh-tokok yang
terkenal pada zaman ini seperti Roger Bacon, Copernicus, Johanes Keppler,
Gallileo Galilei. Rini (2013 : 31) juga mengungkapkan beberpa tokoh yang
mempunyai peran penting dalam renaissance antara lain sebagai berikut.
1. Dante Alighieri
Dante lahir pada tanggal 21 Mei 1265 di Firenze, berasala dari keluarga
kaya raya. Dia pernah menjadi prajurit Firenze, ingin negaranya dapat merdeka
dari pengaruh tiga kerajaan yang lebih besar yaitu Kepausan, Spanyol dan
Perancis. Dante mulai menjadi pengkritik dan penentang otoritas moral kepausan

15

yang dinilai tidak adil dan tidak bermoral. Puncaknya dia tuangkan dalam sebuah
buku yang berjudul De Monarchia (On Monarchy) yang berisi tentang kedudukan
dan keabsahan Sri Paus sebagai pemimpin spiritual tertinggi Gereja Katolik,
mengapa sekaligus menjadi raja dunia (kerajaan kepausan) yang otoriter. Hasil
karya Dante antaral lain adalah La Vita Nuova (The New Life) berisi tentang
gambaran pertumbuhan cinta manusia. Comedia yang ditulis ketika dia berada
dalam pengasingan panjang di Revenna. Buku ini berisi tentang perjalanan jiwa
manusia yang penuh kepedihan dalam perjalanan dari dunia ke alam gaib. Tokoh
utamanya adalah Virgilius (nama sastrawan dari zaman Romawi kuno) yang
setelah
kematiannya
harus
melewati
tiga
fase
yaitu inferno
(neraka), purgatoria (pembersih jiwa), dan paradiso (surga).
2. Lorenzo Valla (1405-1457)
Lahir di Roma pada tahun 1405 dari keluarga ahli hukum. Salah satu
ungkapannya yang sangat terkenal adalah Mengorbankan hidup demi kebenaran
dan keadilan adalah jalan menuju kebajikan tertinggi, kehormatan tertinggi dan
pahal tertinggi. Hasil karyanya antara lain adalah De volupte (kesenangan) yang
terbit pada tahun 1440, yang berisi kekagumannya pada etika Stoisisme yang
mengajarkan pentingnya manusia itu mati raga (askese) dalam rangka
mendapatkan keselamatan jiwa.
Buku yang berjudul De Libero erbitrio (keinginan bebas) yang
mengatakan individualitas manusia berakar pada kebesaran dan keunikan
manusia, khususnya kebebasan sehingga kehendak awal Sang Pencipta tidak
membatasi perbuatan bebas manusia dan tidak meniadakan peran kreatif manusia
dalam sejarahnya. Judul buku De falso credita et ementita Constantini donation
declamation berisi tentang donasi hadiah kepada Sri Paus oleh Kaisar
Constantinus sebenarnya palsu sebab dari sudut bahasa donasi itu jelas bukan
gaya bahasa abad ke4 melainkan abd ke-8.
3. Niccolo Machiavelli (1469-1527)
Filosof politik Italia, Niccolo Machiavelli lahir tahun 1469 di Florence,
Italia. Ayahnya, seorang ahli hukum. Pada usia 29 tahun Machiavelli memperoleh
kedudukan tinggi di pemerintahan sipil Florence. Selama empat belas tahun
sesudah itu dia mengabdi kepada Republik Florentine dan terlibat dalam berbagai
missi diplomatik atas namanya, melakukan perjalanan ke Perancis, Jerman, dan di
dalam negeri Italia.
Hasil karyanya yang paling masyhur adalah The Prince, (Sang Pangeran)
ditulis tahun 1513, dan The Discourses upon the First Ten Books of Titus Livius
(Pembicaraan terhadap sepuluh buku pertama Titus Livius). Diantara karya-karya
lainnya adalah The art of war (seni berperang), A History of Florence (sejarah
Florence) dan La Mandragola (suatu drama yang bagus, kadang-kadang masih
dipanggungkan orang).
4. Boccacio (1313-1375)
Giovani Boccacio lahir di Certaldo, Italia tahun 1313 dari seorang
pedangang yang berasal dari Firenze. Hasil karyanya antara lain cerita epos
seperti Thebaid atau Aenid, prosa seperti
Ameto, puisi seperti Amoroso
16

Visione dan Ninfale Fiesolan. Puncak karyanya Decamerome, karya sastra


lainnya De genealogis deorum gentilium (On The Genealogy of God) yang
tersusun dalam 15 jilid.
Berdasarkan uraian di atas tokoh-tokoh yang terlibat pada zaman
renaissance seperti Machiavelli, Francis Bacon, Blaise Pascal, Thomas Hobbes,
Nicholas Copernicus, Tycho Brahe, Johannes Keppler, Galileo, Desarque, Dante
Alighieri, Lorenzo Valla dan Boccacio.
2.5 Dampak yang ditimbukan dari zaman renaissance
Rini (2013 : 32) menuliskan dampak timbulnya renaissance antara lain
adalah dengan kemunculan aliran pemikiran yang mementingkan kebebasan akal
seperti aliran baru Eropa hingga abad ke 18 seperti Humanisme, rasionalisme,
nasionalisme dan absolutisme berani mempersoalkan kepercayaan dan cara
pemikiran lama yang diamalkan selama ini secara langsung melemahkan
kekuasaan golongan feodal.
Italia telah menjadi pusat ilmu yang terkenal di Eropa pada abad ke 15.
Hal ini terjadi ketika kota Konstntinople dikuasai oleh orang Islam, keadaan ini
telah menyebabkan ramai para ilmuan Islam berhijrah ke pusat-pusat perdagangan
di Italia (tidak hanya di Italia tetapi pedagang muslim juga masuk lewat Spanyol
dan Prancis). Ini menyebabkan Italia menjadi pusat intelektual terkenal di Eropa
pada masa itu. Renaissance juga telah membentuk masyarakat perdagangan yang
berdaya maju. Keadaan ini telah melemahkan kedudukan dan kekuasaan golongan
feodal yang sentiasa berusaha menyekat perkembangan ilmu dan masyarakat di
Eropa.
Renaissance telah juga telah melahirkan tokoh-tokoh pemikir seperti
Leonardo de Vinci yang terkenal sebagi pelukis, pemusik dan ahli falsafah.
Melahirkan ahli-ahli sains terkenal seperti Copernicus dan Galileo, Serta turut
melahirkan pemikir tentang hukum dan negara seperti Machiavelli dan lain-lain
(Salam, 1995 : 193) Renaissance telah melahirkan masyarakat yang lebih
progresif dan wujud semangat inquiri sehingga membawa kepada aktivitas
penjelajahan.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dampak adanya
zaman renaissance adalah lahirnya kebebasan untuk berpikir, munculnya pahampaham baru di Eropa, majunya perdagangan dan bidang ilmu pengetahuan di
Eropa khusunya di Italia. Serta munculnya tokoh-tokoh pemikir dan munculnya
semangat inquiri pada masyarakat Eropa.

17

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimupan
Berdarakan uraian di atas , maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut.
1. Kata renaissance dari zaman renaissance diambil dari kata dalam bahasa
Prancis yakni re yang berarti lagi atau kembali dan naissance artinya
kelahiran atau kebangkitan. Jadi apabila kedua kata tersebut digabungkan
maka renaissance berarti kelahiran kembali atau kebangkitan kembali. Zaman
renaissance merupakan suatu zaman yang berada pada abad 15-16 (abad
pertengahan). Zaman ini merupakan zaman peralihan dari zaman pertengahan
ke zaman modern. Pada zaman ini manusia ingin memiliki pemikiran yang
bebas tanpa terikat dari dogma agama kristen dan pada zaman ini pula dimana
ilmu pengetahuan modern yang ada saat ini sudah mulai dirintis.
2. Penyebab munculnya zaman renaissance adalah karena terjadinya masa
kegelapan di Eropa pada abad ke 6-12, dimana pada saat itu pemikiran
manusia dikekang dan pada saat itu orang-orang tidak dapat berfilsafat secara
bebas. Pemikiran mereka hanya berkutat pada pemikiran tentang keagamaan
saja sedangkan pada ranah duniawi dan ilmu pengetahuan tidak diperhatikan.
Baru pada akhir zaman skolastik masyarakat Eropa mulai jemu dengan
kemandegan pemikiran filsafat dan ilmu pada saat itu. Rasa jemu dari
kemandegan ini melahirkan zaman baru untuk merubahnya yakni dikenal
sebagai zaman renaissance.
3. Perkembangan ilmu pengetahuan dan filsafat pada zaman renaissance mulai
berkembang parah ahli mulai merintis dan menyempurnakannya. Pola pikir
pada zaman ini sudah beralih dari yang hanya berlandaskan pada filsafat dan
pengetahuan agama beralih menjadi pemikiran secara ilmiah untuk memahami
fenomena-fenomena di alam. Para tokoh yang terlibat dan ilmu dalam
perkembang ilmu pengetahuan dan filsafat pada zaman ini adalah Leonardo da
Vinci, N. Copernicus, J. Keppler, Galileo Galilei, F.Bacon dan lain-lain.
4. Tokoh-tokoh yang terlibat pada zaman renaissance seperti Machiavelli,
Francis Bacon, Blaise Pascal, Thomas Hobbes, Nicholas Copernicus, Tycho
Brahe, Johannes Keppler, Galileo, Desarque, Dante Alighieri, Lorenzo Valla
dan Boccacio.
5. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dampak adanya zaman
renaissance adalah lahirnya kebebasan untuk berpikir, munculnya pahampaham baru di Eropa, majunya perdagangan dan bidang ilmu pengetahuan di
Eropa khusunya di Italia. Serta munculnya tokoh-tokoh pemikir dan
munculnya semangat inquiri pada masyarakat Eropa.
3.2 Saran
1. Untuk studi lebih lanjut mengenai renaissance hendaknya penulis
menambahkan jurnal-jurnal penelitian yang terkain dengan masalah
renaissance sehingga ke absahan isi dari tulisan akan bertambah baik lagi.
18

Anda mungkin juga menyukai