Anda di halaman 1dari 2

INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) INFEKSI SALURAN PERNAFASAN

AKUT RESUME ISPA adalah suatu penyakit yang banyak diderita oleh anak-anak, baik
dinegara berkembang maupun dinegara maju yang juga merupakan masalah kesehatan yang
penting karena menyebabkan kematian bayi dan balita yang cukup tinggi yaitu kira-kira 1
dari 4 kematian yang terjadi [2]. Episode penyakit batuk pilek pada balita di Indonesia
diperkirakan 3-6 kali per tahun (rata-rata 4kali per tahun),artinya seorang balita rata-rata
mendapatkan serangan batuk pilek sebanyak 3-6 kali setahun[8].ISPA sering disalah artikan
sebagai infeksi saluran pernapasan atas. Akan tetapi secara klinis, ISPA merupakan singkatan
dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut. ISPA meliputi saluran pernapasan bagian atas dan
saluran pernapasan bagian bawah [3]. ISPA adalah infeksi saluran pernapasan yang
berlangsung sampai 14 hari, pada organ pernapasan berupa hidung sampai gelembung paru,
beserta organ-organ disekitarnya seperti : sinus, ruang telinga tengah dan selaput paru [6].
ISPA merupakan singkatan dari infeksi saluran pernafasan akut, istilah ini diadaptasi dari
istilah dalam bahasa Inggris Acute Respiratory Infections (ARI) [2].Istilah ISPA meliputi tiga
unsur yakni infeksi, saluran pernafasan dan akut, dengan pengertian sebagai berikut: Infeksi
adalah masuknya kuman atau mikroorganisma ke dalam tubuh manusia dan berkembang biak
sehingga menimbulkan gejala penyakit. [2,3] Saluran pernafasan adalah organ mulai dari
hidung hingga alveoli beserta organ adneksanya seperti sinus-sinus, rongga telinga tengah
dan pleura. ISPA secara anatomis mencakup saluran pernafasan bagian atas, saluran
pernafasan bagian bawah (termasuk jaringan paru-paru) dan organ adneksa saluran
pernafasan. Dengan batasan ini, jaringan paru termasuk dalam saluran pernafasan (respiratory
tract) [2,3]. Infeksi akut adalah infeksi yang berlangsung sampai dengan 14 hari. Batas 14
hari diambil untuk menunjukkan proses akut meskipun untuk beberapa penyakit yang dapat
digolongkan dalam ISPA proses ini dapat berlangsung lebih dari 14 hari [2,3]. Berdasarkan
definisi-definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ISPA adalah suatu keadaan dimana
kuman penyakit berhasil menyerang alat-alat tubuh yang dipergunakan untuk bernafas yaitu
mulai dari hidung, hulu kerongkongan[6], tenggorokan, batang tenggorokan sampai ke paruparu, dan berlangsung tidak lebih dari 14 hari [2]. Penyakit ISPA dapat disebabkan oleh
berbagai penyebab seperti bakteri, virus, mycoplasma, jamur dan lain-lain[3,8]. ISPA bagian
atas umumnya disebabkan oleh Virus, sedangkan ISPA bagian bawah dapat disebabkan oleh
bakteri , virus dan mycoplasma. ISPA bagian bawah yang disebabkan oleh bakteri umumnya
mempunyai manifestasi klinis yang berat sehingga menimbulkan beberapa masalah dalam
penanganannya[2]. Bakteri penyebab ISPA antara lain adalah dari genus streptcocus,
Stapilococcus, Pneumococcus, Hemofillus, Bordetella dan Corinebacterium[8].Bakteri
tersebut di udara bebas akan masuk dan menempel pada saluran pernafasan bagian atas yaitu
tenggorokan dan hidung. Biasanya bakteri tersebut menyerang anak-anak yang kekebalan
tubuhnya lemah misalnya saat perubahan musim panas ke musim hujan[2].Virus penyebab
ISPA antara lain adalah golongan Miksovirus, Adenovirus,Influenza,Sitomegalovirus,
Koronavirus, Pikornavirus, Mikoplasma, Herpesvirus dan lain-lain [3,8]. Untuk golongan
virus penyebab ISPA antara lain golongan miksovirus (termasuk di dalamnya virus parainfluensa, virus influensa, dan virus campak), dan adenovirus. Virus para-influensa
merupakan penyebab terbesar dari sindroma batuk rejan, bronkiolitis dan penyakit demam
saluran nafas bagian atas. Untuk virus influensa bukan penyebab terbesar terjadinya sindroma
saluran pernafasan kecuali hanya epidemi-epidemi saja[2]. Pada bayi dan anak-anak, virusvirus influenza merupakan penyebab terjadinya lebih banyak penyakit saluran nafas bagian
atas daripada saluran nafas bagian bawah. Secara etiologi, ISPA juga disebabkan oleh Jamur
seperti Aspergillus sp.,Candida Albicans,Hitoplasma,dan lain-lain [3]. Berikut merupakan
Tanda dan Gejala penyakit ISPA 1). Gejala ISPA ringan[2,3,6] Seorang anak dinyatakan
menderita ISPA ringan jika ditemukan gejala sebagai berikut : a). Batuk. b). Serak, yaitu anak
bersuara parau pada waktu mengeluarkan suara (misalnya pada waktu berbicara atau

menangis). c). Pilek yaitu mengeluarkan lendir atau ingus dari hidung. d). Panas atau demam,
suhu badan lebih dari 37 derajat Celcius atau jika dahi anak diraba dengan punggung tangan
terasa panas. Jika anak menderita ISPA ringan maka perawatan cukup dilakukan di rumah
tidak perlu dibawa ke dokter atau Puskesmas. Di rumah dapat diberi obat penurun panas yang
dijual bebas di toko-toko atau Apotik tetapi jika dalam dua hari gejala belum hilang, anak
harus segera di bawa ke dokter atau Puskesmas terdekat. 2). Gejala ISPA sedang[2,3,6]
Seorang anak dinyatakan menderita ISPA sedang jika di jumpai gejala ISPA ringan dengan
disertai gejala sebagai berikut : a). Pernapasan lebih dari 50 kali /menit pada anak umur
kurang dari satu tahun atau lebih dari 40 kali/menit pada anak satu tahun atau lebih. b). Suhu
lebih dari 390C. c). Tenggorokan berwarna merah. d). Timbul bercak-bercak pada kulit
menyerupai bercak campak e). Telinga sakit atau mengeluarkan nanah dari lubang telinga. f).
Pernafasan berbunyi seperti mendengkur. g). Pernafasan berbunyi seperti mencuit-cuit. Dari
gejala ISPA sedang ini, orangtua perlu hati-hati karena jika anak menderita ISPA ringan,
sedangkan anak badan panas lebih dari 390C, gizinya kurang, umurnya empat bulan atau
kurang maka anak tersebut menderita ISPA sedang dan harus mendapat pertolongan petugas
kesehatan. 3). Gejala ISPA berat[2,3,6] Seorang anak dinyatakan menderita ISPA berat jika
ada gejala ISPA ringan atau sedang disertai satu atau lebih gejala sebagai berikut: a). Bibir
atau kulit membiru b). Lubang hidung kembang kempis (dengan cukup lebar) pada waktu
bernapas c). Anak tidak sadar atau kesadarannya menurun d). Pernafasan berbunyi mengorok
dan anak tampak gelisah e). Pernafasan menciut dan anak tampak gelisah f). Sela iga tertarik
ke dalam pada waktu bernapas g). Nadi cepat lebih dari 60 x/menit atau tidak teraba h).
Tenggorokan berwarna merah Pasien ISPA berat harus dirawat di rumah sakit atau puskesmas
karena perlu mendapat perawatan dengan peralatan khusus seperti oksigen dan infus. Cara
penularan penyakit ISPA Bibit penyakit ISPA berupa jasad renik ditularkan melalui
udara.Jasad renik yang berada diudara akan masuk ke dalam tubuh melalui saluran
pernafasan dan menimbulkan infeksi,penyakit ISPA dapat pula berasal dari penderita yang
kebetulan mengandung bibit penyakit,baik yang sedang jatuh sakit maupun karier.Jika jasad
renik berasal dari tubuh manusia maka umumnya dikeluarkan melalui sekresi saluran
pernafasan dapat berupa saliva dan sputum.Penularan juga dapat terjadi melalui kontak
langsung/tidak langsung dari benda yang telah dicemari jasad renik(hand to hand
transmission). ISPA ditularkan lewat udara. Pada saat orang terinfeksi batuk, bersin atau
bernafas, bakteri atau zat virus yang menyebabkan ISPA dapat ditularkan pada orang lain
(orang lain menghirup kuman tersebut)[2,6]. Ada faktor tertentu yang dapat memudahkan
penularan: Kuman (bakteria dan virus) yang menyebabkan ISPA mudah menular dalam
rumah yang mempunyai kurang ventilasi (peredaran udara) dan ada banyak asap (baik asap
rokok maupun asap api)[8]. Orang yang bersin/batuk tanpa menutup mulut dan hidung akan
mudah menularkan kuman pada orang lain[2]. Kuman yang menyebabkan ISPA mudah
menular dalam rumah yang ada banyak orang (mis. banyak orang yang tinggal di satu rumah
kecil)[2].

Beri Nilai