Anda di halaman 1dari 1

1.

4 Imunisasi
a. Desa UCI
Desa binaan di wilayah kerja puskesmas tegal angus ada 6 desa. Desa yang mencapai UCI pada
tahun 2013 ini sudah 6 desa, sehingga cakupan desa UCI sudah 100% di wilayah kerja Puskesmas Tegal
Angus. Upaya yang dilakukan antara lain sweeping imuisasi dan program DOFU.
Desa binaan di wilayah kerja puskesmas tegal angus ada 6 desa. Desa yang mencapai UCI pada tahun
2013 ini sudah 6 desa, sehingga cakupan desa UCI sudah 100% di wilayah kerja Puskesmas Tegal Angus.
Upaya yang dilakukan antara lain sweeping imuisasi dan program DOFU.

b. Drop Out imunisasi Campak-Polio


Hingga kini penyakit campak dan polio masih menjadi ancaman kecacatan dan kematian bagi
anak- anak Indonesia. Selain itu, campak berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) dengan
angka kematian yang tinggi. Kajian surveilans AFP (Acute Flaccid Paralysis) menunjukan adanya
peningkatan jumlah anak yang tidak mendapat imunisasi polio sehingga dikhawatirkan dapat
menimbulkan kembali KLB polio di masa mendatang.
Drop out imunisasi DPT1-Campak di Puskesmas Tegal Angus tahun 2013 adalah 4,2%.
Mengingat angka kematian dan kecacatan yang tinggi dari penyakit campak dan polio diharapkan angka
drop out ini dapat terus ditekan. Salah satu upaya untuk menekan drop out adalah penyuluhan tentang
pentingnya imunisasi lengkap pada balita, sweeping imunisasi campak dan meningkatkan cakupan
imunisasi di posyandu. b. Drop Out imunisasi Campak-Polio
Hingga kini penyakit campak dan polio masih menjadi ancaman kecacatan dan kematian bagi
anak- anak Indonesia. Selain itu, campak berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) dengan
angka kematian yang tinggi. Kajian surveilans AFP (Acute Flaccid Paralysis) menunjukan adanya
peningkatan jumlah anak yang tidak mendapat imunisasi polio sehingga dikhawatirkan dapat
menimbulkan kembali KLB polio di masa mendatang.
Drop out imunisasi DPT1-Campak di Puskesmas Tegal Angus tahun 2013 adalah 4,2%.
Mengingat angka kematian dan kecacatan yang tinggi dari penyakit campak dan polio diharapkan angka
drop out ini dapat terus ditekan. Salah satu upaya untuk menekan drop out adalah penyuluhan tentang
pentingnya imunisasi lengkap pada balita, sweeping imunisasi campak dan meningkatkan cakupan
imunisasi di posyandu.