Anda di halaman 1dari 23

SELEKSI

GEN
AUTOSOMAL
JENIS

GEN SEX
TERPAUT

a. Gen Autosomal
Seleksi Fenotif Autosomal Kualitatif bisa bersifat sederhana
atau sulit tergantung pada bagaimana cara penurunan gennya.
Jika fenotif yang diinginkan dihasilkan oleh suatu genotif
homozigot, dimana genotif yang dapat diamati oleh pengujian
fenotif, akan mudah untuk menghasilkan suatu populasi galur
murni dengan menghilangkan fenotip yg tidak di inginkan
Jika fenotif yang diinginkan dapat dihasilkan oleh lebih dari
satu genotif dan beberapa individu tidak dapat bergalur murni
karena heterozigot, maka sulit untuk menghasilkan suatu
populasi galur murni dengan menghilangkan fenotif yang tidak
diinginkan.
Jika fenotif yang diinginkan dihasilkan oleh suatu genotif
heterozigot, maka tidak mungkin menghasilkan suatu populasi
bergalur murni dengan cara seleksi

Penurunan Gen Dominan Lengkap


Penurunan gen dominan lengkap menghasilkan dua fenotif: fenotif
dominan dan fenotif resesif. Seleksi dapat mudah meningkatkan
fenotif resesif dan menghasilkan populasi bergalur murni, tapi
seleksi tidak dapat meningkatkan fenotif dominan yang
menghasilkan suatu populasi bergalur murni.
Hal-hal yang harus diperhatikan :

1. Seleksi untuk Fenotip Resesif.


Seleksi dapat meningkatkan fenotif resesif dan menghilangkan fenotif dominan
yang tidak diinginkan dalam populasi suatu generasi. Untuk melakukan hal ini
semua individu yang menunjukkan resesif dominan di hilangkan.
Misal, seorang petani lele ingin menghasilkan populasi galur murni dari ikan lele
albino, ia dapat mencapai tujuannya dalam satu generasi tunggal dengan
menyisihkan lele yang berpigmen normal. Semua alel + lele albino akan menjadi
satu-satunya ikan yang tertinggal dalam populasi tersebut, karena albino bersifat
resesif homozigot (aa), maka alel a akan meningkat dan petani tidak akan
memperoleh suatu populasi galur murni dari lele albino.
Fenotif
berpigmen normal
berpigmen normal
albino
Genotif
++
+a
aa

Disisihkan

tanpa alel +, alel a telah


ditingkatkan dan populasinya akan
bergalur murni serta hanya akan
menghasilkan ikan albino

2. Seleksi untuk Fenotif Dominan.


Seleksi tidak dapat meningkatkan fenotif dominan dan menghilangkan fenotif resesif.
Akibatnya, tidak mungkin menghilangkan alel resesif yang tidak di inginkan melalui
cara seleksi tetapi hanya bisa menutupi alel yang resesif oleh dominan.
Misal: seorang petani lele memiliki populasi terdiri dari ikan lele albino, dia ingin
menghasilkan populasi galur murni lele berpigmen normal, maka ia akan menemukan
bahwa seleksi yang dilakukan pada fenotif albino tidak akan menghilangkan alel a.
Hal ini digambarkan pada skema berikut ini :
Fenotif berpigmen normal
berpigmen normal
albino
Genotif
++
+a
aa
Kedua alel a dan + ada, populasi tidak
akan bergalur murni, lele berpigmen
normal dan albino dapat dihasilkan

disisihkan

Karena alel a dibawa oleh beberapa ikan lele berpigmen normal dan
tersembunyi dari program seleksi, petani akan menemukan bahwa ia tidak dapat
menghilangkan alel a dengan menyisihkan albino, dan populasinya akan selalu
menghasilkan ikan albino.

Pengaruh percobaan menghilangkan alel a resesif


dengan menyingkirkan fenotip resesif dapat
ditentukan dg persamaan berikut :

Dimana :
qo = frekuensi awal dari alel resesif
qn = frekuensi alel resesif setelah n generasi
N = banyaknya generasi.

Jika f (a) = 0,9, maka 90% dari semua alel dapat disisihkan,
tetapi jika f (a) = 0,1, hanya 10% dari keseluruhan alel dapat
disisihkan.

Untuk mengetahui berapa banyak generasi yg diperlukan dalam


mengurangi frekuensi alel resesif ke tingkat yg dapat diterima
untuk menghasilkan populasi 99,99 %, maka persoalan ini
dapat jawab dg menggunakan persamaan berikut :

N = jumlah generasi,
qn = frekuensi alel resesif yang diinginkan dan
qo =frekuensi alel yang dipertanyakan.

Terdapat beberapa langkah yaitu :


Contoh soal : populasi ikan lele dari petani adalah 9% albino,
dan petani ingin mengurangi frekuensi albino menjadi 0,01%
(populasi dari pigmen normal ikan lele yang melahirkan
99,99% murni). Berapa banyak seleksi generasi terhadap
albino yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan?
Langkah 1. qo, frekuensi pertama dari alel a, ditentukan dengan
menggunakan persamaan.

Langkah 2. qn, frekuensi alel a yang diinginkan, juga ditentukan


dengan menggunakan persamaan

Langkah 3. Jumlah generasi yang dibutuhkan untuk mengurangi


f(a) dari 0,3 menjadi 0,01 ditentukan dengan menggunakan
persamaan

Jadi diperlukan 97 generasi (hasil pembulatan dari 96,67) untuk


mengurangi f(a) dari 0,3 menjadi 0,01

3. Pengujian keturunan.
Untuk mengidentifikasi dan menyisihkan heterozigot dan ini hampir dapat
menghilangkan alel resesif yang tersembunyi.

Pengujian keturunan adalah suatu cara dimana genotif seekor


ikan dibaca dengan menguji fenotif-fenotif dari keturunan yang
dihasilkan saat disilangkan dengan ikan percobaan (ikan yang
genotifnya diketahui).
contoh pada ikan lele albino menimbulkan permasalahan saat
proses pengujian keturunan
Lele normal
x
lele albino
(+?)
(aa)
Kita ingin mengetahui apakah alel ( ? )Itu rsessif atau dominan?
Hanya keturunan berpigmen normal (rasio 1:0) berarti bahwa ?=+
Keturunan berpigmen normal dan albino (rasio 1:1) berarti bahwa
?=a

Dominan Tak Lengkap atau Penurunan Gen Tambahan


Penyisihan fenotif yang tidak diinginkan dapat menyisihkan alel yang
tidak diinginkan juga. Fenotif yang tidak dapat ditingkatkan dengan cara
seleksi adalah heterozigot. Jadi hanya homozigot yang dapat melakukan
penyisihan dg cara seleksi. Satu generasi dari seleksi akan menghasilkan
suatu populasi galur murni, tanpa memperhatikan apakah fenotif yang
diinginkan bersifat dominan atau resesif.

1. Seleksi untuk fenotif resesif.


Karena fenotif yang diinginkan bersifat
resesif homozigot, maka penyisihan fenotiffenotif yang lain akan menyisihkan alel
dominan
yang
tidak
diinginkan
dan
menghasilkan suatu galur murni.

2. Seleksi untuk Fenotip Dominan.


Seleksi sama efektifnya jika kita ingin memperbaiki fenotip
dominan. Dengan aksi gen dominan yang tidak lengkap, fenotif
homozigot dominan dan fenotif heterozigot adalah 2 fenotif yang
terpisah. Karenanya, pemusnahan tunggal dari heterozigot dan fenotif
homozigot resesif akan memperbaiki alel dominan dan memproduksi
populasi bergalur murni.
Contoh, Petani ikan di daerah tropis ingin menghasilkan
populasi galur murni dari ikan cupang berwarna biru baja (VV), maka
yang harus ia lakukan ialah menyingkirkan semua ikan cupang yang
berwarna biru (Vv), dan hijau (vv). Setelah dilakukan, maka ikan
cupang yang tersisa hanyalah yang berwarna biru baja saja dan akan
dapat menjadi galur murni karena bersifat homozigot VV.
Fenotif:
biru baja
biru
hijau
Genotif:
VV
Vv
vv
Tanpa alel v, alel a V telah ditingkatkan
dan populasinya hanya menghasilkan
ikan cupang berwarna biru saja

Disisihkan

3. Seleksi untuk Fenotif Heterozigot


Seleksi tidak dapat menghasilkan suatu populasi murni yang
heterozigot karena memang tidak dapat menghasilkan keturunan yang
murni.
Contoh, jika seorang petani ingin menghasilkan suatu populasi bergalur
murni dari ikan cupang berwarna biru (Vv), ia tidak dapat mencapai
keinginannya melalui seleksi yang digambarkan ini:
Fenotif:
birubaja
biru
hijau
Genotif:
VV
Vv
vv
Disisihkan

memiliki alel V dan v


populasinya tidak akan
bergalur
murni
yang
akan dihasilkan adalah
ikan cupang berwarna biru
baja, biru dan hijau.

Disisihkan

Lanjutan
Jika petani ikan tersebut ingin menghasilkan 100% ikan cupang
yang berwarna biru maka ia harus menyilangkan ikan cupang
yang berwarna biru baja dengan yang berwarna hijau.
Birubaja

X
(VV)
Gamet V

Hijau
(vv)
Gamet v

Keturunan
Vv Biru

4. Seleksi untuk Fenotif Homozigot.


Seleksi untuk dua fenotif homozigot yang sama
efektifnya, dan prosedurnya untuk menghasilkan populasi
bergalur murninya juga sama dengan yang dilakukan pada
fenotif yang dikendalikan oleh gen-gen dengan penurunan gen
dominan tak lengkap.

b. GEN SEX-TERKAIT
Seperti halnya dengan fenotipe yang dikendalikan oleh
gen autosomal, berhubungan dengan seks fenotipe sering
memiliki nilai ekonomi yang berbeda, dan nilai suatu populasi
tergantung pada kemampuannya untuk menghasilkan yang
diinginkan fenotip sex-terkait lebih sering daripada yang tidak
diinginkan.

GEN Y-TERKAIT
Penghapusan atau fiksasi alel y-linked mudah karena ada
dua genotipe dan dua fenotipe. Setiap laki-laki dengan alel yang
diinginkan mengekspresikan fenotipe yang diinginkan, dan
setiap laki-laki dengan alel yang tidak diinginkan
mengekspresikan fenotipe yang tidak diinginkan. Akibatnya,
pemusnahan tunggal laki-laki dengan fenotipe yang tidak
diinginkan akan memperbaiki alel yang diinginkan dan
menghasilkan populasi yang sebenarnya-peternakan.

GEN X-TERKAIT
Efisiensi memperbaiki x-linked fenotipe oleh seleksi mirip
dengan yang terlihat untuk alel autosomal. Sangat mudah untuk
memperbaiki fenotipe x-linked resesif dengan memilih melawan
domant fenotipe x-linked, tetapi sulit untuk memperbaiki
dominan fenotipe x-linked oleh slecting melawan resesif
fenotipe x-linked.

SELEKSI UNTUK RESESIF


FENOTIPE X-TERKAIT
Resesif fenotipe x-linked bisa diperbaiki dalam satu
generasi dengan pemusnahan semua dominan fenotipe x-linked.
Karena setiap ikan yang memiliki diinginkan dominan alel xlinked mengekspresikan fenotipe yang tidak diinginkan, semua
yang tidak diinginkan alel x-linked dapat diambil dalam satu
generasi.

SELEKSI UNTUK DOMINAN


FENOTIPE X-TERKAIT
Seperti halnya dengan alel autosomal, adalah mustahil
untuk memperbaiki fenotipe x-linked dominan melalui seleksi,
karena tidak mungkin untuk menghilangkan resesif alel x-linked
oleh seleksi, karena tidak mungkin untuk menghilangkan resesif
alel masker x-linked resesif alel x-linked pada wanita
heterozigot. Seleksi terhadap resesif alel x-linked pada wanita
heterozigot. Seleksi terhadap alel resesif autosomal karena setiap
laki-laki dengan alel resesif dapat dimusnahkan, namun
frekuensi alel masih akan mendekati zeroasymptotically.

Uji keturunan (Progeny Test)


Uji keturunan (Progeny Test) adalah cara untuk menduga
susunan genetic suatu individu dengan meneliti sifat sifat
keturunannya. Oleh sebab itu, uji ini dapat pula dianggap
sebagai salah satu cara seleksi famili, bahkan suatu cara seleksi
yang paling tepat.

Seks Fenotip Terbatas


Seleksi untuk pembatasan-kelamin fenotip kelamin
berhubungan akan sangat sulit, karena tidak akan
menampilkan fenotip, tanpa memperhatikan genotip. Dan ini
akan menutupi banyak alel yang tidak diinginkan.