Anda di halaman 1dari 18

Makalah Sediaan Pil

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Pil merupakan salah satu sediaan farmasi yang sudah lama digunakan. Sedian
pil sudah dikenal sebelum keluarnya produk obat modern, dahulu pil dibuat dengan
cara tradisional akan tetapi untuk saat ini pil lebih mudah dibuat dengan cara yang lebih
modern. Masyarakat lebih menggemari obat-obat tardisional dalam bentuk sedian pil
dari pada sedian yang lain seperti jamu cair dan jamu serbuk, karena pil sangat evisien
dikonsumsi tidak berasa pahit dan cara minum yang sangat mudah dari pada sedian
yang lain. Oleh sebap itu sedian pil masih sangat diterima oleh masyarakat luas.
Tidak menutup kemungkinan sedian pil juga dikembangkan dalam pembuatan
obat-obat sintesis dan obat-obat modern, seperti halanya pil KB, pil obat magg dan lainlain. Sedian pil bisa di buat dengan cara tradisional dan cara modern. Oleh sebab itu
sedian ini masih diajarkan dan di kembangkaan dalam lingkungan sekolah dibidang
kefarmasian.
Namun bagi para pembuat yang masih baru pertama membuat terkadang
masih banyak hambatan yang terjadi. Itu disebabkan karena banyak bahan obat yang
perlu diperlakukan secara khusus. Selain itu, banyak juga bahanbahan yang digunakan
untuk membuat sediaan pil. Oleh karena itu, caracara pembuatan pil harus dipahami
oleh para pembuat.
1.2. RUMUSAN MASALAH
1.2.1. Seperti apakah sedian pil itu ?
1.2.2. Bagaiman persyaratan sedian pil yang baik ?
1.2.3. Apa saja bentuk sedian pil ?
1.2.4. Apa keuntungn dari sedian pil ?
1.2.5. Apakah sedian pil juga memeiliki kerugian ?
1.2.6. Dalam pembuatan sedian pil apa saja yang perlu ditambahkan ?
1.2.7. Bagaiman tahapan peracikan pil yang benar ?
1.2.8. Hal hal apasaja yang perlu diperhatikan dalam pembuatan sedian pil ?
1.3. TUJUAN
1.3.1. Mengetahui bagaimana sedian pil itu
1.3.2. Mengetahui persyaratan sedian pil yang baik
1.3.3. Mengetahui macam-macam bentuk sedian pil
1.3.4. Mengetahui berbagai macam keuntungn dari sedian pil
1.3.5. Mengetahui kerugian dari sedian pil
1.3.6. Mengetahui zat-zat yang perlu ditambahkan pada pembuatan sedian pil
1.3.7. Mengtahui bagaimana tahapan peracikan sedian pil
1.3.8. Mengetahui apa saja yang harus diperhatikan dalam pembuatan sedian pil

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. PENGERTIAN
Pil adalah suatu sediaan yang berbentuk bulat sepeti kaleng mengandung satu
atau lebih bahan obat. Berat pil berkisar antar 100 mg sampai 500 mg.
Pil kecil yang beratnya kira-kira 30 mg disebut granul dan pil besar yang
beratnya lebih dari 500 mg disebut boli. Boli biasanya digunakan untuk pengobatan
hewan seperti sapi, kuda dan lain-lain. Bila tidak disebut lain granul mengandung
bahan obat berkhasiat 1 mg.
2.2. SYARAT SEDIAAN PIL YANG BAIK
Homogen (ukuran, bentuk, warna, dosis)
Mempunyai kekenyalan, daya rekat dan kekerasan tertentu
Mempunyai waktu hancur tertentu
Dalam FI III disyaratkan waktu hancur pil:
Tidak boleh > 15 menit untuk pil tidak bersalut
Tidak boleh > 60 menit untuk pil bersalut gula atau selaput
Untuk pil salut enterik: Setelah dilakukan pengujian dalam larutan HCl 0,06 N
selama 3 jam, pada pengujian selanjutnya (larutan dapar pH 6,8) waktu hancur
pil tidak boleh > 60 menit
2.3. MACAM SEDIAAN PIL
Bolus > 300 mg
Pil 60 300 mg
Granul 1/3 1 grain
Parvul <>
2.4. TUJUAN SEDIAAN PIL
Mudah digunakan/ditelan
Menutup rasa obat yang tidak enak
Relatif > stabil dibanding bentuk sedian serbuk dan solutio
Sangat baik utk sedian yang penyerapannya dikehendaki lambat
2.5. KERUGIAN SEDIAAN PIL
Obat yang dikehendaki memberikan aksi yang cepat
Obat yang dalam keadaan larutan pekat dapat mengiritasi lambung
Bahan Obat padat/serbuk yang voluminous dan Bahan Obat cair dalam jumlah
besar
Penyimpanan lama sering menjadi keras dan tidak memenuhi waktu hancur
Ada kemungkinan ditumbuhi jamur (dapat diatasi dengan bahan pengawet)
2.6. MACAM-MACAM ZAT YANG PERLU DITAMBAHKAN
Bahan tambahan :
o Pengisi: Berfungsi memperbesar masa pil. Dipilih Radix Liquiritiae pada pilpil yang jumlah zatnya sedikit, dimana banyaknya zat pengisi dan zat
pengikat dapat diambil dengan bebas, hendaknya dijaga bahwa jika ada

Succus Liquir sebagai zat pengikat , banyaknya Radix sekurang kurangnya


dua kali sebanyak Succus Liquiritae
Jenis :
radix liquiritiae
saccharum album
bolus alba
o Pengikat:
Succus liquiritiae ( 2g / 60 pil)
PGS (500 mg / 60 pil), utk yg voluminous : 1-1,5 g/60 pil
Succus dan saccharum album aa (75 g/1000 pil)
Gliserin cum tragacanth
Adeps lanae/vaselin album qs utk Bahan Obat yg bersifat :
Saling bereaksi dengan adanya air
Terurai dengan air
Oksidator
Garam-garam timbal
o Pembasah
Air
Aqua gliserinata
Sirupus simplex
Madu
Adeps lanae/ vaselin album
o Penabur
Talk, untuk :
Bahan Obat oksidator/garam PB
Pil putih
Amilum orizae
MgCO3
Radix liquiritiae pulv
o Penyalut
Menjaga stabilitas Bahan Obat
Menutup rasa dan bau Bahan Obat
Memperbaiki penampilan pil
Mencegah pecahnya pil dalam lambung
Jenis bahan penyalut :
o Penyalut gula : saccharum album
o Penyalut
selaput/film :
CMC-Na,
Balsamum
tolutanum,
PEG, Carbowax 6000, perak
o Penyalut enterik : salol, schellak, cellulose acetat phtalat
2.7. TAHAP PERACIKAN PIL
A. PEMBUATAN MASSA PIL

Tentukan bobot Bahan Obat untuk 1 pil


Tentukan macam dan jumlah bahan tambahan yang dibutuhkan sesuai
dengan jumlah dan sifat Bahan Obat
Campur Bahan Obat + pengisi + bahan pengikat + bahan pemecah sesuai
aturan
Tambahkan bahan pembasah sedikit-sedikit ke dalam camp digilas kuat ad
massa pil yg baik (elastis, tidak lengket di mortir, dan tidak pecah
digulung)
B. PEMOTONGAN PIL
Massa pil dibentuk silinder yg panjangnya sesuai jumlah yg akan
dibuat sebelumnya pemotong diberi alat penabur dulu
C. PEMBULATAN PIL
Potongan massa pil dipindahkan ke alat pembulat pil yg sudah diberi bahan
penabur, selanjutnya dibulatkan
Masukkan pil ke wadah melalui lubang yang ada dan dihitung jumlahnya
D. PENYALUTAN PIL
Lakukan penyalutan sesuai dengan jenis bahan penyalut yang digunakan:
PENYALUTAN
Tujuan:
Melindungi Bahan Obat dari pengaruh lingkungan (salut
selaput) garam-garam ferro disalut tolubalsem
Menutupi rasa bahan yg tak enak (salut gula) kloramfenikol,
strychnin
Memperbaiki penampilan pil (salut selaput)
2.8 Syarat-syarat yang harus dipenuhi pil:
a. Bobot pil ideal antara 100, 150 mg, rata-rata 120 mg
Oleh karena sesuatu hal syarat ini seringkali tidak dapat dipenuhi
b. Syarat dari farmakope yang diberikan pada semua pil yang dipaparkan dalam
farmakope dan yang dapat dianggap berlaku untuk semua pil-pil, yakni pil-pil
setelah dimasukkan ke dalam asamklorida 0,04 N pada 37o dan dikocok-kocok
keras-keras sampai hancur.
c. Pada waktu penyimpanan bentuknya tidak boleh berubah, tidak begitu keras
sehingga dapat hancur dalam saluran pecernaan, dan pil salut enteric tidak
hancur dalam lambung tetapi hancur dalam usus halus.
d. Memenuhi keseragaman bobot. timbang 20 pil satu-persatu, hitung bobot ratarata, penyimpangan terbesar terhadap bobot rata-rata
Penyimpangan terbesar
18 pil
2 pil
100 mg sampai 250 mg
10 %
20 %
250 mg sampai 500 mg
7,5 %
15 %
e. Memenuhi waktu hancur seperti tertera pada compresi yaitu dalam air 36o
38o pil selama 15 menit untuk pil tidak bersalut dan 60 menit untuk pil yang
bersalut.
2.9 PIL YANG MENGANDUNG OBAT BERUPA SERBUK ( PADAT )
Untuk bobot rata-rata pil

Pil yang mengandung zat berkhasiat yang bersifat oksidator digunakan Adeps
Lanae atau Vaselinum sebagai zat pengikat dan Bolus Alba 100 mg tiap pil sebagai zat
pengisi. Pengunaan Adeps atau Vaselinum adalah kira-kira 1/6 berat zat padatnya.
Caranya menambahkan sedikit-demisedikit digerus dan ditekan.
2.10 PIL YANG MENGANDUNG OBAT BERUPA EKSTRAK KENTAL
Ekstrak kental direndam dengan Spiritus dilutus atau cairan lain yang
digunakan sebagai mengstrum ekstrak dan dicampur dengan Liquiritiae Radix. Apabila
jumlahnya sedikit diperlukan Succus Liquiritiae sebagai tambahan zat pengikat 1 g
untuk 30 pil
Apabila jumlah ekstrak kental besar yaitu 1,5 g lebih, kebutuhan Succus
Liquiritiae dapat dikurangi, bahkan tidak diperlukan Succus Liquiritiae tapi cukup
dibuat dengan Liquiritiae Radix saja, misalnya Valerianae Extractum dan Secalis
Cornuti Extractum spissum.
2.11 PIL DENGAN BAHAN-BAHAN KHUSUS
1. Pil-pil yang mengandung senyawa Hydrargyrum:
dibuat dengan menggerus hydrargyrum, dengan sama berat Liquiritiae Radix dan air,
setelah tidak terlihat butir hydrargyum maka masa ditambah Liquiritiae Radix
dan Succus Liquiritiae secukupnya sampai mendapat masa pil yang cocok.
Bila jumlah Hydrargyrum kecil maka dapat ditambahkan Succus dan
Liquiritiae Radix dalam perbandingan 1 : 2
2. Pil yang mengandung Ferrosi Carbonas dan Ferrosi Iodium:
Formula dapat dilihat di Farmakope Belanda edisi V, untuk pil Ferrosi Carbonas
setiap pil mengandung 50 mg dan formula untuk pembuatan 300 pil jadi
seluruh formula mengandung 15 g Ferrosi Carbonas. Dibuat dengan
mereaksikan Ferrosis Sulfas dengan Natrii Bicarbonas di atas tangas air.
Sebagai pereduksi adalah Mel dan sebagai zat pembasah gliserin dan air
sampai berat tertentu. Hal ini dimaksudkan agar reaksi pembentukan Ferrosis
Carbonas berjalan sempurna yaitu gas CO2 yang terjadi hilang.
3. Pil-pil yang mengandung garam-garam yang dapat menyerap air:
Seperti Natrii Iodium sering terjadi penggumpalan hingga sulit dibuat masa pil yang
baik. Untuk mencegahnya maka perlu diberi air secukupnya biar larutan
setelah itu baru dibuat masa pil.
4. Pil-pil dengan zat-zat higroskopik:
Seperti Kalii Bromidum, Kalii Iodidum dan Natrii Salicylas supaya digerus halus
dan didalam mortar yang panas . Untuk pil yang mengandung zat yang
higroskopis sebagai zat pembasah jangan menggunakan Aqua Glycerinata.
5. Pil-pil yang mengandung senyawa yang sangat Higroskopis:
Digunakan sebagai larutan seperti Calcii Bromidum, Calcii Chloridum, Kalii Acetas.
Jika didalam resep tertulis garamnya maka yang diambil sebagai larutannya
yang sebanding :
Solutio Kalii Acetatis mengandung 331 / 3% Kalii Acetas
Solutio Calcii Bromidi mengandung 25% Calcii Bromidum
Solutio Calcii Chloridi mengandung 25% Calcii Chloridum
Solutio Ferri Chloridi mengandung 75% Ferri Chloridum
Lrytan tersebut setelah ditimbang diuapkan sampai sisa airnya kira-kira tinggal
kurang dari 1 g untuk 30 pil. Harus diingat jangan menguapkan Larutan Ferri
Chloridum karena garam Ferrinya akan terurai.
6. Pil-pil yang mengandung senyawa Codeinum base dengan garam Ammonium
atau Ichtammolum :

Karena Codeinum base terhitung mudah larut dalam air dan merupakan base lebih
kuat dari garam Ammonium, maka akan bereaksi dan timbul gas NH3 yang
bebas serta membuat pil jadi pecah.
7. Pil-pil yang dapat pecah Karena zat-zat yang terkandung dapat bereaksi hingga
memimbulkan gas yang memecah pil:
Supaya tidak terjadi jangan menggunakan zat pembasah air yaitu dengan
menggunakan zat pengikat yang lain
Pil yang mengandung Ferrosi Carbonas dengan Acidum Citricum akan
menimbulkan gas CO2
Pil yang mengandung Meditrenum akan timbul gas CO2 karena terjadi reaksi
antara Iodochloroxychinolin Sulfonas dengan Natrii Bicarbonas
Pil yang mengandung Ferrum Reductum atau pulveratum dengan asam
seperti Acidum Cutricum akan bereaksi dan timbul gas H2 yang akan
memecah pil.
8. Pil-pil yang mengandung Hydrargyri Cloridum:
Akan menghilangkan selaput lendir dari lambung dan usus maka perlu Hydrargyri
Chloridum dalam keadaan yang halus. Untuk itu perlu penambahan Natrii
Chloridum untuk memudahkan Hydrargryi Chloridum larut dalam air.
Penambahan Natrii Chloridum adalah setengah berat Sublimat dan dilarutkan
dulu dengan air sama berat,
9. Pil-pil yang mengandung Diphantoinum Natrium:
Jangan menggunakan Liquiritiae Radix tetapi menggunakan Succus Liquiritiae 1
bagian dan Amyilum 3 bagian dan sebagai zat pembasah digunakan Sirupus
Simplex. Hal ini untuk menjaga agar pil lekas hancur dalam lambung.
10. Pil-pil yang mengandung Quinini Sulfas:
Ada dua macam yaitu yang berwarna colkat dan berwarna putih
11. Pil-pil yang mengandung zat pengikat yang bereaksi dengan asam :
Seperti Gentianae Extractum, Succus Liquiritiae dan Liquiritiae Extractum. Bahan
tersebut akan bereaksi dengan Ferrum reductum, Ferrum pulveratum yang
menimbulkan gas H2 serta menyebabkan pil menjadi menggelembung dan
pecah. Bahan tersebut akan bereaksi pula dengan Natrii Bicarbonas, Ferrosi
Carbonas yang menimbulkan gas CO2 serta menyebabkan pil menjadi
menggelembung dan pecah. Maka itu Succus Liquiritiae, Liquiritiae
Extractum dan Gentianae Extractum harus dinetralkan dulu dengan MgO 50
mg tiap gram Ekstrak dan Succus.
12. Pil-pil yang mengandung Ekstrak kering :
a. Aloe Extractum Aquosum siccum, Rhamni Frangulae Extractum Aquosum siccum,
Rhamni Phursianae Extractum siccum, Rhei Extractum dapat dibuat pil cukup
dangan Liquiritiae Radix dan zat pembasah Aqua Glyserinata.
b. Chinchonae Extractum siccum dan Colae Extractum siccum memerlukan Succus
Liquiritiae sebagai zat pengikat untuk dapat dibuat masa pil.
c. Pil dengan ekstrak kering supaya dibuat keras jangan lembek agar tidak berubah
bentuk
SEDIAAN PIL
Posted on 22:40 by Fikry Awaluddin
Pengertian

Pil berasal dari bahasa latin yaitu Pila yang berarti bola.
Dalam Farmakope edisi III : Pil adalah suatu sedian berupa massa bulat
mengandung satu atau lebih bahan obat.
Dalam buku ilmu meracik obat : Pil adalah suatu sedian yang berbentuk bulat
seperti kelereng mengandung satu atau lebih bahan obat.
Menurut Leerboek der Receptuur : Pil adalah salah satu bentuk sedian padat yang
berbentuk bola kecil dengan berat 100 500 mg.
Pil kecil yang beratnya kira-kira 30 mg disebut granula dan pil besar yang beratnya
lebih dari 500 mg disebut boli.

Syarat sediaan pil yang baik


a.

Homogen ukuran, bentuk, warna dan dosisnya

b.

Mempunyai kekenyalan, daya rekat, dan kekerasan tertentu.

c.

Mempunyai waktu hancur tertentu

Dalam FI ed. III, pil harus memenuhi beberapa syarat :


a.

Keseragaman bobot

b.

Waktu hancur pil = Waktu hancur tablet

Tidak lebih dari 15 menit untuk pil tak bersalut

Tidak lebih dari 60 menit untuk pil bersalut gula dan bersalut selaput.

Pil bersalut enterik : 3 jam dalam larutan 0,06 N HCl dan tidak lebih dari 60 menit
dalam larutan pendapar pH 6,8

Macam-macam sedian pil


a.

Bolus

: beratnya lebih dari 300 mg

b.

Pil

: beratnya sekitar 60 300 mg

c.

Granul

: beratnya 1/3 1 grain (1 grain = 64,8 mg)

d.

Parvul

: beratnya kurang dari 1/3 grain

Tujuan Pemberian sedian pil


Keuntungan :
a.

Mudah digunakan / ditelan

b.

Rasa obat yang tak enak dapat tertutupi

c.

Relatif lebih stabil dibandingkan serbuk dan solutio

d. Sangat baik untuk sediaan yang penyerapannya dikehendaki secara lambat, misal:
Kathartika

Kerugian :
a.

Obat yang dikehendaki memberikan aksi yang cepat

b.

Obat yang dalam keadaan larutan pekat dapat mengiritasi lambung

c.

Bahan Obat padat/serbuk yang voluminous dan Bahan Obat cair dalam jumlah besar

d.

Penyimpanan lama sering menjadi keras dan tidak memenuhi waktu hancur

e.

Ada kemungkinan ditumbuhi jamur (dapat diatasi dengan bahan pengawet)

Formula Sediaan Pil


Formula umum :
R/ Bahan obat
tambahan
m.f. pil....

Bahan Obat / Medikamen

Wujud : - Padat
-

padat

Cair

Bahan tambahan

a.

Bahan Pengisi

Fungsi : memperbesar massa pil (bila bahan obat terlalu kecil untuk dibuat pil)
Jenis : - Radix liquiritiae
- Saccharum album
- Bolus alba
Jumlah pemakaian :
B.O. jumlah Kecil : Radix 2x bobot Succus
B.O. sangat besar : Pakai pulvis pro pilulis (Radix dan Succus aa)
B.O gol. Oksidator

: Balus alba 100 mg/pil

(garam Pb)

b.

Bahan Pengikat

B.O non kohesif perlu bahan pengikat


Jenisnya :

Succus Liquiritiae (2g untuk 60 pil)

PGS (500 mg / 60 pil), utk yg voluminous : 1-1,5 g/60 pil

Succus dan saccharum album aa (75 g/1000 pil)

Gliserin cum tragacanth (10%) q.s.

Adeps lanae/vaselin album q.s. utk Bahan Obat yg bersifat :

o Saling bereaksi dengan adanya air

o Terurai dengan air


o Oksidator
o Garam-garam timbal

c.

Bahan Pembasah

Air

Aqua gliserinata

Sirupus simpleks

Madu

Adeps lanae / vaselin album

d.

Bahan Pemecah

Pil dengan bahan pengikat adeps lanae / vaselin album bersifat hidrofob, yang
menyebabkan sukar larut / pecah di lambung, maka dari itu perlu ditambah bahan pemecah
NaHCO3

NaHCO3 + HCl NaCl + H2CO3 H2O


CO2

e.

Bahan Penabur

Fungsi : agar pil tidak lengket pada alat dan satu sama lain.
Jenis :

Likopodium

Talk

Amylum Oryzae

MgCO3

Liquiritiae Radix

f.

Bahan Penyalut

Fungsi : 1. Menjaga stabilitas bahan obat


2. Menutupi rasa dan bau bahan obat yang tidak enak
3. Memperbaiki penampilan pil
4. Mencegah pil pecah di lambung
Jenis :

Penyalut gula : Saccharum album

Penyalut selaput :

o CMC-Na
o Balsamum tolatanum
o Carbowax 6000
o Perak

Penyalut enterik :

o Salol
o Schellak
o C.A.P

Cara Pembuatan Sediaan Pil

a.

Pembuatan Massa Pil

1.

Hitung bobot b.o per mil

2.

Tentukan macam & jumlah bahan tambahan

3.

Lakukan pencampuran b.o. dengan bahan pengisi, pengikat, dan pemecah

4.

Tambahkan bahan pembasah sedikit demi sedikit sambil digilas kuat

Cara mengetahui massa pil yang baik :

Massa pil dipindahkan ke kertas perkamen

Digulung dengan tangan membentuk silinder

Bila silinder masih pecah/retak, ditambah pembasah

Bila silinder terlalu lembek/lengket, ditambah bahan pengisi lagi

b.

Pemotongan Pil

1. Massa pil yang sudah jadi dipindahkan ke kertas perkamen, kemudian dibentuk silinder
dengan tangan (ujung silinder harus pipih).
2. Pindahkan ke papan pemotong pil yang sudah diberi penabur, lalu buat silinder
panjang (sesuai jumlah pil yang diminta).
3.

Dipotong dengan pemotong pil.

c.

Pembulatan Pil

1.

Potongan massa pil pindahkan ke alat pembulat pil yang sudah diberi penabur.

2.

Pil dibulatkan dengan gerakan memutar ditambah sedikit penekanan.

3.

Setelah bulat, masukkan wadah sambil dihitung.

d.

Penyalutan Pil

Bila pil perlu disalut, lakukan penyalutan sesuai jenis bahan penyalut yang dipakai.
Tujuan :

Melindungi Bahan Obat dari pengaruh lingkungan (salut selaput) contoh : garamgaram ferro disalut tolubalsem.

Menutupi rasa bahan yg tak enak (salut gula), contoh : kloramfenikol, strychnin

Memperbaiki penampilan pil (salut selaput)

Prinsip Pembuatan Berdasarkan Macam Bahan Obat

a.

Padat

Tanpa sifat khusus, langsung diracik sesuai tahap pembuatan pil.

b.

Padat

Jumlah kecil :

o B.O. ditambah pelarut yang sesuai agar tepat larut


o B.O. ditambah pengisi yang warnanya kontras
o Ditambah zat pengikat
o Ditambah zat pembasah
o Contoh : Ekstrak Belladon, Ekstrak Hyosciami, dan Ekstrak Cannabis

Jumlah besar :

o B.O. ditambah Radix q.s. ad massa pil


o Contoh : Ekstrak Secale cornuti dan Ekstrak Visci albi

c.

Cair

1.

Ekstrak-ekstrak cair

Jumlah kecil (< 0,5 g / 30 pil)

o Dengan Succus dan Radix (1:0,5 g)


o Tanpa aqua glycerinata

Jumlah besar (>0,5 g / 30 pil)

o Diuapkan sampai kental (+ 1/3 bobot)


Ditambah radix ad massa pil

o Diganti dengan sisa keringnya


Ditambah Radix, Succus, Aq. Glycerinata
Misal: Ekstrak. Rhamni purshianae liquidum
Diganti Ekstrak Rhamni p. Siccum 25 %

2.

Larutan berair

Jumlah kecil

Langsung dibuat pil tanpa bahan pembasah

Jumlah besar

Diuapkan ad kental (+ 1/3 bobot)


Ditambah radix ad massa pil

Pil dengan bahan-bahan khusus

1.

Pil-pil yang mengandung senyawa Hydrargyrum:

Dibuat dengan menggerus hydrargyrum, dengan sama berat Liquiritiae Radix dan air,
setelah tidak terlihat butir hydrargyum maka masa ditambah Liquiritiae Radix dan Succus
Liquiritiae secukupnya sampai mendapat masa pil yang cocok. Bila jumlah Hydrargyrum kecil
maka dapat ditambahkan Succus dan Liquiritiae Radix dalam perbandingan 1 : 2
2.

Pil yang mengandung Ferrosi Carbonas dan Ferrosi Iodium:

Formula dapat dilihat di Farmakope Belanda edisi V, untuk pil Ferrosi Carbonas setiap pil
mengandung 50 mg dan formula untuk pembuatan 300 pil jadi seluruh formula
mengandung 15 g Ferrosi Carbonas. Dibuat dengan mereaksikan Ferrosis Sulfas dengan
Natrii Bicarbonas di atas tangas air. Sebagai pereduksi adalah Mel dan sebagai zat pembasah
gliserin dan air sampai berat tertentu. Hal ini dimaksudkan agar reaksi pembentukan
Ferrosis Carbonas berjalan sempurna yaitu gas CO2 yang terjadi hilang.
3.

Pil-pil yang mengandung garam-garam yang dapat menyerap air:

Seperti Natrii Iodium sering terjadi penggumpalan hingga sulit dibuat masa pil yang baik.
Untuk mencegahnya maka perlu diberi air secukupnya biar larutan setelah itu baru dibuat
masa pil.

4.

Pil-pil dengan zat-zat higroskopik:

Seperti Kalii Bromidum, Kalii Iodidum dan Natrii Salicylas supaya digerus halus dan didalam
mortar yang panas . Untuk pil yang mengandung zat yang higroskopis sebagai zat pembasah
jangan menggunakan Aqua Glycerinata.
5.

Pil-pil yang mengandung senyawa yang sangat Higroskopis:

Digunakan sebagai larutan seperti Calcii Bromidum, Calcii Chloridum, Kalii Acetas. Jika
didalam resep tertulis garamnya maka yang diambil sebagai larutannya yang sebanding :
- Solutio Kalii Acetatis mengandung 331 / 3% Kalii Acetas
- Solutio Calcii Bromidi mengandung 25% Calcii Bromidum
- Solutio Calcii Chloridi mengandung 25% Calcii Chloridum
- Solutio Ferri Chloridi mengandung 75% Ferri Chloridum
Larutan tersebut setelah ditimbang diuapkan sampai sisa airnya kira-kira tinggal kurang dari
1 g untuk 30 pil. Harus diingat jangan menguapkan Larutan Ferri Chloridum karena garam
Ferrinya akan terurai.
6. Pil-pil yang mengandung senyawa Codeinum base dengan garam Ammonium atau
Ichtammolum :
Karena Codeinum base terhitung mudah larut dalam air dan merupakan base lebih kuat dari
garam Ammonium, maka akan bereaksi dan timbul gas NH3 yang bebas serta membuat pil
jadi pecah.
7. Pil-pil yang dapat pecah Karena zat-zat yang terkandung dapat bereaksi hingga
memimbulkan gas yang memecah pil:
Supaya tidak terjadi jangan menggunakan zat pembasah air yaitu dengan menggunakan zat
pengikat yang lain :
Pil yang mengandung Ferrosi Carbonas dengan Acidum Citricum akan menimbulkan
gas CO2
Pil yang mengandung Meditrenum akan timbul gas CO2 karena terjadi reaksi antara
Iodochloroxychinolin Sulfonas dengan Natrii Bicarbonas
Pil yang mengandung Ferrum Reductum atau pulveratum dengan asam seperti
Acidum Cutricum akan bereaksi dan timbul gas H2 yang akan memecah pil.

8.

Pil-pil yang mengandung Hydrargyri Cloridum:

Akan menghilangkan selaput lendir dari lambung dan usus maka perlu Hydrargyri Chloridum
dalam keadaan yang halus. Untuk itu perlu penambahan Natrii Chloridum untuk
memudahkan Hydrargryi Chloridum larut dalam air. Penambahan Natrii Chloridum adalah
setengah berat Sublimat dan dilarutkan dulu dengan air sama berat,
9.

Pil-pil yang mengandung Diphantoinum Natrium:

Jangan menggunakan Liquiritiae Radix tetapi menggunakan Succus Liquiritiae 1 bagian dan
Amyilum 3 bagian dan sebagai zat pembasah digunakan Sirupus Simplex. Hal ini untuk
menjaga agar pil lekas hancur dalam lambung.
10. Pil-pil yang mengandung Quinini Sulfas:
Ada dua macam yaitu yang berwarna coklat dan berwarna putih.
11. Pil-pil yang mengandung zat pengikat yang bereaksi dengan asam :
Seperti Gentianae Extractum, Succus Liquiritiae dan Liquiritiae Extractum. Bahan tersebut
akan bereaksi dengan Ferrum reductum, Ferrum pulveratum yang menimbulkan gas H2
serta menyebabkan pil menjadi menggelembung dan pecah. Bahan tersebut akan bereaksi
pula dengan Natrii Bicarbonas, Ferrosi Carbonas yang menimbulkan gas CO2 serta
menyebabkan pil menjadi menggelembung dan pecah. Maka itu Succus Liquiritiae,
Liquiritiae Extractum dan Gentianae Extractum harus dinetralkan dulu dengan MgO 50 mg
tiap gram Ekstrak dan Succus.
12. Pil-pil yang mengandung Ekstrak kering :
a. Aloe Extractum Aquosum siccum, Rhamni Frangulae Extractum Aquosum siccum,
Rhamni Phursianae Extractum siccum, Rhei Extractum dapat dibuat pil cukup dangan
Liquiritiae Radix dan zat pembasah Aqua Glyserinata.
b. Chinchonae Extractum siccum dan Colae Extractum siccum memerlukan Succus
Liquiritiae sebagai zat pengikat untuk dapat dibuat masa pil.
c.
Pil dengan ekstrak kering supaya dibuat keras jangan lembek agar tidak berubah
bentuk.

Penyalutan Pil

Tujuan :

a. Untuk menghindari oksidasi zat aktifnya. Penyalutan dilakukan dengan larutan


Balsamum Tolutanum 1 bagian dalam 9 bagian Chlorofornum. Dilakukan dalam botol mulut
lebar, pil-pil disiram dengan sedikit larutan Tolubalsem tersebut dan digojog keras-keras lalu
dipindahkan pada piring dan digerak-gerakkan agar tidak melengket sampai kering.

b.

Untuk menghindari agar pil tidakpecah dalam lambung karena :

1.

Zat aktifnya tidak dikehendaki bekerja dalam lambung tetapi dalam usus.

2.

Zat aktifnya mengiritasi lambung.

3.

Zat aktifnya rusak karena adanya asam lambung.

Cara penyalutan sediaan pil :


a.

Gula

Pil diguling-gulingkan dalam sedikit Sirupus simpleks, kemudian digulingkan dalam


campuran saccharum pulv. + Amylum tritici + Gom Arab (1:2:1,5) ad kering.

b.

Gelatin

Pil ditusuk jarum, celupkan dalam larutan gelatinpanas (20% gelatin dalam air, biarkan
dingin). Bekas tusukan jarum ditutup dengan menotolkan batang pengaduk pada lubang
tersebut.

c.

Tolubalsem

Pil dimasukkan dalam cawan berisi larutan tolubalsem dalam CHCl3 (10%), lalu digoyanggoyang sampai CHCl3 menguap. Pindahkan pil ke wadah lain, dan biarkan kering.

d.

Perak

Pil dibasahi dengan sirupus simpleks atau mucilage gom arab, kemudian dikocok dengan Ag
foliatum (2 lbr/30 pil) sampai tersalut merata. Jika bahan obat beraksi dengan Ag, disalut
dulu dengan Collodium.

e.

Salol

Pil dimasukkan dalam cawan berisi lelehan salol (20 g/60 pil) sampai terbasahi merata.
Pindahkan ke wadah lain dan biarkan sampai salol memadat.

f.

Schellak

Pil disalut dengan larutan 10% schellak dalam spiritus. Setelah kering disalut lagi dengan
campuran schellak ditambah asam stearate ditambah aether cum spiritus (5:2,5:50)

DAFTAR PUSTAKA
1.

Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta

2.

Arief, Moh..2006.Ilmu Meracik Obat.Yogyakarta : Gadjah Mada University Press

3.

http://www.ff.unair.ac.id/emodule/farmasipraktis/transp.%20pil.pdf

4.

http://data-farmasi.blogspot.com/2010/06/sediaan-pil.html

5. http://www.smallcrab.com/kesehatan/531-macam-macam-bentuk-obat-dan-tujuanpenggunaannya

Anda mungkin juga menyukai