Anda di halaman 1dari 5

CARA MEMAKAI JILBAB YANG BENAR

Jilbab biasanya hanya di identikkan dengan penutup kepala saja, padahal aurat wanita
yang tidak boleh tampak di muka publik hanyalah telapak tangan dan muka saja (hadist). Jadi
jilbab itu bukan hanya sebatas kerudung yang menutupi bagian kepala dan rambut saja. Dan
yang pasti jilbab itu adalah identitas seorang muslimah. Dimana dengan menerapkan cara
memakai jilbab dengan benar maka dia akan mudah dikenali kemuslimahannya dan tidak akan
diganggu.
Menurut keterangan diatas yang hanya memperbolehkan telapak tangan dan muka saja
yang tampak di muka publik maka Jilbab yang baik adalah jilbab yang sesuai dengan keterangan
diatas (sesuai tuntunan Islam), bukan hanya memakainya sesuai dengan mode atau trend yang
berlaku di masyarakat. terus apa syarat-syarat cara memakai jilbab yang baik?
5 syarat cara memakai jibab yang benar :
1. Menutupi aurat
2. Jilbab lebar dan menutup dada
3. Jilbab longgar tidak menampakkan bentuk tubuh
4. Tidak tembus pandang
5. Tidak memakai riasan/make up tebal
Jilbab yang diwajibkan dipakai untuk muslimah itu sendiri bukanlah jenis jilbab atau
kerudung gaul seperti fenomena yang sering kita lihat sekarang-sekarang ini. Kerudung yang
digunakan haruslah syari dan sesuai dengan yang diperintahkan oleh Allah dan Rasulnya, baik
itu dalam Al Quran ataupun hadits. itulah cara memakai jilbab yang benar dengan mengikuti
tuntunan islam. Mungkin sebagian wanita memakai jilbab hanya ikut trend agar kelihatan
menarik dan tidak ketinggalan saja tapi cara memakai jilbab mereka kurang benar menurut islam.
Tidak masalah dengan itu, tapi hal itu harus segera diluruskan niatnya dan cara memakai
jilbabnya harus segera dibenarkan menurut syariat Islam.
Cara Memakai Jilbab Menurut Tuntunan Islam
Apa hukumnya mengenakan Jilbab? hukumnya adalah wajib, sesuai dengan ayat :
Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya,
dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa)
nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan
janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka,
atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau
saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau puteraputera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka
miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita)
atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita (An-Nur:31).
Dan juga ayat ini :
Artinya Hai Nabi,katakanlah kepada istri-istrimu,anak-anak perempuanmu,dan istri-istri
kaum mukmin:Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.Yang
demikian itu supaya mereka lebih mudah di kenal,karena itu mereka tidak diganggu.Dan
Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Al-Ahzab:59)
Selanjutnya, perlu kita ketahui bersama, bahwa berdasarkan penelitian para ulama
tentang masalah jilbab, mereka menerangkan bahwa jika seorang wanita keluar rumah atau bila
bertemu dengan orang-orang yang bukan mahromnya, maka ia wajib memakai jilbab yang
memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut :

1. Menutupi seluruh tubuh selain yang dikecualikan.


Alloh subhanahu wa taala berfirman :

Katakanlah kepada wanita yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangan mereka
dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka
kecuali yang biasa nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung
ke dada mereka (QS. An Nur : 31)
Ayat yang mulia ini menegaskan kewajiban bagi para wanita mukminah untuk menutup
seluruh perhiasan, tidak memperlihatkan sedikitpun kepada orang-orang yang bukan mahromnya
kecuali perhiasan yang biasa nampak. Benar, terdapat perselisihan yang cukup panjang tentang
anggota tubuh yang dikecualikan tadi.
Namun pendapat terkuat insyaAlloh- adalah pendapat mayoritas ulama ahli tafsir dan
hadits yang mengatalan wajah dan kedua telapak tangan merupakan anggota tubuh yang
dikecualikan. Dengan catatan penting sekali, bahwa menutupnya merupakan amalan yang lebih
utama, karena inilah contoh yang dipraktekkan oleh sebaik-baik wanita yaitu para wanita
sahabat, tabi-in dan tabiut tabiin. Al Hafidh Ibnu Hajar mengatakan Merupakan adat para
wanita yang senantiasa berlangsung sejak dahulu hingga sekarang, mereka menutup wajah-wajah
mereka dari manusia di luar mahromnya.

2. Tidak ketat sehingga menggambarkan bentuk tubuh


Dari Usamah bin Zaid rodhiyallohu anhu, beliau berkata :
Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam memberiku baju Qubthiyyah yang tebal yang
merupakan hadiah dari Dihyah Al-Kalbi rodhiyallohu anhu kepada beliau shollallohu alaihi wa
sallam. Baju itupun aku pakaikan pada istriku. Nabi shollallohu alaihi wa salllam bertanya
kepadaku : Mengapa kamu tidak mengenakan baju Qubthiyyah ? Aku menjawab : Aku
pakaikan baju itu pada istriku. Lalu beliau bersabda : Perintahkanlah ia agar mengenakan
baju dalam di balik Qubthiyyah itu, karena saya khawatir baju itu masih bisa
menggambarkan bentuk tulangnya. (HR.Ahmad dan Baihaqi dengan sanad hasan)
Asy-Syaukani mengatakan : Hadits ini menunjukkan bahwa wanita itu wajib menutupi
badannya dengan pakaian yang tidak menggambarkan badannya. Ini merupakan syarat bagi
penutup aurot
SaudarikuPerhatikanlah pesan putri Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam, Fatimah
binti Rosullulloh shollallohu alaihi wa sallam.. Beliau pernah berpesan kepada Asma : Wahai
Asma ! Sesungguhnya aku memandang buruk perilaku kaum wanita yang memakai pakaian
yang dapat menggambarkan tubuhnya) (Dikeluarkan Abu Nuaim dalam Al-Hilyah dan
Baihaqi)
Perhatikanlah sikap Fatimah yang merupakan bagian dari tulang
rusuk Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam, bagaimana ia memandang buruk bilamana sebuah
pakaian itu dapat mensifati atau menggambarkan tubuh seorang wanita. Oleh karena itu
hendaklah kaum muslimin zaman ini merenungkan hal ini, terutama kaum muslimah yang
mengenakan pakaian sempit dan ketat yang dapat menggambarkan bentuk dada, pinggang, betis
dan anggota badan lainnya.
Hendaklah mereka beristighfar kepada Alloh subhanahu wa taala dan bertaubat kepada-Nya
serta mengingat selalu sabda Nabi shollallohu alaihi wa sallam :

Sesungguhnya hal yang dijumpai manusia dari perkataan para nabi adalah apabila engkau
tak malu, berbuatlah sesukamu. (HR. Bukhori).

3. Kainnya harus tebal, dan tidak tembus pandang sehingga tidak nampak kulit
tubuh.
Dalam sebuah hadits shohih, Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :
Dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu : Suatu kaum
yang memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita yang
berpakaian tetapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk onta yang
miring, wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun
baunya tercium selama perjalanan ini dan ini (jauhnya). (HR. Muslim)

Ibnu Abdil Barr berkata : Maksud sabda Nabi shollallohu alaihi wa sallam adalah kaum
wanita yang mengenakan pakaian tipis, yang dapat mensifati (menggambarkan) bentuk
tubuhnya dan tidak dapat menutup atau menyembunyikannya. Mereka itu tetap berpakaian
namanya, tapi pada hakekatnya mereka telanjang. (Lihat Tanwir Hawalik 3/103 karya Imam
Shuyuti).

4. Tidak menyerupai pakaian laki-laki


Dari Ibnu Abbas rodhiyallohu anhu berkata :
Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan
wanita yang memakai pakaian pria (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Hakim dan Ahmad dengan
sanad shohih).
Sungguh meremukkan hati kita, bagaimana kaum wanita masa kini berbondong-bondong
merampas sekian banyak jenis pakaian pria. Hampir tidak ada jenis pakaian pria satupun kecuali
wanita bebas-bebas saja memakainya, sehingga terkadang seorang tak mampu membedakan lagi
antara mana yang pria dan wanita. Mengapa para wanita amat senang memakai pakaian yang
mengeluarkan mereka dari tabiatnya? Adakah mereka masih bermoral? Ataukah mereka
menghendaki kerusakan di muka bumi ini?!!!

5. Tidak mencolok dan berwarna yang dapat menarik perhatian


Alloh subhanahu wa taala berfirman :

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu bertingkah laku seperti orangorang jahiliyah pertama. (QS. Al-Ahzab : 33)
Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala
sesuatu yang mestinya ditutup karena hal itu dapat membangkitkan syahwat kaum lelaki.
Sungguh aneh tapi nyata, banyak para wanita apabila keluar rumah berdandan berjam-jam
dengan sedemikian moleknya, tapi kalau di dalam rumah, di depan sang suami yang seharusnya
mendapatkan pelayanan yang menyenangkan, justru biasa-biasa saja bahkan kerap kali
rambutnya acak-acakan, bau badan tak sedap dianggap tidak masalah, penampilan
menjengkelkan sudah hal yang lumrah, demikian seterusnya. Ini memang kenyataan yang tak
bisa dipungkiri lagi. Semoga Alloh subhanahu wa taala menunjukkan kita semua ke jalan yang
benar.
Tapi jangan difahami penjelasan di atas secara dangkal, sehingga timbul suatu pemahaman
bahwa pakaian wanita harus hitam saja sebagaimana difahami sebagian wanita komitmen.
Alasannya, praktek wanita sahabat tidaklah demikian. Perhatikanlah atsar berikut :
Dari Ibrahim An-Nakhoi bahwa ia bersama Alqomah dan Al-Aswad mengunjungi para istri
nabi shollallohu alaihi wa sallam dan melihat mereka mengenakan mantel-mantel berwarna
merah.

6. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir


Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam pernah bersabda :

Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk dari kaum tersebut. (HR. Abu Daud
dan Ahmad dengan sanad shohih)

7. Bukan pakaian untuk mencari popularitas


Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Umar rodhiyallohu anhu yang berkata : Rosululloh shollallohu
alaihi wa sallam bersabda :

Barang siapa mengenakan pakaian syuhroh (untuk mencari popularitas) di dunia, niscaya
Alloh mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya
dengan api neraka. (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah dengan sanad hasan)
Maksud pakaian syuhroh adalah setiap pakaian dengan tujuan meraih popularitas di tengahtengah orang banyak, baik pakaian tersebut mahal, yang dipakai dengan tujuan berbanggabangga dengan dunia, maupun pakaian yang bernilai rendah yang dipakai seorang dengan tujuan
menunjukkan kezuhudannya dan riya.

8. Tidak diberi parfum atau wangi-wangian


Dari Abu musa Al-Asyari rodhiyallohu anhu bahwasanya ia berkata : Rosululloh shollallohu
alaihi wa sallam bersabda :
Siapapun perempuan yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar
mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina. (HR.Tirmidzi, Abu Daud, Ahmad,dll
dengan sanad shohih)
Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu anhu ia berkata :Rosululloh shollallohu alaihi wa
sallam bersabda :
Siapapun perempuan yang memakai bakhur (wewangian sejenis kemenyan-pent), maka
janganlah ia menyertai kita dalam menunaikan sholat isya yang akhir. (HR.Muslim, Abu
Awanah,dll)
Ibnu daqiq Al-Ied mengatakan :
Hadits tersebut menunjukkan haramnya wewangian bagi wanita yang hendak keluar
menuju masjid, karena hal itu akan dapat membangkitkan nafsu birahi kaum laki-laki.
Itulah larangan agama yang diterjang habis-habisan oleh sekian banyak wanita. Coba perhatikan
secara seksama, Jikalau ke masjid saja dilarang, lalu bagaimana pendapatmu dengan tempattempat lainnya seperti pasar, supermarket, terminal dan sebagainya...?? Tentu lebih dahsyat
dosanya. Sungguh, terasa tidak pernah sepi suatu bus kota dari bau parfum yang campur dengan
keringat.

Mengenai hakikat jilbab beserta syarat-syaratnya. Kesimpulannya adalah sebagai berikut :


Hendaklah jilbab menutupi seluruh badannya kecuali wajah dan telapak tangan. Dengan catatan,
apabila seorang menutupi keduanya maka ini jelas lebih suci dan utama
Tidak ketat sehingga menggambarkan lekuk tubuh
Kainnya harus tebal, tidak tipis dan tidak tembus pandang sehingga menampakkan kulit dan
bentuk tubuh
Tidak menyerupai pakaian laki-laki
Tidak mencolok dan berwarna yang dapat menarik perhatian
Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
Bukan pakaian untuk mencari popularitas
Tidak diberi parfum atau wangi-wangian.
Sebagai penutup, mari kita serukan kepada para orang tua,para suami, para guru, para tokoh
agama dan para penguasa, bahwa di pundak kalianlah terdapat suatu beban dan tanggung jawab
terhadap siapa saja yang berada dalam kekuasaan kalian.

Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :


Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung-jawaban tentang
kepemimpinannya (Muttafaqun alaihi)
Firman allah subhana wa taala:

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rosul apabila rosul menyeru
kamu kepada sesuatu kamu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa
sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepadaNyalah kamu akan dikumpulkan. (QS. Al-Anfal : 24).
Semoga bermanfaat dan dapat memberi hidayah kepada saudariku yang belum berjilbab dan
meneguhkan saudariku yang sudah berjilbab. Amin ya rabbal alamiin...

Read more: http://khazanahislamku.blogspot.com/2013/06/cara-memakai-jilbab-yangbenar.html#ixzz37M5Hs1pq