Anda di halaman 1dari 2

Unsur Instrinsik Novel Sang Pemimpi

Tema :
Tokoh dan penokohan :
Ikal, wataknya nakal,pintar,punya semangat pantang menyerah.
Nakal, buktinya : Teriakan Pak Mustar membahana dia mengejarku dan berusaha
menjambak rambutku dengan tangan cakar macannya.
Pintar, buktinya : Ikal menjadi juara kelas.
Semangat pantang menyerah : Pada saat cinta ikal ditolak Zakiah, dia tetap
semangat.
Arai,wataknya nakal tetapi dengan tujuan baik.
Buktinya : Kabur dari sekolah bersama Ikal
Jimbron, wataknya baik.
Buktinya dia memberikan tabungannya kepada Arai
Ayah Ikal, wataknya tidak sombong,rela berkorban.
Tidak sombong, buktinya : Namun, karena aku dan Arai selalu terpilih di garda depan
dengan sendirinya ayah dikenal. Beberapa orang menyongsong dan menyalaminya.
Aku tak pernah melihat lelaki itu menyombongkan apapun.
Rela berkorban, buktinya : Ayah akan mengayuh sepedanya sejauh 30 kilometer
melintasi jalanan sepi sendirian,menaklukkan, dua bukit, melawan angin, dan
mengarungi padang sabana demi raporku dan Arai.
Pak Mustar, wataknya : keras,tetapi efektif.
Buktinya : Pak Mustar menjejer sepuluh kusi khusus di depan. Sedikit dipisahkan. Di
sanalah para orangtua berhak duduk yang anaknya meraih prestasi sepuluh besar.
Pak Balia, elegan dan bersahabat.
Buktinya : Tak pernah mau kelihatan letih dan jemu menghadapi murid.
Bang Zaitun, Playboy
Bukti : Di situlah Bang Zaitun tinggal dengan istri keempatnya.
Taikong Hamim, wataknya kejam
Bukti : mesin-mesin budi pekerti yang menganggap besi panas merupakan alat yang
setimpal untuk meluruskan tabiat anak-anak melayu.
Laksmi,wataknya : pekerja keras.
Bukti : Pangeran gemeretak berjalan di tempat memamerkan kemegahannya. Laksmi
yang tengah mencuci baskom ternganga mulutnya.
Latar
Latar tempat :
- Belitong, buktinya : Demikian di kota pelabuhan kecil Magai di pulau Belitong sampai
Maret tahun depan.
- Pasar ikan, buktinya : AKU memandangi pasar ikan yang pesing ketika panas dan
becek mengambangkan segala jenis limbah ketika hujan.
- Bioskop,buktinya : Kutatap lama Bioskop bobrok sarang berbagai jenis kutu dan
hewan pengerat.
- Kamar kontrakan,buktinya : Kuamati kamar sempit kontrakan kami yang nyamuknya
sudah kebal pada berbagai jenis racun serangga.
- Sekolah, buktinya : di tengah lapangan sekolah Pak Mustar dan para penjaga sekolah
telah menyiapkan lokasi syuting.

Latar suasana
Heran dan takjub, buktinya : Perasaan heran dan takjub berkecamuk dalam dadaku.
Ingin rasanya aku memutar gagang pintu dan melihat pemilik suara itu, tapi aku
harus menunggu sampai wawancara selesai.
Kerinduan dan kesedihan, buktinya : Dari ambang pintu kami melihat wajah Arai
sembap berurai air mata. Dia menatap kami dengan penuh kerinduan. Kerinduan
kepada orang tuanya.
Latar waktu :
Sore, buktinya : Sore itu aku dan Arai bermain di pekarangan waktu Mak Cik
Maryamah datang.
Pagi, buktinya : Setiap pagi kami selalu seperti semut kebakaran.
Siang, buktinya : Aku selalu berlari sepulang sekolah, tapi siang ini di depan restoran
Tionghoa langkahku berhenti.
Magrib, Buktinya : setelah empat jam menjelang magrib baru kapal merapat.
Malam, buktinya : Arai selalu pulang malam, dan langsung mendekur tak mau
mendengar keluh kesahku.
Subuh, buktinya : Selesai Sholat Subuh Ayah siap berangkat.

Alur : Maju mundur


Sudut pandang : Orang pertama pelaku utama, bukti : Aku menyebrang dan berlari
kencang ke utara.
Gaya bahasa : Mengandung berbagai macam majas, bukti : Daratan ini mencuat dari
perut bumi laksana tanah yang dilantakkan tenaga dahsyat kataklismik.
Amanat : Bermimpilah setiap hari dan jangan jadikan mimpi itu hanya sekadar mimpi
berusahalah sepenuh hatimu untuk meraih mimpi mimpi tersebut dan jangan
pernah meragukan dirimu sendiri.