Anda di halaman 1dari 2

Promosi Kesehatan

Indikator telaah kemandirian Posyandu terdiri dari : Jumlah kader, Frekuensi


penimbangan, Cakupan program Imunisasi Campak, KIA ~, KB, Gizi dan ada
tidaknya dana sehat. Di Kelurahan Kejaksan dari 10 Posyandu, yang Mandiri
ada 2 Posyandu 8 dan Madya 0. Belum semuanya Mandiri karena terkendala
pada hasil cakupan yang masih kurang dari 50% serta pengelolaan Dana Sehat
yang belum maksimal.
Kunjungan klien untuk KIP/K mengalami peningkatan dari tahun 2011 ke
2012 (6,15%) dan tahun 2012 ke tahun 2013 (0,35%), dan masih menjadi
peringkat pertama Puskesmas se Kota Cirebon.
Sedangkan untuk kegiatan RW siaga Aktif untuk tahun 2013 sudah tercapai
karena ada penambahan kriteria yang sudah terpenuhi dari aparat
pemerintahan seperti Surat Keputusan maupun pengangguran dana untuk
kegiatan kampung siaga.
Indikator PHBS tahun 2013 untuk rumah tangga sehat naik 15,4% dari 46,60%
pada tahun 2011 menjadi 61,0 % pada tahun 2012 dan belum mencapai target
(60%), dimana penyebabnya adalah dari indikator merokok dalam rumah
45,31% dan rendahnya ASI eksklusif baru 1,14%. Sedangkan untuk cakupan
kadarzi sudah baik karena sudah mencapai 88,53%.

Kesehatan Lingkungan
Dari 6 indikator, ada dua indikator kegiatan yang belum mencapai target
memenuhi syarat yaitu jamban 85,3 % dari target 95 % dan TPM 81,0 % dari
target 92 %. Belum memenuhi syarat jamban sehat karena lahan yang terbatas,
tidak memiliki penampungan kotoran/ septic tank tetapi dialirkan ke sungai,
sedangkan kalau TPM disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat/
pengelola TPM tentang kebersihan sanitasi terutama prasarat yang
menentukan kriteria dari suatu TPM.
Pada umumnya pencapaian sarana dan prasarana lingkungan di wilayah kerja
puskesmas Pamitran sudah cukup memadai, diliohat dari pencapaian
pemeriksaan TTU sudah 98,0 % memenuhi syarat. Namun tingkat kepadatan
penduduk dan mobilisasi berakibat buruk pada wilayah itu sendiri sehingga
perlu adanya penanganan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Mengingat
masalah-masalah kesehatan diakibatkan dari faktor lingkungan yang kurang
baik, ini dibuktikan dengan banyaknya kunjungan pasien dengan kasus
penyakit berbasis lingkungan
Demikian juga untuk secara keseluruhan Tempat Pengelolaan Makanan saja
yang belum memenuhi syarat kesehatan sebanyak 83,8 % dimana presentase
terbanyak ada pada Pedagang Kaki Lima yang secara kemampuan finansial
susah untuk melakukan perubahan baik fisik maupun perilaku.

Jumlah Kasus Penyakit Berbasis Lingkungan yang berkunjung ke Puskesmas


Pamitran pada tahun 2013 mengalami peningkatan 502 dan jumlah total PBL
dalam wilayahnya 2924, sehingga cakupan program Klinik Sanitasi pada tahun
2013 sebesar (17,2 %) berarti sudah mencapai target (15 %).

Promosi Kesehatan
Indikator telaah kemandirian posyandu terdiri dari: jumlah kader, frekuensi
penimbangan, cakupan program imunisasi campak, KIA, KB, Gizi dan ada
tidaknya dana sehat. Di kelurahan Kejaksan dari 10 posyandu, yang mandiri
ada 2 posyandu, Purnama 8, dan Madya 0. Belum semuanya mandiri karena
terkendala pada hasil cakupan yang masih kurang dari 50 % serta pengelolaan
dana sehat yang belum maksimal.
Kunjungan klien untuk KIP/ K mengalami peningkatan dari tahun 2011 ke
2012 (6,15 %) dan tahun 2012 ke tahun 2013 (0,35 %) dan masih menjadi
peringkat pertama puskesmas se-Kota Cirebon.
Sedangkan untuk kegiatan RW siaga aktif untuk tahun 2013 sudah tercapai
karena ada penambahan kriteria yang sudah terpenuhi dari aparat
pemerintahan seperti surat keputusan maupun penganggaran dana untuk
kegiatan kampung siaga.