Anda di halaman 1dari 7

PRINSIP ILMU

KAWRUH KALANG
DAN FENGSHUI PADA
ARSITEKTUR

PERBANDINGAN

TRI HESTI MILANINGRUM


(2014)

ARSITEKTUR?
Karya manusia dan untuk kehidupan manusia pula (Djauhari S,
1981)

Lingkungan buatan sebagai wahana ekspresikultural, untuk


menata kehidupan jasmaniah, psikologis dan sosial manusia
(Tanudjaya, 1991)
Suatu seni atau ilmu pengetahuan konstruksi dikhususkan bagi
kepentingan manusia. Arsitektur adalah suatu keinginan dari suatu
cerita yang diterjemahkan dalam ruang, tempat tinggal, perubahan,
pembaharuan,..... Arsitektur adalah suatu politik seni yang
mengkristalisasi kenyataan publik, nilai pergaulan sosial, dan tujuan
budaya jangka panjang. (Jencks, 1997)

MEMPENGARUHI

KEBUDAYA
AN

HARUS
MEMILIKI

ARSITEKTU
R

BERLANDASKAN
TEORI

MAKNA
&
IDENTITAS

SIMB
OL

BANGUNA
N

Teori adalah hubungan antara variabel. Variabel mengandung sejumlah konsep (Ihalauw, 2004)
Makna adalah hubungan antara lambang bunyi dengan acuannya. Makna merupakan bentuk responsi
dari stimulus yang diperoleh pemeran dalam komunikasi sesuai dengan asosiasi maupun hasil belajar
yang dimiliki (Karina, 2011)

ARSITEKTUR SEBAGAI
BENTUK
ADAPTASI
Pada Arsitektur, berbagai konsep diterapkan untuk menciptakan sebuah
wujud nyata. Dalam perwujudan tersebut dilakukan oleh manusia. Manusia
adalah pelaku budaya. Sehingga arsitektur sangat dipengaruhi oleh
kebudayaan yang merupakan seperangkat simbol, yang dimiliki manusia
yang melalui proses belajar dalam masyarakat untuk beradaptasi (Ahimsa,
2014).
Manusia menciptakan banyak konsep dalam arsitektur. Hal ini dipengaruhi
banyak faktor misal agama dan kepercayaan, faktor alam dan lingkungan,
dsb. Dari beberapa faktor tersebut menghasilkan bentuk bangunan dan
filosofi bangunan.

Masyarakat Jawa memiliki ciri khas tersendiri dalam mendirikan bangunan.


Bangunan dapat disimbolisasikan sebagai jagad atau alam semesta.
Relief candi abad ke 9 dengan jelas menunjukkan bahwa arsitektur asli Jawa saat
itu sesuai pola dasar Austronesia dengan pondasi bertumpuk, atap memuncak, dan
bubungan atap memanjang. Rumah orang Jawa saat ini dibangun di atas tanah
dengan lantai ditinggikan dan bentuk atap lebih menyerupai rumah di Indonesia
Timur. Secara umum, sebagian besar rumah orang Jawa memiliki denah dasar yang
sama namun perbedaan jenis atap yang digunakan menunjukkan kedudukan sosial
dan ekonomi pemilik rumah (Tjahjono, 2001).
Rumah tinggal orang Jawa disebut omah, om yang diartikan
sebagai angkasa dan bersifat kebapakan; dan mah yang
bersifat keibuan. Rumah dan bangunan yang dirancang oleh
masyarakat jawa dimaknai sebagai simbolisasi dari jagad
manusia yang terdiri dari Bapa Angkasa dan Ibu Pertiwi
(Pitana, 2011: hal 319).

(Gambar : Skema Konsep Persatuan Ibu Bumi dan Bapa Langit


(Tjahjono, 1981)).

ARSITEKTUR JAWA?
1
Ada 3 jenis Rumah Jawa yang berfungsi sebagai tempat
tinggal :
1. Rumah Gaya Kampung (terdapat emperan depan yang
luas) sekitar Mojokerto, Jawa Timur

2. Rumah Gaya Limasan (terdapat emperan depan yang


luas) Yogyakarta, Jawa Tengah

3. Rumah Gaya Joglo sekitar Jepara, Jawa Tengah

ARSITEKTUR JAWA MENCERMINKAN IDEOLOGI,


JALAN PIKIRAN, MAUPUN CARA PANDANG
MASYARAKAT JAWA
dados tiyang sumusuk ing griya punika diumpamaken ngeyup ing
sakngandhaping kajeng ageng....
(bahwa orang yang masuk kerumah diumpamakan dengan sedang berteduh
di bawah pohon/kayu yang besar/ rindang...)
(Prijotomo. 1999 : hal 34)