Anda di halaman 1dari 8

PERKEMBANGAN BIOTEKNOLOGI

MAKALAH

Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Bioteknologi


yang dibina oleh Dr. Umie Lestari, M.Si dan Dr. Endang Suarsini, MS

Oleh :
NURSYAMSI SY ( 130341816906 )
RAYH SITTA NURMALA ( 130341816947 )

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


PROGRAM PASCASARJANA
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
Januari, 2014

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bioteknologi dalam artian pemanfaatan mikroorganisme untuk mengolah
makanan dan minuman, telah dikenal sejak jaman dahulu sebelum masehi. Orang
mesir kuno telah mengenal pemanfaatan mikroorgansime untuk membuat bir, anggur,
vinegar, keju, tuak, yoghurt dsb. Bioteknologi telah mengalami perkembangan sesuai
jamannya untuk memproduksi; alkohol, penisilin, dan akhirnya antibodi monoklonal.
Prospek ke depan, terdapat indikasi bahwa perkembangan penerapan bioteknologi
dalam segala bidang kehidupan akan semakin meningkat dengan didukung oleh
penemuan-penemuan baru dan penerapan metode-metode baru. Seiring dengan
perkembangan ilmu pengetahuan, para ahli telah mulai lagi mengembangkan
bioteknologi dengan memanfaatkan prinsip-prinsip ilmiah melalui penelitian. Dalam
bioteknologi modern orang berupaya dapat menghasilkan produk secara efektif dan
efisien. Dewasa ini, bioteknologi tidak hanya dimanfaatkan dalam industri makanan
tetapi telah mencakup berbagai bidang, seperti rekayasa genetika, penanganan polusi,
dan penciptaan sumber energi.
Lalu apa bagaimana perkembangan bioteknologi yang telah dikembangkan
para ahli? Dan apa saja jenis aplikasi perkembangan bioteknologi tersebut? Itulah
yang mendasari kami dalam pengolahan makalah ilmiah ini. Dengan adanya berbagai
penelitian serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka bioteknologi
makin besar manfaatnya untuk masa-masa yang akan datang.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah yang dimaksud dengan bioteknologi?
2. Bagaimana perkembangan bioteknologi?
3. Apa saja jenis aplikasi dari perkembgan bioteknologi?
C. Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk menjelaskan pengertian biotekonologi
2. Untuk menjelaskan perkembangan bioteknologi
3. Untuk menjelaskan berbagai jenis aplikasi bioteknologi
D. Manfaat
Pembuatan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara
teoritis maupun secara praktis, sebagai berikut

a. Secara teoritis
Hasil makalah ini diharapkan dapat berguna dalam memberikan pengetahuan bagi
pembaca khususnya dalam hal yang terkait dengan bioteknologi.
b. Secara praktis
Melalui pembuatan makalah ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan berpikir
ilmiah dan kemampuan menganalisis suatu masalah dalam hal terkait.

BAB II
ISI
A. Pengertian Bioteknologi
Bioteknologi berasal dari kata Bio dan teknologi, dan secara bebas dapat
didefinisikan sebagai pemanfaatan organisme hidup untuk menghasilkan produk dan
jasa yang bermanfaat bagi manusia.
Bioteknologi sebenarnya sudah dikerjakan manusia sejak ratusan tahun yang lalu,
karena manusia telah bertahun-tahun lamanya menggunakan mikroorganisme seperti
bakteri dan jamur ragi untuk membuat makanan bermanfaat seperti tempe, roti,

anggur, keju, dan yoghurt. Namun istilah bioteknologi baru berkembang setelah
Pasteur menemukan proses fermentasi dalam pembuatan anggur.

Di bidang pertanian kita juga sudah menggunakan mikroorganime sejak abad


ke-19 untuk mengendalikan hama serangga dan menambah kesuburan tanah.
Mikroorganisme juga sudah digunakan secara luas didalam mengolah limbah industri
dalam dasawarsa ini. Dalam bidang kesehatan dan kedokteran, manusia telah dapat
memproduksi vaksin tertentu dengan bantuan virus. Perkembangan yang pesat dalam
bidang biologi sel dan biologi molekuler sejak tahun 1960-an mendorong
perkembangan bioteknologi secara cepat. Dewasa ini manusia telah mampu
memanipulasi,

mengubah, dan/atau menambahkan sifat tertentu pada suatu

organisme. Pengubahan itu dilakukan pada tempat yang sangat penting dan mendasar
yaitu pada tingkat DNA (Deoksyribo Nucleic Acid = Asam Deoksiribo Nukleat), yaitu
suatu rantai kimia yang terdapat di dalam inti sel yang mengontrol seluruh aktivitas
sel, termasuk sifat suatu organisme. Atas dasar itu maka definisi bioteknologi
sekarang adalah: Pemanfaatan dan/atau perekayasaan proses biologi dari suatu
agen biologi untuk menghasilkan produk dan jasa yang bermanfaat bagi manusia.
Definisi bioteknologi yang terakhir ini lebih dikenal sebagai bioteknologi modern,
karena di dalamnya terdapat perekayaan proses, termasuk rekayasa genetika.
Sementara itu definisi yang pertama mengacu kepada bioteknologi konvensional

(tradisional), dimana manusia hanya menggunakan proses yang terjadi dalam


organisme, tanpa melakuka manipulasi, seperti dalam pembuatan tape atau tempe.
B. Perkembangan Bioteknologi
Futuris Amerika, Alvin Toffler dalam bukunya The Third Wave, memprediksi
empat teknologi yang akan sangat berperan dalam kehidupan manusia di abad 21.
Keempat teknologi tersebut adalah mikroelektronika, teknologi energi alternatif,
aeronautika, dan bioteknologi.
Revolusi bioteknologi yang diawali dengan penemuan struktur heliks molekul
DNA ( asam deoksi ribonukleat ) oleh Watson dan Crick (1953 ) melejit pesat di
pertengahan tahun 1970-an dengan berkembangnya rekayasa genetika. Perkembangan
ini menjadikan bioteknologi sebagai bidang antardisiplin yang memberi harapan
untuk memecahkan problem yang dihadapi umat manusia.
Di awal abad 21 ini, bioteknologi telah menjadi salah satu penopang kegiatan
industri terutama di negara maju. Sebaliknya penerapan dan pengembangannya di
negara berkembang masih banyak menghadapi masalah dan dilema. Hal ini karena
bioteknologi memerlukan padat modal dan padat teknologi untuk penelitian dan
penerapannya. Ada empat gelombang dalam perkembangan bioteknologi yakni
sebagai berikut:
1. Gelombang pertama
Tahap ini dikenal juga sebagai era pra-pasteur, yang dicirikan oleh pemanfaatan
mikroba ( bakteri, kapang, khamir ) untuk pengawetan dan atau pembuatan
makanan/ minuman. Minuman khas Jepang ( sake ), bir, anggur, keju, yoghurt,
dan pangan tradisional dari Indonesia ( tempe, oncom, kecap ) merupakan contoh
hasil proses bioteknologis tradisional. Sampai tahun 1920-an, penggunaan
mikroba juga dikembangkan untuk produksi bahan kimia ( aseton, butanol, asam
sitrat ) dan biomassa.
2. Gelombang kedua.
Bioteknologi generasi kedua ini dimulai ketika ditemukan penisilin oleh Fleming (
1929 ) dan permulaan pengusahaannya dalam bentuk industri pada tahun 1944.
Pada era ini ( dan sampai sekarang ) kegiatan bioteknologi diwarnai oleh proses
produksi industri antibiotika, vitamin, dan asam-asam organik dengan fermentasi.
Generasi kedua ini juga dikenal sebagai era antibiotika.
3. Gelombang ketiga
Bioteknologi generasi ketiga melejit secara pesat pada paruh tahun 1970-an
dengan diterapkannya rekayasa genetika untuk memanipulasi dan memperbaiki

sifat organisme sebagai agen yang berperan penting dalam bioindustri. Berbagai
produk farmasi dan kedokteran yang bernilai tinggi seperti interferon, hormon,
dan vaksin diproduksi berkat rekayasa genetik ini. Teknologi hibridoma yang
ditemukan Kohler dan Milstein (1975) membuka era ini untuk produksi antibodi
monoklonal. Kekhasan ini menyebabkan tahapan ini juga dinamai bioteknologi
baru.
4. Gelombang keempat
Gelombang ini dicirikan dengan perekayasaan struktur enzim ( tiga dimensi ) yang
dikaji dalam bidang protein engineering. Perkembangan proses bioteknologis
tidak lepas dari peran enzim sebagai biokatalis. Pengkajian sifat dan kinetika
reaksi enzimatik dan perkembangan peralatan analisis, seperti kristalografi sinar X
dan spektrofotometer massa yang ditopang oleh rekayasa genetik telah
memunginkan ahli biokimia merekayasa enzim sesuai sifat yang diinginkan.
Generasi kempat ini juga dikenal sebagai era rekayasa enzim / protein.
C. Berbagai Aplikasi Bioteknologi
Aplikasi bioteknologi modern mencakup berbagai bidang dalam kehidupan
manusia, misalnya rekayasa genetika, lingkungan dan air, pengembangan obat,
bioteknologi

pertanian,

perizinan/pengawasan

pemerintah,

deteksi,

dan

pengobatan/kesehatan.
1. Rekayasa Genetika, memanipulasikan gen untuk menghasilkan makhluk hidup
baru dengan sifat yang diinginkan.
2. Lingkungan dan air, meliputi budidaya perikanan, bioremidiasi, modifikasi
transgenik.
3. Pengembangan obat, meliputi biofarmasi, terapi gen, teknologi fermentasi.
4. Bioteknologi pertanian, misalnya tanaman transgenik, pelacakan DNA benih,
hewan transgenik.
5. Perizinan/pengawasan pemerintah, meliputi administrasi makanan dan obat, badan
perlindungan lingkungan, resiko administrasi keselamatan dan kesehatan.
6. Pendeteksian, meliputi forensik, sidik jari DNA, ID kelompok penyakit.
7. Pengobatan/Kesehatan, meliputi bioinformatika, kultur sel, pengujian manusia.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bioteknologi berasal dari kata Bio dan teknologi, dan secara bebas dapat
didefinisikansebagai pemanfaatan organisme hidup untuk menghasilkan produkdan
jasa yang bermanfaat bagi manusia. Ada empat gelombang dalam perkembangan
bioteknologi, yakni era pra-pasteur, era antibiotika, bioteknologi baru, dan rekayasa
enzim/rotein. Aplikasi bioteknologi modern mencakup berbagai bidang dalam
kehidupan manusia, misalnya rekayasa genetika, lingkungan dan air, pengembangan
obat, bioteknologi pertanian, perizinan/pengawasan pemerintah, deteksi, dan
pengobatan/kesehatan.
B. Saran
Bioteknologi tidak terbatas pada komunitas ilmiah saja, tetapi telah memasuki
ranah kepedulian publik. Keterlibatan publik dalam masalah ini wajar mengingat
produk bioteknologi konvergen dengan kepentingan esensial manusia baik sebagai
makhluk biologis maupun makhluk sosial.
Penulis menyadari bahwa masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan
pada makalah ini. Hal ini karena keterbatasan kemampuan dari penulis. Oleh karena
itu, penulis senantiasa menanti kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua
pihak guna penyempurnaan makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
Nurcahyo Heru,Dr. 2011. Diktat Bioteknologi. UNY

Thieman W J, Michael A P. 2013. Introduction to Biotechnology. Pearson Education Inc


http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2010/11/23/perkembangan-bioteknologi-danaplikasinya-320544.html

Anda mungkin juga menyukai