Anda di halaman 1dari 2

Bismillahirahmanirrahim

ﻪﺘﺎﻜﺮﺒﻮ ﷲﺍ ﺔﻤﺣﺮﻮ ﻢﻜﻳﻟﻋ ﻡﻶﺴﻟﺍ

syukur kita panjatkan kehadirat Alloh SWT yang

senantiasa menjaga dan melindungi agama yang lurus ini dengan melahirkan estafet generasi anak bangsa yang selalu patuh dan taat kepada perintah-Nya. Sholawat dan salam semoga tercurahkan atas Nabi Akhirizzaman, manusia tersempurna dan termulia di dunia beliau junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW beserta para sahabat, kaluarga dan segenap penerusnya. Amiin. Bersama ini Kami sampaikan kepada Bapak/Ibu/Saudara para dermawan, Yayasan Bani Fakhruddin adalah yayasan milik keluarga K.H. AR Fakhruddin (mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode tahun 1968-1990) telah lama berdiri sejak tahun 1980-an berupa pondok pesantren yatim-piatu, yang mencetak calon da’i yang bersih dan tartil Al-Quran dari SD, SMP, SMA/SMK hingga Perguruan Tinggi, sekarang tersebar di seluruh Indonesia. Pondok Pesantren kami pada tahun pelajaran 2011/2012 telah mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), saat ini tahun pelajaran 2014/2015 kami menampung ±120 santri ( kaum dhuafa, fakir-miskin dan yatim-piatu) yang sebagian besar dari keluarga tidak mampu (pemondokan dan sekolah gratis/tanpa pungutan dari siswa/santri). Untuk kebutuhan harian (baju, makan, minum dan uang saku anak) serta melengkapi sarana prasarana pondok kami mengandalkan dari budi baik para donator/dermawan. Kita sekarang sedang dihadapkan pada krisis diberbagai bidang, tidak sekedar itu fakta juga krisis sumber daya manusia (SDM) yang mengelola bidang-bidang itu. Dengan adanya perbedaan pendapat antar elit politik pemerintahan dan juga orang awam minal muslimin, yang tidak menghasilkan ketentraman dan kedamaian umat dalam kehidupan dan beribadah, merupakan bukti yang tidak bisa kita pungkiri sebagai krisis moral berbangsa dan krisis fiqih beragama. Telah menjadi kenyataan masyarakat Indonesia Pulau Jawa khususnya dan wilayah Indonesia pada umumnya enggan memasukkan putraputrinya di Pondok Pesantren karena mereka telah trauma dengan para santri yang telah gagal studinya di Pondok Pesantren. Bisa kita kutip peribasa mereka : “TIDAK USAH MASUK PONDOK, BESUK KALAU SELESAI MAU JADI APA? BISA UNTUK CARI MAKAN APA IJASAH PONDOKNYA?Perkataan tersebut sungguh merupakan kritik yang sangat sempurna bagi kami, karena perkataan itu sudah diingat dan ditimbang dan diputuskan secara masak-masak, bukan mereka salah, disamping mereka ikut menentukan kehidupan di kemudian hari, untuk membentuk karakter pribadi yang baik dan berbudi luhur. Jadikan Pesantren menjadi penjara suci tempat menimba segala ilmu dan pengalaman pahit, berikan contoh perjuangan yang mesti dilalui dengan jerih payah, kurang tidur, kekurangan makan, tiada hari tanpa tanggung jawab kepada Alloh SWT dan kepada Guru sebagai bahan proposal yang akan kita suguhkan kepada anak didik, dan masyarakat Islam pada umumnya. Umat akan tunduk kepada perjuangan dan keihklasan bukan kepada kepandaian dan jabatan. Apabila kita cinta Alloh SWT dan Rosul-Nya serta para sahabat dan pengikutnya , Pondok Pesantren harus siap dan mampu menjawab pertanyaan tersebut di atas untuk IZZIL ISLAM WAL MUSLIMIN di Negara tercinta Indonesia ini. Kita jadikan Rosululloh SAW yang Rohmatan lil’alamiin.

Alhamdulillahirabbil’alamiin

Puji

Santri Pondok Pesantren yang telah dibekali dengan ilmu pengetahuan dengan resmi bersekolah di SMK AR RAHMAH jurusan Teknik Komputer Jaringan harus menjadi emas yang setiap orang pasti menyukainya , dan ilmunya para santri harus menjadi pakaian yang setiap orang pasti memerlukannya. Perguruan Tinggi maupun Industri akan merasa bangga apabila mendapatkan alumni dari kami, disamping Ilmu Pengetahuan umum dibarengi dengan Nilai Religius sehingga ketentraman di lingkungan akan lebih baik dan terjaga. Kalau Pondok Pesantren sekarang menjadi cercaan janganlah langsung menyalahkan yang mencela dan menyalahkan Pondok Pesantren, namun kita harus mengoreksi unsur-unsur yang ada didalamnya. Dengan terwujudnya Pondok Pesantren kami berusaha ikut melangkah, kami sangat mencintai agama, bangsa dan sesama, kami sadar kita adalah berbeda namun satu naungan yakni menjadi hamba Alloh SWT , dan umat Rosululloh SAW yang mestinya harus senantiasa saling tolong-menolong dalam kebaikan dan mencegah kemungkaran. Alloh SWT berfirman :

نا وَ دْ عُ لا وَ ِّ

ِّ

ْ

ِ

ثِلإ اْ ى

م

ِ

ْ

َ

لعَ ا وْ

نُ وَ اعَ تَ

َ

لا وَ ى وَ

ق تَّ لا وَ ِّر

ب

ِ

ْ

ْ

لا ى

لعَ ا وْ نُ وَ اعَ تَ

َ

وَ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa dan janganlah kamu tolong-

menolong dalam berbuat keji dan mungkar. (Q.S.Al Maidah(5) : 2) Dalam pandangan IPTEK merupakan bagian integral dari agama yang tidak bisa dipisahkan. Dengan pola semacam ini dapat diharapkan bisa menghasilkan intelektual yang mempunyai keimanan yang tangguh dan moral yang luhur, pakar dalam IPTEK dan Faqih dalam agama. Kita jadikan Pondok Pesantren, Madrasah, TPA, dan Yayasan Islam yang lain menjadi tanggungjawab kita bersama. Maka kami akan mencoba memberlakukan kurikulum extra Pondok Pesantren yakni system wajib belajar 12 tahun tidak pulang kampung. Kurikulum dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan dan kenyataan tersebut diatas, kami mengharap donatur untuk fisik pembangunan Pondok Pesantren dan santunan orang tua asuh untuk extra kurikulum tersebut. Semoga dengan extra kurikulum ini santri siap untuk menjadi Uswatun hasanah tidak hanya sekedar pintar membuat Mauidloh hasanah. Demikian sambutan kami atas partisipasi dari para dermawan, Aghniya’, Pengusaha, Teman kenalan dan dukungan dari segenap ikhwanul muslimin kami sampaikan JAZAKUMULLOHU AHSANALJAZA’ , semoga Alloh SWT selain meneguhkan hati mereka yang selalu menolong agama-Nya.Amiin ya robbal’alamin. Terimakasih atas bantuannya selaka ini.

. ملاسلونكيلعةمحروالله هتاكربو

Bantu, 1 Juli 2014 Hormat saya,

atas bantuannya selaka ini. . ملاسلونكيلعةمحروالله هتاكربو Bantu, 1 Juli 2014 Hormat saya,