Anda di halaman 1dari 15

PASAR MODAL DAN MANAJEMEN KEUANGAN

DERIVATIF DAN HEDGING

OLEH:
HELMY SEPTIAN ARDHIANSYAH
I GDE FAJAR KURNIAWAN

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2014

I.

Derivatif dan Hedging


Transaksi derivatif merupakan sebuah perjanjian antara dua pihak yang dikenal

sebagai counterparties (pihak-pihak yang saling berhubungan). Dalam istilah umum,


transaksi derivatif adalah sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran
yang nilainya tergantung pada nilai aset tingkat referensi atau indeks.
Transaksi derivatif terdiri dari sejumlah acuan pokok (underlying ) yaitu suku bunga
(interest rate), kurs tukar (currency), komoditas (commodity), ekuitas (equity) dan indeks
(index)

lainnya.

Mayoritas

transaksi

derivatif

adalah

produk-produk Over

the

Counter (OTC) yaitu kontrak-kontrak yang dapat dinegosiasikan secara pribadi dan
ditawarkan langsung kepada pengguna akhir, sebagai lawan dari kontrak-kontrak yang
telah distandarisasi ( futures) dan diperjualbelikan di bursa. Menurut para dealer dan
pengguna akhir (end user) fungsi dari suatu transaksi derivatif adalah untuk melindungi
nilai (hedging ) beberapa jenis risiko tertentu. Fungsi derivatif dapat dibedakan menjadi
dua, yaitu :
1. Hedging, yaitu salah satu bentuk pengelolaan risiko untuk mengurangi kemungkinankemungkinan kerugian karena perubahan kurs, suku bunga, harga saham, dan harga
komoditas
2. Spekulasi, berkaitan dengan kontemplasi masa depan, yaitu memformulasikan harapan
dan mengambil posisi untuk memperoleh keuntungan atas kondisi yang diperkirakan
Jenis-Jenis Produk Derivatif antara lain :
1. Opsi
2. Kontrak Forward
3. Kontrak Future
4. SWAP

II. Kontrak Forward


Kontrak forward adalah suatu kontrak di mana kedua belah pihak yaitu pembeli dan
penjual bernegosiasi dan menandatangani kontrak tertulis yang berisi kesanggupan kedua
belah pihak untuk memperjualbelikan suatu komoditi atau aset tertentu (dalam jumlah dan
kualitas tertentu), pada tingkat harga tertentu di kemudian hari. Mekanisme ini ditujukan
untuk mengurangi risiko ketidakpastian harga komoditi atau aset tertentu di masa datang.
Instrumen forward merupakan instrumen keuangan derivatif yang paling tua. Kontrak
forward berbeda dengan kontrak spot dalam hal penyerahan barangnya. Kontrak spot
memiliki arti harga berlaku saat ini dan penyerahan barang dilakukan pada saat ini juga

sedangkan dalam kontrak forward harga ditetapkan saat ini tetapi penyerahan barang
dilakukan pada masa mendatang.
Jenis-jenis kontrak forward antara lain :
1. Currency Forward Contact
Suatu pihak wajib untuk membeli atau menjual mata uang tertentu dengan nilai tukar
tertentu, dalam jumlah tertentu, di tanggal yang sudah ditentukan di masa depan.
Misalnya, perusahaan A (AS) punya piutang dari perusahaan B di Jepang sebesar 5
juta yen dalam waktu 2 bulan mendatang. Tentunya ia tidak ingin nilai tukar yen
merosot terhadap dollar, karena jika demikian maka piutang yang diperolehnya jadi
lebih rendah.
2. Equity Forward Contract
Suatu pihak wajib membeli atau menjual instrumen ekuitas ataupun indeks saham
pada waktu tertentu di masa depan. Jenis kontraknya bisa saham tertentu, portfolio
maupun indeks.
Contoh dari equity forward contract ini adalah program share buyback yang sering
terjadi di pasar modal. Pada program ini, satu pihak berjanji untuk membeli kembali
saham tertentu dengan jumlah tertentu, pada harga tertentu di masa depan. Positifnya,
ini mengantisipasi kenaikan harga di masa depan, dan memberikan kepastian
mengenai arus kas. Namun, jika harga merosot maka karena terikat kontrak pihak
tersebut mungkin akan terpaksa membeli di atas harga pasar.
3. Commodity Forward Contract
Commodity forward contract adalah kontrak dengan underlying asset berupa
komoditas seperti minyak, emas, jagung, dan lainnya. Kontrak ini memungkinkan
suatu pihak untuk membeli atau menjual komoditas dengan harga tertentu di masa
depan. Jadi, kontrak ini mengantisipasi terjadinya perubahan harga di masa depan.
Untuk produsen, kontrak ini bermanfaat dalam mengurangi risiko jika harga
komoditas menguat di masa depan.
4. Bond Forward Contract
Bond forward contract hampir serupa dengan equity forward contract, hanya saja
obligasi punya jatuh tempo, sehingga kontrak forward pasti kadaluarsanya sebelum
tanggal jatuh tempo. Obligasi yang umum dijadikan bond forward adalah T-bills yang
dikeluarkan Depkeu AS. Pada kontrak ini, satu pihak sepakat untuk membeli T-bills
pada harga yang telah dipatok saat ini, pada masa depan, sebelum tanggal jatuh tempo
T-bills tersebut

5. Interest Rate Forward Contract


Interest Rate Forward contract disebut juga dengan Forward Rate Agreement (FRA)
dimana underlying assets berupa pembayaran bunga dalam mata uang tertentu. Jadi,
dalam FRA ini merupakan kesepakatan untuk meminjamkan atau meminjam dana
tertentu secara fixed rate.
III. Kontrak Future
a. Sejarah dan Prinsip-prinsip dalam Kontrak Futures
Latar belakang munculnya kontrak futures bisa dijelaskan dengan teori evolusi pasar.
Bentuk perdagangan pertama kali adalah barter. Kemudian seiring dengan kemajuan
teknologi produksi dan transportasi memunculkan pusat-pusat perdagangan sebagai
tempat bertemunya pembeli dan penjual. Seringkali kendala komunikasi dan transportasi
yang belum memadai di antara pembeli dan penjual menyebabkan munculnya hambatanhambatan dalam perdagangan yang mengakibatkan barang yang diproduksi disimpan
terlalu lama sehingga menjadi rusak ataupun harganya menjadi sangat rendah. Untuk
mengatasi masalah tersebut, dibuatlah suatu mekanisme perdagangan dengan
menggunakan instrumen yang disebut kontrak forward. Namun, permasalahan yang
muncul selanjutnya terkait dengan kontrak forward ini adalah masalah likuiditas dari
kontrak forward itu sendiri. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut,
kontrak forward ini banyak diperjualbelikan di pasar yang terorganisir sebagai bentuk
sekuritas berharga yang bisa diperjualbelikan, di mana sudah memuat spesifikasi
komoditi yang sudah terstandardisasi dan terjamin mutunya. Bentuk perdagangan kontrak
forward yang sudah memenuhi standar yang ditetapkan, melalui mekanisme pasar yang
terorganisir ini selanjutnya menimbulkan bentuk sekuritas derivatif baru yang disebut
sebagai kontrak futures.
b. Pengertian Futures
Kontrak futures merupakan perjanjian antara pembeli dan penjual yang berisi hal-hal
berikut:
1. Pembeli futures setuju untuk membeli sesuatu (suatu komoditi atau aset tertentu) dari
penjual futures, dalam jumlah tertentu, dengan harga tertentu, dan pada batas waktu
yang ditentukan dalam kontrak
2. Penjual futures setuju untuk menjual suatu komoditi atau aset tertentu kepada
pembeli futures, dalam jumlah tertentu, dengan harga tertentu, dan pada batas waktu
yang ditentukan dalam kontrak.

Berdasarkan komponen diatas, dapat disimpulkan bahwa kontrak futures merupakan


suatu kesepakatan kontrak tertulis antara dua pihak (pembeli dan penjual) untuk
melakukan dan menerima penyerahan sejumlah aset atau komoditi dalam jumlah, harga,
dan batas waktu tertentu
c. Perbedaan Forward dan Futures
Forward dan Future memiliki beberapa perbedaan, antara lain:
1. Kontrak forward merupakan kontrak yang dinegosiasikan oleh dua belah pihak
(terkadang melibatkan perantara bank investasi) dan diperjualbelikan di pasar
nonreguler (over the counter market/OTC), sedangkan kontrak futures merupakan
kontrak yang dilakukan oleh dua belah pihak (juga melibatkan broker dan lembaga
kliring) yang memuat spesifikasi yang terstandarisir pada pasar reguler yang
terorganisir
2. Terkait dengan perlakuan terhadap perubahan harga dan arus kas yang terjadi, pada
kontrak forward, nilai arus kas ditentukan pada tanggal penyerahan atau pelunasan
kontrak (settlement date), di mana nilai ini bisa negatif atau positif tergantung dari
selisih harga pasar komoditi tersebut pada saat jatuh tempo dengan harga komoditi
yang disepakati dalam kontrak forward. Sedangkan, pada kontrak futures, nilai
futures dan arus kas disesuaikan setiap hari sesuai dengan perubahan harga pasar
komoditi yang terjadi setiap harinya. Perlakuan seperti ini disebut marked-to-market.

Gambar 1 Mekanisme Perdagangan Kontrak Forward vs Kontrak Futures


Perdagangan kontrak futures merupakan perkembangan dari sistem perdagangan
kontrak forward. Perdagangan kontrak futures merupakan hasil perkembangan dari
sistem perdagangan kontrak forward yang distandardisasi dan dilakukan pada pasar yang
terorganisir. Tujuan awal dari standardisasi adalah untuk meningkatkan likuiditas kontrak
forward sehingga pemegang kontrak forward menjual kembali kontrak tersebut dengan
mudah. Beberapa spesifikasi yang distandardisir dalam kontrak futures adalah jumlah,
kualitas, waktu penyerahan, tempat penyerahan, serta syarat-syarat pembayaran, dan
prosedur dalam penyerahan komoditi yang menjadi aset patokan dalam kontrak. Dengan
demikian, komponen yang dinegosiasikan dalam transaksi kontrak futures antara penjual
dan pembeli adalah komponen harga. Harga dari suatu kontrak futures ditetapkan melalui
persaingan terbuka antarpelaku pasar atau anggota bursa melalui dua cara, yaitu
1. penetapan harga dilakukan dengan sistem lelang terbuka (open out cry) di lantai
bursa
2. melalui sistem perdagangan elektronik (electronic trading system) dengan
menggunakan sistem komputer

d. Fungsi Kontrak Futures


Kontrak Futures memiliki beberapa fungsi, natara lain:
1. Transfer risiko (risk transfer)
Bursa kontrak futures bisa dijadikan sarana oleh para hedger untuk mengalihkan
risiko harga yang melekat pada komoditas yang menjadi patokan kepada pihak
spekulator yang melakukan perhitungan risiko untuk mendapatkan keuntungan
2. Pembentukan harga (price discovery)
Bursa kontrak futures bisa dijadikan sarana pembentukan harga pasar yang
transparan dan terbuka karena dibentuk melalui proses persaingan harga yang
terbuka.
3. Stabilitas keuangan (financial stability)
Para hedger yang melakukan lindung nilai (hedging) terhadap aset yang dijadikan
patokan akan lebih mudah menentukan tingkat keuntungan yang diharapkannya,
karena dalam perdagangan di bursa kontrak futures, kepastian pencapaian nilai dari
aset yang akan dijual sudah dilindungi nilainya (hedging).
4. Pengawasan mutu (quality control)
Spesifikasi tentang mutu aset patokan yang tercantum secara spesifik dalam kontrak
futures akan bisa dijadikan acuan untuk menjamin kesesuaian mutu aset secara fisik
dengan spesifikasi mutu yang tercantum dalam kontrak futures.
5. Pengumpulan informasi yang efisien (efficient information gathering)
Dengan adanya bursa terorganisir, maka informasi antarpelaku pasar yang ingin
bertransaksi akan bisa dilakukan dengan efisien (cepat, mudah, dan sekaligus murah)
e. Manfaat Kontrak Futures
1. Futures sebagai lindung nilai
Manfaat utama yang diberikan kontrak futures adalah untuk melindungi nilai
(hedging) aset yang dijadikan patokan dari ancaman risiko ketidakpastian perubahan
harga di masa depan. Pihak yang melakukan transaksi dalam kontrak futures untuk
tujuan lindung nilai (hedging) disebut sebagai para hedger. Para hedger ini bisa
melakukan kegiatan perdagangan komoditi secara fisik dan juga memanfaatkan kontrak
futures untuk mengurangi risiko perubahan harga di masa depan. Para hedger ini
biasanya terdiri dari para produsen, maupun para pedagang komoditi. Terdapat dua
alternative yang bisa dilakukan investor, yaitu:

Short hedge (menjual futures)


Investor yang mengambil posisi ini mempunyai komoditi atau aset yang menjadi
underlying dalam kontrak futures yang akan dijualnya secara fisik. Dengan menjual
futures maka investor akan terlindung dari risiko penurunan harga yang mungkin
akan terjadi di masa yang akan datang, sebagai akibat fluktuasi harga komoditi di
masa depan.

Long hedge (membeli futures)


Pada posisi ini investor tidak memiliki komoditi atau aset yang menjadi underlying
pada kontrak futures yang akan dibelinya. Hal ini dilakukan investor yang
berkeinginan untuk memiliki komoditi atau aset tersebut di masa datang, sehingga
dengan cara membeli kontrak futures terhadap komoditi atau aset tersebut, maka
investor dapat terlindung dari risiko kenaikan harga di masa yang akan datang

2. Futures sebagai sarana spekulasi


Manfaat lain dari transaksi kontrak futures adalah sebagai ajang spekulasi untuk
memperoleh keuntungan dari perubahan harga yang terjadi. Pihak-pihak yang
melakukan transaksi kontrak futures untuk tujuan spekulasi disebut sebagai spekulator.
Bagi seorang spekulator, salah satu cara tercepat untuk memperoleh keuntungan adalah
dengan cara membeli pada saat harga rendah dan menjual ketika harga tinggi.
Keberadaan spekulator ini menjadikan pasar lebih likuid.
f. Arus Kas dalam Kontrak Futures
Dalam kontrak futures, harga futures dan arus kas dalam rekening investor direvisi
dan disesuaikan setiap hari sesuai dengan perkembangan harga kontrak futures yang
terjadi. Pada saat investor telah mengambil suatu posisi pada kontrak futures, maka
investor harus menyimpan sejumlah dana minimum per kontrak yang telah ditentukan
pada lembaga kliring yang disebut dengan margin awal. Margin awal ini kemudian akan
dimasukkan dalam rekening, dan saldo dalam rekening itu akan menunjukkan ekuitas
yang dimiliki investor. Posisi ekuitas investor akan berubah sesuai dengan fluktuasi harga
kontrak futures.
Pada akhir hari perdagangan akan ditentukan settlement price untuk kontrak futures.
Settlement price adalah nilai yang dianggap representatif untuk akhir hari perdagangan.
Sebuah komite dalam lembaga kliring disebut dengan pit committee akan melihat semua
perdagangan pada menit-menit terakhir dan mengidentifikasikan rata-rata harga yang
terjadi. Lembaga kliring kemudian menggunakan settlement price untuk menentukan

posisi investor (marked-to-market) sehingga keuntungan atau kerugian akibat harga


tersebut akan dengan cepat direfleksikan dalam rekening ekuitas investor.
Selain menyediakan margin awal, investor juga harus tetap menjaga margin
minimum pada tingkat tertentu yang disebut dengan maintenance margin. Jika saldo
dalam rekening ekuitas kurang dari maintenance margin yang disyaratkan, maka investor
diminta untuk menambah dananya atau disebut dengan variation margin. Variation
margin adalah jumlah dana tambahan yang diperlukan untuk membuat saldo ekuitas
investor kembali berjumlah sebesar margin awal. Ada dua hal penting yang berkenaan
dengan variation margin, yaitu (1) variation margin harus dalam bentuk kas, dan (2)
jumlah variation margin yang diperlukan adalah sebesar jumlah dana yang diperlukan
untuk menaikkan ekuitas investor kembali ke posisi margin awal bukan posisi
maintenance margin.
g. Penilaian Futures
Terdapat tiga komponen utama yang harus diperhatikan dalam penentuan harga
futures yang wajar dalam posisi ekuilibrium, yaitu :
1. Harga aset yang menjadi patokan (underlying asset) di pasar.
2. Yield yang bisa diperoleh sampai dengan settlement date. Yield ini biasanya dihitung
dalam bentuk persentase (%), yang menunjukkan tingkat return yang diharapkan dari
kontrak futures pada saat settlement date
3. Tingkat suku bunga untuk meminjam atau menabung dana sampai dengan settlement
date. Dalam periode pemegangan kontrak futures, ada kemungkinan bahwa pihakpihak yang terlibat dalam transaksi kontrak futures meminjam sejumlah dana untuk
memenuhi margin minimal yang harus dipertahankan (maintenance margin), yang
telah melewati batas minimum, atau menabung kelebihan dana yang diperolehnya
dari maintenance margin.

IV. Kontrak SWAP


SWAP adalah sebuah kontrak transaksi finansial di mana dua pihak setuju untuk
bertukar arus kas secara periodik dalam periode tertentu sesuai aturan yang disepakati
bersama. Tiga jenis SWAP yang populer adalah sebagai berikut :
1. Currency SWAP
Dalam currency SWAP, masing-masing pihak membayar dalam suku bunga tetap
namun dengan mata uang berbeda. Currency SWAP mewajibkan pihak-pihak yang
bertransaksi untuk saling membayar pokok dalam mata uang yang berbeda pada awal

transaksi dan mengembalikannya pada akhir transaksi. Currency SWAP biasanya


digunakan untuk mengurangi risiko dalam fluktuasi mata uang.

Contoh Currency SWAP

Gambar 2 Contoh Currency SWAP


2. Interest Rate SWAP
Dalam interest rate SWAP, kedua belah pihak setuju saling membayar bunga
berdasarkan jumlah pokok tertentu. Biasanya satu pihak membayar bunga secara
fixed rate sedangkan pihak lain membayar bunga secara floating rate. Interest rate
swap dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksesuaian antara bunga yang dibayar
dengan bunga yang diterima, sehingga masing-masing pihak menerima bunga
mengambang dan membayar bunga mengambang juga, atau menerima bunga tetap
dan membayar bunga tetap juga. Dalam interest rate swap, dua pihak dapat saling
menyelamatkan dari risiko kerugian karena kenaikan bunga mengambang atau bunga
tetap.

3. Currency Coupon SWAP


Currency coupon SWAP mirip dengan currency SWAP, namun pihak yang satu
membayar dalam mata uang tertentu dengan suku bunga tetap, sementara pihak yang
lain membayar dalam mata uang lain dengan suku bunga mengambang.

Kontrak Futures LQ-45 di BEI


Kontrak futures LQ 45 merupakan salah satu kontrak futures finansial di Indonesia
dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Kontrak perdagangan komoditas
diperdagangkan di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). Kontrak futures LQ 45 menggunakan
underlying indeks LQ45, LQ45 telah dikenal sebagai benchmark saham-saham di Pasar
Modal Indonesia. Di tengah perkembangan yang cepat di pasar modal Indonesia, indeks
LQ45 dapat menjadi alat yang cukup efektif dalam rangka melakukan tracking secara
keseluruhan dari pasar saham di Indonesia.
Beberapa manfaat dari LQ 45 ini, antara lain :

Manfaat lindung nilai (hedging)

Nilai kontrak futures LQ 45 di pasar futures akan memberikan suatu prediksi


mengenai pergerakan indeks LQ 45 di pasar spot di masa depan

Perdagangan kontrak futures LQ 45 berpotensi untuk meningkatkan aktivitas bursa


saham, karena di samping memberikan alternatif investasi baru bagi investor, juga
akan memberikan fasilitas untuk mengurangi risiko kerugian bagi investor di bursa
saham

Mini LQ 45 Futures
Mini LQ45 Futures adalah kontrak yang menggunakan underlying yang sama dengan
LQ45 Futures yaitu indeks LQ45, hanya saja Mini LQ45 Futures memiliki multiplier yang
lebih kecil (Rp 100.000,00 / poin indeks atau 1/5 dari LQ45 Futures) sehingga nilai
transaksi, kebutuhan marjin awal, dan fee transaksinya juga lebih kecil. Produk Mini LQ45
Futures ditujukan bagi investor pemula dan investor retail yang ingin melakukan transaksi
LQ45 dengan persyaratan yang lebih kecil. Dengan demikian Mini LQ45 dapat digunakan
sebagai sarana pembelajaran investor retail yang baru akan mulai melakukan transaksi di
indeks LQ45.
LQ 45 Futures Periodik
Kontrak yang diterbitkan pada Hari Bursa tertentu dan jatuh tempo dalam periode
Hari Bursa tertentu. Multiplier sebesar Rp 500.000,00.
Mini LQ 45 Futures Periodik
Kontrak yang diterbitkan pada Hari Bursa tertentu dan jatuh tempo dalam periode
Hari Bursa tertentu. Multiplier sebesar Rp 100.000,00.

Kontrak Futures untuk Komoditas di BBJ


Kontrak futures komoditas merupakan suatu bentuk kontrak standar untuk membeli
atau menjual Komoditi dalam jumlah, mutu, jenis, tempat, dan waktu penyerahan di
kemudian hari yang telah ditetapkan. Karena bentuknya yang standar itu, maka yang
dinegoisasikan hanya harganya saja. Performance atau terpenuhinya kontrak futures sesuai
dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak, dijamin oleh suatu lembaga khusus yaitu
Lembaga Kliring Berjangka.
Berdasarkan UU No.32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi,
perdagangan berjangka adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli komoditi
dengan penyerahan kemudian berdasarkan kontrak futures dan opsi atas kontrak futures.
Perdagangan berjangka dilakukan di Bursa Berjangka, yang selanjutnya disebut dengan
Bursa, yang memperdagangkan kontrak Futures berbagai komoditi. Tempat untuk
memperdagangkan kontrak futures juga disebut pasar berjangka. Dengan demikian di
Bursa akan terdapat banyak pasar berjangka, sesuai dengan banyaknya komoditi yang
diperdagangkan. Di bursa, pembeli dan penjual bertemu satu sama lain dan melakukan
transaksi untuk membeli atau menjual sejumlah komoditi untuk dikemudian hari, sesuai isi
atau spesifikasi kontrak.
Harga komoditi yang terbentuk di Bursa, berlangsung secara transparan. Dengan
demikian, harga tersebut akan mencerminkan kekuatan pasokan dan permintaan yang
sebenarnya. Transaksi di Bursa dilakukan oleh para Anggota Bursa, yang terdiri dari
Pialang Berjangka dan Pedagang Berjangka, baik dengan cara berteriak (open outcry) atau
secara elektronik (authomated atau electronic trading system). Selanjutnya, harga yang
terjadi dicatat menurut bulan penyerahan masing-masing Kontrak Berjangka, dan
diumumkan secara luas kepada masyarakat. Dalam tahun-tahun terakhir ini, dan khususnya
di Bursa-bursa yang baru, sistem perdagangan umumnya dilakukan secara elektronik
menggunakan komputer, yang memiliki akses ke komputer induk yang ada di Bursa.
Terdapat dua manfaat utama dari penyelenggaraan perdagangan berjangka komoditi
yaitu sebagai berikut :
1. Sarana pengelolaan risiko (risk management) melalui kegiatan lindung-nilai atau
"hedging". Pada dasarnya, harga komoditi primer sering berfluktuasi karena
ketergantungannya pada faktor-faktor yang sulit dikuasai seperti kelainan musim,
bencana alam, dan lain-lain. Dengan kegiatan lindung-nilai menggunakan Kontrak
Berjangka, mereka dapat mengurangi sekecil mungkin dampak (risiko) yang
diakibatkan gejolak harga tersebut. Dengan memanfaatkan Kontrak Berjangka,

produsen komoditi dapat menjual komoditi yang baru akan mereka panen beberapa
bulan kemudian, pada harga yang telah dipastikan atau "dikunci" sekarang (sebelum
panen). Dengan demikian, mereka dapat memperoleh jaminan harga sehingga tidak
terpengaruh oleh kenaikan atau penurunan harga jual di pasar tunai. Manfaat yang
sama juga dapat diperoleh pihak lain seperti eksportir yang harus melakukan
pembelian komoditi di masa yang akan datang, pada saat harus memenuhi
kontraknya dengan pembeli diluar negeri. Atau pengolah, yang harus melakukan
pembelian komoditi secara berkesinambungan.
2. Sarana pembentukan harga yang transparan dan wajar, yang mencerminkan kondisi
pasokan dan permintaan yang sebenarnya dari komoditi yang diperdagangkan. Hal
ini dimungkinkan, karena transaksi hanya dilakukan oleh atau melalui Anggota
Bursa, mewakili nasabah atau dirinya sendiri. Artinya, antara pembeli dan penjual
Kontrak Berjangka tidak saling kenal atau mengetahui secara langsung. Harga yang
terjadi di Bursa umumnya dijadikan sebagai harga acuan (reference price) oleh dunia
usaha, termasuk petani dan produsen atau pengusaha kecil, untuk melakukan
transaksi di pasar fisik.
Bursa Berjangka Jakarta (BBJ)
P.T. Bursa Berjangka Jakarta menyediakan fasilitas bagi anggota untuk bertemu dan
bertransaksi Kontrak Berjangka. Harga ditentukan melalui metode elektronis, melalui
interaksi yang efisien berdasarkan permintaan dan penawaran dalam sistem perdagangan.
Dua sistem perdagangan akan diimplementasikan oleh BBJ yaitu, sistem satu harga per
sesi dan sistem perdagangan kontinyu. Untuk harga pembukaan, sistem satu harga akan
digunakan selama 15 menit pertama. Permintaan beli, dan penawaran jual, dimasukkan ke
dalam sistem trading komputer dan akan dicocokkan setelah 15 menit. Harga dimana
transaksi terjadi paling banyak akan menjadi harga pembukaan. Seluruh order yang
dimasukkan pada 15 menit pertama ini akan dilaksanakan pada 15 menit pertama ini.
Setiap order yang tidak cocok akan tetap didalam sistem setelah harga pembukaan
ditentukan, dan akan dimasukkan ke dalam sistem perdagangan untuk memastikan
terjadinya harga yang kompetitif dalam sebuah pasar yang adil dan aman.
Sedangkan dari fungsi ekonominya, JFX melayani dua tujuan yang sangat penting
yaitu penemuan harga dan pemindahan risiko. Melalui proses permintaan dan penawaran
kontinyu, pasar akan sampai pada satu tingkat harga dimana pembeli dan penjual dapat
setuju untuk bertransaksi. Harga yang disetujui tersebut mewakili harga yang terbaik
selama waktu transaksi. Sebagai tambahan, para pengguna berdagang kontrak berjangka

untuk berbagai alasan yang berbeda. Hedger, yang telah menyadari kemungkinan risiko
harga, tetapi tidak menginginkannya, menggunakan pasar untuk memindahkan risiko
tersebut ke spekulator yang juga mempunyai asumsi tentang risiko tersebut dan berharap
keuntungan darinya. Terakhir, harga kontrak yang diperdagangkan di floor ditangkap pada
saat itu juga melalui sistem pencocokkan dan pelaporan real time bursa yang dikenal
sebagai JAFeTS dan akan disebarkan ke seluruh dunia melalui jasa agen informasi kabel
dan finansial seperti Reuters, Bridge News, Bloomberg, dan banyak lainnya, untuk
memastikan transparansi harga. Informasi tunda harga dan pasar juga disebarkan melalui
jaringan televisi dan radio lokal, media lokal dan internasional, dan juga melalui internet.
BBJ memiliki banyak pengaman dengan standar yang tinggi untuk memproteksi
integritas bursa yaitu sebagai berikut :
a) PT Kliring
Dalam melindungi integritas finansial pasar, BBJ bersama PT Kliring dan Jaminan
Bursa Komoditi (KJBK), mengadaptasi sistem pengamanan operasi dan finansial
yang dapat dibandingkan dengan praktek-praktek perdagangan internasional terbaik
b) Divisi Pengawasan
Divisi Pengawasan mempunyai tanggung jawab menyeluruh untuk menegakkan
integritas Pasar Berjangka BBJ. Divisi ini menjalankan tanggung jawab yang luas
melalui staf-stafnya yang kompeten dan dipilih secara hati-hati melalui audit yang
meliputi pengawasan harian dan teratur terhadap pasar dan anggotanya, kunjungan
teratur ke kantor-kantor anggota untuk audit lapangan dan mengawasi aktifitas di
lantai bursa
c) Divisi Operasi Perdagangan
Bertanggung jawab untuk mendeteksi setiap praktek curang dalam perdagangan,
penyalahgunaan, pelanggaran lainnya dari peraturan dan tata tertib BBJ. Tugasnya
antara lain memastikan seluruh pedagang di lantai mempunyai perilaku yang
profesional dan berstandar tinggi, melakukan audit teratur kepada anggota
menyangkut pelanggaran peraturan di lantai, menyelidiki pengaduan resmi dari
anggota, individual, PT Kliring, dan sumber-sumber lainnya dan menyelenggarakan
audit khusus atas permintaan komite perilaku bisnis di Bursa
d) Pendaftaran Pialang
Seorang anggota Bursa, yang memegang rekenign berjangka nasabah harus
mempunyai izin sebagai Pialang Berjangka dari Bappebti berdasarkan UndangUndang Perdagangan Berjangka 1997. Bappebti adalah lembaga pengawas

independen nasional yang bertanggung-jawab mengatur dan mengawasi seluruh


perdagangan berjangka di Indonesia
e) Posisi Wajib Lapor dan Batas Posisi Spekulatif
Anggota diwajibkan untuk melapor ke Bursa ketika pemilik rekening, atau salah satu
nasabahnya, mempunyai posisi yang sama atau mendekati level wajib lapor yang
ditentukan oleh Bursa untuk setiap kontrak. Batas ini diberlakukan dengan ketat
untuk mencegah manipulasi harga atau penyudutan pasar, sekaligus melindungi
integritas Bursa
f) Pemisahan Dana Nasabah
Anggota diwajibkan untuk membuat rekening bank terpisah utuk seluruh dana
nasabah. Dana Nasabah tidak dapat ditarik dari rekening yang terpisah kecuali untuk
tujuan pembayaran deposit dan margin, pembayaran debit kepada anggota dari
nasabahnya, dan uang yang ditarik atas otoritas nasabahnya. Anggota juga tidak
diperbolehkan untuk menggunakan uang yang dimiliki satu nasabah yang lain untuk
pembayaran marjin atau membiayai perdagangan dan posisi nasabah yang lain atau
anggota itu sendiri.