Anda di halaman 1dari 7

Atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelimuti permukaan bumi.

Udara yang menyusun


atmosfer terdiri dari atas beberapa macam gas yaitu Nitrogen (78,1 %), Oksigen (21 %), Argon (0,9 %),
Karbon dioksida (0,03 %) serta gas-gas lainnya seperti Neon, Helium, Methane, Hidrogen, dll.
Normalnya, udara mengandung 1-3 % uap air dari volumenya. Atmosfer juga terdiri dari 4 lapisan yaitu :
1. Troposfer
Lapisan troposfer merupakan lapisan udara yang paling rendah. Rata-rata kedalaman lapisan troposfer
adalah 12 km. Pada lapisan ini, peristiwa-peristiwa cuaca seperti angin, awan dan hujan terjadi.
2. Stratosfer
Lapisan stratosfer berada di atas tropopause sampai ketinggian berkisar 49 km dari permukaan laut. Pada
stratosfer terdapat lapisan isothermal dan lapisan inverse. Diatas stratosfer terdapat lapisan stratopause
yang merupakan pembatas antara stratosfer dengan mesosfer.
3. Mesosfer
Lapisan mesosfer terdapat pada ketinggian antara 49-85 km di atas permukaan bumi. Lapisan mesosfer
dengan lapisan diatasnya dibatasi dengan lapisan mesopause.
4. Termosfer
Lapisan ini terletak pada ketinggian antara 85-500 km di atas permukaan bumiyang lebih sering disebut
dengan lapisan panas ( hot layer ). Pada lapisan ini terdapat lapisan ionosfer yang terletak antara 85-375
km diatas permukaan bumi pada lapisan ini terdapat partikel-partikel ion yang berfungsi memantulkan
gelombang radio.

Strata Atmosfer

Sifat Fisik dan Kimia

Troposphere

Makin tinggi tekanan menurun,


temperatur menurun. Reaksi makin
cepat ke arah exotermis, dan pemecahan
molekul.
Makin tinggi tekanan makin turun,
temperatur makin naik. Reaksi kimia
makin cepat ke arah endotermis dan
pemecahan molekul.
Makin tinggi tekanan makin rendah
dan suhu makin rendah. Reaksi molekul
menjadi lebih sulit karena tekanan terlalu
rendah, tumbukan antar molekul makin
jarang.

Stratosphere

Mesosphere

Sifat fisik atmosfer :


1. Tidak dapat dilihat, tidak berwarna, dan tidak berbau. Atmosfer hanya dapat dirasakan dalam bentuk
angin.
2. Memiliki massa sehingga dapat menghasilkan tekanan.
3. Bersifat transparan dalam beberapa bentuk radiasi.
4. Bersifat elastis dan dinamis (dapat mengembang dan mengerut) sehingga dapat bergerak dan
berpindah.

Parameter pencemar udara :

Partikulat
Sumber sumber Partikulat

Partikulat dapat berbentuk cair, padat dan gas. (partikulat sebagai bahan yang terdispersi,
cair atau padat, yang berdiameter antara 0,002 um 500 um).

Partikulat dapat diklasifikasikan secara fisik, kimia dan biologi.

Karbon Monoksida
Sumber-sumber Karbon monoksida

CO merupakan gas yang tak berbau, tak berwarna dan tak berasa.

Gas ini tinggal di udara sampai 2,5 bulan

Sumber : pembakaran sampah, kebakaran hutan, sisa pembakaran batubara dan pembakaran sisa pertanian

Karbon dioksida
Gas ini adalah hasil dari proses oksidasi lengkap, seperti pembakaran bahan bakar. Gas ini
dikeluarkan oleh hewan selama bernafas, selama pembusukan aerobik dari semua bahan organik
karbon dan dari oksidasi mineral.

Oksida Sulfur
Sumber-sumber Sulfur ; Oksida sulfur menyebar luas di udara, terdapat dalam bentuk SO, SO2,
SO3, SO4, S2O3 dan S2O7

Oksida Nitrogen
Sumber-sumber Nitrogen : Oksida nitrogen (NOx) terdapat dalam bentuk NO, NO2, N2O, N2O3,
N2O4 dan N2O5

CFC adalah gas yang sangat stabil yang digunakan secara luas di seluruh dunia sebagai refrigeran
(pendingin) dan hingga akhir-akhir ini, sebagai pressure pack propellant, tiupan busa (foam
blowing), cuci kering (drycleaning) dan di industri elektronik.

Hidrokarbon
Metan. Metan dianggap menjadi penyumbang besar terhadap pemanasan global dan meningkat
dari 0,7 ppm sekitar tahun 1850 menjadi 1,7 ppm pada tahun 1985

Karbon Monoksida
Sumber-sumber Karbon monoksida

CO merupakan gas yang tak berbau, tak berwarna dan tak berasa.

Gas ini tinggal di udara sampai 2,5 bulan

Sumber : pembakaran sampah, kebakaran hutan, sisa pembakaran batubara dan


pembakaran sisa pertanian.

Bahan kimia atmosfer yang berupa gas dapat dikelompokkan menjadi:


1. Oksida anorganik: CO, CO2, NO2, SO2
2. Oksidan, oksidator: O3, H2O2, gugus OH-, gugus HO2-, gugus ROO-, dan NO3
3. Reduktan, reduktor: CO, SO2, H2S
4. Organik: reduktan, CH4, alkan, alken, aril
5. Organik: oksidan, Karbonil, nitrat-organik
6. Senyawa fotokimia aktif : NO2, aldehide
7. Asam: H2SO4
8. Basa : NH3
9. Garam : NH4HSO4
10. Senyawa reaktif yg tidak stabil: NO2-excited, gugus OHDua komponen penting dalam kimia atmosfer adalah:
1. Energi bebas dari matahari, terutama spektrum ultraviolet
2. Gugus hidroksil OH- penting selama siang hari
3. Gugus NO3 penting selama malam hari

Proses fotokimia adalah penyerapan energi bebas radiasi ultraviolet oleh molekul di udara dapat
mengakibatkan terjadinya reaksi-reaksi fotokimia. NO2 merupakan salah satu molekul yang aktif secara
fotokimia, dan snagat penting dalam proses pembentukan SMOG. Molekul NO2 ini mampu menyerap
energi ultraviolet (hv), menjadi molekul yang excited secara elektronik (NO2*):
NO2 + hv

NO2*

Molekul-molekul yang telah menyerap energi seperti ini sifatnya tidak stabil dan reaktif.
Proses penyerapan energi bebas oleh molekul dapat dikelompokkan menjadi:
1. Melepaskan enerji ke molekul atau atom lain melalui proses physical-quenching, diikuti dengan
pemancaran energi sebagai panas

O2* + M

O2 + M

2. Disosiasi excited molecule:


O2*

O+O

3. Reaksi langsung dengan molekul lainnya


O2* + O3

2 O2 + O

4. Luminescence, kehilangan energi karena emisi radiasi elektromagnetik


NO2*

NO2 + hv

5. Transfer energi inter-molekuler


O2* + Na

O2 + Na*

REAKSI ASAM-BASA DALAM ATMOSFER.


Adanya CO2 dalam atmosfer, menyebabkan atmosfer bersifat sedikit masam:
water
CO2(g)

CO2(aq)

CO2(aq) + H2O

H+ + HCO3-

Gas SO2 di udara membentuk asam bila larut air:


SO2(g) + H2O

H+ + HSO3-

Partikulat kalsium oksida, hidroksida dan karbonat dapat berada di udara:


Ca(OH)2(s) + H2SO4(aq)

CaSO4(s) + 2 H2O

Gas amonia dapat terbentuk dari hasil biodegradasi senyawa organik nitrogen:
NO3-(aq) + 2(CH2O)(biomasa) + H+

NH3(g) + 2CO2 + H2O

NH3(g) + HNO3(aq)

NH4NO3(aq)

NH3(aq) + H2SO4(aq)

NH4HSO4(aq)

REAKSI-REAKSI OKSIGEN ATMOSFER


Oksigen terlibat dalam rekasi pembakaran bahan bakar fosil:
CH4(gas alam) + 2O2

CO2 + 2H2O

Oksigen juga terlibat dalam reaksi pelapukan :


4FeO + O2

2Fe2O3

Oksigen dikembalikan ke atmosfer melalui fotosintesis tumbuhan hijau:


CO2 + H2O + hv

(CH2O) + O2

Atom oksigen dapat dihasilkan melalui reaksi fotolisis:


O2 + hv

O + O

O3 + hv (<308 nm)
O+O+O

O* + O2
O2 + O*

Ion oksigen O+ dapat terbentuk akibat radiasi ultraviolet:


O + hv

O+ + e-

O+ + O2

O2+ + O

O+ + N2

NO+ + N

Reaksi fotokimia X-ray rendah-energi:


O2 + hv

O2+ + e-

N2+ + O2

N2 + O2+

Ozon O3 mempunyai fungsi protektif yg penting karena ia mampu menyerap ultraviolet:


O2 + hv
O + O2 + M

O + O
O3 + M (increased energy)

M adalah molekul-molekul seperti N2 atau O2 yang mampu menyerap energi yg dihasilkan oleh reaksi
tsb. Ozon mampu menyerap kuat ultraviolet dg panjang gelombang 220-330 nm.

REAKSI-REAKSI NITROGEN DI ATMOSFER.


Molekul nitrogen, N2, tidak mudah diurai oleh ultraviolet. Pada ketinggian di atas 100 km, reaksi
fotokimia dapat menghasilkan atom N:
N2 + hv

N + N

Reaksi lainnya adalah:


N2+ + O

NO+ + N

NO+ + e-

N + O

O+ + N2

NO+ + N

Pada E-region di Ionosfer terjadi reaksi fotokimia:


N2 + hv

N2+ + e-

N2+ + O

NO+ + N

Pada D-region di Ionosfer (50-85 km), NO+ dihasilkan dari reaksi ionisasi:
NO + hv

NO+ + e-

N2 + hv

N2+ + e-

Reaksi pembentukan smog fotokimia:


NO2 + hv

NO + O