Anda di halaman 1dari 4

Inti 1 : Mengajak objek (desa atau panti) untuk

berwirausaha dengan objek penjualannya adalah karya


kita.
1. Kerja proposal dan alat (sudah ada pembicaraan dgn objek
yang dituju terlebih dahulu)
2. Implementasi ke objek dan mediasi pihak hibah (lppm) utk
promo ke pemerintah terkait keberhasilan gerakan ini
3. Inisiasi pembentukan usaha berbasis karya yang kita
hasilkan
4. Mediasi ke pemerintah dan pengusaha untuk pencarian
modal perluasan usaha
5. Terbentuknya industri mandiri dari usaha tersebut dan
kalau bisa dijadikan anak perusahaan oleh perusahaan
(didapat dari mediasi ke pengusaha) dengan tema
bersangkutan
S : - SC lebih mudah terjun ke panti atau desa (objek)
- Alat g inovatif gak apa2, karena teknologi yang bisa dipakai
rakyat cenderung sederhana
W:-

Belum ada kejelasan rancangan objek konsumen (jika


produsen adalh desa atau panti, maka masih kurang jelas
ini akan dijual ke mana)
- SC harus lebih sabar dan kerja keras dlm memasuki objek

O:- Banyak objek yang tersedia sebagai pilihan dan sedang


membutuhkan
- Ada contoh desa yang mulai mendirikan usaha bersama
di Banyuwangi
T :-

Mungkin sulit dalam memperbaiki mindset, karena objek


lebih cenderung hanya suka berbicara keuntungan dan
sulit untuk menginisiasi, karena belum jelas juga hasil ini
akan dijual kemana...(belum ada kejelasan konsumen)
- Biasanya objek sudah punya job sendiri (dagang, dll)
- Jarak bisa jadi jauh

Inti 2 : Memasuki perusahaan dulu untuk penerapan


alat, setelah alat berhasil diterapkan, maka lobi
perusahaan untuk membuka kesempatan untuk
menjadikan objek (panti atau desa) untuk dijadikan
sebagai produsen atau teknisi dari alat ini, dimana
konsumen dari alat ini adalah perusahaan yang telah
kita masuk di awal
Pengembangan industri mandiri pada objek lebih
mengarah pada adanya jaminan keuntungan dari
perusahaan sebagai mitra , karena terkadang objek
hanya selalu ingin berbicara keuntungan, dan sulit
untuk inisiasi. Diliputi juga dengan pengembangan
automasinya di akhir.
1. Cari dan lobi perusahaan dengan tema terkait (untuk
dijadikan mitra, seperti dalam PKMT)
2. Pengerjaan proyek berdasar kebutuhan perusahaan yang
disepakati
3. Garap proposal dan alat
4. Implementasi ke perusahaan
5. Lobi ke perusahaan agar alat ini digunakan secara kontinu
dan butuh anak perusahaan sebagai teknisi atau
produsennya
6. Lobi objek untuk inisiasi usaha (berdasar hasil lobi dengan
perusahaan tsb)
7. Objek menjadi industri mandiri dan berperan sebagai anak
perusahaan dan teknisi alat tsb dari perusahaan terkait
8. Upgrading automasi pada objek (anak perusahaan), untuk
memperlancar produksi
S : - SC dan dosen di ITS punya banyak link ke perusahaan
- Ada banyak sample perusahaan untuk dijadikan mitra
(seperti PKM-T)
W:-

Mungkin sulit untuk SC melobi perusahaan yang mau


terima kemitraan ini, karena ini bukan PKM

- Harus inovatif alatnya, karena kebanyakan teknologi di


perusahaan nuntut untuk yang paling inovatif dan canggih,
ada kemungkinan dasar teori mahasiswa g nutut
- Mungkin agak sulit untuk pengembangan automasinya
O:- Banyak Perusahaan yang sesuai dengan tema
keprofesian
- Jikalau kita tembak ke objek (desa atau panti) setelah
kemitraan ini diterima , maka lebih mudah untuk bicara
keuntungan dengan objek, karena lebih terjamin
- Adanya pengembangan automasi untuk pengembangan
usaha yang lebih berkualitas dan bisa jadi penawaran
bagus untuk objek
T :- Sulit masuk ke objek untuk dijadikan produsen atau
teknisi nya karena biasanya perusahaan sudah punya
teknisi sendiri2

Inti 3 : Seperti konsep 1, hanya saja kita tambahi


pengembangan automasi industri
1. Kerja proposal dan alat (sudah ada pembicaraan dgn objek
yang dituju terlebih dahulu)
2. Implementasi ke objek dan pihak hibah
3. Inisiasi pembentukan usaha, berdasar karya kita
4. Cari pembentukan sistem automasi industri untuk
pengembangan industri di objek
5. Upgrading automasi
6. Objek menjadi industri mandiri
S : - SC lebih mudah terjun ke panti atau desa (objek)
- Alat g inovatif gak apa2, karena teknologi yang bisa dipakai
rakyat cenderung sederhana
W:-

Belum ada kejelasan rancangan objek konsumen (jika


produsen adalh desa atau panti, maka masih kurang jelas
ini akan dijual ke mana)
- SC harus lebih sabar dan kerja keras dlm memasuki objek
- Mungkin agak sulit untuk pengembangan automasi

O:- Banyak objek yang tersedia sebagai pilihan dan sedang


membutuhkan
- Ada contoh desa yang mulai mendirikan usaha bersama
di Banyuwangi
- Ada pengembangan automasi untuk pengembangan usaha
yang lebih berkualitas dan bisa jadi penawaran bagus
untuk objek
T :-

Mungkin sulit dalam memperbaiki mindset, karena objek


lebih cenderung hanya suka berbicara keuntungan dan
sulit untuk menginisiasi, karena belum jelas juga hasil ini
akan dijual kemana...(belum ada kejelasan konsumen)
- Biasanya objek sudah punya job sendiri (dagang, dll)
- Jarak bisa jadi jauh