Anda di halaman 1dari 2

Nama : Junita Mahtuah

KAJIAN DIMENSI SPASIAL (TATA RUANGAN)


DALAM KONSEP PEMBANGUNAN

Nim : 07121001001
Administrasi
pembangunan
Drs. Syaifudin Zakir
M.Sc.

Pembangunan adalah proses yang holistik. Pembangunan sebagai suatu proses jangka
panjang yang menyangkut keterkaitan timbal balik antara faktor-faktor ekonomi dan non
ekonomi untuk dapat meningkatkan pendapatan nasional secara berkelanjutan (LAN, 2008). Di
Indonesia meski dikenal perbedaan istilah pembangunan nasional, pembangunan daerah dan
pembangunan sektoral namun azas dasar pembangunan tetap sama. Bahwa semua pembangunan
tersebut berdasarkan asas pemerataan dan berkeadilan untuk mencapai peningkatan
kesejahteraan yang tinggi serta untuk tetap membina dan menjaga stabilitas nasional, baik
ekonomi, sosial, budaya, politik, keamanan dan ketahanan nasional pada semua segi kehiduapan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Fokus utama pengembangan wilayah dapat ditinjau dari sudut pandang penataan ruang
dan sudut pandang ekonomi. Pengembangan wilayah berdasarkan sudut pandang penataan ruang
yaitu memanfaatkan ruang seefisien mungkin. Inilah perbedaannya dengan perencanaan wilayah
yang ditinjau dari sudut ekonomi. Pertimbangan mengenai pentingnya dimensi tata ruang
wilayah dalam perencanaan pembangunan dapat diungkapkan melalui lima persoalan utama
ekonomi wilayah, yaitu (Adisasmita, 2008):

Penentuan lansekap ekonomi mengenai penyebaran kegiatan-kegiatan ekonomi pada tata

ruang wilayah.
Berkaitan dengan diperkenalkannya konsep wilayah dalam analisis teoritik.
Menganalisis interaksi antar wilayah-wilayah. Dapat dibedakan dua bentuk interksi

wilayah yaitu arus pergerakkan faktor produksi dan pertukaran komoditas.


Persoalan analisis optimum atau keseimbangan antar wilayah.
Berkaitan dengan persoalan kebijakan wilayah.
Perencanaan yang ideal ialah bersumber dari tahap pengumpulan dan analisis data yang

kemudian mampu menjadi masukan (input) bagi tahap perumusan tujuan sampai pelaksanaan
pembangunan. Perencanaan wilayah dilakukan dalam konteks yang dinamis.

Pembangunan berdimensi kewilayahan, memperkuat sinergi Pusat-Daerah dan antar


daerah ini memuat arah kebijakan, program dan kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan oleh
pemerintah melalui Kementerian/Lembaga dan satuan kerja perangkat daerah di setiap wilayah.
Kebijakan Pengembangan wilayah nasional didasarkan pada pembagian 7 (tujuh) wilayah, yaitu:
Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua, yang merujuk
pada pembagian wilayah dalam Rencana Tata Ruang Pulau.