Anda di halaman 1dari 15

LANDASAN

HUKUM
POLRI
DLM
MELAKSANAKAN
TUGAS & TANGGUNG
JAWAB

UU NO. 28 TH 1997
MERUPAKAN PENGGANTI
UU NO. 13 TH 1961
-PENGEMBAN
KAMTIBNAS

FUNGSI

-PENGEMBAN
GAKKUM

APARAT

-PENGEMBAN
FUNSI
SOSPOL
&
FUNGSI
HANKAM ( DWI FUNGSI
ABRI )

ADANYA PANDANGAN & KERUGIAN MASYARAKAT


MERUBAH SECARA STRUKTUR KELEMBAGAAN POLRI

UNTUK

ADA GIAT GIAT UNTUK MERUBAH SECARA STRUKTURAL


KELEMBAGAAN POLRI

1. DILAKUKAN SEMINAR OLEH PARA AKADEMISI


PENGAMAT TERHADAP LEMBAGA POLRI TERSEBUT

MAUPUN

2. GERAKAN REFORMASI YANG DIWAKILI PAKAR SOSIAL & HUKUM


ANTARA LAIN : PROF RAHARJO & PROF BARDA NAWAWI

MAKALAHNYA BERPENDAPAT AGAR POLRI DPT BEKERJA SCR


PROFESIONAL & DPT MENJAWAB TANTANGAN TUGAS & KEINGINAN
MASYARAKAT INDONESIA THDP KINERJA DIPERLUKAN SUATU
WADAH YG INDEPENDEN YG BERDIRI SENDIRI, SEHINGGA DPT
MENGATUR POLA BIN & OPS SENDIRI

MENDAPAT TANGGAPAN POSITIF PRESIDEN RI KE IV H ABDUL


RAHMAN WAHID MENGELUARKAN KEBIJAKAN PEMERINTAH PADA
SAAT HUT POLRI KE 54 TANGGAL 1 JULI 2004 YG BERUPA KEPRES
NO. 89 TH 2000 KEDUDUKAN KEPOLISIAN RI MEMUAT :
BAHWA KEPALA NEGARA RI MERUPAKAN LEMBAGA PEMERINTAH
YG MEMPUNYAI TUGAS POKOK GAKKUM, KETERTIBAN UMUM &
MEMELIHARA KAMDAGRI & YG BERKEDUDUKAN DIBAWAH
PRESIDEN

PADA SAAT SU MPR TELAH MENGHASILKAN KETETAPAN :


1. KETETAPAN MPR NO VI / MPR / 2000 / TGL 18 AGUSTUS 2000 TTG
PEMISAHAN TNI & KEPOLISIAN NEGARA RI
2. KETETAPAN MPR NO VII / MPR / 2000 / TGL 18 AGUSTUS 2000 TTG
PERAN TNI & PERAN KEPOLISIAN NEGARA RI

PEMERINTAH
AJUKAN
RUU
TENTANG KEPALA NEGARA RI
OLEH RAPAT PARIPURNA DPR
DISETUJUI DIJADIKAN UNDANG
UNDANG & DISAHKAN OLEH
PRESIDEN PADA TANGGAL 8
JANUARI 2002 & DIMASUKAN
KEDALAM LEMBARAN NEGARA RI
TAHUN 2002 NO. 2

UU NO. 2 TH 2002

BERISIKAN 9 BAB
45 PASAL

BAB I

KETENTUAN UMUM

BAB II

SUSUNAN & KEDUDUKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB III

TUGAS DAN WEWENANG

BAB IV

ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB V

PEMBINAAN PROFESI

BAB VI

BANTUAN HUBUNGAN & KERJASAMA

BAB VII

LEMBAGA KEPOLISIAN NASIONAL

BAB VIII

KETENTUAN PERALIHAN \

BAB IX

KETENTUAN PENUTUP

PASAL 13

TUGAS POKOK KEPOLISIAN NEGARA RI


a. MEMELIHARA KEAMANAN & KETERTIBAN
MASYARAKAT

b. MENEGAKKAN HUKUM ; DAN


c. MEMBERIKAN
PERLINDUNGAN,
PENGAYOMAN, DAN PELAYANAN KEPADA
MASYARAKAT

( 1 ) DALAM MELAKSANAKAN TUGAS POKOK SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL 13,


KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERTUGAS :
a.

MELAKSANAKAN PENGATURAN, PENJAGAAN, PENGAWALAN, DAN PATROLI THDP


KEGIATAN MASYARAKAT & PEMERINTAH SESUAI KEBUTUHAN

b.

MENYELENGGARAKAN SEGALA KEGIATAN DLM MENJAMIN KEAMANAN, KETERTIBAN, &


KELANCARAN LALU LINTAS DIJALAN

c.

MEMBINA MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT,


KESADARAN HUKUM MASYARAKAT SERTA KETAATAN WARGA MASYARAKAT THDP
HUKUM & PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN

d.

TURUT SERTA DALAM PEMBINAAN HUKUM NASIONAL

e.

MEMELIHARA KETERTIBAN & MENJAMIN KEAMANAN UMUM

f.

MELAKUKAN KOORDINASI, PENGAWASAN, & PEMBINAAN TEKNIS THDP KEPOLISIAN


KHUSUS, PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL, & BENTUK BENTUK PENGAMANAN
SWAKARSA.

g.

MELAKUKAN PENYELIDIKAN & PENYIDIKAN TERHADAP SEMUA TINDAK PIDANA SESUAI


DENGAN HUKUM ACARA PIDANA & PERATURAN PERUNDANGAN UNDANGAN
LAINNYA.

h.

MENYELENGGARAKAN IDENTIFIKASI KEPOLISIAN, KEDOKTERAN KEPOLISIAN,


LABORATORIUM FORENSIK & PSIKOLOGI KEPOLISIAN UNTUK KEPENTINGAN TUGAS
KEPOLISIAN

I.

MELINDUNGI KESELAMATAN JIWA RAGA, HARTA BENDA,


MASYARAKAT & LINGKUNGAN HIDUP DARI GANGGUAN
KETERTIBAN DAN ATAU BENCANA TERMASUK MEMBERIKAN
BANTUAN & PERTOLONGAN DENGAN MENJUNJUNG TINGGI
HAK ASASI MANUSIA

J.

MELAYANI KEPENTINGAN WARGA MASYARAKAT UNTUK


SEMENTARA SEBELUM DITANGANI OLEH INSTANSI DAN ATAU
PIHAK YANG BERWENANG

K.

MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT SESUAI


DENGAN
KEPENTINGANNYA DALAM
LINGKUP TUGAS
KEPOLISIAN SERTA

L.

MELAKSANAKAN TUGAS LAIN SESUAI DENGAN PERATURAN


PERUNDANG UNDANGAN

( 2 ) TATA CARA PELAKSANAAN KETENTUAN SEBAGAIMANA


DIMAKSUD DALAM AYAT ( 1 ) HURUF F DIATUR LEBIH LANJUT
DENGAN PERATURAN PEMERINTAH

( 1 ) DALAM RANGKA MENYELENGGARAKAN TUGAS SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM


PASAL 13 DAN 14 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SECARA UMUM
BERWENANG :
a.

MENERIMA LAPORAN DAN ATAU PENGADUAN

b.

MEMBANTU MENYELESAIKAN PERSELISIHAN WARGA MASYARAKAT YANG DAPAT


MENGGANGGU KETERTIBAN UMUM

c.

MENCEGAH DAN MENANGGULANGI TUMBUHNYA PENYAKIT MASYARAKAT

d.

MENGAWASI ALIRAN YANG DAPAT MENIMBULKAN PERPECAHAN ATAU MENGANCAM


PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA

e.

MENGELUARKAN PERATURAN
ADMINISTRATIF KEPOLISIAN

f.

MELAKSANAKAN PEMERIKSAAN KHUSUS SEBAGAI BAGIAN DARI TINDAKAN


KEPOLISIAN DALAM RANGKA PENCEGAHAN

g.

MELAKUKAN TINDAKAN PERTAMA DITEMPAT KEJADIAN

h.

MENGAMBIL SIDIK JARI & IDENTITAS LAINNYA SERTA MEMOTRET SESEORANG

i.

MENCARI KETERANGAN DAN BARANG BUKTI

j.

MENYELENGGARAKAN PUSAT INFORMASI KRIMINAL NASIONAL

KEPOLISIAN

DALAM

LINGKUP

KEWENANGAN

k.

MENGELUARKAN SURAT IJIN ATAU SURAT KETERANGAN YANG DIPERLUKAN DALAM


RANGKA PELAYANAN MASYARAKAT

l.

MEMBERIKAN BANTUAN PENGAMANAN DALAM SIDANG & PELAKSANAAN PUTUASAN


PENGADILAN, KEGIATAN INSTANSI LAIN, SERTA KEGIATAN MASYARAKAT.

m. MENERIMA DAN MENYIMPAN BARANG TEMUAN UNTUK SEMENTARA WAKTU.


( 2 ) KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SESUAI DENGAN PERATURAN PERUNDANG
UNDANGAN LAINNYA BERWENANG :
a.

MEMBERIKAN IJIN DAN MENGAWASI KEGIATAN KERAMAIAN UMUM & KEGIATAN


MASYARAKAT LAINNYA

b.

MENYELENGGARAKAN REGISTRASI & IDENTIFIKASI KENDARAAN BERMOTOR

c.

MEMBERIKAN SURAT IJIN MENGEMUDI KENDARAAN BERMOTOR

d.

MENERIMA PEMBERITAHUAN TENTANG KEGIATAN POLITIK

e.

MEMBERIKAN IZIN & MELAKUKAN PENGAWASAN SENJATA API, BAHAN PELEDAK, &
SENJATA TAJAM

f.

MEMBERKAN IZIN OPERASIONAL & MELAKUKAN PENGAWASAN THDP BADAN USAHA


DIBIDANG JASA PENGAMANAN

g.

MEMBERIKAN PETUNJUK, MENDIDIK, & MELATIH APARAT KEPOLISIAN KHUSUS &


PETUGAS PENGAMANAN SWAKARSA DLM BIDANG TEKNIS KEPOLISIAN

h.

MELAKUKAN KERJASAMA DENGAN KEPOLISIAN NEGARA LAIN DLM MENYIDIK &


MEMBERANTAS KEJAHATAN INTERNASIONAL

i.

MELAKUKAN PENGAWASAN FUNGSIONAL KEPOLISIAN THDP ORANG ASING YG BERADA


DI WILAYAH INDONESIA DENGAN KOORDINASI INSTANSI TERKAIT

j. MEWAKILI PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA


DALAM
ORGANISASI
KEPOLISIAN
INTERNASIONAL
k. MELAKSANAKAN KEWENANGAN LAIN YANG
TERMASUK DALAM LINGKUP TUGAS KEPOLISIAN
( 3 ) TATA CARA PELAKSANAAN KETENTUAN
SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM AYAT ( 2 )
HURUF a DAN d DIATUR LEBIH LANJUT DENGAN
PERATURAN PEMERINTAH

( 1 ) DALAM RANGKA MENYELENGGARAKAN TUGAS SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM


PASAL 13 DAN 14 DIBIDANG PROSES PIDANA, KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK
INDONESIA BERWENANG UNTUK :
a.

MELAKUKAN PENANGKAPAN, PENAHANAN, PENGGELEDAHAN, DAN PENYITAAN

b.

MELARANG SETIAP ORANG MENINGGALKAN ATAU MEMASUKI TEMPAT KEJADIAN


PERKARA UNTUK KEPENTINGAN PENYIDIK

c.

MEMBAWA & MENGHADAPKAN ORANG KEPADA PENYIDIK DALAM RANGKA PENYIDIKAN

d.

MENYURUH BERHENTI ORANG YG DICURIGAI & MENANYAKAN SERTA MEMERIKSA


TANDA PENGENAL DIRI

e.

MELAKUKAN PEMERIKSAAN & PENYITAAN SURAT

f.

MEMANGGIL ORANG UNTUK DIDENGAR & DIPERIKSA SEBAGAI TERSANGKA ATAU SAKSI

g.

MENDATANGKAN ORANG AHLI YANG DIPERLUKAN DALAM HUBUNGAN DENGAN


PEMERIKSA PERKARA

h.

MENGADAKAN PENGHENTIAN PENYIDIKAN

i.

MENYERAHKAN BERKAS PERKARA KEPADA PENUNTUT UMUM

j.

MENGAJUKAN PERMINTAAN SECARA LANSUNG KEPADA PEJABAT IMIGRASI YANG


BERWENANG DI TEMPAT PEMERIKSAAN IMIGRASI DALAM KEADAAN MENDESAK
ATAU MENDADAK UNTUK MENCEGAH ATAU MENANGKAL ORANG YANG DISANGKA
MELAKUKAN TINDAK PIDANA

k.

MEMBERI PETUNJUK DAN BANTUAN PENYIDIKAN KEPADA PENYIDIK PEGAWAI


NEGERI SIPIL SERTA MENERIMA HASIL PENYIDIKAN PENYIDIK PEGAWAI NEGERI
SIPIL UNTUK DISERAHKAN KEPADA PENUNTUT UMUM DAN

l.

MENGADAKAN TINDAKAN LAIN MENURUT HUKUM YANG BERTANGGUNG JAWAB

( 2 ) TINDAKAN LAIN SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM AYAT ( 1 ) HURUF l ADALAH


TINDAKAN PENYELIDIKAN & PENYIDIKAN YANG DILAKSANAKAN JIKA MEMENUHI
SYARAT SEBAGAI BERIKUT :
a.

TIDAK BERTENTANGAN DENGAN SUATU ATURAN HUKUM

b.

SELARAS DENGAN KEWAJIBAN HUKUM YANG MENGHARUSKAN TINDAKAN


TERSEBUT DILAKUKAN

c.

HARUS PATUT, MASUK AKAL, & TERMASUK DLM LINGKUNGAN JABATANNYA

d.

PERTIMBANGAN YANG LAYAK BERDASARKAN KEADAAN YANG MEMAKSA

e.

MENGHORMATI HAK ASASI MANUSIA

(1)

ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK


TUNDUK PADA KEKUASAAN PERADILAN UMUM

INDONESIA

(2)

KETENTUAN SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM AYAT ( 1 )


DIATUR LEBIH LANJUT DENGAN PERATURAN PEMERINTAH

PADA SAAT UNDANG UNDANG INI MULAI BERLAKU :

a.

SEMUA PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN YANG MERUPAKAN PELAKSANAAN


MENGENAI KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DINYATAKAN TETAP
BERLAKU SEPANJANG TIDAK BERTENTANGAN DENGAN UNDANG UNDANG

b.

TINDAK PIDANA YANG DILAKUKAN OLEH ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK


INDONESIA YANG SEDANG DIPERIKSA BAIK DI TINGKAT PENYIDIKAN MAUPUN
PEMERIKSAAN DI PENGADILAN MILITER & BELUM MENDAPAT PUTUSAN
PENGADILAN YANG MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM TETAP BERLAKU KETENTUAN
PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN PERADILAN MILITER

c.

TINDAK PIDANA YANG DILAKUKAN OLEH ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK


INDONESIA YANG BELUM DIPERIKSA BAIK DITINGKAT PENYIDIKAN MAUPUN
PEMERIKSAAN DIPENGADILAN MILITER BERLAKU KETENTUAN PERATURAN
PERUNDANG UNDANGAN DI LINGKUNAGAN PERADILAN UMUM

PADA SAAT UNDANG UNDANG INI MULAI


BERLAKU, UNDANG UNDANG NOMOR 28 TAHUN
1997 TENTANG KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK
INDONESIA ( LEMBARAN NEGARA REPUBLIK
INDONESIA TAHUN 1997 NOMOR 81, TAMBAHAN
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 3710 ) DINYATAKAN TIDAK BERLAKU