Anda di halaman 1dari 9

[NURFITRI RAMADHANI] 1106017793

TUGAS 1 - PERALATAN MEKANIKA INDUSTRI


1. Jelaskan secara singkat sejarah tentang pipa.
Jawab
Awal mulanya, sistem pemipaan banyak digunakan oleh

masyarakat untuk

keperluan pengairan pada pertanian, dengan menggunakan pipa berbahan baku bamboo.
Pipa sendiri adalah istilah untuk suatu peralatan atau benda silinder yang berlubang dan
digunakan untuk memindahkan zat seperti cairan, gas, uap, zat padat yang dicairkan
maupun serbuk halus. Pipa pertama terbuat dari bambu (bamboo).
Pada peradaban Mesir dan Aztec, pipa terbuat dari lempung yang dibakar. Pipa
logam pertama dibuat pada masa Yunani dan Romawi dengan membuatnya dari timbal
dan bronze (perunggu, Cu-Sn). Pipa besi dibuat setelah adanya penemuan serbuk senjata
(gun powder) karena serbuk senjata memerlukan pipa besi yang lebih kuat untuk dilewati
peluru. Sejak saat itu berbagai produk pipa dari logam berkembang pesat dan menjadi
produk khusus saat ini.
Untuk saat ini, material yang digunakan sebagai pipa sangat banyak diantaranya
beton, cor, gelas, timbale, kuningan, tembaga, plastic, aluminium, besi tuang, baja
karbon, dan baja paduan. Sedangkan material yang paling umum digunakan adalah pipa
baja karbon.

2. Sebutkan standar dan spesifikasi apa saja yang dipakai untuk pipa baja.
Jawab
Standar dan spesifikasi pipa baja yang sering dipakai:

API ( American Petroleum Institute ) Spec. 5L

ASTM ( American society for testing and materials )

JIS ( Japan Industrial Standard )

SNI (Standar Nasional Indonesia )

BS ( British Standard ), dll.

3. Menurut standar API 5L, pipa dibedakan atas jenis apa saja ?

[NURFITRI RAMADHANI] 1106017793


Jawab
-

API Spec. 5L 44th edition, oktober 2007, pipa baja penyalur minyak dan gas bumi
berdasarkan grade dan spesifikasi produk.

API Spec. 5L 44th edition, October 2007, pipa baja penyalur minyak dan gas bumi
berdasarkan lingkungan operasi adalah onshore, offshore, sweet service, sour service.

4. Apa perbedaan antara a. onshore &offshore dan b. sweet & sour service ?
Jawab
a. Onshore Pipeline Engineering adalah sistem perpipaan untuk penyaluran minyak
dan gas bumi yang berlokasi didaratan. Onshore ini lebih dahulu dikembangkan
karena lokasi sumur produksi yang lebih dahulu di temukan di daratan.
Offshore Pipeline Engineering adalah suatu sistem pemipaan yang berlokasi di
Offshore dan lebih tepatnya lagi berlokasi dibawah permukaan laut atau seabed.
Di Offshore Pipeline juga dikenal istilah Flowline yang terdapat didasar laut yang
menghubungkan sumur-sumur minyak ataupun gas untuk kemudian dialirkan ke
permukaan laut menuju Platform.
b. Sweet service merupakan pipa yang berada pada lingkungan dengan kandungan
CO2 yang tinggi. Sedangkan sour service merupakan pipa yang mengandung
sejumlah besar hidrogen sulfida (H2S) yang tinggi sehingga menyebabkan pitting
corrosion.
5. Buat bagan diagram klasifikasi pipa secara umum.
Jawab

[NURFITRI RAMADHANI] 1106017793

6. Jelaskan perbedaan pipa SAW, ERW, HFW, dan Seamless.


Jawab
Tabel berikut merupakan perbandingan tiap jenis pipa baja karbon.

Pipa SAW(Submerged Arc Welding) dibuat melalui proses pengelasan busur


dimana logam cair dilindungi oleh fluks selama pengelasan. Busur listrik yang
digunakan untuk mencairkan logam tertutup oleh serbuk fluks yang diberikan
disepanjang alur las dan proses pengelasan berlangsung didalam fluks tersebut.

[NURFITRI RAMADHANI] 1106017793


Suatu proses pengelasan dimana menggunakan flux sebagai media pelindungnya
biasanya memerlukan heat input yang lebih besar. Proses pengelasan dari pipa
SAW ini membutuhkan filler metalyang dilelehkan ke sambungannya dan dengan
arus yang besar sehingga mengakibatkan daerah HAZ akan terjadi perubahan
struktur mikro(yaitu pertumbuhan butir / grain growth) yang nota bene akan
memperlemahdaerah lasan. Hal tersebut biasanya sudah dapat diatasi oleh
pabrikan pipaSAW yaitu dengan memberikan logam pengisi (filler metal) yang
memiliki spekyang lebih tinggi (UTS) dan juga komposisi kimia filler metalnya
biasanyaditambahkan (memiliki) unsur-unsur yang berfungsi mencegah terjadinya
GrainGrowth pada HAZ seperti Cr, Ni, Mo dengan jumlah yang sangat kecil.
Sehinggadari hasil pengujian struktur mikro dan mikro hardness menunjukan
bahwa diHAZ tidak terjadi pelemahan kekerasan maupun pertumbuhan butir yang
sangatsignifikan. Bahkan kekerasan rata-rata di weld metal dan HAZ memiliki
lebihtinggi dibandingkan dengan logam induk.

Pipa ERW (electric resistance welding) dibuat dari coil lembaran, yang dibentuk
secara proses dingin menjadi silinder secara bertahap, dengan menggunakan
beberapa buah forming roller. Arus listrik digunakan untuk memanaskan bagian
tepi dari strip dan untuk pembentukan fusion weld. Bertindak sebagai elektroda
adalah revolving copper disc yang akan menaikan temperatur hingga mencapai
1400oC sehingga diperoleh pengelasan yang efektif. Proses pengelasan ERW tidak
membutuhkan filler metal. Sebagai akibat dari tekanan roller, baja akan
terekstrusi pada kedua sisi luar maupun dalam dari pipa di bagian lasannya.
Kemudian pipa akan melalui beberapa rangkaian finishing roller untuk
memastikan ukuran yang tepat. Salah satu keterbatasan yang dimiliki oleh pipa
ERW adalah, ukuran diameter luar dari pipa ditentukan oleh lebar strip dari
material. Sedangkan, kecepatan dan efisiensi produksi untuk ukuran pipa kecil
merupakan kelebihan yang dimiliki oleh proses ini.

Pipa HFW ( high frequency welding ) menggunakan sumber energy listrik dengan
frekuensi tinggi dan tahanan (resistance) untuk pemanasan ujung strip dan ditekan
dengan squezze roll sehingga terjadi proses pengelasan. Kalau dilihat dari proses
ini heat input yang dihasilkan menjadi lebih kecil dikarenakan pada prosesnya

[NURFITRI RAMADHANI] 1106017793


cukup dilakukan metode melting materialnya akibatnya HAZ dan dilutionweld
menjadi lebih kecil maka keuletan akan menjadi lebih baik.

Seamless pipe dalam arti bahasa artinya pipa tanpa sambungan. Dalam praktek
pembuatannya, seamless pipe memang merupakan pipa yang dibentuk tanpa
membuat sambungan sama sekali, sehingga tidak ada bagian dari pipa yang
pernah terganggu atau berubah materialnya akibat panas pengelasan. Pipa ini
dibuat dari baja silinder pejal, yang dilubangi dalam kondisi hampir meleleh,
biasa disebut billet. Dengan metode pembuatan tanpa join tersebut, pipa yang
dihasilkan dapat lebih baik karena kualitas baja yang dihasilkan adalah hampir
sama pada setiap area permukaan pipa.

Gambar dibawah memperlihatkan proses pembuatan pipa yang ada.

[NURFITRI RAMADHANI] 1106017793

7. Sebutkan beberapa aspek dalam pemilihan pipa baja dan jelaskan apa yang dimaksud
dengan schedule dalam pipa.
Jawab
Adapun aspek yang diperhatikan dalam pemilihan pipa baja

Segi desain

Segi proses produksi serta kualitas pipa

Segi ketahanan korosi

Segi komersial

Segi regulasi

Istilah schedule (SCH) ini ditemukan untuk menentukan ketebalan pipa nominal serta
menunjukkan keseragaman/ standardiasi dimensi tebal pipa ketika akan membelinya.
Schedule ini dinyatakan dengan nomor (5, 5S, 10, 10S, 20, 20S, 30, 40, 40S, 60,
80, 80S,100, 120, 140, 160), dimana semakin besar Sch. No maka semakin tebal.
8. Hitunglah tebal pipa (schedule-nya) yang direkomendasikan bila diketahui :
a. Diameter pipa = 4,5

[NURFITRI RAMADHANI] 1106017793


b. Operating pressure = 1000 psi
c. Jenis pipa = Carbon Steel Pipe API 5L LB ERW
d. Corrosion Allowance = 0.05 in
rumus desain ketebalan menurut SNI 13-3474-2002/ASM 831.8 adalah
=

1300 x 4.5
=
= 0.103
2() 2 x 0.80 x 1.00 x 1.00 x 35500

= = + = 0.103 + 0.05 = 0.153


=

0.153
=
= 0.175
1 1 12.50%

Jadi tebal pipa Carbon Steel Pipe API 5L-LB ERW yang dianjurkan adalah 0.175 in

9. Jelaskan beberapa cara (metoda) dalammelindungi pipa baja dari serangan korosi.
a. Pemilihan material yang tepat : misalnya stainless steel, CRA (corrosion resistance
alloy/cladding), HSLA steel sour service dll. Faktor yang diperhatikan dalam
pemilihan material :
-

Ketahanan material terhadap media korosif

Cost atau biaya dari material tersebut

b. Modifikasi flluida dengan penggunaan inhibitor. Inhibitor adalah zat kimia yang
ditambahkan ke dalam suatu lingkugan dengan konsentrasi yang kecil, maka dapat
meminimalkan atau mencegah terjadinya proses korosi. Inhibitor ini membentuk
lapisan protective coating in situ sebagai reaksi dari larutan dengan permukaan
korosi.
c. Proses katodik
-

Anoda korban : menggunakan prinsip dari galvanic corrosion. Jadi terdapat beda
potensial pada deret galvanic antara sepasang logam atau paduannya. Aplikasi yang
paling sering digunakan adalah pada offshore structure atau pada lambung kapal,
dimana anoda korban seperti Zn, Mg ataupun Al digunakan untuk melindungi
struktur baja yang digunakan.

Impressed current systems Metode alternative yang memiliki sumber arus dari luar
(external powder supply) yaitu dengan arus DC. Seperti layaknya sacrificial system,
maka structure yang akan dilindungi dibuat menajdi katoda; dan driving force yang

[NURFITRI RAMADHANI] 1106017793


digunakan adalah berasal dari powder supply-arus DC dpakasa mengalir antara anoda
dengna struktur yang akan diproteksi-bukan karena adanya perbedaan potensial
diantara keduanya.
d. Pemberian lapisan penghalang (coating)
Metode perlindungan korosi dengan memberikan lapisan pelindung pada material
untuk menghindari kontak langsung antara lingkungan dengan material. Fungsi utama
adalah untuk mengisolasi elemen reaktif material dari lingkungan yang korosif.
Pemberian lapisan pelindung material bisa dilakukan pada sisi luar pipa (external
coating) untuk kondisi luar yang korosif ataupun pada sisi bagian dalam pipa (internal
lining) untk lingkungan fuida yang korosif

10. Jelaskan analisa segi korosi dan segi harga (komersial) bilamenggunakan pipa HFWSch.
40 yang di coating (coated pipe) denganBare Seamless pipe Sch.80.

Dari tabel bisa dilihat perbandingan antara pipa HFW Internal coated schedule 40 4
dengan pipa bare pipes schedule 80 4. Jika dibandingkan dengan berat pipa schedule
40 yang tebalnya 6.02 mm yang berat 16.07Kg/m memiliki harga Rp330.000/meter dan

[NURFITRI RAMADHANI] 1106017793


harga internal coatednya Rp.11.000/meter, maka dapat diperoleh harga per meternya
adalah Rp341.000/meter. Harga ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan pipa schedule
80 dengan tebal 8.56 mm dengan berat 22.31 Kg/m dan juga harga bare pipanya Rp
809.945/m dapat diperoleh bahwa harga per meternya adalah Rp 809.945/m. Demikian
juga dengan harga pipa HFW schedule 40 65/8 denganpipa HFW schedule 80 45/8, harga
pipa schedule 40 jauh lebih murah yaitu Rp.593.380/m dibandingkan dengan pipa schedule
Rp.1.532.160/m.
Dari segi korosi, dianalisis pipa HFW Sch. 40 yang dicoating mengalami proses korosi yang sangat
lambat karena logam tidak kontak langsung dengan fluida atau lingkungan yang korosif, sedangkan pipa
baja sch. 80 seamless lebih mudah rusak daripada pipa HFW sch. 40 yang dicoating. Jadi, ketebalan pipa
tidak berpengaruh signifikan terhadap ketahanan korosi karena pipa baja yang digunakan pasti kontak
dengan fluida atau lingkungan sehingga proses korosi tetap berlangsung.
Meski harga pipa sch. 40 jauh lebih murah dibandingkan pipa sch. 80 tapi kualitas
ketahanan korosinya jauh lebih sch. 40

Referensi
Dr. Ir. Winarto, 2014, M.Sc, Pipa Baja &Aplikasinya untuk Penyalur Minyak dan Gas
Bumi, DTMM FTUI
Rainwater. S.,2008. Superior Consumables [online]
http://subarcwelding.com/sub-arc-article.asp
http://www.jsteel.com.au/products/tubular-piles-and-pipes/electric-resistance-welded/