Anda di halaman 1dari 8

ASUHAN KEBIDANAN INTRANATAL DI KOMUNITAS

Dosen pembimbing : Dwi Korawati ,SST,SKM,M.Mkes

Disusun Oleh Kelompok 5 :


1. Nina Prahesti Nasruchaida
2. Noor Wahidah
3. Norhalimah
4. Norlatifah
5. Normalinda
6. Novita Wulandari
7. Nur Fitriyani Hasanah
8. Nur Izzatil Hasanah
9. Nurul Latifah
10. Nurul Nahdiah
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH
BANJARMASIN
PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN 2014
ASUHAN INTRANATAL DI KOMUNITAS

Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah pelayanan persalinan


yang aman yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kompeten, yaitu dokter
spesialis kebidanan, dokter umum dan bidan. Tenaga kesehatan yang dapat
memberikan pertolongan persalinan kepada masyarakat adalah: dokter spesialis
kebidanan, dokter umum dan bidan.
Pada kenyataan dilapangan, masih terdapat penolong persalinan yang
bukan tenaga kesehatan, dan dilakukan di luar fasilitas pelayanan kesehatan.
Secara bertahap seluruh persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas
pelayanan kesehatan.
A. 4 STANDAR PELAYANAN KEBIDANAN YAITU :
1.

Asuhan saat persalinan


Bidan menilai secara tepat bahwa persalinan sudah dimulai, kemudian
memberikan asuhan dan pemantauan yang memadai, dengan
memperhatikan kebutuhan ibu selama proses persalinan berlangsung.

2.

Persalinan yang aman


Bidan melakukan pertolongan persalinan yang aman dengan sikap
sopan dan penghargaan terhadap klien serta memperhatikan tradisi
setempat.

3.

Pengeluaran plasenta dengan penegangan tali pusat.


Bidan melakukan penegangan tali pusat dengan benar untuk
membantu pengeluaran plasenta dan selaput ketuban secara lengkap.

4.

Penanganan kala II dengan gawat janin melalui episiotomy.

Bidan mengenali secara tepat tanda-tanda gawat janin pada kala II


yang lama, dan segera melakukan episiotomi dengan aman untuk
memperlancar persalinan, diikuti dengan penjahitan perineum.
B. PERSIAPAN BIDAN MELIPUTI :
1) Menilai secara tepat bahwa persalinan sudah dimulai, kemudian
memberikan asuhan dan pemantauan yang memadai dengan
memperhatikan kebutuhan ibu selama proses persalinan .
2) Mempersiapkan ruangan yang hangat dan bersih serta nyaman untuk
persalinan dan kelahiran bayi.
3) Persiapan

perlengkapan,

bahan-bahan

dan

obat-obatan

yang

diperlukan dan pastikan kelengkapan jenis dan jumlah bahan-bahan


yang diperlukan serta dalam keadaan siap pakai pada setiap persalinan
dan kelahiran bayi.
4) Mempersiapkan persiapan rujukan bersama ibu dan keluarganya.
Karena jika terjadi keterlambatan untuk merujuk ke fasilitas yang
lebih

memadai

dapat

membahayakan

keselamatan

ibu

dan

bayinya.apabila di dirujuk, siapkan dan sertakan dokumentasi asuhan


yang telah diberikan.
5) Memberikan

asuhan sayang

ibu, seperti memberi

dukungan

emosional, membantu pengaturan posisi ibu, memberikan cairan dan


nutrisi, memberikan keleluasaan untuk menggunakan kamar mandi
secara teratur, serta melakukan pertolongan persalinan yang bersih dan
aman dengan teknik pencegahan infeksi.

C. PERSIAPAN RUMAH DAN LINGKUNGAN


Ruangan atau lingkungan dimana proses persalinan akan berlangsung
harus memiliki pencahayaan penerangan yang cukup, ranjang sebaiknya
diletakkan ditengah-tengah ruangan agar mudah didekati dari kiri maupun
kanan, dan cahaya sedapat mungkin tertuju pada tempat persalinan.
Persiapan untuk mencegah terjadinya kehilangan panas tubuh yang
berlebihan, perlu disiapkan juga lingkungan yang sesuai bagi bayi baru
lahir dengan memastikan bahwa ruangan bersih, hangat, pencahayaan yang
cukup dan bebas dari tiupan angin. Apabila lokasi tempat tinggal ibu di
daerah pegunungan atau yang beriklim dingin, sebaiknya sediakan
minimal 2 selimut, kain atau handuk yang kering dan bersih untuk
mengeringkan dan menjaga kehangatan tubuh bayi.
a)

Situasi dan Kondisi


Situasi dan kondisi yang harus diketahui oleh keluarga, yaitu :
a. Rumah cukup aman dan hangat
b. Tersedia ruangan untuk proses persalinan
c. Tersedia air mengalir
d. Terjamin kebersihannya
e. Tersedia sarana media komunikasi

b) Rumah

Tugas bidan adalah mengecek rumah sebelum usia kehamilan 37


minggu dan syarat rumah diantaranya :
a. Ruangan sebaiknya cukup luas
b. Adanya penerangan yang cukup
c. Tempat nyaman
d. Tempat tidur yang layak untuk proses persalinan
D. PERSIAPAN PERALATAN
Perlengkapan yang harus disiapkan oleh keluarga untuk melakukan
persalinan di rumah :
1. Persiapan untuk pertolongan persalinan
-

Tensimeter
Stetoskop
Monoaural
Jam yang mempunyai detik
Termometer
Partus set
Heacting set
Bahan habis pakai (injeksi oksitosin, lidokain, kapas, kasa,
detol/lisol)
Set kegawatdaruratan
Bengkok
Tempat sampah basah, kering dan tajam
Alat alat proteksi diri
Waskom
Sabun cuci
Handuk kering dan bersih
Selimut
Pakaian ganti
Pembalut
Waslap
Lampu

2. Persiapan Untuk Bayi


-

Handuk Bayi

Tempat Tidur Bayi


Pakaian bayi
Selimut bayi

E. PERSIAPAN IBU DAN KELUARGA


Persalinan adalah saat yang menegangkan bahkan dapat menjadi saat
yang menyakitkan dan menakutkan bagi ibu. Upaya untuk mengatasi
gangguan emosional dan pengalaman yang menegangkan dapat dilakukan
dengan asuhan sayang ibu selama proses persalinan.
F. MANAJEMEN ASUHAN INTRANATAL
Asuhan intranatal yang diberikan harus baik dan benar sesuai dengan
standar, sehingga dapat membantu menurunkan angka kematian atau
kesakitan ibu dan bayi
a) INTRANATAL DI RUMAH
1. Asuhan Persalinan Kala I
Bertujuan untuk memberikan pelayanan kebidanan yang memadai
dalam pertolongan persalinan yang bersih dan aman.
Bidan perlu mengingat konsep tentang konsep sayang ibu, rujuk
bila partograf melewati garis waspada atau ada kejadian penting
lainnya.
2. Asuhan Persalinan Kala II
Bertujuan memastikan proses persalinan aman, baik untuk ibu
maupun bayi.
Bidan dapat mengambil keputusan sesegera mungkin apabila
diperlukan rujukan
3. Asuhan Persalinan Kala III
Bidan sebagai tenaga penolong harus terlatih dan terampil dalam
melakukan manajemen aktif kala III

Hal penting dalam asuhan persalinan kala III adalah mencegah


kejadian perdarahan, karena penyebab salah satu kematian pada
ibu.
4. Asuhan Persalinan Kala IV
Asuhan persalinan yang mencakup pada pengawasan satu sampai
dua jam setelah plasenta lahir.
Pengawasan/observasi ketat dilakukan pada hal-hal yang menjadi
perhatian pada asuhan persalinan kala IV.
b) KEGAWATDARURATAN PERSALINAN
a. Jangan menunda untuk melakukan rujukan
b. Mengenali masalah dan memberikan instruksi yang tepat.
c. Selama proses merujuk dan menunggu tindakan selanjutnya
lakukan pendampingan secara terus menerus.
d. Lakukan observasi Vital Sing secara ketat.
e. Rujuk segera bila terjadi Fetal Distress.
f. Apabila memungkinkan, minta bantuan teman untuk mencatat
riwayat kasus dengan singkat.
DAFTAR PUSTAKA

Bidan Menyongsong Masa Depan, PP IBI. Jakarta.


Depkes RI. (1999). Buku Pedoman Pengenalan Tanda Bahaya pada Kehamilan,
Persalinan dan Nifas, Departemen kesehatan, Departemen Dalam Negeri, Tim
Penggerak PKK dan WHO. Jakarta.
Depkes RI. (2002). Standar Pelayanan Kebidanan. Jakarta.
Depkes RI. (2003). Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta.

Pelayanan Obtetri dan Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) Asuhan


Neonatal Essensial. 2008
Syahlan, J.H. (1996). Kebidanan Komunitas. Yayasan Bina Sumber Daya
Kesehatan.