Anda di halaman 1dari 44

PENDIDIKAN / PROMOSI

KESEHATAN
Dr Yanti Harjono H, MKM
DEPARTEMEN IKK/IKM
FK UPN VETERAN JAKARTA

Konsep Pendidikan Kesehatan


LEARNING OBJECTIVE

Promosi Kesehatan dan Perilaku


Visi dan Misi Pendidikan Kesehatan
Strategi Promosi Kesehatan
Ruang Lingkup Promosi kesehatan
Sub Bid Keilmuan Pendidikan Kesehatan

Promosi Kesehatan dan Perilaku


Perilaku merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi lingkungan.
Untuk meningkatkan kesehatan
masyarakat intervensi faktor perilaku
Intervensi terhadap faktor perilaku
melaluli 2 upaya

Tekanan
Pendidikan

Tekanan :
Dalam bentuk undang-undang, instruksiinstruksi, tekanan-tekanan (fisik atau non
fisik) sanksi-sanksi dsb.
Dapat menimbulkan dampak yang cepat
dalam perubahan perilaku, tetapi tidak dapat
bertahan lama

Pendidikan
Dengan cara persuasi, bujukan, imbauan,
ajakan, memberikan informasi, memberikan
kesedaran dsb
Memakan waktu yang lama dalam
memberikan dampak perubahan perilaku,
tetapi dapat bertahan lama, bahkan sampai
seumur hidup

Menurut L Green perilaku dipengaruhi oleh 3 faktor :


Faktor predisposisi (Predisposing factor)
Faktor pemungkin (Enambling Factor)
Faktor penguat (Reinforcing factor)
Intervensi pendidikan / promosi kesehatan hendaknya
dimulai dengan mendiagnosis ke 3 faktor penyebab
tersebut kemudian diarahkan ke 3 faktor tersebut.
Pendekatan ini disebut PRECEDE (Predisposing Factor,

reinforcing factor and enabling couse in education


diagnosis and evaluation)

Hubungan Prom Kes dg determinan


perilaku
Predisposing
Factors

Health
Promotion

Enabling
Factors

Reinforcing
Factors

Health
Behaviour

BATASAN PROMOSI KESEHATAN

Segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi


orang lain, baik individu, kelompok atau masyarakat,
sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh
pelaku pendidikan
Unsur-unsur pendidikan :
Input : Sasaran pendidikan
Proses : Upaya yang direncanakan untuk
mempengaruhi seseorang
Output : Melakukan apa yang diharapkan atau
perilaku

Perubahan perilaku dari belum atau tidak kondusif ke


perilaku yang kondusif mengandung dimensi
Perubahan perilaku
Pembinaan perilaku
Pengembangan perilaku
Pendidikan kesehatan adalah upaya untuk
mempengaruhi atau mengajak orang lain, baik
individu, kelompok, atau masyarakat, agar
melaksanakan perilaku hidup sehat.

Pendidikan kesehatan adalah semua kegiatan untuk


memberikan dan atau meningkatkan pengetahuan,
sikap, dan praktik masyarakat dalam memelihara dan
meningkatkan kesehatan mereka sendiri

Sesuai dengan 3 faktor yang mempengaruhi perilaku


(Green,1980) pendidikan kesehatan ditujukan kepada 3
faktor tersebut
Promkes dalam faktor-faktor predisposisi
penyuluhan kesehatan, pameran kesehatan, spanduk
dsb
Promkes dalam faktor Enabling memberdayakan
masyarakat agar mereka mampu mengadakan
saranan dan prasarana kesehatan bagi mereka
Promkes dalam faktor Reenforcing bentuk
pelatihan bagi toga, toma dan petugas kesehatan
sendiri

PERANAN DIK KES


HUB. STATUS KES, PL & DIK KES
Keturunan

YAN
KES

Status
KESEHATANKes
STATUS

Lingkungan

PL
Predisposing
Factors
Komunikasi

Enabling
Fctrs
PPM, Org

DIK KES

Reinforcing
Fctrs
Training

Promosi kesehatan
Promosi Kesehatan:
bagian dari tingkat pencegahan penyakit dari Level
& Clark
Promosi Kesehatan: upaya memasarkan,
menyebar luaskan, mengenalkan atau menjual
kesehatan sehingga masyarakat
menerima/membeli pesan-pesan kesehatan
tersebut sehingga masyarakat mau berperilaku
sehat
Promosi Kesehatan sama dengan pendidikan
kesehatan ; bertujuan agar masyarakat
berperilaku sesuai dengan nilai-nilai kesehatan

Hasil penelitian WHO: 85% masyarakat tahu


tentang kesehatan, tetapi hanya 35%
masyarakat yang melakukan perubahan
kesehatan
WHO th 1984 merevit pendidikan kesehatan
dengan menggunakan istilah promosi
kesehatan : perubahan perilaku masyarakat,
perubahan lingkungan yang memfasilitasi
perubahan perilaku tersebut, peningkatan
kemampuan hidup sehat

Definisi Promosi Kesehatan (L.Green, 1984):


Promosi kesehatan adalah segala bentuk
kombinasi pendidikan kesehatan & intervensi
yang terkait dengan ekonomi, politik &
organisasi yang dirancang untuk memudahkan
perubahan perilaku & lingkungan yang kondusif
bagi kesehatan

Ottawa Chrter,1986:
Health Promotion is the process of enabling people to

increase control over, and improve their health. To


reach a state of complete physical, mental, and social
wellbeing, an individual or group must be able to
identify & realize aspiration, to satisfy needs, and to
change or cope with the environment

Mau & mampu : mampu mengenal & mewujudkan


aspirasinya, kebutuhan & mampu mengubah
/mengatasi lingkungan seluruhnya

Victorian Health Foundation-Australia, 1997:


Health promotion is a programs are design to

bring about change within people,


organization, communities and their
environment

Perubahan perilaku & perub lingkungannya

visi & misi prom/dik kes

VISI PROM KES: Masyarakat mau & mampu


memelihara dan meningkatkan kes nya
Mau (willingness) memelihara & meningk kes nya
Mampu (ability) memelihara & meningk kes nya
Memelihara kes: mencegah, melind diri, mencari
pertolongan
Meningkatkan kes

MISI PROM KES: Apa yg dilakukan u/ menc visi


Advokat (advocate) thd para pengamb keputusan
Menjembatani (mediate) ant sekt kes & sekt lain
Memampukan (enable) memberi ketramp pd masy
agar mandiri dlm bid kes

Strategi promosi / pendidikan kesehatan


Menurut WHO, 1984
Advokasi (Advocacy): pendekatan kpd para pembuat
kep/penentu kebijakan diberbag sektor diberbag tk, shg
para pejabat tsb mau mendukung prog kes kita
(presentasi, dtng ke pejabat)
Dukungan Sosial (Social support): mencakup duk
sos pd toma (tok-masy); sbg jembatan ant sektor kes
(pelaks progr) & masy (penerima progr), mis pltihan
toma, bimb toma, lokakarya.
Pemberdayaan Masy (Empowerment): mewujudk
kemamp masy dlm memelihara & me ningk kes mereka
sendiri (dlm visi prom kes), mis penyuluhan kes, pltihan
u/kemamp peningk pendapatan kel

Berdasarkan Piagam Ottawa


Kebijakan berwawasan kesehatan (Health Public
Policy) ditujukan kepada para pembuat keputusan
atau penentu kebijakan sehingga dikeluarkan atau
dikembangkan kebijakan pembangunan yang
berwawasan kesehatan
Lingkungan yang mendukung (Supportive
enviroment) ditujukan kepada para pemimpin
organisasi masyarakat serta pengelola tempat-tempat
umum untuk mengembangkan jaringan kemitraan dan
suasana mendukung.

Reorientasi pelayanan kesehatan (Reorient heath


service) bahwa penyelenggaraan pelayanan
kesehatan juga merupakan tanggung jawab bersama
antara pihak pemberi pelayanan dan pihak penerima
pelayanan
Ketrampilan individu (personal Skill) tiap
individu diharapkan mempunyai pengetahuan dan
kemampuan yang baik terhadap cara-cara memelihara
kesehatannya, mengenal penyakit-penyakit dan
penyebabnya, mampu mencegah penyakit, dan mampu
mencari pengobatan yang layak bila mereka atau anakanak mereka sakit

Gerakan masyarakat (Community action)


meningkatan kegiatan-kegiatan masyarakat
dalam mengupayakan peningkatan kesehatan
mereka

TUJUAN pendidikan KESehatan


(WHO)
1.
2.

3.

Menjadikan kesehatan sebagai sesuatu yang


bernilai dimasyarakat
Menolong individu agar mampu secara mandiri
atau berkelompok mengadakan kegiatan
untuk mencapai tujuan hidup sehat
Mendorong pengembangan dan penggunaan
sarana YanKes yang ada

SASARAN PROMOSI KESEHATAN


Sasaran primer : Masyarakat pada umumnya
dengan strategi pemberdayaan masyarakat
Sasaran sekunder : Tokoh masyarakat, tokoh
agama, tokoh adat dsb
Sasaran tersier : Para pembuat keputusan atau
penentu kebijakan baik di tingkat pusat maupun
daerah adalah sasaran tersier promkes

Ruang LINGKUP
PENDIDIKAN / promosi kesehatan
1.

Berdasar ASPEK Pelayanan kesehatan

Aspek PROMOTIF
Sasaran adl. orang2 sehat (peningkatan &
pembinaan agar tetap sehat )
Aspek PREVENTIF, KURATIF & REHABILITATIF
a. Pencegahan Tkt. Pertama (primary prevention)
sasaran: kel. Masy. Resiko tinggi (high risk)
Misal : Bumil, ibu menyusui, obesitas,
perokok dan pekerja seks

b. Pencegahan Tkt. Ke dua ( secondary

prevention)

Sasaran : penderita peny. Khronis dan


penderita peny. Degeneratif
c. Pencegahan tkt. Ke tiga ( tertiary

prevention)

Sasaran :kelomp. Penderita yg baru


sembuh (recovery) dari suatu peny.
agar tidak menjadi cacat atau
mengurangi kecacatan

2.

Berdasarkan Aspek Tatanan (Setting) atau


tempat pelaksanaan
Tatanan keluarga (rumah tangga)
Tatanan sekolah
Tempat kerja
Tempat tempat umum
Fasilitas pelayanan kesehatan (RS,
Puskesmas, Poliklinik dsb)

3.

Berdasarkan Tingkat pelayanan dilakukan


berdasarkan lima tingkat pencegahan dari
Leavel and Clark
a. Promosi kesehatan (Health Promotion)
b. Perlindungan Khusus (Specifik Protection)
c. Diagnosis dini dan pengobatan segera (Early
diagnosis and prompt treatment)
d. Pembatasan Cacat (Disability limitation)
e. Rehabilitasi (Rehabilitation)

SUB BIDANG KEILMUAN PROMOSI


KESEHATAN
1.

2.
3.

4.
5.

6.

Komunikasi
Dinamika kelompok
Pengembangan dan pengorganisasian
Masyarakat (PPM)
Pengembangan Kesehatan Masyarakat Desa
(PKMD)
Pemasaran Sosial
Pengembangan Organisasi

Pendidikan dan pelatihan


8. Pengembangan media (Tehnologi Promosi
Kesehatan)
9. Perencanaan dan evaluasi Promosi kesehatan
10. Antropologi Kesehatan
11. Sosiologi Kesehatan
7.

ISTILAH DALAM DIK - KES


1.

Penerangan Kesehatan
Memberi penjelasan u/ menimbulkan
perhatian, pengertian dan kesadaran
perseorangan dan masyarakat akan
kehidupan sehat
Petugas kes. hanya perlu memiliki ilmu
komunikasi

2.

Penyuluhan Kesehatan
Dilakukan dengan cara menyebarkan
pesan, menanamkan keyakinan
Masyarakat tidak hanya sadar, tahu
dan mengerti, tetapi juga mau dan
dapat melakukan suatu anjuran
Petugas Kesehatan selain memiliki
ilmu komunikasi juga dituntut
memahami

3.

Komunikasi, Informasi dan Edukasi


(KIE)
Terdapat adanya proses belajar
mengajar, dng maksud memberikan
ketrampilan

USAHA & TUJUAN Penyuluhan


Kesehatan Masyarakat
USAHA Penyuluhan Kes Mas
Membawa masyarakat u/ menyadari
perannya masing masing bagi
kesehatan pribadi, anggota keluarga
serta masy seluruhnya
Usaha menambah pengetahuan,
mengubah sikap serta mengarahkan PL

TUJUAN Penyuluhan Kesehatan Masyarakat


Menjadikan cara cara hidup sehat sbg.
Kebiasaan hidup masyarakat
Menggerakkan perorangan, kelompok serta
masyarakat, agar :
Berperan serta dlm usaha usaha kes.
Terutama program prioritas
Memanfaatkan fasilitas YanKes yg tlh
tersedia dan mengembangkannya
Tercapainya peningkatan derajad
kesehatan
bagi slrh lapisan masy.

PENDEKATAN PARTISIPASI
MASYARAKAT (PPM)

Pendahuluan
1976
DirJen BinKes RI
Pembangunan Kesehatan
Masyarakat Desa (PKMD)
Direktorat Penyuluhan Kes Mas
Pendekatan EDUKATIF
Kebijakan DIK KES

DEFINISI PPM
Partisipasi Masyarakat :
St tindakan atw keikut sertaan
seluruh anggota masyarakat dlm
memecahkan permasalahan
masyarakat tsb.
PPM dlm bid. Kesehatan :
aktif
Masyarakat
Memikirkan,
merencanakan, melaksanakan dan
mengevaluasi program kesehatan
masyarakat

DASAR & FILSAFAT PPM

DASAR : masyarakat dituntut


sumbangan, berupa TENAGA, DAYA,
PEMIKIRAN / IDE dan DANA

FILSAFAT : Terciptanya Pelayanan

Kesehatan DARI, UNTUK dan OLEH


masyarakat.

YANKES berdasarkan PPM dapat diciptakan


fasilitas kesehatan & tenaga kesehatan
berdasarkan : IDEALISME
1. COMMUNITY FIELD NEED
2. Organisasi YanKesMas berdasarkan PPM
3. Yan Kes dikerjakan oleh masyarakat sendiri
atas dasar SUKARELA

METODE PARTISIPASI
MASYARAKAT
1. Partisipasi timbulnya dari PAKSAAN
( Enforcement participation)

2. Partisipasi timbul dng. PERSUASI


dan EDUKASI ( dilandasi rasa
kesadaran )

PENDEKATAN EDUKATIF
dalam DIK KES

Pendekatan yg mempergunakan metoda


Pengorganisasian Masyarakat
( Community Organization) guna
mengembangkan , memacu

Proses PENYEBARAN (DESSIMINASI)


PEMANFAATAN (UTILISASI)

Pendekatan Edukatif yg BAIK :


1.
2.
3.

4.
5.
6.

Thp. Pendekatan thd FASKES


Thp. Pendekatan thd Masyarakat
Thp. Pengorganisasian Masyarakat
Thp. Pelaksanaan
Thp. Penilaian
Thp. Pembinaan, Pemantapan dan
Pengembangan.

NILAI PartisipASI MASYARAKAT


1.

2.
3.
4.
5.

6.

Merupakan cara yang terbaik dan murah


Dapat pula memecahkan masalah-masalah di
bidang lain
Membuat masyarakat bertanggung jawab thd
kesehatannya sendiri
Suatu usaha YANKES yg berkembang dari
bawah
Bersifat abadi atau langgeng
Memotivasi u/ belajar berorganisasi

ELEMEN PARTISIPASI
MASYARAKAT

Motivasi
2. Komunikasi
3. Kooperatif
4. Mobilisasi
1.

-----------------