Anda di halaman 1dari 15

Kriteria Impairment Minimal untuk Bermain Bulutangkis di Kursi Roda

Tipe Impairment fisik

Contoh kondisi
kesehatan cenderung
menyebabkan gangguan
tersebut

Kelas
WH 2 (keseimbangan bagus)

Kelas WH 1 (keseimbanagan
moderat-jelek)

Hipertonia
(ex: hemiplegia,
diplegia/quadriplegia,
monoplegia)
(cerebral palsy, stroke,
acquired brain injury,
multiple sclerosis)

Tonus otot tinggi


Inklusi: hipertonik/ tonus
otot tinggi

Spastik/ataxic/athetoid hemiplegia/
diplegia/ quadriplegia yang parah
pada ekstermitas bawah tetapi
ekstrmitas atas hanya ringan atau
bahkan tidak terganggu sama sekali

Spastik/ ataxic/ athetoid


hemiplegia/ diplegia/ quadriplegia/
quadripleg yang ditandai dengan
impairment yang ringan sampai
moderat dari alat gerak atas atau
trunk.

Ataxia
(Ataxia akibat cerebral
palsy, brain injury,
friedreichs ataxia, multiple
sclerosis, spinocerebellar
ataxia)

Eksklusi: tonus otot


rendah

Kontrol gerak volunter


Inklusi: hanya ataxia
Ekslusi: masalah dengan
kontrol gerak volunter
yang tidak sesuai dengan
deskripsi ataxia)

Atlet menunjukkan keterbatasan


fungsional berdasarkan pergerakan
spastisitas, ataxia, athetosis atau
distonik pada kaki yang
membutuhkan alat bantu berjalan.
Pergeseran pada CoG dapat
mengakibatkan hilangnya
keseimbangan contohnya usaha
untuk berputar atau berhenti dan
memulai gerakan. Bukti yang jelas
harus termasuk nilai spastisitas 3
pada kaki biasanya membuat kaki
atlet menjadi non fungsional untuk
ambulasi pada jarak yang panjang
tanpa bantuan alat bantu jalan.
Kursi roda biasanya dijadikan

Atlet menunjukkan keterbatasan


fungsional berdasarkan spastisitas,
ataxia, athetosis atau pergerakan
distonik dari alat gerak atas dan
atau trunk ketika melakukan
pertandingan atau latihan.

Athetosis
(chore, athetosis contoh:
karena cerebral palsy)

Kontraksi otot involunter


Inklusi: athetosis, chorea
Eksklusi: gangguan gerak
yang berhubungan dengan
tidur

pilihan untuk olahraga.

Defisiensi ekstremitas
(amputasi yang disebabkan
oleh trauma atau defisiensi
ekstremitas bawaan
(dysmelia))

Tidak adanya tulang atau


persendian pada
eksremitas bawah baik
total maupun parsial

Atlet harus mempunyai satu dari


kriteria dibawah ini:
1. Amputasi unilateral dibawah
kaki dengan ukuran stump tidak
lebih dari setengah tungkai atas
diukur dari kaki yang tidak
diamputasi dari SIAS sampai ke
bagian medial sendi lutut (mid
joint pada sisi medial)
*stump harus diukur dari SIAS
ke bagian akhir tulang pada sisi
medial (dengan palpasi)
2. Amputasi bilateral, satu
amputasi melewati atau diatas
lutut dan yang satu lagi dibawah
lutut (ankle hilang)
3. Kelainan bawaan yang setara

Kriteria sama dengan WH2


ditambah dengan adanya paling
tidak salah satu AGA dengan
kriteria minimal yang sama pada
tangan yang digunakan untuk
bermain dan tangan yang tidak
digunakan untuk bermain atau
dengan kriteria skoliosis (atau
kelainan spinal yang setara)
*kriteria skoliosis 600 (dengan Xray atau inclinometer)
Atau
Amputasi dibawah lutut bilateral

Impaired Passive Range


of Movement (PROM)
Defisit = normal PROM
dikurangi PROM hasil
pengukuran (hasil terbaik)
(arthrogryposis, ankylosis)

Mobilitas sendi (joint


mobility)
Ekslusi: hipermobilitas
sendi, capsulitis adhesiva

Keterbatasan PROM memenuhi


paling tidak 5 dari kriteria di bawah
ini:
kriteria #1 fleksi hip defisit > 450
kriteria #2 ekstensi hip defisit > 250
Kriteria #3 fleksi lutut defisit > 600
Kriteria #4 ekstensi knee defisit >
300
Kriteria #5 dorsi fleksi ankle
kurang dari atau sama dengan 100
dan
0

PROM maksimal ankle 10


Kriteria #6 plantar fleksi ankle
kurang dari atau sama dengan 200
dan PROM maksimal ankle 100

Kriteria sama dengan WH2


ditambah dengan paling tidak salah
satu dari ekstremitas atas dengan
kriteria minimal untuk tangan yang
digunakan untuk bermain dan
tangan yang tidak digunakan untuk
bermain atau skoliosis kriteria
Atau
Paling tidak 8 kriteria pada kedua
ekstremitas bawah
kriteria #1 fleksi hip defisit > 450
kriteria #2 ekstensi hip defisit > 250
Kriteria #3 fleksi lutut defisit > 600
Kriteria #4 ekstensi knee defisit >
300
Kriteria #5 dorsi fleksi ankle
kurang dari atau sama dengan 100
dan
PROM maksimal ankle 100
Kriteria #6 plantar fleksi ankle
kurang dari atau sama dengan 200
dan PROM maksimal ankle 100

Gangguan kekuatan otot/


impaired muscle power
(Kekuatan otot)

Spinal Cord Injury,


muscular dystrophy,
brachial plexus injury, erb
palsy, polio, spina bifida,
Guillian-Barre syndrome

Gangguan pada kekuatan otot yang


memenuhi 5 dari kriteria pada satu
ekstremitas bawah atau 4 di satu
tungkai dan 2 di tungkai yang lain
Kriteria #1 fleksor hip nilai otot 2
Kriteria #2 ekstensor hip nilai otot

Kriteria sama dengan WH2


ditambah dengan satu ekstremitas
atas dengan kriteria minimal yang
sma untuk tangan yang digunakan
bermain dan tangan yang tidak
digunakan bermain atau kriteria
skoliosis

2
Kriteria #3 abduktor hip nilai otot 2
Kriteria #4 adduktor hip nilai otot 2
Kriteria #5 ekstensor lutut nilai otot
2
Kriteria #6 fleksor lutut nilai otot 2
Kriteria #7 plantar fleksor ankle
nilai otot 2
Kriteria #8 dorsal fleksor ankle
nilai otot 2
Atau
Paraplegia complete L2 kebawah
(neurological L2)

Perbedaan panjang
Tungkai
SCOLIOSIS CRITERIA

Sebanding dengan defisiensi


ekstremitas

Atau
Paling tidak 14 kriteria pada kedua
tungkai bawah
Kriteria #1 fleksor hip nilai otot 2
Kriteria #2 ekstensor hip nilai otot
2
Kriteria #3 abduktor hip nilai otot 2
Kriteria #4 adduktor hip nilai otot 2
Kriteria #5 ekstensor lutut nilai otot
2
Kriteria #6 fleksor lutu nilai otot 2
Kriteria #7 plantar fleksor ankle
nilai otot 2
Kriteria #8 dorsal fleksor ankle
nilai otot 2
Atau
Paraplegia complete L1 dan keatas
(neurological L1)

Sebanding dengan defisiensi


ekstremitas

*pada WH2 keseimbangan trunk normal, sedangkan pada WH1 keseimbangann trunk moderat-buruk

KRITERIA IMPAIRMENT MINIMAL UNTUK BERMAIN BULUTANGKIS DENGAN BERDIRI PADA EKSTREMITAS BAWAH
Tipe Impairment Fisik

Contoh kondisi
kesehatan yang
menyebabkan gangguan
tersebut

Kelas SL4

Kelas SL3

Hipertonia
(ex: hemiplegia,
diplegia/quadriplegia,
monoplegia)

Tonus otot tingggi


Inklusi: hipertonia/ tonus
otot yang tinggi

Spastik/ ataxic/ athetoid


hemiplegia/ diplegia/ quadriplegia
pada AGB secara moderat tetapi
AGA tidak ada gangguan atau
hanya gangguan ringan.

Spastik/ ataxic/ athetoid


hemiplegia/ diplegia/
quadriplegia ditandai dengan
adanya gangguan pada
ekstremitas bawah tetapi
AGA tidak ada gangguan
atau hanya gangguan ringan.

(cerebral palsy, stroke,


acquierd brain injury,
multiple sclerosis)
Ataxia
(ataxia akibat cerebral
palsy, brain injury,
Friedreichs Ataxia,
multiple sclerosis,
spinocerebellar ataxia
Athetosis
(chorea, athetosis misalnya
karena cerebral palsy)

Eksklusi: touns otot


rendah

Kontrol gerak volunter


Inklusi: hanya ataxia
Eksklusi: masalah kontrol
gerak volunter yang tidak
sesuai deskripsi ataxia
Kontraksi otot involunter
Inklusi: athetosis, chorea
Eksklusi: gangguan gerak
yang berhubungan dengan
tidur

Ditunjukkan dengan adanya


keterbatasan fungsional dalam
bergerak berdasarkan spastisitas,
ataxia, athetoid atau distonia ketika
bertanding atau berlatih. Atlet
berjalan agak pincang tetapi masih
lebih lancar.

Bukti yang jelas harus menyertakan


spastisitas grade 1-2 pada
ekstremitas yang cacat (paling tidak
satu tungkai yang terkena/cacat).
Untuk tambahan, peerbedaan yang
jelas antara Pasif ROM cepat vs

Ditunjukkan dengan adanya


keterbatasan fungsional
dalam bergerak berdasarkan
spastisitas, ataxia, athetoid
atau distonia ketika
bertanding atau berlatih. Atlet
berjalan atau berlari dengan
pincang yang disebabkan
spastisitas pada ekstremitas
bawah.
Bukti yang jelas harus
menyertakan spastisitas grade
2-3 pada kedua tungkai yang
cacat. Perbedaan yang jelas
perlu ditunjukkan antara aktif
vs pasif ROM. Dengan

pasif ROM lambat perlu dilakukan. tambahan, perbedaan yang


Ditambah salah satu tanda dibawah jelas antara pasif ROM cepat
ini:
vs pasif ROM lambat perlu
1. Pola refleks UMN harus
dilakukan.
menunjukkan salah satu tanda
di bawah ini:
Atlet mempunyai kesulitan
dalam berjalan pada tumitnya
Unilateral babinski positif
Clonus unilateral yang jelas 4 Ditambah salah satu tanda
dibawah ini:
ketukan/ lebih
Refleks terasa lebih cepat atau 1. Pola refleks UMN harus
menunjukkan salah satu
perbedaan yang jelas antara
tanda di bawah ini:
tungkai kanan dan kiri
Unilateral babinski
2. Kontraksi irreguler (chorea) dan
positif
atau gerakan menggeliat
Clonus unilateral yang
(athetoid)
jelas 4 ketukan/ lebih
3. Perbedaan panjang tungkai dan
atau perbedaan ukuran otot
Refleks terasa lebih
lebih dari 2 cm
cepat atau perbedaan
4. Dysmetria atau dyssynergia
yang jelas antara tungkai
Pada monoplegia sendi hip harus
kanan dan kiri
terbatas pasif ROMnya atau
2. Kontraksi irreguler
terdapat perbedaan antara pasif
(chorea) dan atau gerakan
ROM dan aktif ROM
menggeliat (athetoid)
3. Perbedaan panjang
tungkai dan atau
Untuk ataxia atau athetoid, etlet
perbedaan ukuran otot
harus menunjukkan tanda-tanda
lebih dari 2 cm
disfungsi cerebellar yang jelas
4. Dysmetria atau
dengan adanya unkoordinasi
dyssynergia
ekstremitas bawah. Menunjukkan
Pada monoplegia sendi hip
adanya kesulitan moderat untuk
harus terbatas pasif
berhenti, memulai, berbalik,
ROMnya atau terdapat

keseimbangan dan gerakan


eksplosif

perbedaan
Dan mempunyai kesulitan
yang signifikan untuk
melompat dan
menyeimbangkan diri pada
tungkai yang cacat.
Ditambah salah satu tanda
dibawah ini:
1. Pola refleks UMN harus
menunjukkan salah satu
tanda di bawah ini:
Unilateral babinski
positif
Clonus unilateral yang
jelas 4 ketukan/ lebih
Refleks terasa lebih
cepat atau perbedaan
yang jelas antara tungkai
kanan dan kiri
2. Kontraksi irreguler
(chorea) dan atau gerakan
menggeliat (athetoid)
3. Perbedaan panjang tungkai
dan atau perbedaan ukuran
otot lebih dari 2 cm
4. Dysmetria atau
dyssynergia
Untuk ataxia atau athetosis,
atlet harus menunjukkan
tanda-tanda-tanda disfungsi

cerebellar yang jelas dengan


adanya unkoordinasi
ekstremitas bawah.
Menunjukkan adanya
kesulitan moderat untuk
berhenti, memulai, berbalik,
keseimbangan dan gerakan
eksplosif
Defisiensi ekstremitas
(amputasi akibat dari
trauma atau defisiensi
ekstremitas congenital
(dysmelia))

Tidak adanya tulang atau


sendi pada ekstremitas
bawah baik total maupun
parsial

Gangguan LGS Pasif

Mobilitas persendian

Defisit = normal Pasif LGS


dikurangi LGS pasif hasil
pengukuran (hasil
pengukurn terbaik)

Eksklusi: hipermobilitas
sendi, capsulitis adhesiva

(arthrogryposis, ankylosis)

Amputasi unilateral separuh dari


kaki, diukur pada kaki nonamputasi dari ujung ibu jari ke
aspek posterior calcaneus .
Defisiensi ekstremitas bawaan yang
setara

Gangguan pada LGS pasif


memenuhi 2 dari kriteria dibawah
ini
Kriteria #1 defisit fleksi hip > 450
Kriteria #2 defisit ekstensi hip >
250
Kriteria #3 defisit fleksi lutut > 600
Kriteria #4 defisit ekstensi knee >
300
Kriteria #5 dorsifleksi kurang dari
atau sama dengan 100 dan LGS

Amputasi unilateral sampai


atau diatas lutut (AK
Amputation)
Di bawah lutut dobel
amputasi
Defisiensi ekstremitas
bawaan yang setara atau
dysmelia dengan profil yang
sama.
Gangguan pada LGS pasif
memenuhi 4 dari kriteria
dibawah ini ada salah satu
atau kedua tungkai
Kriteria #1 defisit fleksi hip >
450
Kriteria #2 defisit ekstensi
hip > 250
Kriteria #3 defisit fleksi
knee > 600
Kriteria #4 defisit ekstensi

pasif maksimal ankle 100


Kriteria #6 plantar fleksi kurang
dari atau sama dengan 200 dan LGS
pasif maksimal ankle 100

knee > 300


Kriteria #5 dorsifleksi kurang
dari atau sama dengan 100
dan LGS pasif maksimal
ankle 100
Kriteria #6 plantar fleksi
kurang dari atau sama dengan
200 dan LGS pasif maksimal
ankle 100
Atau
Tiga kriteia diatas ditambah
Satu kriteria gangguan
kekuatan otot atau defisiensi
panjang tungkai sebesar 4cm

Gangguan kekuatan otot/


Impaired Muscle Power
(kekuatan otot)

Spinal cord injury,


muscular dystrophy,
cedera plexus brachialis,
erb palsy, polio, spina
bifida

Gangguan kekuatan otot harus


memenuhi 2 kriteria dari beberapa
kriteria di bawah ini pada salah satu
atau kedua tungkai:
Kriteria #1 flekor hip dengan nilai
otot 2
Kriteria #2 ekstensor hip nilai otot
2
Kriteria #3 abduktor hip nilai otot 2
Kriteria #4 adduktor hip nilai otot 2
Kriteria #5 fleksor lutut nilai otot 2
Kriteria #6 ekstensor lutut nilai otot
2

Gangguan kekuatan otot


memenuhi 4 kriteria dari
beberapa kriteria dibawah ini
pada salah satu atau kedua
tungkai
Kriteria #1 flekor hip dengan
nilai otot 2
Kriteria #2 ekstensor hip nilai
otot 2
Kriteria #3 abduktor hip nilai
otot 2
Kriteria #4 adduktor hip nilai
otot 2

Kriteria #7 plantar fleksor ankle


nilai otot 2
Kriteria #8 dorsal fleksor nilai otot
2

Kriteria #5 fleksor lutut nilai


otot 2
Kriteria #6 ekstensor lutut
nilai otot 2
Kriteria #7 plantar fleksor
ankle nilai otot 2
Kriteria #8 dorsal fleksor
nilai otot 2

Atau
Punggung dan torso: mengurangi
mobilitas bersifat permanen,
misalnya skolioss dengan hasil
pengukuran curva 600 dihitung
Atau
dengan metode Cobb. Bukti sinar X Tiga kriteria PROM ditambah
diperlukan
dengan satu kriteria gangguan
kekuatan otot atau defisiensi
panjang tungkai 4cm

Perbedaan panjang
tungkai

Perbedaan panjang tungkai kanan


dan kiri minimal 7cm
Pengukuran dilakukan pada aspek
inferior

Perbedaan panjang tungkai


yang setara dengan amputasi
tunggal dibawah lutut

KRITERIA IMPAIRMENT MINIMAL UNTUK BERMAIN BULUTANGKIS PADA POSISI BERDIRI DENGAN IMPAIRMENT
PADA EKSTREMITAS ATAS

Tipe Impairment Fisik

Hypertonia
(eg: hemiplegia, diplegia/
quadriplegia, monoplegia)
Cerebral palsy, stroke,
acquired brain injury,
multiple sclerosis

Contoh kondisi
kesehatan cenderung
menyebabkan gangguan
tersebut
Tonus otot tinggi
Inklusi: hipertonik/ tonus
otot yang tinggi
Eksklusi: tonus otot
rendah

Sport Class SU5


Non-playing Arm

Playing Arm

Spastik/ atxic/ athetoid hemiplegia/


diplegia/ monoplegia pada
ekstermitas atas secara moderat tapi
ekstremitas bawah hanya sedikit
terganggu

Jika hanyalengan yang bermain


mengalami penurunan maka
kriteria yang sama lengan yang
tidak bermain.

Menunjukkan keterbatasan dalam


fungsi berdasarkan spastisitas ,
ataksia , athetosis atau gerakan
distonik saat melakukan selama
pertandingan atau pelatihan.
Bukti yang jelas harus mencakup
spastisitas grade 1-2 pada AGA
yang cacat. Perbedaan yang jelas
perlu ditunjukkan dengan antara
aktif ROM vs pasif ROM
Selain itu, perbedaan pasif ROM
dan pasif ROM lambat perlu
dilakukan pemeriksaan
Ditambah
Pola refleks upper motor neuron
juga harus diperiksa

Clonus unilateral yang jelas dengan


4 beats atau lebih
Perbedaan refleks yang jelas pada
tangan yang bermain dan tangan
yang tidak bermain
Disdiadokokenesis
Dysinergi dan dysmetria
Pada lengan monoplegia harus ada
keterbatasan ROM.
Untuk ataxia dan athetosis atlet
harus menunjukkan tanda disfungsi
cerebellar yang gjelas ditunjukkan
dengan unkoordinasi AGA.

Defisiensi Ekstremitas
(amputasi akibat trauma
atau defisiensi ekstremitas
kongenital (dysmelia))

Ketiakadaan tulang atau


sendi baik parsial maupun
total pada sendi bahu,
ekstremitas atas

Untuk dapat berkompetisi di kelas


ini atlet harus mempunyai 1 dari
beberapa pola di bawah ini:
1.
Amputasi unilateral, melalui
atau diatas pergelangan tanagan
Artrodesis wrist joint tidak
(ex: tidak ada tulang carpal pada
termasuk kriteria
tangan)
2. Dysmelia unilateral dimana
panjang lengan yang terkena
diukur dari acromion sampai
ujung jari sama dengan atau lebih
pendek dari kombinasi panjang
humerus dan radius pada lengan
normal

Untuk dapat berkompetisi di


kelas ini atlet harus
mempunyai 1 dari beberapa
pola di bawah ini:
i) Amputasi total minimal 3 jari
kecuali ibu jari, dari minimal
sendi metacarpophalangeal
ii) Amputasi total minimal 4 jari
kecuali ibu jari, minimal dari
sendi metacarpophalangeal
yang memegang strapping
raket
iii)Amputasi ibu jari dan
emininesia tenar
iv) Kelainan kongenital yang
setara

Gangguan Pasif ROM


(PROM)
(arthrogryposis, ankylosis)

Joint mobility
Eksklusi; hipermobilitas
sendi, capsulitis adhesiva

Gangguan PROM unilateral pada


ekstremitas atas harus memenuhi 3
dari beberapa kriteria dibawah ini:
i) Abduksi bahu <600
ii)
Keterbatasan sendi bahu
pada gerakan fleksi kedepan
(600)
iii)Keterbatasan sendi bahu pada
gerakan ekstensi (200)
iv) Defisit ekstensi siku > 700
v) Ankylosis pada sendi siku > 800
fleksi
Artrodesis atau ankylosis tidak
masuk kualifikasi pada lengan yang
tidak digunakan untuk bermain

Gangguan Kekuatan Otot


(kekuatan otot)
Gunakan skala MRC

SCI, muscular dystrophy,


cedera plexus brachialis,
Erb palsy, polio, spina
bifida

Impairment unilateral pada


ekstermitas atas yang memenuhi 3
dari beberapa kriteria dibawah ini:
i)
Nilai otot abduktor bahu 2
ii) Nilai otot fleksor bahu 2

Memenuhi satu dari kriteria


dibawah ini:
i) Abduksi bahu < 900
ii) Forward fleksi bahu < 900
iii)Horizontal ekstensi bahu <
400
iv) Eksternal rotasi bahu
(ketika lengan abduksi 900)
mencapai < 600
v) Defisit ekstensi siku 450
atau ankylosis pada posisi
apa saja
vi) Ankylisis pergelangan
tangan 500 fleksi atau
ekstensi
vii)
4 jari apa saja dengan
keterbatasan 100 fleksi
dan ekstensi pada sendi
metacarpophalang
Memenuhi 1 dari beberapa
kriteria dibawah ini:
i) Nilai otot abduktor bahu 2
ii) Nilai otot fleksor bahu 2

Kriteria impairent minimal untuk bermain bulutangkis pada posisi berdiri untuk tubuh pendek
Physical Impairment Type
Bertubuh pendek
(achondroplasia atau yang lain)

Contoh kondisi kesehatan yang menyebabkan


terjadinya impairment
Ketidaknormalan dimensi tulang pada ekstremitas
atas dan bawah yang menyebabkan berkurangnya
standing height (tinggi pada posisi berdiri)

Sport Class SS6


Jika umur atlet dibawah 18 taun
atlet harus membuktikan adanya
diagnosis gangguan kromosom
yang berhubungan dengan tubuh
pendek. Atlet harus memenuhi
kriteria dibawah ini dan
pengukuran akan dilengkapi pada
setiap kompetisi sampai usia 18
tahub
Untuk pria;
- Tinggi (standing height)
maksimal kurang dari atau sama
dengan 145 cm dan
- Panjang lengan kurang dari atau
sama dengan 66 cm dan
- Jumlah standing height +
panjang lengan kurang dari atau
sama dengan 200 cm

Untuk wanita:
- Tinggi (standing height)
maksimal kurang dari atau sama
dengan 137 cm dan
- Panjang lengan 63 cm dan
- Jumlah standing height +
panjang lengan kurang dari atau
sama dengan 190 cm
Tinggi (standing height) maksimal: diukurpada posis berdiri, tanpa alas kaki, membelakangi tembok

Panjang lengan: diukur dari acromion sampai ujung jari, jari paling panjang, pada lengan yang paling panjang. Pengukuran dilakukan walaupun
ada kontraktur siku yang disebabkan berkurangnya panajng lengan pada lengan yang terpengaruh.