Anda di halaman 1dari 18

IDENTIFIKASI BAKTERI ENTEROBACTERIACEAE

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Escherichia coli
Klebsiella sp.
Salmonella sp.
Shigella sp.
Psedomunos sp.
Proteus sp.

1.Esherichia coli
2. Klebsiella sp
Media Identifikasi
Klebsielal dapat bumbuh dengan baik pada media pembenihan seperti pada media Blood
Agar Plate (BAP), Endo agar, dan Mac Conkey Agar Plate pad suhu 37C. Ciri-ciri
pertumbuhan koloni Klebsiella pada media-i media pembenihannya yaitu (Soemarno,2000);
a) Media Mac Conkay Agar (MCA)
Klebsiella pada media Mac Conkey memiliki ciri-ciri pertumbuhan yaitu memiliki koloni
besar-besar, smooth, cembung, berwarna merah muda sampai merah bata bersifat mucoid
yakni pada saat koloni diambil dengan ose akan kelihatan molor seperti tali atau benan
(elastic)
b) Media Endo Agar
Klebsiella pada media Endo agar memiliki ciri-ciri pertumbuhan yaitu memiliki koloni kecil
sampai besar, berwarna merah muda sampai merah tua,cembung dan mucoid.
c) Media BAP (Blood Agar Palte)
Klebsiella pada media BAP memiliki ciri-ciri pertumbuhan yaitu koloni besar, putih-abu-abu,
smooth, cembung, mucoid atau tidak, dan anhaemolytis.
d) Uji biokimia
Uji biokimia dilakukan untuk melihat karakteristik bakteri melalui reaksi biokimia, yang
biasa dilakukan diantaranya:

TSIA (Tripel Sugar Iron Agar)

Digunakan untuk identifikasi bakteri gram negatif batang, untuk melihat kemampuan meragi
glukosa dan sukrosa atau laktosa.

Fermentasi karbohidrat/gula-gula

Uji gula-gula dilakukan untuk menentukan kemampuan dari bakteri untuk menfermentasikan
beberapa jenis gula-gula seperti glukosa, laktosa, maltose, manitol dan sukrosa.

MR/VP (methyl red /voges proskauer)

Uji ini dilakukan untuk menentukan organisme yang memproduksi dan mengelola asam dan
produk-produknya dari hasil fermentasi glukosa, memperlihatkan kemampuan sistem buffer
dan menentukan organism yang menghasilkan prosuk netral (asetil metal karbinol atau
aseton) dari hasil fermentasi glukosa

SIM (sulfur, indol, motility)

Uji ini untuk mengetahui pergerakkan bakteri, produksi indol dan pembentukkan gas H2S

Simon Citrate (SCA)

Uji ini dilakukan untuk menentukkan bakteri yang menggunakan sitrat sebagai sumber karbon

Skema Identifikasi dan Isolasi Klebsiella

Identifikasi bakteri Klebsiella

24 jam/ 370C hari pertama:


Penanaman sampel pada media pemupuk BHIB

24 jam/ 370C hari kedua :


Pewarnaan gram dari koloni pada media BHIB
Penanaman pada media selektif MCA, ENDO, dan BAP

24 jam/ 370C hari ketiga:

Lakukan Pewarnaan gram dengan mengambil koloni yang


sesuai pada media MCA, NA, dan BAP.

Penanaman pada media TSIA, KIA, dan LIA.

Media yang sudah ditanami dimasukkan dalam incubator


selama 18-24 jam dengan suhu 37C.

24 jam/ 370C hari keempat:


Pwarnaan gram dengan mengambil koloni dari media
TSIA.
Penanaman pada media biokimia dan gula-gula

24 jam/ 370C hari kelima:


Amati perubahan yang terjadi pada media SIM, SCA, MR/VP, urea,
glukosa, laktosa, maltose, sukrosa, dan manitol.

Metode Kerja Identifikasi dan Isolasi Klebsiella


Alat dan Bahan
Alat yang dibutuhkan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :

Objek Glass
Ose bulat dan ose lurus
Lampu spiritus
Bak pewarnaan
Tabung reaksi
Mikroskop
Pipet tetes
Incubator
Korek gas

Bahan yang dibutuhkan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :


a)

Reagen

b)

Darah
NaCl 0,9 %
KOH 10%
Safranin
CGV (Carbol Gentian Violet)
Alcohol 96%
Lugol
Indicator methyl red
- naftol

Media

Media BHIB (Brain Heart Infussion Broth)


Media MCA (Mac Conkay Agar)
Media BAP (Bloo Agar Plate)
Media ENDO agar
Media SIM (Sulfur Indol Motility)
Media Urea
Media MR/VP
Media SCA (Simon Citrat Agar)
Media Gula-gula (glukosa, sukrosa, maltose, laktosa, dan amnitol)

Metode Kerja
Langkah-langkah dalam pemeriksaan bakteri Klebsiella adalah sebagai berikut :
Hari pertama (I)
Penanaman sampel pada media pemupuk BHIB
1)

Ambil urine lalu centrifuge selama 15 menit.

2)
Buang supernatanya. Dengan menggunakan ose ambil endapan dan tanam pada media
BHIB.
Di incubator selama 18-24 jam pada suhu 37C.

3)

Hari Kedua (II)


1)

Lakukan pewarnaan gram

2)

Ambil suspensi bakteri pada BHIB.


Buat apusan pada objek glass yang bersih dan bebas lemak. Setelah kering, fiksasi
sediaan.
Warnai sediaan dengan CGV selama 1-2 menit kemudian bilas dengan air mengalir.
Tetesi sediaan dengan lugol selama 45 detik-1 menit, bilas dengan air mengalir.
Lunturkan sediaan dengan alcohol 96% sampai warna luntur, bilas dengan air.
Tetesi sediaan zat warna safranin selam 1 menit, bilas dengan air.
Setelah preparat kering, amati dibawah mikroskop dengan perbesaran objektif 100.
Penanaman pada media selektif MCA, ENDO, dan BAP

Dengan menggunakan ose steril ambil suspensi bakteri pada BHIB lalu goreskan
dipermukaan media MCA, ENDO, dan BAP.
Incubator selama 18-24 jam dengan suhu 37C.

Hari Ketiga (III)

Lakukan Pewarnaan gram dengan mengambil koloni yang sesuai pada media MCA,
ENDO, dan BAP.
Penanaman pada media TSIA, KIA, dan LIA. Dengan menggunakan ose lurus (nahl),
tusuk media TSIA, KIA, dan LIA sampai dasar tabung dan buat goresan pada daerah
miring.
Media yang sudah ditanami dimasukkan dalam incubator selama 18-24 jam dengan
suhu 37C.
Hari keempat (IV)

Lakukan pewarnaan gram dengan mengambil koloni dari media TSIA, KIA dan LIA.

Penanaman pada media biokimia dan gula-gula. Dengan koloni yang sama, ambil dan
tanam pada media biokimia (SIM, SCA, urea, dan MR/VP), dan gula-gula (glukosa,
sukrosa, maltose, manitol, dan laktosa)
Hari kelima (V)

Amati perubahan yang terjadi pada media SIM, SCA, MR/VP, urea, glukosa, laktosa,
maltose, sukrosa, dan manitol.

Untuk media SIM tabahkan dengan reagen covacs 2-3 tetes.


Untuk media MR ditetesi dengan indicator Methyl Red 3 tetes.
Untuk media VP ditetesi dengan KOH 10% 4 tetes dan - naftol 12 tetes.

Hasil pengamatan disesuaikan dengan tabel biokimia untuk menentukan jenis bakteri.
3. Salmonella sp
Metode Analisa Pemeriksaan Salmonella ISO 6579:2002

Peralatan:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

Autoclave
Oven
Incubator
Water bath
Loop
Tabung reaksi
Pipet
Cawan petri
Timbangan
Spiritus
Sendok steril

Bahan/ media:
1. Buffered peptone water (BPW)
2. Rappaport-Vassilliadis medium with soya (RVS broth)
3. Muller-Kauffmann tetrathionate novobiocin broth (MKTTn broth)
4. Xylose lysine deoxycholate agar (XLD agar)
5. Briliant green agar (BGA)
6. Nutrient agar
7. Triple sugar/ iron agar (TSI agar)
8. Urea agar (Christensen)
9. L-lysine decarboxylation medium
10. Reagent detection of -galactosidase
11. Reagent for voges-proskauer (VP) reaction
12. Reagent indole reaction
13. Semi-solid nutrient agar
14. Physiological saline solution

Langkah kerja:
1.

2.

3.
4.
5.

6.

7.
8.

Campurkan 225 ml BPW dengan 25 gram sampel uji di plastic steril. Lakukan
homogenisasi dengan stomacher selama minimal 30 detik. Inkubasi dalam incubator
selama 18 jam 2 jam pada suhu 37oC 1oC.
Pindahkan 0,1 ml kultur dengan BPW ke dalam tabung berisi 10 ml RVS broth.
Inkubasi dalam incubator pada suhu 41,5oC 1oC selama 24 jam 3 jam. Pindahkan
1 ml kultur dengan BPW ke dalam tabung berisi MKTTn broth. Inkubasi dalam
incubator pada suhu 37oC 1oC selama 24 jam 3 jam.
Setelah masa inkubasi, inokulasikan kultur dengan RVS broth pada 2 cawan petri
berisi XLD agar dan 2 cawan petri berisi BGA agar.
Inokulasikan kultur dengan MKTTn broth pada 2 cawan petri berisi XLD agar dan 2
cawan petri berisi BGA.
Balikan semua cawan petri. Inkubasikan cawan perti berisi media XLD dengan suhu
37oC selama 24 jam 3 jam dan cawan petri berisi BGA dengan suhu 35oC selama
18-24 jam.
Setelah waktu inkubasi, periksa cawan petri untuk kehadiran Salmonella atau koloni
lain. Koloni Salmonella yang tumbuh di XLD agar memiliki pusat hitam dan zona
transparan ringan kemerah-merahan.
* Salmonella paratyphi A yang tumbuh di XLD berwarna pink dengan pusat pink
gelap sedangkan Lactose-positif Salmonella berwarna kuning denga atau tanpa
pengelapan.
Koloni Salmonella yang tumbuh pada BGA berwarna merah/ pink/ putih buram
dikelilingi dengan zona merah.
Untuk melakukan konfirmasi, inokulasi koloni yang dicurigai sebagai Salmonella
yang tumbuh pada media XLD maupun BGA masing-masing pada Nutrient agar.
Inkubasi pada suhu 37oC 1oC selama 24 jam 3 jam.
Lakukan konfirmasi biokimia:
Inokulasikan koloni kultur pada media Nutrient agar pada TSI agar. Inkubasi pada
suhu 37oC 1oC selama 24 jam 3 jam.
Interpretasi dari hasil yang muncul:
Pada dasar
kuning = Glukosa (+) (digunakan)
merah/ tidak berubah = glukosa (-) (tidak digunakan)
hitam = pembentukan hidrogen sulfide
gelembung/ retakan = pembentukan gas dari glukosa
Pada area miring
kuning = (+) sukrosa/ laktosa
merah/ tidak berubah = (-) sukrosa/ laktosa
*Kultur Salmonella menunjukkan warna merah pada area miring dan kuning dengan
pembentukan gelembung dan gas hidrogen sulfide (agar menjadi mengelap).
*Lactose-positif Salmonella menunjukkan warna kuning pada area miring.
Inokulasikan kultur pada media Nutrient agar pada area miring. Inkubasi pada suhu
37oC 1oC selama 24 jam 3 jam.

Jika reaksi positif, terjadi pemisahan urea dan ammonia sehingga terjadi perubahan
warna phenol dari merah ke pink, dan kelamaan menjadi merah ceri. Reaksi umunya
muncul setelah 2-4 jam.
Inokulasikan kultur pada media Nutrient agar pada L-lysine decarboxylation
medium. Inkubasi pada suhu 37oC 1oC selama 24 jam 3 jam. Reaksi positif
ditunjukkan dengan kekeruhan dan warna ungu, sedangkan reaksi negatif fitunjukkan
dengan warna kuning.
Pindah kultur pada media Nutrient agar ke dalam tabung berisi 0,25 ml larutan
saline dengan menggunakan loop. Tambahkan 1 tetes toluene dan kocok tabung.
Simpan tabung dalam water bath dengan suhu 37oC selama 5 menit. Tambahkan
0.25 ml reagent -galatosidase dan kocok. Simpan tabung di dalam water bath dengan
suhu 37oC selama 24 jam 3 jam. Reaksi positif ditandai dengan munculnya warna
kuning, reaksi muncul setelah 20 menit.
Pindah kultur pada media Nutrient agar ke dalam tabung berisi 3 ml VP medium.
Inkubasi pada suhu 37oC 1oC selama 24 jam 3 jam. Tambahkan 2 tetes larutan
creatine, 3 tetes larutan ethanolic 1-naphtol, dan 2 tetes larutan potassium hydroxide,
kocok setiap penambahan setiap reagen. Reaksi positif dalam waktu 15 menit ditandai
dengan pembentukan warna merah atau merah terang.
Inokulasikan kultur pada media Nutrient agar pada tabung berisi 5 ml tryptone.
Inkubasi pada suhu 37oC 1oC selama 24 jam 3 jam. Setelah inkubasi, tambahkan
1 ml reagen kovacs. Reaksi positif ditandai dengan pembentukan cincin merah,
sedangkan reaksi negatif ditandai dengan pembentukan cincin kuning kecoklatan.
Dari serangkaian data reaksi uji konfirmasi, interpretasi dapat dilihat pada tabel di
bawah ini:

Lakukan konfirmasi serological:


o Eliminasi auto-agglutinable strains: Teteskan 1 tetes larutan saline ke slide
kaca yang telah dibersihkan dengan hati-hati. Tambahkan di tetesan tersebut
menggunakan loop, bagian dari koloni yang akan diuji. Aduk dengan lembut
selama 30-60 detik. Amati hasil dengan latar belakang gelap, sebaiknya
dengan bantuan kaca pembesar. Jika bakteri telah mengelompok menjadi

satuan, koloni dianggap mengalami auto-agglutinable, dan tidak perlu


dilakukan tes berikut karena deteksi antigen tidak berhasil.
Pemeriksaan O-antigen: Teteskan 1 tetes anti-O serum ke slide kaca yang
telah dibersihkan dengan hati-hati, ambil satu koloni murni yang nonautoagglutinating, dengan menggunakan loop. Aduk dengan lembut selama
30-60 detik. Jika aglutinasi terjadi, reaksi dianggap positif.
Pemeriksaan antigen Vi: Teteskan 1 tetes serum anti-Vi ke slide kaca yang
telah dibersihkan dengan hati-hati, ambil satu koloni murni yang nonautoagglutinating, dengan menggunakan loop. Aduk dengen lembut selama
30-60 detik. Jika aglutinasi terjadi, reaksi dianggap positif.
Pemeriksaan antigen H: Inokulasi koloni murni yang non-auto-agglutinable
pada semi-solid nutrient agar. Inkubasi pada suhu 37 C 1 C selama 24
jam 3 jam. Gunakan kultur ini untuk pemeriksaan untuk antigen H, dengen
meneteskan 1 tetes serum antigen H ke slide kaca yang telah dibersihkan
dengan hati-hati, ambil satu koloni murni yang non-autoagglutinating, dengan
menggunakan loop. Aduk dengan lembut selama 30-60 detik. Jika aglutinasi
terjadi, reaksi dianggap positif.
Interpretasi dari reaksi biokimia dan serologic

4. Shigella sp
5. Psedomonas sp

6. Proteus sp
SKEMA IDENTIFIKASI DAN ISOLASI BAKTERI PROTEUS,SP

Identifikasi bakteri proteus,sp

24 jam/ 370C hari pertama:


Penanaman sampel pada media pemupuk BHIB

24 jam/ 370C hari kedua :


Pewarnaan gram dari koloni pada media BHIB
Penanaman pada media selektif MCA, ENDO, dan BAP

24 jam/ 370C hari ketiga:

Lakukan Pewarnaan gram dengan mengambil koloni yang sesuai


pada media MCA, NA, dan BAP.

Penanaman pada media TSIA.

Media yang sudah ditanami dimasukkan dalam incubator


selama 18-24 jam dengan suhu 37C.

25 jam/ 370C hari keempat:


Pwarnaan gram dengan mengambil koloni dari media
TSIA.
Penanaman pada media biokimia dan gula-gula

24 jam/ 370C hari kelima:


Amati perubahan yang terjadi pada media SIM, SCA, MR/VP,
urea, glukosa, laktosa, maltose, sukrosa, dan manitol.

Alat
Alat yang dibutuhkan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :

Objek Glass
Ose bulat dan ose lurus
Lampu spiritus
Bak pewarnaan
Tabung reaksi
Mikroskop
Pipet tetes
Incubator
Korek gas

Bahan
Bahan yang dibutuhkan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut :
a)

Reagen
-

Push (nanah)
NaCl 0,9 %
KOH 10%
Safranin
CGV (Carbol Gentian Violet)
Alcohol 96%
Lugol
Indicator methyl red
- naftol

b) Media
-

Media BHIB (Brain Heart Infussion Broth)


Media MCA (Mac Conkay Agar)
Media BAP (Bloo Agar Plate)
Media Nutrien Agar (NA)
Media SIM (Sulfur Indol Motility)
Media Urea
Media MR/VP
Media SCA (Simon Citrat Agar)
Media Gula-gula (glukosa, sukrosa, maltose, laktosa, dan amnito)

Metode Kerja
Langkah-langkah dalam pemeriksaan bakteri Proteus adalah sebagai berikut :
1.

Hari pertama (I)

Penanaman sampel pada media pemupuk BHIB

Ambil push(nanah) baik pada jerawat ataupun bisul menggunakan cutton bath yang
telah dipotong dua. Masukkan dalam media BHIB.
Di incubator selama 18-24 jam pada suhu 37C.

2.

Hari Kedua (II)

1)

Lakukan pewarnaan gram

2)

Ambil suspensi bakteri pada BHIB.


Buat sediaan pada objek glass yang bersih dan bebas lemak. Setelah kering, fiksasi
sediaan.
Warnai sediaan dengan CGV selama 1-2 menit kemudian bilas dengan air mengalir.
Tetesi sediaan dengan lugol selama 45 detik-1 menit, bilas dengan air mengalir.
Lunturkan sediaan dengan alcohol 96% sampai warna luntur, bilas dengan air.
Tetesi sediaan zat warna safranin selam 1 menit, bilas dengan air.
Setelah preparat kering, amati dibawah mikroskop dengan perbesaran objektif 100.
Penanaman pada media selektif MCA, ENDO, dan BAP

3.

Dengan menggunakan ose steril ambil suspensi bakteri pada BHIB lalu goreskan
dipermukaan media MCA, NA, dan BAP.
Incubator selama 18-24 jam dengan suhu 37C.
Hari Ketiga (III)

4.

Lakukan Pewarnaan gram dengan mengambil koloni yang sesuai pada media MCA,
NA, dan BAP.
Penanaman pada media TSIA. Dengan menggunakan ose lurus (nahl), tusuk media
TSIA sampai dasar tabung dan buat goresan pada daerah lereng.
Media yang sudah ditanami dimasukkan dalam incubator selama 18-24 jam dengan
suhu 37C.
Hari keempat (IV)

Lakukan pewarnaan gram dengan mengambil koloni dari media TSIA.


Penanaman pada media biokimia dan gula-gula. Dengan koloni yang sama, ambil dan
tanam pada media biokimia (SIM, SCA, urea, dan MR/VP), dan gula-gula (glukosa,
sukrosa, maltose, manitol, dan laktosa)

5.

Hari kelima (V)

Amati perubahan yang terjadi pada media SIM, SCA, MR/VP, urea, glukosa, laktosa,
maltose, sukrosa, dan manitol.

Untuk media SIM tabahkan dengan reagen covacs 2-3 tetes.


Untuk media MR ditetesi dengan indicator Methyl Red 3 tetes.
Untuk media VP ditetesi dengan KOH 10% 4 tetes dan - naftol 12 tetes.

Pembahasan
Hari kedua (II)
Bakteri berbentuk bacil dan streptobacil. Bakteri berwarna merah artinya bakteri luntur pada
pelunturan dengan alcohol, namun mampu mengikat zat warna pembanding yaitu safranin
sehingga berwarna merah.
Hari ketiga (III)
a)

Media Mac Conkay Agar (MCA)

Pada media MCA didapatkan pertumbuhan koloni yaitu memiliki ciri-ciri koloni sedang
besar, smooth, menjalar atau tidak, jika menjalar permukaan oloni rought (kasar). Koloni
berwarna putih atau merah muda disebabkan karena bakteri tidak mampu memecah laktosa
pada media.
b)

Media BAP (Blood Agar Plate)

Pada media BAP didapatkan hasil pertumbuhan koloni yaitu memiliki ciri-ciri koloni sedangbesar, smooth, keeping, ada yang menjalar dan ada yang tidak menjalar. Warna koloni adalah
abu-abu. Tidak terbentuk zona disekitar koloni karena tidak terjadi hemolisis (anhaemolytis)
Hari keempat (IV)
Hasil pada penanaman di media TSIA :

Dasar pada media TSIA mengalami perubahan dari warna merah menjadi warna
kuning. Hal tersebut menandakan bahwa bakteri mampu memfermentasikan glukosa
pada media sehingga terbentuk suasana asam. Sedangkan pada lereng media tidak
mengalami perunahan (tetap berwarna merah) . hal tersebut menandakan bahwa
bakteri tidak mampu menfermentasikan laktosa atau sukrosa atau keduanya sehingga
tidak tercipta suasana asam.
Tidak endapan hitam pada media yang menandakan bahwa bakteri memiliki enzim
desulfurase. Enzim tersebut digunakan menghidrolisis asam amino dengan gugus
samping SH sehingga akan menghasilkan H2S yang bereaksi dengan FeSO4 dan
membentuk endapan hitam FeS.
Adanya ruangan kosong atau udara pada media menandakan bahwa bakteri mampu
menghasilkan gas.

Hari kelima (V)

Gula-gula

Positi : Hasil positif didapatkan pada beberapa gula-gula yang digunakan yaitu glukosa, dan
sukrosa. Hasil positif ditandai dengan adanya perubahan warna indicator yang terdapat dalam
media ini yaitu dari biru menjadi kuning. Perubahan warna tersebut disebabkan karena
bakteri yang tumbuh di dalamnya mampu memfermentasikan gula-gula tersebut berupa
produk asam.
Negatif : Hasil negative diperoleh dari gula-gula seperti laktosa, maltose dan manitol. Hasil
negative ditandai dengan tidak adanya perubahan warna pada media gula-gula (tetap
berwarna biru). Hal tersebut menandakan bahwa bakteri tidak mampu memfermentasikan
gula-gula tersebut ehingga tidak terbentuk suasana asam.

SIM :
-

S (sulfur) : Bakteri menghasilkan sulfur. Hal ini ditandai dengan terbentuknya


endapan hitam pada media, karena bakteri ini mampu mendesulfurasi cysteine
yang terkandung dalam media SIM.
I (indol) : Reaksi indol hanya bisa dilihat ketika pertumbuhan bakteri pada media
ini ditambahkan dengan reagen Covacs. Indol dikatakan positif jika terdapat
cincin merah pada permukaannya. Warna merah dihasilkan dari resindol yang
merupakan hasil reaksi dari asam amino tryptopan menjadi indol dengan
penambahan Covac's. Bakteri yang mampu menghasilkan indol menandakan
bakteri tersebut menggunakan asam amino tryptopan sebagai sumber carbon. Pada
hasil pengamatan diperoleh Indol negatif sehingga dapat disimpulkan bakteri yang
tumbuh tidak menggunakan asam amino tryptopan sebagai sumber carbonnya.
M (motility) : Pergerakan bakteri dapat terlihat pada media ini berupa berkas putih
di sekitar tusukan. Adanya pergerakan ini bisa dilihat karena media SIM
merupakan media yang semi solid. Pada hasil pengamatan diperoleh motility
positif. Hal ini menandakan bakteri mempunyai alat gerak dalam proses
pertumbuhannya.
MR : setelah ditambahkan dengan indicator metil red, media berubah menjadi merah.
Berarti terjadi fermentasi asam campuran (asam laktat, asam asetat, dan asam formiat)
oleh bakteri.
VP : setelah penambahan KOH 10 % dan -nafto 1 %, warna media tidak mengalami
perunahan. Ini disebabkan bakteri tidak memfermentasikan butanadiol oleh bakteri.
Urease : hasil yang didapatkan adalah positif sebab terjadi perubahan warna dari kuning
menjadi merah muda. Artinya bakteri dapat menghidolisis urea dan membentuk
ammonia dengan terbentunya wana merah muda karena adanya indicator phenol red.
Simmons Citrate didapatkan hasil positif(+), sebab terjadi perubahan warna pada media
yakni dari hijau menjadi biru. Ini disebabkan bakteri Proteus merupakan salah satu

spesies yang menggunakan sitrat sebagai sumber karbon untuk metabolisme dengan
menghasilkan suasana basa.

Shigella sp.
Shigella sp. merupakan bakteri yang berbentuk batang dan dimasukkan ke dalam
kelompok gram negatif . bakteri ini bersifat pathogen. Yang umum diketahui ialah bakteri
Shigella dysentriae yang menyebabkan penyakit disentri. Shigella menunjukkan hasil negatif
pada Voges Proskauer dan Simmons citrat. Bereaksi positif pada seluruh jenis gula artinya
dapat mengkatabolis karbohidrat tanpa menghasilkan gas. Shigella tidak dapat menghidrolisis
urea dan negatif terhadap tes Indol.sedangka terhadap Methyl red menunukkan hasil yang
positif. Suhu optimumnya ialah 37o C. Tidak berkembangbiak pada KCN dan tidak
menghasikan H2S, artinya negatif terhadap TSIA. Contoh spesies bakteri ini antara lain:
Shigella dysentriae, Shigella flexneri, Shigella boydii, Shigella sonnei. (Holt et al., 1994)
Shigella ialah bakteri pathogen yang berbentuk batang dan tidak dapat begerak (nonmotil) hal ini ditunjukkan dengan tes pada agar semi-solid yang ditandai dengan tumbuhnya
bakteri hanya pada daerah tusukkan saja. Shigella merupakan bakteri gram negatif dan tidak
mengahasilkan gas hal ini ditunjukkan pada uji penanaman di media gula-gula. Pada tabung
durham tidak terdapat gas di dalamnya, artinya bakteri ini tidak menghasilkan gas apapun.
Walaupun tidak dihasilkan gas pada tabung durham tetap Shigella menunjukkan hasil yang
positif terhadap media gula glukosa, laktosa, maltosa, dan sakarosa. Tetapi negatif untuk gula
mannosa. Menurut teori pada media gula mannosa Shigella menunjukkan hasil yang positif.
Untuk tes IMViC pada media Indol Shigella menunjukkan hasil yang bervariatif tapi pada
percobaan ini uji indol menunjukkan hasil negatif ditandai dengan warna bening persis
seperti warna awal media. Sedangkan pada media Voges Proskauer, dan Simmons citrate
adalah negatif. Tetapi pada percobaan tes menggunakan media Voges Proskauer
menunjukkan hasil yang positif ditandai adanya warna merah agak muda yang artinya bakteri
ini dapat tumbuh pada pH asam.Methyl red menunjukkan hasil positif sama halnya dengan
teori pada Bergeys manual determinative bacteriology ninth edition. Pada uji H2S yaitu
media TSIA hasilnya negatif karena tidak diikuti dengan pembentukkan cincin merah yang
menandakan suatu bakteri dapat menghasilkan H2S. Artinya Shigella tidak dapat membentuk
H2S. Shigella tidak memilki kemampuan untuk menghidrolisis urea, hal ini dapat ditunjukkan
degan test pada media urea yang menunjukkan hasil yang negatif. Dari analisis di atas dapat
disimpulkan bahwa bakteri di atas ialah Shigella. (Holt et al., 1994)

Isolasi dan Identifikasi Bakteri Shigella sp. (Disentri Bassiler)


Shigella dysenteriae

Shigella flexneri

Shigella boydii

Shigella sonnei

Pengambilan Sampel : sampel murni yang digunakan pada


isolasi bakteri shigella sp adalah feses / rectal swab

Ditanam pada media pemupuk : Nutrient Broth (diinkubasi dalam 24


jam suhu 37oC) kecuali Shigella sonnei dapat tumbuh pada suhu 45oC

Ditanam pada media selektif : Salmonella Shigella Agar


(SSA) inkubasi selama 24 jam suhu 37oC
Hasil Pengamatan
Warna Koloni /
Putih, jernih,
Morfologi Koloni
transparan
Permukaan Koloni Cembung
Pinggir Koloni
Bulat rata
Ukuran Koloni
Sedang besar
Pengamatan mikroskopik membuat sediaan
objek glass dengan pewarnaan Gram

Hasil Pengamatan : ditemukan


bakteri basil berwarna merah yang
menunjukkan bakteri gram negatif
yang merupakan Shigella sp

Ditanam pada media differensial : Mac. Conkey agar


diinkubasi dalam waktu 24 jam suhu 37oC

Hasil Pengamatan : Koloni tidak


berwarna, jernih, keeping, sedang,
bulat, smooth.

Identifikasi bakteri dengan uji IMVIC, triple sugar iron


agar (TSIA), Kiggler Iron Agar (KIA) dan uji gula-gula.

Identifikasi Bakteri Shigella sp

UJI BIOKIMIA

Uji KIA (Kiggler Iron Agar)


diinkubasi 24 jam suhu 37oC

Uji TSIA (Triple Sugar Iron Agar)


diinkubasi 24 jam suhu 37oC

Hasil Pengamatan
Sleng / lereng
Merah (Alkali)
Batton (Dasar)
Kuning (Acid)
Gas
Negatif (-)
H2S
Negatif (-)

Hasil Pengamatan
Sleng / lereng
Merah (Alkali)
Batton (Dasar)
Kuning (Acid)
Gas
Negatif (-)
H2S
Negatif (-)

NB : Pada uji TSIA / KIA tidak membentuk H2S kecuali pada Shigella flexneri

Uji IMVIC

Uji Indol
Uji MR
Uji VP
Uji SIM
Uji Simon sitrat

Uji IMVIC
Negatif (-)
Positif (+)
Negatif (-)
Negatif (-)
Negatif (-)

Uji Gula-gula

Glukosa
Laktosa
Sukrosa
Manitol

Uji Gula-gula
Negatif (-)
Negatif (-)
Negatif (-)
Negatif (-)

NB : Pada uji gula-gula tidak memecah laktosa dan


manitol kecuali Shigella sonei meragi laktosa dan
manitol secara lambat

Uji Indol

Uji MR
Uji VP

Uji SIM

UJI IMVIC
(-) Hasil uji indol yang diperoleh negatif karena tidak terbentuk lapisan (cincin)
berwarna merah muda pada permukaan biakan, artinya bakteri ini
tidak membentuk indol dari tryptopan sebagai sumber karbon
(+) Hasil positif, karena terbentuk warna merah pada media menunjukkan bakteri
mampu memfermentasikan karbohidrat menghasilkan asam campuran
(-) Hasil negatif, karena tidak terbentuk warna merah pada medium setelah
ditambahkan -napthol dan KOH, artinya hasil akhir fermentasi bakteri inibukan
asetil metil karbinol (asetolin)
(-) Hasil yang diperoleh pada uji ini adalah negatif, hal ini terlihat tidak adanya
penyebaran yang berwarna putih seperti akar disekitar inokulasi. Hal ini
menunjukan tidak adanya pergerakan dari bakteri yang diinokulasikan, yang
berarti bahwa bakteri ini tidak memiliki flagella. Dari uji juga terlihat tidak ada

Uji Simon Sitrat

Glukosa
Laktosa
Maltosa
Manitol

warna hitam, yang berarti bakteri ini tidak menghasilkan Hidrogen Sulfit (H2S)
(-) Hasil uji Simon sitrat negative berwarna tetap hijau tidak terjadi warna merah
lembayung yang menunjukkan tidak mampunya organisme enteric
memfermentasi sitrat sebagai sumber karbon
UJI GULA-GULA
(-)Tidak terjadi perubahan warna media dari merah menjadi kuning. Artinya
kuman tidak memfermentasi gula
(-)Tidak terjadi perubahan warna media dari merah menjadi kuning. Artinya
kuman tidak memfermentasi gula
(-)Tidak terjadi perubahan warna media dari merah menjadi kuning. Artinya
kuman tidak memfermentasi gula
(-)Tidak terjadi perubahan warna media dari merah menjadi kuning. Artinya
kuman tidak memfermentasi gula