Anda di halaman 1dari 2

Latar belakang MONEV

Kawasan Strategis Nasional (KSN) Perkotaan berdasar PP Nomor: 26 Tahun 2008 Tentang
Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) merupakan salah satu kawasan strategis nasional yang
ditetapkan dari sudut kepentingan ekonomi, memiliki kriteria antara lain: a) Memiliki potensi ekonomi cepat
tumbuh, b) Memiliki sektor unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional, c)
Memiliki potensi ekspor, d) Didukung jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi, e)
Memiliki kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi, f) Berfungsi untuk mempertahankan
tingkat produksi pangan nasional dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional, g) Berfungsi
untuk mempertahankan tingkat produksi sumber energi dalam rangka mewujudkan ketahanan energi
nasional; dan h) berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan kawasan tertinggal.
KSN Perkotaan dari sudut kepentingan ekonomi terdiri atas Kawasan Perkotaan
Jabodetabekpunjur,

Kawasan

Perkotaan

Cekungan

Bandung,

Kawasan

Perkotaan

Kedung

Sepur,Kawasan Perkotaan Gerbangkertosusila, Kawasan Perkotaan Mebidangro, Kawasan Perkotaan


Sarbagita, dan Kawasan Perkotaan Mamminasata. Saat ini dari 7 (tujuh) KSN Perkotaantersebut, 4
(empat) KSN Perkotaan Rencana Tata Ruang (RTR) nya telah ditetapkan dengan Peraturan Presiden
(Perpres), yakni Perpres No. 54 Tahun 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jakarta, Bogor, Depok,
Tangerang, Bekasi, Puncak, Cianjur (Perpres Jabodetabekpunjur), Perpres No. 45 Tahun 2011Tentang
RTR Kawasan Perkotaan Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan (Perpres Sarbagita), Perpres No. 55
Tahun 2011 Tentang RTR Kawasan Perkotaan Makassar, Maros, Sungguminasa, Takalar (Perpres
Mamminasata), dan Perpres No. 62 Tahun 2011 Tentang RTR Kawasan Perkotaan Medan, Binjai, Deli
Serdang, Karo (Perpres Mebidangro). Sedangkan KSN Perkotaan Cekungan Bandung, Kedung Sepur,
dan Gerbangkertosusila Rencana Tata Ruangnya akan ditetapkan dengan Peraturan Presiden pada
tahun 2014.
Dalam rangka mempercepat implementasi Rencana Tata Ruang KSN Perkotaan tersebut di atas
dan perwujudan rencana struktur ruang dan rencana pola ruangnya, pada tahun anggaran 2014,
Direktorat Jenderal Penataan Ruang Kementerian PU memberikan tugas Dekonsentrasi kepada
pemerintah provinsi Sumatera Utara, pemerintah provinsi Jawa Barat, pemerintah provinsi Jawa Tengah,
pemerintah provinsi Jawa Timur, pemerintah provinsi Bali, dan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan
melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dekonsentrasi masing-masing untuk melaksanakan
kegiatan Fasilitasi Penyelenggaraan Penataan Ruang Kawasan Perkotaan Mebidangro,Kawasan
Perkotaan

Cekungan

bandung,

Kawasan

Perkotaan

Kedungsepur,

Kawasan

Perkotaan

Gerbangkertosusila, Kawasan PerkotaanSarbagita, dan Kawasan Perkotaan Mamminasata.


SesuaiKepmen PU No. 15/PRT/M/2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Kementerian
PU yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan dilaksanakan melalui Dekonsentrasi dan Tugas

Pembantuan, makakegiatanDekonsentrasi ini diberikan kepada Gubernur sebagai wakil Pemerintah di


Daerah melalui pembentukan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan
Penataan Ruang Provinsi.Selanjutnya, kegiataninidilaksanakan secara swakelola dan kontraktual oleh
PPK Pengembangan Kawasan Perkotaan (PKP) SKPD Penataan Ruang Provinsidi bawah pembinaan
Direktorat Perkotaan Ditjen Penataan Ruang Kementerian PU, dan pada akhir tahun anggaran PPK
Pengembangan

Kawasan

Perkotaan

(PKP)

SKPD

Penataan

Ruang

Provinsi

harus

mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannnya kepada Direktorat Pembinaan Daerah dan ditembuskan


ke Direktorat Perkotaan serta wajib menyerahkan laporan yang terdiri atas:
1. Laporan administrasi kegiatan, yang berisi laporan progres keuangan dan fisik kegiatan secara berkala
hingga berakhirnya pelaksanaan kegiatan.
2. Laporan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan keluaran/output, meliputi: Laporan Pendahuluan,
Laporan Progres, Laporan Proceeding, dan Laporan Akhir(menyesuaikan dengan TOR).