Anda di halaman 1dari 5

Nama

Kelas
NPM

: Atika Dewi Lestari


: 2EA22
: 11213476
KOPERASI SEBAGAI SOKOGURU PEREKONOMIAN di INDONESIA

Koperasi Sebagai SokoGuru Perekonomian IndonesiaNegara Indonesia mempunyai


pandangan yang khusus tentang perekonomiannya. Hal ini termuat dalam UUD 1945, Bab XIV
Pasal 33 ayat (1) yang menyebutkan bahwa Perekonomian disusun sebagai usaha bersama
berdasar atas azas kekeluargaan. Menurut para ahli ekonomi, lembaga atau badan perekonomian
yang paling cocok dengan maksud Pasal 33 ayat (1) UUD 1945 adalah KOPERASI. Arti
koperasi sendiri menurut UU RI Nomor 22 Tahun 1992 tentang Perkoperasian,
dikatakan bahwa KOPERASI adalah badan usaha yang beranggotakan orang- orang atau badan
hukum Koperasi dengan berlandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus
sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
Dalam koperasi, modal dan kegiatan usaha dilakukan secara bersama-sama dan hasilnya
juga untuk kesejahteraan anggotanya secara bersama-sama. Koperasi di Masa Lalu Pada awal
mulanya Koperasi dibentuk oleh masyarakat Indonesia yang dimulai di Purwokerto dan terus
berkembang pula di Tasikmalaya dan daerah daerah lainnya. Namun dalam perjalanan
selanjutnya inisiatif perkembangannya banyak dilakukan oleh Pemerintah, sehingga timbul kesan
bahwa Koperasi hanya merupakan alat Pemerintah untuk kepentingan politiknya. Sejak adanya
Lembaga Menteri Muda Urusan Koperasi yang meningkat menjadi Kementrian Koperasi,
koperasi dikembangkan dengan sistem top down bottom up memberikan fasilitas dan
kemudahan dari atas, bahkan ada kalanya yang mengatakan perjalanan koperasi saat itu berjlana
secara tuntas. Maksudnya adalah dituntun dari atas. Hal itu dengan harapan adanya pertumbuhan
kelembagaan dari bawah. Ternyata harapan tersebut tidak tercapai walaupun telah diupayakan
melalui program Koperasi Mandiri. Kelembagaan Koperasi seperti rapuh karena mengutamakan
fasilitas usaha yang banyak dimanfaatkan oleh sekelompok pengurusnya tanpa ada keterkaitan
usaha dengan anggotanya, titik jenuh pengembangan Koperasi nasional terjadi diawal reformasi
karena pengembangan usaha yang berlebihan, yang tidak didukung dengan kekuatan
kelembagaan yang memadai. Koperasi semakin surut dan tidak menarik lagi bagi mass media
untuk bahan pemberitaannya, disisi lain harapan untuk mensinergikan Usaha Kecil dan
Menengah dengan Koperasi dirasakan malah meminggirkan Koperasi, perbincangan nasional
mengenai Pembinaan Pengusaha Kecil terusm berkembang menjadi Usaha Kecil Mengengah
bahkan Pimpinan Kementrian Koperasi dan UKM jarang berbicara Koperasi yang ditampilkan
UKM yang terus berkembang menjadi Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Melihat kondisi
demikian ini rasanya Koperasi semakin terpinggirkan.

Koperasi adalah soko guru perekonomian Indonesia. Makna dari istilah koperasi
sebagai sokoguru perekonomian dapat diartikan bahwa koperasi sebagai pilar atau penyangga
utamaatau tulang punggungperekonomian. Dengan demikiankoperasi diperankan dan
difungsikansebagai pilar utama dalam sistem perekonomian nasional. Keberadaannya pun
diharapkan dapat banyak berperan aktif dalam mewujudkan kesejahteraan dana kemakmuran
rakyat. Namun di era reformasi ini keberadaannya banyak dipertanyakan, bahkan seringkali ada
yang mengatakan sudah tidak terlalu terdengar lagi dan apakah masih sesuai sebagai salah satu
badan usaha yang berciri demokrasi dan dimiliki oleh orang per orang dalam satu kumpulan,
bukannya jumlah modal yang disetor seperti badan usaha lainnya. Padahal Koperasi diharapkan
menjadi soko guru perekonomian nasional. Tampaknya pembinaan Koperasi saat ini belum
banyak membawa perubahan dan masih terobsesi kepada pembinaan pola lama dengan
menekankan kegiatan usaha tanpa didukung oleh SDM yang kuat dan kelembagaan yang solid,
upaya pembinaan terasa setengah hati, akibatnya kegiatan Koperasi seperti samar-samar
keberadaannya, tidak ada lagi Koperasi baru yang tumbuh bahkan ada Koperasi yang dulu besar
semakin surut keberadaannya. Hal tersebut mungkin menjadi salah satu penyebab mengapa
koperasi yang berjalan semakin samar atau tidak terlalu terdengar lagi keberadaannya.
Perbedaan kualitas SDM-nya yang tidak merata antara diperkotaan dan pedesaan dimana
di perkotaan lebih perdiutamakan pada Koperasi distribusi, disamping itu juga Koperasi
produksi, sementara di pedesaan pembinaannya memerlukan perlakuan khusus jika dibandingkan
dengan dikota, jadi utamakan di pedesaan dikembangkan Koperasi Produksi disamping
memberikan lapangan pekerjaan dapat pula mencegah urbanisasi. Keanggotaan koperasi bersifat
terbuka dan sukarela. Terbuka artinya anggota koperasi terbuka bagi siapa saja sesuai dengan
jenis koperasinya. Sukarela artinya keanggotaan koperasi tidak atas paksaan. Setiap anggota
mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Sesuai dengan pengertian koperasi bahwa koperasi
merupakan kegiatan ekonomi yang berasaskan kekeluargaan. Maka tujuan utama koperasi adalah
untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Keuntungan koperasi bisa diperoleh antara lain dari laba penjualan dan jasa peminjaman.
Meskipun koperasi tidak mengambil laba penjualan atau jasa peminjaman yang besar. Namun
apabila koperasi berjalan dengan lancar keuntungan koperasi pun bisa menjadi besar pula.
Keuntungan koperasi akan dikembalikan kembali kepada anggota sebagai SHU (Sisa Hasil
Usaha). Tentu saja setelah dikurangi biaya-biaya operasional. Pembagian keuntungan atau sisa
hasil usaha ini dibagi secara adil sehingga tidak ada yang dirugikan. Sebagai contoh Pemerintah
Indonesia mengakui koperasi dan UKM sebagai pelaku usaha yang memberikan kontribusi
terhadap pengangguran dan penurunan tingkat kemiskinan. Program yang dipaparkan lainnya
adalah kebijakan pemerintah Indonesia sendiri yang mendorong sektor koperasi dan UKM.
Melalui gerakan koperasi pemberdayaan koperasi akan dapat secara signifikan mengurangi
pengangguran. Sekarang penganggugaran sisa 6,3 persen sedangkan kemiskinan sisa 11,96
persen. Salah satu program keberpihakan adalah kebijakan micro finance tentang kredit usaha
rakyat bisa menyerap 7.8 juta nasabah. Dengan angka tersebut bisa dikatakan bahwa kemiskinan
bisa berkurang. Disamping itu Koperasi juga tidak hanya melihat dari seberapa tinggi sales yang
dihasilkan dari Koperasi itu tapi yang jauh lebih penting adalah jumlah anggota yang diduduki
tiap koperasi itu sendiri dan benefit yang akan dirasakan oleh anggota yang bersangkutan. Yang
terpenting adalah Koperasi dapat memberikan manfaat yang besar terhadapa para anggota
koperasi tersebut, karena harus ingat tujuan utama Koperasi adalah untuk mensejahterahkan

anggotanya. Selain itu pentingnya pendampingan dari hulu ke hilir yang dilakukan secara
konsisten, mulai dari membina, mendapatkan akses keuangan, proses produksi hingga
pemasaran.

Perekonomian merupakan permasalahan yang begitu kompleks dalam kehidupan ini.


Berbagai bentuk usaha diperlukan sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Di
antaranya adalah Koperasi. Koperasi Indonesia sebenarnya merupakan salah satu badan usaha
yang ada dalam perekonomian Indonesia. Keberadaannya diharpakan dapat banyak berperan
aktif dalam mewujudkan kesejahteraan dana kemakmuran rakyat. Namun di era reformasi ini
keberadaannya banyak dipertanyakan, bahkan seringkali ada yang mengatakan sudah tidak
terlalu terdengar lagi dan apakah masih sesuai sebagai salah satu badan usaha yang berciri
demokrasi dan dimiliki
oleh orang per orang dalam satu kumpulan, bukannya jumlah modal yang disetor seperti badan
usaha lainnya. Padahal Koperasi diharapkan menjadi soko guru (tulang punggung)
perekonomian nasional.

Permasalahan
Koperasi sebagai Badan Hukum sering kali dipermasalahkan penyebab kelemahan,
padahal kekuatan Koperasi mengutamakan kumpulan orang dalam kebersamaan bukannya
kekuatan modal, karena itu masalah utama sulitnya perkembangan Koperasi di Indonesia sangat
terkait erat sekali dengan kualitas sumber daya manusianya, yaitu yang sangat dipengaruhi oleh
tingkat pendidikannya. Data tentang kwantitas masyarakat yang dapat mengenyam pendidikan
dapat dikembangkan dari berbagai aspek kehidupan yang harus dihadapi mmasyarakat
Indonesia, di sini yang kita lihat aspek ekonomi yang erat kaitannya dalam pengembangan
Koperasi sebagai organisasi ekonomi masyarakat yang demokratis berdasarkan rasa dan
komitmen kebersamaan untuk menghadapi pelaku ekonomi lain yang lebih kuat. Namun dapat
dibayangkan 67,10%
penduduk Indonesia hanya tamatan SD ditambah 14,42% tamatan SMP dengan 81,52%, SDM
yang berkualitas seperti itu jangan terlalu berharap adanya kebersamaan karena hampir
umumnya masyarakat kita dikalangan bawah pendapatan hari ini untuk makan hari ini,
sedangkan untuk besok gimana besok.
Ditambah kehidupan sehari-hari kegiatan konsumtif lebih dominan dibanding kegiatan
produktif, terasa beban hidup semakin berat. Keterbatasan kemampuannya di dalam
melaksanakan aktivitas ekonominya lebih banyak berpikir dan bersikap sangat sederhana
sehingga tidak jarang akhirnya mereka dikuasai oleh orang pintar yang memanfaatkan
kesederhanaan tindakannya. Kualitas SDM di perkotaan dan pedesaan sangat timpang laki-laki
dan perempuan tidak ada perbedaan dan biasanya perempuan selalu diposisi paling lemah
padahal perkembangan yang terjadi saat ini laki-laki atau perempuan mempunyai tanggung
jawab ekonomi yang sama. Atas dasar itu seharusnya Koperasi dibangun karena Koperasi
merupakan wadah yang paling tepat untuk menghimpun kekuatan ekonomi rakyat, yaitu mereka

yang terdiri orang kecil-kecil dan lemah, yang jika bergabung bersama akan menjadi kekuatan
yang besar. Jadi tugas Pemerintah adalah bagaimana memampukan mereka secara kelembagaan,
dari kemampuan orang perorang secara sendiri-sendiri maupun berkelompok untuk mampu
secara mandiri bertindak dalam kegiatan ekonomi dalam wadah usaha yang berbentuk Koperasi.
Kalau terus menerus diberikan fasilitas usaha, baik SDM pengelola maupun kelembagaannya
tidak akan mampu memikul bebannya, dan akhirnya Koperasi hanya dipakai ajang untuk
politisasi guna memanfaatkan retorika kerakyatan. Tampaknya pembinaan Koperasi saat ini
belum banyak membawa perubahan dan masih terobsesi kepada pembinaan pola lama dengan
menekankan kegiatan usaha tanpa didukung oleh SDM yang kuat dan kelembagaan yang solid,
upaya pembinaan terasa setengah hati, akibatnya kegiatan Koperasi seperti samar-samar
keberadaannya, tidak ada lagi Koperasi baru yang tumbuh bahkan ada Koperasi yang dulu besar
semakin surut, terlebih seperti kata Sesmenneg Kop dan UKM diharian Media Indonesia bahwa
amandemen UUD 45 telah meminggirkan rumusan Koperasi dari teks aslinya. Mungkin banyak
yang telah dilakukan namun gregetnya tidak begitu jelas. Pembinaan Koperasi tidak perlu
dimasalkan lagi. Berkenaan dengan hal ini kita tidak perlu berbicara lagi yang besar-besar dan
berpikir Koperasi dapat merubah ekonomi nasional. Orientasi mengembangkan koperasi di
sektor-sektor strategis sebagai percontohan yang dapat ditiru dan dikembangkan oleh masyarakat
secara mandiri akan lebih membawa efektifitas usaha yang lebih tinggi. Prioritaskan pembinaan
Koperasi di tiga bidang yaitu :

Koperasi Pedesaan
Koperasi Perkotaan
Koperasi Karyawan.

Di perkotaan lebih perdiutamakan pada Koperasi distribusi, disamping itu juga Koperasi
produksi. Sementara di pedesaan yang penduduknya lebih besar dan posisi tawarnya selalu
lemah karena kualitas SDM-nya lebih rendah dari masyarakat perkotaan, pembinaannya
memerlukan perlakuan khusus. Koperasi harus dapat mengarahkan anggota yang bergerak di
sektor informal menjadi yang bergerak pada sektot formal. Hal ini dapat ditempuh melalui
program kerja sama sistem anak dan bapak angkat yang saling membutuhkan dalam kemitraan
Yaitu seperti Koperasi menghimpun produksi anggota yang merupakan produk yang tidak layak
dibuat oleh perusahaan yang bertindak sebagai bapak angkatnya, jadi utamakan di pedesaan
dikembangkan Koperasi Produksi disamping memberikan lapangan pekerjaan dapat pula
mencegah urbanisasi. Koperasi Karyawan lebih mudah dikembangkan karena kualitas SDM-nya
relatif lebih baik dan keberhasilan Koperasi Karyawan akan membantu kesejahteraan dan
ketenangan bekerja. Akhirnya untuk memperoleh hasil binaan yang baik harapan masyarakat
umumnya sama, yaitu bagi pejabat nyang akan ditugasi membina Koperasi seyogyanya
memahami betul-betul tentang Koperasi dan mempunyai tanggung jawab moral yang kuat atas
keberhasilannya untuk berkembangnya Koperasi, bukan yang lain. Demian ini perlu kesadaran
bersama dari selluruh anggota koerasi pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Jadi kesimpulannya dari bahasa jawa kuno yang mengartikan Soko = tiang penyangga
dan Guru = utama, maka arti dari koperasi sebagai soko guru perekonomian di Indonesia adalah
sebagai tiang penyangga utama perekonomian yang membantu menyangga perekonomian agar
tetap stabil. Koperasi Sebagai Sokoguru Perekonomian Indonesia berarti bahwa koperasi sebagai
pilar utama dalam sistem perekonomian nasional. Dengan tujuan utama koperasi yaitu

meningkatkan kesejahteraan anggotanya koperasi dapat menjadi penyangga dalam perekonomian


anggotanya. Walaupun disamping itu banyak yang menganggap bahwa keberadaan koperasi
terlihat samar dikarenakan apakah badan koperasi ini masih dimiliki oleh perorangan ataupun
unit usaha yang dalam pelaksaannya banyak terjadi keganjilan. Tetapi kenyataannya koperasi
dapat memberikan manfaat manfaat yang luar biasa yaitu dapat mengurang pengangguran dan
kemiskinan terutama di Indonesia. Jadi kalau Koperasi dapatdikelola dengan baik, jelas, terbuka,
dan sukarela atas asas kekeluargaan maka koperasi yang berjalan akan dapat memenuhi tujuan
utamanya. Peran pemerintah dalam mengembangkan koperasi ini juga tidak kalah penting. Mulai
dari pemerintah yang dapatmendukung perannya dalam koperasi ini masuk ke berbagai kota-kota
besar maupun daerah terpencil pun dengan pembinaan yang baik, dan jelas serta dapat dikelola
dengan sangat baik niscaya Koperasi Sebagai Sokoguru Perekonomian Indonesia tidak hanya
sekedar pernyataan manis saja tapi itu benar-benar bisa dibuktikan.
Sumber :
Indahpertiwi2.wordpress.com/2013/11/06/koperaso-sebagai-soko-guru-perekonomianindonesia/
Ymoentarib.wordpress.com/2013/11/05/apakah-koperasi-sebagai-soko-guruperekonomian-indonesia-masih-berlaku/a