Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
Menurut Farmakope Indonesia III, Sirup adalah sediaan cair berupa larutan yang mengandung
sakarosa. Pada sirup dengan kadar gula yang rendah dapat terjadi fermentasi, kadar gula yang tinggi mempunyai
tekanan osmotik yang cukup tinngi sehingga pertumbuhan bakteri dan fungi dapat terhambat. Bila sebagian dari
Saccharosa berubah menjadi gula invert, maka sirup cepat menjadi rusak, kerusakan sirup dapat dihindarkan
dengan menambahkan suatu bahan pengawet kedalam sirup, misalnya nipagi dan nipasol, atau natrium benzoat
(joenoes, 1990).
Kadar sakarosa (C12 H22 O11) tidak kurang dari 64% dan tidak lebih dari 66%. Sirup adalah larutan
oral yang mengandung sukrosa atau gula lain dalam kadar tinggi (Anonim, 1995). Secara umum sirup
merupakan larutan pekat dari gula yang ditambah obat atau zat pewangi dan merupakan larutan jernih berasa
manis. Sirup adalah sediaan cair kental yang minimal mengandung 50% sakarosa (Ansel et al., 2005). Sirup
juga adalah sediaan cairan kental untuk pemakaian dalam, yang minimal mengandung 90% sakarosa (Voigt,
1984).
Sirup merupakan alat yang sangat menyenangkan untuk pemberian suatu bentuk cairan dari suatu obat
yang rasanya tidak enak. Sirup-sirup terutama sfektif dalam pemberian obat untuk anak-anak untuk meminum
obat. Kenyataan bahwa sirup-sirup mengandung sedikit alkohol atau tidak, menambah kesenangan siantara
orang tua (Ansel,1989).
Sirup dibagi menjadi 2 :
Non Medicated Syrup/Flavored vehicle Sirup
Contoh:Cherry Syrup, Cocoa Syrup, orange syrup.
Medicated syrup/ sirup obat
Contoh:Sirup Piperazina Sitrat, Sirup Isoniazid
Komponen-komponen dari sirup adalah :
1.

Gula, biasanya sukrosa/pengganti gula yang digunakan untuk memberi rasa manis dan kental

2.

Pengawet mikroba

3.

Pembau

4.

Pewarna
Stabilitas Kimia
Stabilitas kimia adalah kemampuan suatu produk untuk bertahan dalam batas yang ditetapkan sepanjang
periode penyimpanan dan penggunaan, sifat kimia dan karakteristiknya sarna dengan yang dimilikinya pada saat
dibuat. Stabilitas kimia pada sediaan sirup dilakukan untuk mempertahankan keutuhan kimiawi dan potensiasi
yang tertera pada etiket dalam batas yang dinyatakan dalam spesifikasi.
Uji stabilitas kimia sediaan sirup :

1.

Identifikasi

2.

Penetapan Kadar
Stabilitas Fisika

Stabilitas fisika adalah tidak terjadinya perubahan sifat fisik dari suatu produk selama
waktu penyimpanan. Stabilitas fisika pada sediaan sirup dilakukan untuk mempertahankan keutuhan fisik
meliputi perubahan warna, perubahan rasa, perubahan bau, perubahan tekstur atau penampilan.
Uji stabilitas fisika sediaan sirup :
1. Organoleptik seperti bau, rasa, warna
2. pH
3. Berat jenis
4. Viskositas
5. Kejernihan larutan
6. Volume terpindahkan
7. Kemasan, meliputi etiket, brosur, wadah, peralatan pelengkap seperti sendok, no. batch dan leaflet.
Stabilitas Mikrobiologi
Stabilitas mikrobiologi suatu sediaan adalah keadaan di mana sediaan bebas dari mikroorganisme atau
tetap memenuhi syarat batas mikroorganisme hingga batas waktu tertentu. Stabilitas mikrobiologi pada sediaan
sirup untuk menjaga atau mempertahankan jumlah dan menekan pertumbuhan mikroorganisme yang terdapat
dalam sediaan sirup hingga jangka waktu tertentu yang diinginkan. Uji stabilitas mikrobiologi sediaan sirup :
1.

Jumlah cemaran mikroba ( uji batas mikroba ), untuk sediaan oral (sirup, tablet, granul, sirup kering, granul)
dan rektal :

Total bakteri aerob : Tidak lebih dari 10.000 CFU / gram atau ml.

Total jamur/fungi : Tidak lebih dari 100 CFU / gram atau ml

Escherichia coli, staphyloccocus : negatif


2.

Uji efektivitas pengawet

3.

Untuk sediaan antibiotik dilakukan Penetapan Antibiotik secara Mikrobiologi

Stabilitas Farmakologi
Stabilitas farmakologi pada sediaan sirup dilakukan untuk menjamin identitas, kekuatan, kemurnian,dan
parameter kualitas lainnya dalam kurun waktu tertentu sehingga efek terapi tidak berubah selarna usia guna
sediaan sirup.
Stabilitas Toksikologi
Stabilitas toksikologi sediaan sirup dilakukan untuk menguji kemampuan suatu produk untuk bertahan
dalam batas yang ditetapkan sepanjang periode penyimpanan dan penggunaan, sifat dan karakteristiknya sarna
dengan yang dimilikinya pada saat dibuat sehigga tidak terjadi peningkatan bermakna dalam toksisitas selama
usia guna.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Stabilitas Sediaan Sirup
1.

Faktor Internal

Formulasi

Kemasan atau wadah primer

2.

Faktor Eksternal

Suhu

pH

Pelarut

Kelembaban

Intensitas Cahaya

Cefixime merupakan antibiotik cephalosporin generasi 3 yang telah memiliki cincin beta laktam.
Cefixime merupakan antibiotic golongancephalosorin semisintetik untuk pemberian oral dan memiliki spektrum
aktivitas luas menghambat mikroorganisme gram positif dan gram negatif dan sangat stabil terhadap organisme
penghasil enzim beta laktamase. Cefixime merupakan antibiotik yang bersifat bakterisidal melalui
penghambatan sistensis dinding sel. protein binding sekitar 65%-70%, bioavailabitas 40-50% Cefixime aktif
terhadap sebagian besar golongan organisme dibawah ini baik secara in vitro dan pada infeksi klinik. Berikut ini
adalah beberapa organisme yang efektif diatasi oleh cefixime:

Organisme gram positif: steptococcus pneaumaoniae, streptococcus pyogenes.

Organisme gram negatif: Haemophillus influenzae, moraxella catarrhalis, Eschericia coli, proteus
mirabilis, neisseria gonorrhaoeae.

BAB II
PEMBAHASAN
A.

Formulasi asli
Cefixime 1.0 g (Sefiksim )

B.

Master formula

Sodium benzoat 1.0 g

Sakarosa 64%

Strawberry flavor 1.0 g

Glycerol 1.5 g

Sorbitol 0.5 g

Aquades 5 ml

C.

Formulasi
Akan dibuat sirup cefixime dengan zat aktif sebanyak 1 g. dalam pembuatan sirup ini diperlukan bahan-bahan
tambahan yang terdiri dari :
Bahan Pengawet : Sodium benzoate
Bahan Pemanis

: Sukrosa

Bahan Perasa dan pengaroma : Strawberry flavour


Bahan Pengental : Gliserol
Bahan Antimikroba : Sorbitol
Pelarut

: Air

D.

Komposisi Sirup
Tiap 1 sendok takar (5 ml) sirup CEFIXIME (100 mg/5 ml) mengandung Cefixime trihidrat 111,92 mg setara
dengan Cefixime 100 mg.

E.

Dosis
Dewasa dan anak-anak dengan berat badan >30 kg: 50-100 mg, 2 kali sehari
Untuk infeksi berat, dosis dapat ditingkatkan menjadi 200 mg, 2 kali sehari.
Anak-anak: 1.5-3 mg/kg berat badan (BB), 2 kali sehari
Untuk infeksi berat, dosis dapat ditingkatkan menjadi 6 mg/kg BB, 2 kali sehari.
Indikasi
Cefixime diindikasikan untuk pengobatan infeksi-infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang rentan
antara lain:

Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi yang disebabkan oleh Escherichia coli danProteus mirabilis.
Otitis media disebabkan oleh Haemophilus influenzae (strain -laktamase positif) dan Streptococcus pyogenes.
Faringitis dan tonsilitis yang disebabkan oleh Streptococcus pyogenes.
Bronkitis akut dan bronkitis kronik dengan eksaserbasi akut yang disebabkan olehStreptococcus
pneumoniae dan Haemophilus influenzae (strain beta-laktamase positif dan negatif).
Kontraindikasi
Penderita dengan riwayat shock atau hipersensitif atau alergi akibat beberapa bahan dari sediaan ini.
Efek Samping
Shock
Perhatian yang cukup sebaiknya dilakukan karena gejala-gejala shock kadang-kadang bisa terjadi. Jika beberapa
tanda atau gejala seperti perasaan tidak enak, rasa tidak enak pada rongga mulut, stridor, dizziness, defekasi
yang tidak normal, tinnitus atau diaphoresis; maka pemakaian sediaan ini harus dihentikan.

Hipersensitivitas
Jika tanda-tanda reaksi hipersensitivitas seperti rash, urtikaria, eritema, pruritus atau demam maka pemakaian
sediaan ini harus dihentikan dan sebaiknya dilakukan penanganan lain yang lebih tepat.
Hematologik
Granulositopenia atau eosinophilia jarang terjadi. Kadang-kadang thrombocytopenia dapat terjadi.Pemakaian
sediaan ini sebaiknya dihentikan bila ditemukan adanya kelainan-kelainan ini.
Dilaporkan bahwa terjadi anemia hemolitik pada penggunaan preparat cefixime lainnya.
Hepatik
Jarang terjadi peningkatan GOT, GPT atau alkaline phosphatase.
Renal
Pemantauan fungsi ginjal secara periodik dianjurkan karena gangguan fungsi ginjal seperti insufisiensi ginjal
kadang-kadang dapat terjadi. Bila ditemukan adanya kelainan-kelainan ini, hentikan pemakaian obat ini dan
lakukan penanganan lain yang lebih tepat.
Saluran Cerna
Kadang-kadang terjadi kolitis seperti kolitis pseudomembranosa, yang ditunjukkan dengan adanya darah di
dalam tinja. Nyeri lambung atau diare terus menerus memerlukan penanganan yang tepat, jarang terjadi muntah,

diare, nyeri lambung, rasa tidak enak dalam lambung, heartburn atau anoreksia, nausea, rasa penuh dalam
lambung atau konstipasi.
Pernafasan
Kadang-kadang terjadi pneumonia interstitial atau sindroma PIE, yang ditunjukkan dengan adanya gejala-gejala
demam, batuk, dyspnea, foto rontgen thorax yang tidak normal dan eosinophilia, ini sebaiknya hentikan
pengobatan dengan obat ini dan lakukan penanganan lain yang tepat seperti pemberian hormon adrenokortikal.
Perubahan flora bakterial
Jarang terjadi stomatitis atau kandidiasis.
Defisiensi vitamin
Jarang terjadi defisiensi vitamin K (seperti hipoprotrombinemia atau kecenderungan pendarahan) atau defisiensi
grup vitamin B (seperti glositis, stomatitis, anoreksia atau neuritis).
Lain-lain
Jarang terjadi sakit kepala atau dizziness.
Pada penelitian terhadap anak tikus yang diberi 1.000 mg/kgBB.hari secara oral, dilaporkan adanya penurunan
spermatogenesis.
Pengaruh terhadap tes laboratorium
Dapat terjadi hasil false positive pada penentuan kadar gula urin dengan menggunakan larutan Benedict, larutan
Fehling dan Clinitest. Tetapi dengan tes-tape tidak terjadi false positive.
Dapat terjadi positive direct Coombs test.
Peringatan dan Perhatian
Hati-hati terhadap reaksi hipersensitif, karena reaksi-reaksi seperti shock dapat terjadi.
Sediaan ini sebaiknya jangan diberikan kepada penderita-penderita yang masih dapat diobati dengan antibiotika
lain, jika perlu dapat diberikan dengan hati-hati. Penderita dengan riwayat hipersensitif terhadap bahan-bahan
dalam sediaan ini atau dengan antibiotika cefixime lainnya.
Sefiksim harus diberikan dengan hati-hati kepada penderita, antara lain sebagai berikut: penderita dengan riwayat
hipersensitif terhadap penisilin, penderita dengan riwayat personal atau familial terhadap berbagai bentuk alergi
seperti asma bronkial, rash, urtikaria, dan penderita dengan gangguan fungsi ginjal berat.
Penderita dengan nutrisi oral rendah, penderita yang sedang mendapatkan nutrisi parenteral, penderita lanjut usia
atau penderita yang dalam keadaan lemah. Observasi perlu dilakukan dengan hati-hati pada penderita ini karena
dapat terjadi defisiensi vitamin K.
Penggunaan selama kehamilan : Keamanan pemakaian sefiksim selama masa kehamilan belum terbukti.
Sebaiknya sediaan ini hanya diberikan kepada penderita yang sedang hamil atau wanita yang hendak hamil, bila
keuntungan terapeutik lebih besar dibanding risiko yang terjadi.
Penggunaan pada wanita menyusui : Belum diketahui apakah sefiksim diekskresikan melalui air susu ibu.
Sebaiknya tidak menyusui untuk sementara waktu selama pengobatan dengan obat ini.
Penggunaan pada bayi baru lahir atau bayi prematur : Keamanan dan keefektifan penggunaan cefixime pada anakanak dengan usia kurang dari 6 bulan belum dibuktikan (termasuk bayi baru lahir dan bayi prematur).
Penyiapan sediaan sirup kering :
Tambahkan 20 mL air masak sampai terbentuk suspensi. Untuk sediaan sirup kering setelah ditambahkan air,
akan stabil selama 7 hari pada suhu kamar atau lemari es. Sisa obat dalam bentuk suspensi lebih dari 7 hari
harus dibuang. Atau dikonsumsi bersamaan dengan makanan.
Mekanisme Kerja bahan aktif

Cefixime bersifat bakterisid dan berspektrum luas terhadap mikroorganisme gram positif dan gram
negatif, seperti sefalosporin oral yang lain. Cefixime mempunyai aktivitas yang poten terhadap mikroorganisme
gram positif seperti streptococcus sp., Streptococcus pneumoniae,dan gram negatif seperti Branhamella
catarrhalis, Escherichia coli, Proteus sp., Haemophilus influenzae.
Mekanisme kerjanya yaitu menghambat sintesis dinding sel. Cefixime memiliki afinitas tinggi terhadap
penicillin-binding-protein (PBP) 1 (1a, 1b, dan 1c) dan 3, dengan tempat aktivitas yang bervariasi tergantung
jenis organismenya.
Cefixime stabil terhadap -laktamase yang dihasilkan oleh beberapa organisme, dan mempunyai aktivitas yang
baik terhadap organisme penghasil -laktamase.
Penetrasi Cefixime ke dalam sputum, tonsil, jaringan maxillary sinus mucosal, otorrhea, cairan empedu dan
jaringan kandung empedu adalah baik. Cefixime terutama diekskresikan melalui ginjal.
Uraian Bahan
1.

Cefixime

Sifat fisika dan kimia cefixime


-

Sinonim

: Sefiksim

Nama Kimia

: Sefixim

Nama Dagang: Anfix (Mahakam BF), Cefarox (Gracia Ph), Cefila (Lapi), Cefspan (Kalbe Farma), Ceptik
(Interbat), Comsporin (Combiphar), Ethifix (Ethica), Fixacep (Fahrenheit), Fixam (Solas), Fixef (Kalbe Farma),
Fixiphar (Pharos), Lanfix (Landson), Nucef (Guardian Ph), Simcef (Erlimpex), Sofix (Soho), Spaxim (Sandoz),
Sporetik (Sanbe Farma), Starcef (Dexa Medica), Taxime (Hexpharm), Tocef (Bernofarm), Trixim (Ferron),
Urticef (Prafa/UAP).

2.

Sodium benzoat

Sodium benzoate (E211) memiliki NaC6H5CO2 rumus kimia. Ini adalah garam sodium dari asam
benzoat dan ada dalam bentuk ini ketika dilarutkan dalam air. Hal ini dapat diproduksi dengan mereaksikan
sodium hidroksida dengan asam benzoat. Sodium benzoat adalah pengawet. Hal ini bakteriostatik dan
fungistatic di bawah kondisi asam. Hal ini digunakan paling prevalently asam dalam makanan seperti salad
dressing (cuka), minuman bersoda (asam karbonat), selai dan jus buah (asam sitrat), acar (cuka), dan bumbu.

Hal ini juga ditemukan dalam obat kumur berbasis alkohol dan semir perak. Hal ini juga dapat ditemukan dalam
obat batuk seperti Robitussin Sodium benzoate. Dideklarasikan pada label produk natrium benzoat atau E211.
karena natrium benzoat hanya akan bekerja ketika keseimbangan pH makanan kurang dari 3,6. Oleh karena itu
efektif dalam kebanyakan soda, cuka, jus buah, dan bahan-bahan campuran seperti salad dressing. Hal ini
tambahan digunakan untuk menghentikan proses fermentasi pada anggur.
Hal ini juga digunakan dalam kembang api sebagai bahan bakar dalam campuran peluit, bubuk yang
memancarkan suara siulan ketika dikompresi ke dalam tabung dan dinyalakan. bahan bakar ini juga salah satu
bahan bakar membakar roket tercepat dan memberikan banyak dorongan dan asap. Itu memang memiliki
downsides, ada bahaya tinggi ledakan saat motor ditekan karena kepekaan bahan bakar untuk dampak. Itulah
sebabnya hanya pyrotechnicians profesional harus membuatnya. Natrium benzoat diproduksi oleh netralisasi
asam benzoat dengan natrium hidroksida. asam benzoat terdeteksi pada tingkat rendah di cranberry, plum,
greengage plum, kayu manis, cengkeh matang, dan apel. Meskipun asam benzoat adalah pengawet yang lebih
efektif, natrium benzoat lebih sering digunakan sebagai bahan tambahan makanan karena asam benzoat juga
tidak larut dalam air Konsentrasi sebagai pengawet adalah dibatasi oleh FDA di AS menjadi 0,1% berat..
Program Internasional tentang Chemical Safety tidak menemukan efek samping pada manusia pada dosis 647825 mg / kg berat badan per hari.
3.

Sukrosa
sukrosa [O--D-fruktofuranosil-(21)--D-glukofiranosida]
Sukrosa merupakan

suatu disakarida yang

dibentuk

dari

monomer-monomernya

yang

berupa

unit glukosa dan fruktosa, dengan rumus molekul C12H22O11. Senyawa ini dikenal sebagai sumber nutrisi serta
dibentuk oleh tumbuhan, tidak oleh organisme lain seperti hewan Penambahan sukrosa dalam media berfungsi
sebagai sumber karbon. Sukrosa atau gula dapur diperoleh dari gula tebu atau gula beet. Unit glukosa dan
fruktosa diikat oleh jembatan asetal oksigen dengan orientasi alpha.Struktur ini mudah dikenali karena
mengandung enam cincin glukosa dan lima cincin fruktosa.Proses fermentasi sukrosa melibatkan
mikroorganisme yang dapat memperoleh energi dari substrat sukrosa dengan melepaskan karbondioksida dan
produk samping berupa senyawaan alkohol.Penggunaan yeast ini dalam proses fermentasi diduga merupakan
proses tertua dalam bioteknologi dan sering disebut denganzymotechnology.
4.

Glycerol
Gliserol merupakan senyawa alkohol yang memiliki 3 gugus hidroksil. Gliserol memiliki nama baku 1,2,3propanatriol. Senyawa ini berwujud cair, tidak berwarna dengan titik didih 290oC. Titik didih tinggi yang
dimiliki oleh senyawa dengan bobot molekul 92,09 g/mol ini disebabkan adanya ikatan hidrogen yang sangat
kuat antar molekul gliserol. Gliserol merupakan bahan baku pembentuk trigliserida, yang dapat membentuk
ikatan ester dengan asam lemak.

5.

Sorbitol
Rumus Kimia C6H14O6
Nama UIPAC Hexane-1,2,3,4,5,6-hexaol
Berupa serbuk atau granul atau lempengan, higroskopis, warna putih, rasa manis. Sangat mudah larut dalam air,
sukar larut dalam etanol, dalam metanol, dan dalam asam asetat. Sorbitol mengandung tidak kurang dari 91,0%
dan tidak 12 lebih dari 100,5% C6H14O6 dihitung terhadap zat anhidrat. Dapat mengandung sejumlah kecil
alkohol polihidrik lain (Anonim, 1995). Manisnya sorbitol 0,5 - 0,6 manisnya sukrosa.

6.

Air

Air

adalah

substansi

kimia

dengan rumus

kimia H2O:

satu molekul air

tersusun

atas

duaatom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidakberwarna,
tidak berasa dan

tidak berbau pada

kondisi

standar,

yaitu

pada tekanan 100

kPa

(1

bar)

and temperatur 273,15 K (0 C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki
kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa
jenis gas dan banyak macam molekul organik.
Keadaan air yang berbentuk cair merupakan suatu keadaan yang tidak umum dalam kondisi normal,
terlebih lagi dengan memperhatikan hubungan antara hidrida-hidrida lain yang mirip dalam kolom oksigen
pada tabel periodik, yang mengisyaratkan bahwa air seharusnya berbentuk gas, sebagaimana hidrogen sulfida.
Dengan

memperhatikan tabel

periodik,

terlihat

bahwa unsur-unsur yang

mengelilingi

oksigen

adalah nitrogen, flor, danfosfor, sulfur dan klor. Semua elemen-elemen ini apabila berikatan dengan hidrogen
akan menghasilkan gas pada temperatur dan tekanan normal. Alasan mengapa hidrogen berikatan dengan
oksigen membentuk fasa berkeadaan cair, adalah karena oksigen lebih bersifat elektronegatif ketimbang elemenelemen lain tersebut (kecuali flor). Tarikan atom oksigen pada elektron-elektron ikatan jauh lebih kuat dari pada
yang dilakukan oleh atom hidrogen, meninggalkan jumlah muatan positif pada kedua atom hidrogen, dan
jumlah muatan negatif pada atom oksigen. Adanya muatan pada tiap-tiap atom tersebut membuat molekul air
memiliki sejumlah momen dipol. Gaya tarik-menarik listrik antar molekul-molekul air akibat adanya dipol ini
membuat masing-masing molekul saling berdekatan, membuatnya sulit untuk dipisahkan dan yang pada
akhirnya menaikkan titik didih air. Gaya tarik-menarik ini disebut sebagai ikatan hidrogen.
Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia. Air berada dalam
kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dan temperatur standar. Dalam bentuk ion,
air dapat dideskripsikan sebagai sebuah ion hidrogen (H+) yang berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion
hidroksida (OH-).

BAB III
PENUTUP
Cefixime merupakan antibiotik cephalosporin generasi 3 yang telah memiliki cincin beta laktam.
Cefixime merupakan antibiotik cephalosorin semisintetik untuk pemberian oral dan memiliki spektrum aktivitas
luas menghambat mikroorganisme gram positif dan gram negatif dan sangat stabil terhadap organisme penghasil
enzim beta laktamase.

CEFADROXIL
Cefadroxil adalah obat antibiotik jenis cephalosporin yang digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan
oleh bakteri,yg dapat menyebabkan infeksi pada kulit,infeksi saluran tenggorok dan infeksi saluran
kencing.Contoh dari bakteri ini adalah Staphillococcus aureus,Streptococcus pneumoniae,Streptococcus
pyogenes, Moraxella catarrhalis, E. coli, Klebsiella, and Proteus mirabilis
Cefadroxil ini adalah obat yang mudah ditoleransi,efek samping yang biasa ditemui adalah diarrhea,nausea,nyeri
pada perut,dan muntah.Efek samping yang jarang ditemui adalah reaksi alergi dan apabila livernya di test
terdapat gangguan pada kerjanya liver tersebut atau abnormal liver.Orang orang yang mempunyai alergi pada

penicillin sebaiknya tidak diberikan obat ini.


Dosis: Secara umum Cefadroxil diminum 1-2 kali sehari selama 7-10 hari,tergatung pada keadaan seberapa
parah infeksi tersebut.Cefadroxil dalam bentuk sirup harus dikocok dulu sebelum digunakan sedangkan
cefadroxil dalam bentuk kapsul atau tablet ditelan dengan menggunakan segelas air putih.Pasien dengan
penyakit liver memerlukan dosis yang lebih rendah.Peringatan pada pasien yang mempunyai keadaan khusus
ketika mengkonsumsi obat ini :
- Ibu menyusui : sebaiknya jangan krn dapat muncul pd air susu ibu
- Ibu Hamil : aman menggunakan obat ini
- Lanjut Usia : Sesuai dosis yang dianjurkan
Cefadroxil ini dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat jika kita mencampurkannya bersama seperti :
Antibiotik + Vaksin = Mengurangi efek dari obat sebelumnya
Cephalosporin tertentu + Probenecid = Kurang baik terhadap reaksi dari obat sebelumnya
Cephalosporin + Aminoglicosides = Menambah efek dari obat sebelumnya.
Kontradiksi penyakit pada Cefadroxil yang signifikan yaitu Pseudomembranous Enterocolitis,yang mungkin
signifikan yaitu Penyakit Ginjal dengan fungsi ginjal yang tidak dapat diperbaiki.