Anda di halaman 1dari 26

TUGAS MEKANIKA

DOSEN PEMBIMBING : Prof. Dr. Sahyar, M.S., M.M

MINIATUR POMPA HIDROLIK


OLEH
KELOMPOK 3

Aplia Lolita Sari


Dewi Purnama Sari
Ferbrianti Hastini Nasution
Ricca Fitria
Siti Aminah

Prodi / kelas :

DIK FIS / B-1

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


SEKOLAH PASCASARJANA
UNIMED
2014

KATA PENGANTAR

uji syukur kita panjatkan ke hadirat Alloh swt. Dengan limpahan rahmatnyalah
laporan ini dapat terselesaikan dengan baik dan insya Alloh benar. Sholawat
serta salam tak lupa kita hadiahkan kepada junjungan kita nabi besar

Muhammad. Saw. Dengan perjuangan beliau kita bisa menjadi manusia yang berfikir dan
bernalar, yang kemudian disebut dengan manusia intelektual. Keislaman dan intelektualitas yang
telah diperjuangkan oleh nabi Muhammad. Saw telah merubah peradaban manusia, lebih-lebih
kita yang hidup dimasa sekarang ini tentu telah merasakan perubahan itu.
Pembuatan alat eksperimen fisika dengan judul Miniatur Pompa Hidrolik ini
disusun untuk memenuhi nilai tugas di mata kuliah MEKANIKA pada semester dua program
pascasarjana pendidikan Fisika. Selain untuk memenuhi nilai tugas, penelitian tentang pompa
hidrolik ini sangat besar sekali manfaatnya bagi masyarakat. Karena dari konsep ini akan lahir
inovasi-inovasi menakjubkan yang akan membantu aktivitas manusia. Contohnya adalah
dongkrak hidrolik pengangkat mobil atau barang-barang berat.
Penyusunan laporan ini juga tentu ada kesalahan atau kekeliruan dari penulis, karena
penulis juga seorang manusia yang pasti punya salah dan dosa. Karena setiap manusia itu tidak
ada yang sempurna. Oleh karena itulah penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada
semua pihak yang membaca laporan ini dan jika ditemukan kekeliruan tersebut mohon untuk
dikritisi dan memberikan masukan yang sifatnya membangun, demi kesempurnaan dimasa
mendatang. Akhirnya semoga tulisan ini bermanfaat bagi setiap pembacanya dan dinilai sebagai
amal ibadah oleh Allah swt. Amin.

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .....................................................................................
KATA PENGANTAR ...................................................................................

DAFTAR ISI ..................................................................................................

ii

BAB I : PENDAHULUAN ...........................................................................

A. Latar belakang ....................................................................................

B. Rumusan masalah ...............................................................................

C. Tujuan .................................................................................................

D. Manfaat ...............................................................................................

BAB II : LANDASAN TEORI .....................................................................

A. Tekanan ...............................................................................................

B. Hukum Pascal .....................................................................................

C. Air .......................................................................................................

D. Pompa hidrolik ....................................................................................

10

BAB III : RANCANGAN PERCOBAAN ....................................................

17

A. Alat dan Bahan ...................................................................................

17

B. Langkah kerja .....................................................................................

17

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN ....................................................

18

A. Hasil ....................................................................................................

18

B. Pembahasan ........................................................................................

19

BAB V : PENUTUP ......................................................................................

22

A. Kesimpulan .........................................................................................

22

B. Saran ...................................................................................................

23

DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................

24

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sukses dalam mengajarkan materi pelajaran di sekolah adalah keinginan semua guru,
karena seorang guru dituntut professional dalam membawakan materi pelajaran kepada
siswanya. Melihat kondisi pembelajaran di Indonesia pada umumnya dan di Lombok Timur pada
khususnya masih banyak kekurangan dalam menyampaikan materi pelajaran sehingga banyak
siswa yang tidak paham dengan materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Kondisi rill yang
di temukan di sekolah-sekolah bahwasanya pelajaran eksak masih ditakuti oleh siswa karena
merasa kesulitan dalam perhitungannya terutama mata pelajaran Fisika yang merupakan mata
pelajaran yang kurang diminati siswa karena memiliki tingkat kesulitan pemahaman yang tinggi.
Padahal Fisika merupakan ilmu dasar yang tidak boleh tidak harus dikuasai, untuk mencegah
ketertinggalan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, Fisika harus
ditanamkan secara mendalam kepada seluruh siswa.
Setelah mengamati proses pembelajaran di sekolah-sekolah ternyata salah satu
penyebab tidak diminatinya mata pelajaran Fisika adalah karena kebanyakan metode yang
digunakan guru adalah metode ceramah dan seringkali tidak menggunakan alat peraga untuk
melakukan simulasi atau praktikum pada mata pelajaran fisika. Hal ini jelas sangat berpengaruh
pada motivasi belajar siswa, maka untuk membangkitkan motivasi belajar siswa ini salah satu
caranya adalah dengan membuat alat peraga sederhana. Pembelajaran yang menyenangkan tentu
akan memancing motivasi belajar siswa, terutama dalam mata pelajaran Fisika haruslah dikemas
pembelajaran dengan

semenarik mungkin

agar menjadi sebuah pembelajaran

yang

menyenangkan.
Miniatur pompa hidrolik adalah alat peraga yang dibuat untuk menjawab kegelisahan
guru dalam membangkitkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Fisika. Proses
pembuatan alat peraga miniature pompa hidrolik ini sangat sederhana dan relative mudah. Alat
dan bahan yang mudah ditemukan dan murah harganya, menjadikan alat ini mudah didapatkan
dan siap untuk

membangkitkan motivasi belajar siswa. Alat ini digunakan untuk membantu siswa dalam
memahami prinsip kerja hukum pascal yang berkaitan dengan tekanan.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara pembuatan miniatur pompa hidrolik ?
2. Bagaimana miniatur pompa hidrolik dapat menjelaskan konsep hukum pascal ?
3. Apa saja aplikasi pompa hidrolik dalam kehidupan sehari-hari ?

C. Tujuaan
1. Mengetahui cara pembuatan dan cara kerja miniatur pompa hidrolik.
2. Menjelaskan konsep hukum pascal dengan miniatur pompa hidrolik.
3. Menyebutkan aplikasi atau penerapan pompa hidrolik dalam kehidupan sehari-hari.

D. Manfaat
Adapun manfaat pembuatan alat ini adalah sebagai berikut.
1. Dapat membantu guru dalam membangkitkan minat belajar siswa dengan cara melakukan
percobaan-percobaan menggunakan alat peraga sederhana.
2. Menjadi konsep dasar dalam membuat alat berat seperti dongkrak hidrolik, mobil pengangkat
alat berat, dan sebagainya.
3. Sebagai acuan untuk menganalisis konsep tentang hukum pascal.

BAB II
LANDASAN TEORI
A. Tekanan
Tekanan (p) adalah satuan fisika untuk menyatakan gaya (F) per satuan luas (A) yaitu
secara matematis ditulis ;

.Satuan tekanan sering digunakan untuk mengukur kekuatan dari

suatu cairan atau gas. Satuan tekanan dapat dihubungkan dengan satuan volume (isi) dan suhu.
Semakin tinggi tekanan di dalam suatu tempat dengan isi yang sama, maka suhu akan semakin
tinggi. Hal ini dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa suhu di pegunungan lebih rendah
dari pada di dataran rendah, karena di dataran rendah tekanan lebih tinggi. Akan tetapi
pernyataan ini tidak selamanya benar atau terkecuali untuk uap air, uap air jika tekanan
ditingkatkan maka akan terjadi perubahan dari gas kembali menjadi cair. (dikutip dari
wikipedia : kondensasi). Rumus dari tekanan dapat juga digunakan untuk menerangkan mengapa
pisau yang diasah dan permukaannya menipis menjadi tajam. Semakin kecil luas permukaan,
dengan gaya yang sama akan didapatkan tekanan yang lebih tinggi.
Tekanan udara dapat diukur dengan menggunakan barometer.
Saat ini atau sebelumnya unit tekanan rakyat adalah sebagai berikut:
Atmosfer (atm)
Manometric unit:
-

Sentimeter, inci, dan milimeter merkuri (torr)

Templat: Jangkar Tinggi kolom air yang setara, termasuk milimeter (mm H2O), sentimeter (cm
H2O), meter, inci, dan kaki dari air

Adat unit:
-

Tidur, ton-force (pendek), ton-force (lama), pound-force, ons-force, dan Poundal inci per persegi

Ton-force (pendek), dan ton-force (lama) per inci persegi

Non-SI unit metrik:


-

Bar, decibar, milibar

Kilogram-force, atau kilopond, per sentimeter persegi (tekanan atmosfer).

Gram-force dan ton-force (ton-force metrik) per sentimeter persegi

Barye (dyne per sentimeter persegi)

Kilogram-force dan ton-gaya per meter persegi

Sthene per meter persegi (pieze)

1. Hukum bejana berhubungan


Apabila kita mengamati bentuk permukaan air dalam teko atau selang yang ditekuk?
Ternyata, permukaan zat cair tersebut tetap mendatar, dan tidak terpengaruh bentuk tempat zat
cair itu. Teko dan selang termasuk bejana berhubungan. Hal ini kemudian dinyatakan dalam
hukum yang terkenal dengan nama hukum bejana berhubungan. Hukum bejana berhubungan
berbunyi: Bila bejana-bejana berhubungan diisi dengan zat cair yang sama dan berada dalam
keadaan setimbang maka permukaan zat cair dalam bejana-bejana terletak pada sebuah bidang
datar.Hukum bejana berhubungan membahas mengenai zat cair sejenis dalam bejana
berhubungan. Lalu, apa yang akan terjadi jika bejana berhubungan tersebut diisi dengan
beberapa zat cair tidak sejenis? Untuk kasus seperti ini digunakan prinsip tekanan hidrostatis,
yaitu tekanan zat cair akan sama pada kedalaman yang sama.

Gambar 19.11 Bejana berhubungan yang diisi dengan zat cair yang massa jenisnya berbeda.
2. Tekanan hidrostatis
Tekanan Hidrostatis adalah tekanan yang terjadi di bawah air. Tekanan ini terjadi
karena adanya berat air yang membuat cairan tersebut mengeluarkan tekanan. Tekanan sebuah
cairan bergantung pada kedalaman cairan di dalam sebuah ruang dan gravitasi juga menentukan
tekanan air tersebut. Hubungan ini dirumuskan sebagai berikut:

P = gh (1)
dimana adalah masa jenis cairan, g (10 m/s2) adalah gravitasi, dan h adalah kedalaman cairan.

Hukum utama hidrostatis adalah sebagai berikut :


Perhatikan gambar di bawah ini:

Gambar 7.7 Tekanan di titik A, B, C, dan D sama besar, serta tidak bergantung pada bentuk
penampang tempat fluida tersebut.
Hukum Utama Hidrostatis menyatakan bahwa semua titik yang berada pada bidang
datar yang sama dalam fluida homogen, memiliki tekanan total yang sama. Jadi, walaupun
bentuk penampang tabung berbeda, besarnya tekanan total di titik A, B, C, dan D adalah sama.
Persamaan Hukum Utama Hidrostatis dapat diturunkan dengan memperhatikan Gambar 7.8.
Misalkan, pada suatu bejana berhubungan dimasukkan dua jenis fluida yang massa jenisnya
berbeda, yaitu 1 dan 2.

Gambar 7.8 Tekanan total di titik A dan B pada bejana U yang terisi fluida homogen adalah
sama besar, pA = pB.
Jika diukur dari bidang batas terendah antara fluida 1 dan fluida 2, yaitu titik B dan titik A, fluida
2 memiliki ketinggian h2 dan fluida 1 memiliki ketinggian h1. Tekanan total di titik A dan titik B
sama besar. Menurut persamaan tekanan hidrostatis, besarnya tekanan di titik A dan titik B
bergantung pada massa jenis fluida dan ketinggian fluida di dalam tabung. Secara matematis,
persamaannya dapat dituliskan sebagai berikut.
pA = pB
p0 + 1gh1 = p0 + 2gh2
1 h1 = 2 h2

dengan: h1 = jarak titik A terhadap permukaan fluida 1,


h2 = jarak titik B terhadap permukaan fluida 2,
1 = massa jenis fluida satu, dan
2 = massa jenis fluida dua.

B. Hukum Pascal
Hukum pascal ditemukan oleh Blaise Pascal, seorang ilmuwan Prancis yang hidup pada
(1623-1662). Pada dasarnya Blaise pascal adalah seorang ahli filsafat dan teologi, namun
hobinya pada ilmu matematika dan fisika, terutama geometri proyektif, mengantarkan menjadi
ilmuwan dunia yang terkenal sepanjang masa berkat penemuannya dalam bidang fisika
mekanika fluida yang berhubungan dengan tekanan dan gaya yang dikenal dengan Hukum
Pascal.
Salah satu penggunaan hukum Pascal yaitu pada dongkrak hidrolik , yang prinsipnya
ditunjukkan pada gambar (1.3) di bawah yaitu sebuah bejana tertutup yang dilengkapi dengan
dua buah pengisap pada dua kakinya. Luas penampang kaki (1) ialah A1 dan luas penampang
pada kaki (2) ialah A2 (A1 < A2), dengan A = 1/4 d2.

gambar 1.3 prinsip dongkrak hidrolik


Tekanan yang diberikan pada pengisap (1) ialah p1. Tekanan ini akan diteruskan oleh zat cair ke
kaki (2) dengan sama besar yaitu p2. Jadi, P1 = P2. Maka :
1. Bunyi hukum pascal
Bunyi hukum pascal adalah sebagai berikut :
Tekanan yang diberikan pada suatu zat cair didalam suatu wadah, akan diteruskan ke segala
arah dan sama besar
2. Rumus hukum pascal

Hukum Pascal dirumuskan dengan istilah Pa (Pascal) yaitu sebuah satuan turunan untuk
tekanan. Sesuai dengan bunyinya, maka Hukum Pascal di rumuskan sebagai berikut:
PA = PB

atau F1 = F2

Jika:
F1/A1 = F2/A2 maka F1 = A1/A2 x F2
atau F1 = (D1/ D1)2 X F2
Keterangan Simbol:
F1 /F2 = Gaya pada permukaan A atau B (N)
A1/A2 = Luas permukaan A atau B (m2)
D1/D2 = Diameter permukaan A atau B (m).

C. Pompa Hidrolik
Pompa hidrolik merupakan komponen dari sistem hidrolik yang membuat oli mengalir
atau pompa hidrolik sebagai sumber tenaga yang mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga
hidrolik. Pompa hidrolik menggunakan energy kinetik dari cairan yang dipompakan pada suatu
kolom dan energi tersebut diberikan pukulan yang tiba-tiba menjadi energi yang berbentuk lain
(energi tekan). Pompa ini berfungsi untuk mentransfer energi mekanik menjadi energi hidrolik.
Pompa hidraulik bekerja dengan cara menghisap oli dari tangki hidraulik dan mendorongnya
kedalam sistem hidraulik dalam bentuk aliran (flow). Aliran ini yang dimanfaatkan dengan cara
merubahnya menjadi tekanan. Tekanan dihasilkan dengan cara menghambat aliran oli dalam
sistem hidraulik. Hambatan ini dapat disebabkan oleh orifice, silinder, motor hidraulik, dan
aktuator. Pompa hidraulik yang biasa digunakan ada dua macam yaitu positive dan nonpositive
displacement pump (Aziz, 2009). Ada dua macam peralatan yang biasanya digunakan dalam
merubah energi hidraulik menjadi energi mekanik yaitu motor hidraulik dan aktuator. Motor
hidraulik mentransfer energi hidraulik menjadi energi mekanik dengan cara memanfaatkan aliran
oli dalam sistem merubahnya menjadi energi putaran yang dimanfaatkan untuk menggerakan
roda, transmisi, pompa dan lain-lain
1. Sistem hidrolik
Sistem hidraulik adalah teknologi yang memanfaatkan zat cair, biasanya oli, untuk
melakukan suatu gerakan segaris atau putaran. Sistem ini bekerja berdasarkan prinsip Pascal,

yaitu jika suatu zat cair dikenakan tekanan, tekanan itu akan merambat ke segala arah dengan
tidak bertambah atau berkurang kekuatannya. Prinsip dalam rangkaian hidraulik adalah
menggunakan fluida kerja berupa zat cair yang dipindahkan dengan pompa hidraulik untuk
menjalankan suatu sistem tertentu (Anonim, 2009c).
2. Macam macam pompa hidrolik
a. Pompa sirip burung
Pompa ini bergerak terdiri dari dari banyak sirip yang dapat flexible bergerak di dalam
rumah pompanya. Bila volume pada ruang pompa membesar, maka akan mengalami penurunan
tekanan, oli hydrolik akan terhisap masuk, kemudian diteruskan ke ruang kompressi. Oli yang
bertekanan akan dialirkan ke sistim hydrolik.
b. Pompa torak aksial
Pompa hydrolik ini akan mengisap oli melalui pengisapan yang dilakukan oleh piston
yang digerakkan oleh poros rotasi. Gerak putar dari poros pompa diubah menjadi gerakan torak
translasi, kemudian terjadi langkah hisap dan kompressi secara bergantian. Sehingga aliran oli
hydrolik menjadi kontinyu.
c. Pompa torak radial
Pompa ini berupa piston-piston yang dipasang secara radial, bila rotor berputar secara
eksentrik, maka piston2 pada stator akan mengisap dan mengkompressi secara bergantian.
Gerakan torak ini akan berlangsung terus menerus, sehingga menghasilkan alira oli / fluida yang
kontinyu.
d. Pompa sekrup
Pompa ini memiliki dua rotor yang saling berpasangan atau bertautan (engage), yang
satu mempunyai bentuk cekung, sedangkan lainnya berbentuk cembung, sehingga dapat
memindahkan fluida oli secara aksial ke sisi lainnya. Kedua rotor itu identik dengan sepasang
roda gigi helix yang saling bertautan.
3. Sifat cairan hidrolik
Cairan hydrolik yang digunakan pada sistem hydrolik harus memiliki ciri-ciri atau
watak (propertiy) yang sesuai dengan kebutuhan. Property cairan hydrolik merupakan hal-hal
yang dimiliki oleh cairan hydrolik tersebut sehingga cairan hydrolik tersebut dapat melaksanakan
tugas atau fungsingnya dengan baik.

Demulsibility (Water separable)


Yang dimaksud dengan de-mulsibility adalah kemampuan cairan hydrolik, karena air akan
mengakibatkan terjadinya korosi bila berhubungan dengan logam.
Minimal compressibility
Secara teoritis cairan adalah uncomprtessible (tidak dapat dikempa). Tetapi
kenyataannya cairan hydrolik dapat dikempa sampai dengan 0,5 % volume untuk setiap
penekanan 80 bar oleh karena itu dipersyaratkan bahwa cairan hydrolik agar seminimal mungkin
dpat dipompa.
4. Komponen utama pompa hidrolik
System hidrolik ini didukung oleh tiga unit komponen utama, yaitu:
a. Unit Tenaga, berfungsi sebagai sumber tenaga dengan liquid minyak hidrolik. Pada sistem ini,
unit tenaga terdiri atas:
Penggerak mula yang berupa motor listrik atau motor bakar
Pompa hidrolik, putaran dari poros penggerak mula memutar pompa hidrolik sehingga pompa
hidrolik bekerja
Tangki hidrolik, berfungsi sebagai wadah atau penampang cairan hidrolik
Kelengkapan (accessories), seperti : pressure gauge, gelas penduga, relief valve
a. Unit Penggerak (Actuator), berfungsi untuk mengubah tenaga fluida menjadi tenaga mekanik.
Hidrolik actuator dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu penggerak lurus (linier Actuator) :
silinder hidrolik dan penggerak putar : motor hidrolik, rotary actuator.
b. Unit Pengatur, berfungsi sebagai pengatur gerak sistem hidrolik.
Unit ini biasanya diwujudkan dalam bentuk katup atau valve yang macam-macamnya akan
dibahas berikut ini.
1) Katup Pengarah (Directional Control Valve = DCV)
Katup (Valve) adalah suatu alat yang menerima perintah dari luar untuk melepas, menghentikan
atau mengarahkan fluida yang melalui katup tersebut. Contoh jenis katup pengarah: Katup 4/3
Penggerak lever, Katup pengarah dengan piring putar, katup dengan pegas bias.

2) Macam-macam Katup Pengarah Khusus

(a) Check Valve adalah katup satu arah, berfungsi sebagai pengarah aliran dan juga sebagai pressure
control (pengontrol tekanan)
(b) Pilot Operated Check Valve, Katup ini dirancang untuk aliran cairan hidrolik yang dapat
mengalir bebas pada satu arah dan menutup pada arah lawannya, kecuali ada tekanan cairan yang
dapat membukanya.
(c) Katup Pengatur Tekanan, Tekanan cairan hidrolik diatur untuk berbagai tujuan misalnya untuk
membatasi tekanan operasional dalam sistem hidrolik, untuk mengatur tekanan agar penggerak
hidrolik dapat bekerja secara berurutan, untuk mengurangi tekanan yang mengalir dalam saluran
tertentu menjadi kecil.
3) Macam-macam Katup pengatur tekanan adalah:
(a) Relief Valve, digunakan untuk mengatur tekanan yang bekerja pada sistem dan juga mencegah
terjadinya beban lebih atau tekanan yang melebihi kemampuan rangkaian hidrolik.
(b) Sequence Valve, berfungsi untuk mengatur tekanan untuk mengurutkan pekerjaan yaitu
menggerakkan silinder hidrolik yang satu kemudian baru yang lain.
(c) Pressure reducing valve, berfungsi untuk menurunkan tekanan fluida yang mengalir pada
saluran kerja karena penggerak yang akan menerimanya didesain dengan tekanan yang lebih
rendah.
(d) Flow Control Valve, katup ini digunakan untuk mengatur volume aliran yang berarti mengatur
kecepatan gerak actuator (piston).
Fungsi katup ini adalah sebagai berikut:
Untuk membatasi kecepatan maksimum gerakan piston atau motor hidrolik
Untuk membatasi daya yang bekerja pada sistem
Untuk menyeimbangkan aliran yang mengalir pada cabang-cabang rangkaian.
Macam-macam dari Flow Control Valve :
Fixed flow control yaitu: apabila pengaturan aliran tidak dapat berubah-ubah yaitu melalui fixed
orifice.

Variable flow control yaitu apabila pengaturan aliran dapat berubah-ubah sesuai dengan
keperluan

Flow control yang dilengkapi dengan check valve


Flow control yang dilengkapi dengan relief valve guna menyeimbangkan tekanan
5. Klasifikasi pompa

a. Non Positive Displacement pump : mempunyai penyekat antara lubang masuk/inlet port dan
lubang keluar/out port, sehingga cairan dapat mengalir di dalam pompa apabila ada tekanan.
Contoh : Pompa air termasuk disebut juga tipe non positive diplasement.
b. Positive diplacement pump : Memiliki lubang masuk/inlet port dan lubang keluar/outlet port
yang di sekat di dalam pompa. Sehingga pompa jenis ini dapat bekerja dengan tekanan yang
sangat tinggi dan harus di proteksi terhadap tekanan yang berlebihan dengan menggunakan
pressure relief valve.
Contoh : Pompa hidrolik alat-alat berat
c. Fixed displacement pump : mempunyai sebuah ruang pompa dengan volume tetap (fixed volume
pumping chamber) Out putnya hanya bisa diubah dengan cara merubah kecepatan kerja (drive
speed ).
d. Variable displacement pump : mempunyai ruang pompa dengan volume bervariasi, outputnya
dapat diubah dengan cara merubah displacement atau drive speed, fixed displacement pump
maupun variable pump dipakai pada alat-alat pemindah tanah.
6. Aplikasi prinsip pompa hidrolik dalam kehidupan sehari-hari.
Aplikasi hukum pascal yang sangat terkenal adalah yang terdapat pada alat
pengangkatan Hidrolik atau yang banyak dikenal dengan istilah Dongkrak Hidrolik. Setiap benda
yang menggunakan istilah Hidrolik biasanya merupakan aplikasi dari hukum pascal. Contahnya
Dongkrak hidrolik. Dongkrak hidrolik sering digunakan untuk mengangkat berat seperti saat
harus mengganti ban mobil. Prinsip kerjanya seperti gambar berikut.

Dua buah bejana seperti gambar (1.4), bejana I diisi satu jenis zat cair, sedangkan
bejana II diisi dua jenis zat cair. Pada bejana I permukaan air pada kedua kaki tabung sama
tinggi, sedangkan pada bejana II permukaan zat cair pada kedua kaki tabung tingginya berbeda.
Tinggi permukaan pada bejana II masing-masing h1 dan h2 diukur dari bidang yang melalui
persentuhan kedua zat cair AB. Setiap titik pada bidang tersebut mempunyai tekanan yang sama
(PA = PB).
Dengan mengingat hukum Pascal dan tekanan Hidrostatis, akan didapatkan hubungan ketinggian
hA dan hB sebagai berikut:

Keterangan:
A = massa jenis fluida A
B = massa jenis fluida B
hA = tinggi fluida A dari bidang acuan
hB = tinggi fluida B dari bidang acuan.

BAB III
RANCANGAN PERCOBAAN

A. Alat dan Bahan

1. lem dextone

3. injeksi suntikan 10 cc
(2 buah)

2. Cutter (1 buah)

5. Selang infuse/selang
tanki sepeda motor

6. Kacang-kacangan
sepeda (2buah)

9. Paku
8. Gergaji

4. injeksi suntikan
50 cc (1 buah)

7. pipa tinta pena


bekas

10. Palu

11. Piring Plastik

22. Triplek

13. Balok kayu 3


cm x 1.5 cm

B. Langkah Kerja
1. Buatlah lubang seukuran diameter selang pada bagian bawah spit suntikan 10 cc dengan
menggunakan cutter, seperti pada gambar berikut

Langkah pertama

2. Lakukan hal yang sama pada spit suntikan 50 cc tapi dengan posisi ketinggian lubang yang
lebih rendah dari posisi lubang pada spit suntikan 10 cc. Seperti pada gambar berikut

Langkah kedua

3. Sehingga menghasilkan perbedaan ketinggian lubang seperti pada gambar berikut

Langkah ketiga

4. Potonglah selang panjang menjadi 3 bagian, dengan masing-masing 21cm, 15 cm, dan 10
cm. Seperti pada gambar berikut

5. Masukkan kacang-kacangan sepeda pada injeksi suntikan 10 cc melalui lubang yang telah
dibuat pada langkah awal, seperti pada gambar berikut

Langkah kelima

6. Letakkan selang kecil pada mulut lubang injeksi suntuikan 10 cc kemudian sambungkan dengan
selang panjang, seperti pada gambar berikut

Langkah keenam

7. Letakkan juga selang panjang pada mulut injeksi suntikan 50 cc, dan rangkaikan lah seperti pada
gambar berikut

Langkah ketujuh

8.
9.
10.
11.
12.

Potonglah balok kayu menjadi 4 bagian dengan ukuran


Potonglah triplek menjadi persegi panjang dengan menggunakan gergaji
Hubungkan balok-balok kayu tersebut ke triplek menggunakan paku.
Letakkan rangkaian injeksi tadi di atas balok kayu
Satukan piring plastic ke atas kuasa injeksi 50 cc dengan menggunakan lem plastic. Seperti pada
gambar berikut

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
1. Tabel hasil pengamatan
NO
1

Yang di berikan

Yang menerima

Hasil tekanan

gaya (F)

gaya (F)

(P)

Suntikan kecil (A)

Suntikan

besar Tekanan yang diberikan sama

(A)

dengan tekanan yang diterima.


P1 = P2 dan terasa lebih ringan
tapi ketinggian air di suntikan
yang menerima gaya lebih
pendek dari yang memberikan
gaya.

Suntikan besar (A)

Suntikan

kecil Tekanan yang diberikan sama

(A)

dengan tekanan yang diterima.


P1 = P2 dan terasa lebih berat
tapi ketinggian air di suntikan
yang menerima gaya lebih
tinggi dari yang memberikan
gaya.

2. Gambar hasil percobaan


a. Ketika suntikan kecil di tekan (diberi gaya) maka tekanannya terasa ringan dan ketinggian air di
suntikan besar tidak sampai memenuhi panjangnya.

b. Ketika suntikan besar di tekan (diberi gaya) maka tekanannya terasa agak berat dan ketinggian
air pada suntikan kecil memenuhi panjangnya.

B. Pembahasan
Miniature pompa hidrolik merupakan alat peraga praktikum pada mata pelajaran fisika.
Alat ini digunakan untuk menjelaskan secara kualitatif prinsip dari hukum pascal. Cara
pembuatan alat ini sangat mudah dan murah, yaitu cukup dengan menggunakan alat dan bahan
yang sederhana seperti selang kecil, suntikan berdiameter besar dan kecil, dua buah potongan
papan dan air. Dengan alat dan bahan yang sederhana ini kemudian rangkai alat dan bahan
tersebut dengan cara menyambungkan suntikan kecil dan besar dengan menggunakan selang,
lalu ikat kedua suntikan dan selang pada papan yang sudah disambungkan dengan papan lainnya
dengan tegak lurus. Untuk lebih jelasnya seperti gambar berikut:
Setelah rangkaian sudah siap, maka untuk melakukan praktikum yaitu dengan cara mengisi
selang dengan air sampai penuh dan mengisi suntikan kecil sampai penuh lalu sambungkan
suntikan kecil dengan selang. Setelah itu masukkan suntikan besar yang belum terisi ari ke ujung
selang yang sudah terisi air. Sekarang antara suntikan kecil dengan suntikan besar sudah
tersambung dengan selang yang sudah terisi air. Untuk percobaan pertama, mendorong suntikan
kecil dan percobaan kedua mendorong suntikan besar. Pada saat mendorong suntikan kecil, air
mengalir ke suntikan besar sehingga poston pada suntikan besar naik. Ketinggian air di suntikan
besar tidak bisa memenuhi panjangnya suntikan dan terasa ringan saat mendorong suntikan kecil.
Kemudian pada percobaan kedua yaitu mendorong suntikan besar, air juga mengalir ke suntikan
kecil dan ketinggian ari di suntikan kecil sampai memenuhi panjang suntikan dan pada saat
mendorong suntikan besar terasa sedikit berat dibandingkan dengan mendorong suntikan kecil.
Miniature pompa hidrolik ini dibuat untuk menjelaskan secara kualitatif prinsip dari
hukum pascal. Prinsip ini membahas tentang tekanan. Jadi dalam hukum pascal ini juga
berkaitan dengan bejana berhubungan. Untuk memahami konsep tekanan, prisnsip bejana
berhubungan dan hukum pascal, maka sangat tepat sekali miniatur pompa hidrolik dibuat untuk
mengilustrasikan konsep itu.
Tekanan atau biasa dilambangkan (P) adalah sebuah satuan fisika yang digunakan untuk
menyatakan gaya (F) yang dikeluarkan persatuan luas (A). secara matematis dirumuskan .

Biasanya tekanan ini digunakan untuk mengukur kekuatan suatu cairan atau gas. Untuk pompa
hidrolik, tekanan ini digunakan untuk mengukur kekuatan cairan. Semakin tinggi tekanan dalam
suatu tempat dengan isi (volume) yang sama, maka suhu akan semakin naik. Itulah hubungan
tekanan dengan suhu. Alat peraga miniature pompa hidrolik ini menggunakan dua buah suntikan
yang berdiameter besar dan kecil yang dihubungkan dengan seutas selang kecil. Artinya bahwa
pompa hidrolik ini menggunakan prinsip bejana berhubungan, bunyi hukum bejana berhubungan
adalah bila bejana-bejana berhubungan di isi dengan zat cair yang sama dan berada dalam
keadaan seimbang maka permukaan zat cair pada bejana-bejana terletak pada sebuah bidang
datar. Hukum bejana berhubungan ini membahas mengenai zat cair sejenis dalam sebuah bejana
yang berhubungan. Tepat sekali dengan alat peraga yang dibuat ini (miniature pompa hidrolik)
yaitu mengguanakan zat cair yang sejenis, hanya menggunakan air saja sebagai bahan.
Pompa hidrolik tidak lepas dari konsep tekanan. Ada hal menarik pada pompa hidrolik
untuk dianalisis yaitu pada luas penampang tabung yang berbeda, ternyata ketika diberikan
tekanan maka antara tabung yang kecil dengan yang besar akan memiliki tekanan total yang
sama. Inilah yang kemudian disebut dengan hukum utama hidrostatis yaitu berhubungan dengan
fluida yang homogen dan tekanan total yang sama pada luas penampang yang berbeda. Untuk
menjelaskan sistim kerja pompa hidrolik ini digunakan prinsip hukum utama hidrostatis dan juga
hukum pascal, hukum pascal berbunyi tekanan yang diberikan pada suatu zat cair dalam suatu
wadah akan diteruskan ke segala arah dan sama besar. Jelaslah bahwa antara hukum utama
hidrostatis dengna hukum pascal tidak jauh beda, menjelaskan tentang kesamaan tekanan antara
luas penampang yang berbeda satu dengan lainnya.
Di kehidupan sehari-hari penerapan konsep hukum pascal, dalam hal ini adalah pompa
hidrolik sudah banyak sekali membantu meringantkan kerja manusia khususnya dalam bidang
gerak. Inovasi yang sudah dibuat oleh manusia dengan konsep pompa hidrolik adalah adanya
dongkrak hidrolik yang mengangkat mobil-mobil besar pada bengkel mobil. Kemudian di bidang
pembangunan ada mobil penggali tananh (mobil sekop). Itu menggunakan prinsip kerja pompa
hidrolik, karena dibagian atas sekop mobil itu terdapat pompa besar yang menggunakan pelumas
sebagai cairannya. Di bidang pertanian misalnya, digunakan juga prisnsip pompa hidrolik ketika
musim kering tiba dan hanya terdapat sedikit air. Kekurangan air ini bisa digunakan pompa
hidrolik untuk memompa air dengan cara otomatis. Karena tenaga yang memompa air berasal
dari air itu sendiri. Inilah beberapa contoh penerapan konsep hukum pascal atau lebih khususnya

aplikasi dari pompa hidrolik. Jadi miniature pompa hidrolik dapat membantu siswa untuk
memahami konsep hukum pascal secara kulitatif sehingga dengan pemahaman ini akan ada
inovasi inovasi untuk membuat alat berat yang dapat membantu aktivitas manusia.

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
a. Miniature pompa hidrolik adalah sebuah alat yang dibuat untuk menjelaskan
secara kualitatif prinsip hukum pascal. Cara pembuatannya adalah dengan
merangkai suntikan kecil dan suntikan besar yang dihubungkan dengan selang
kecil. Kemudian mengisi selang dan suntikan kecil dengan air sampai penuh, lalu
mengikat kedua suntikan dan juga selang pada papan yang sudah dirangkai
menjadi tegak lurus. Cara kerja alat ini dengan cara mendorong suntikan kecil dan
besar secara bergiliran dan merasakan besar tekanan yang terjadi. Ternyata
hasilnya adalah ketika suntikan kecil di dorong tekanannya kecil dan ketika
suntikan besar di dorong tekanannya lebih besar.
b. Tekanan (P) adalah sebuah satuan fisika yang digunakan untuk untuk menyatakan
banyaknya gaya (F) persatuan luas (A). Secara matematis dapat ditulis .
c. Hukum bejana berhubungan berbunyi bila bejana-bejana berhubungan di isi
dengan zat cair yang sama dan berada dalam keadaan seimbang maka permukaan
zat cair pada bejana-bejana terletak pada sebuah bidang datar.
d. Hukum utama hidrostatis berbunyi semua titik yang berada pada bidang datar
yang sama dalam fluida homogeny, memiliki tekanan total yang sama.
e. Hukum pascal berbunyi tekanan yang diberikan pada suatu zat cair dalam suatu
wadah, akan diteruskan ke segala arah dan sama besar. Maka dengan
menggunakan alat peraga praktikum fisika yaitu miniature pompa hidrolik, dapat
dijelaskan konsep hukum pascal. Terlihat jelas bahwa ketika salah satu suntikan
di tekan maka tekanan itu akan diteruskan oleh air yang ada pada selang ke
suntikan lainnya.
f. System hidrolik adalah teknologi yang memanfaatkan zat cair, biasanya oli untuk
melakukan suatu gerakan segaris atau putaran.

g. Penerapan konsep pompa hidrolik dalam kehidupan sehari-hari contohnya adalah


dongkrak hidrolik, mobil penggali tanah, pompa penyiram tanah pertanian, dan
lain sebagainya.

B. Saran
Alat peraga praktikum fisika (miniature pompa hidrolik) ini cukup bagus untuk
menambah pemahaman siswa untuk menjelaskan konsep hukum pascal secara kualitatif, tapi alat
ini masih ada kekurangannya yaitu tidak bisa menjelaskan konsep tekanan secara kuantitatif
yaitu dengan menerapkan rumus-rumus tekanan. Diharapkan kedepannya untuk membuat
pengembangan lagi mengenai alat ini yaitu dapat menjelaskan konsep hukum pascal baik secara
kualitatif maupun secara kuantitatif.

DAFTAR PUSTAKA

Hanafie Jahja, 1979, Teknologi Pompa Hidraulik Ram, Bandung, Pusat Teknologi Pembangunan
Institut Teknologi Bandung.
Sriyono Dakso dan Fritz Dietzel, 1994, Turbin, Pompa Dan Kompresor, Jakarta: Penerbit
Erlangga.
Widarto L dan FX. Sudarto C. Ph, 1997, Membuat Pompa Hidram, Yogyakarta. Penerbit
Kanisius
Wirawan, dkk. Pneumatik dan Hydrolik. 2010. Semarang: Universitas Negeri Semarang.