Anda di halaman 1dari 30

MODUL 1A

SEL-SEL KOROSI
BAB I
SEL GALVANIK
1. Tujuan Percobaan
Pengujian ini ditunjukan untuk menunjukkan beda potensial yang timbul
akibat korosi galvanik antara logam yang berbeda yang saling berhubungan di
dalam suatu media yang korosif.
Test Galvanis. Didalam perancangan test karatan galvanis, beberapa faktor
Mana

mempengaruhi

tingkat

serangan

galvanis

harus

dipertimbangkan.diantaranya adalah
( 1) hubungan potensi antara logam,
( 2) karakteristik polarisasi antar logam,
( 3) Area kutub positip dan katode,
( 4) daya tahan internal dan eksternal didalam galvanis Circuit.
Kontak galvanik antara spesimen dapat dibuat melalui kawat berisolasi
yang memperpanjang di luar solusi atau logam dapat kontak langsung satu sama
lain. metoda yang terdahulu lebih digunakan pada pengujian dilaboratorium
karena baik untuk pengukuran arus dan potensi untuk dibuat antara spesimen dan
suatu electroda Bagaimanapun pada umumnya diselenggarakan pada suatu basis
kontak langsung

oleh karena kesukaran dengan untaian. Gambar dibawah

menunjukan suatu test perakitan yang spesifik untuk tes atmosferic corrosion.

BAB II
DASAR TEORI
1. Galvanic cell.

Suatu reaksi korosi terjadi karena ada bagian yang berfungsi sebagai
anoda dan katoda yang berhubungan satu sama lain.
Pada katoda akan terjadi reaksi katodik yang mengkonsumsi elektron
yang mengalir dari anoda. Bila pada katode terjadi evolusi hidrogen dan reduksi
oksigen, maka jumlah elektron yang dikonsumsi akan makin banyak, makin
banyak juga elektron yang harus dihasilkan di anoda, berarti makin banyak atom
logam yang menjadi ion, laju korosi makin tinggi, namun bila salah satu reaksinya
dihambat maka laju juga akan terhambat.
Elektrokimia attack bisa dikatakan secara kimiawi sebagai reaksi
elektrolisis dalam elektroplating, anodizing, atau pada dry cell batere. Saat logam
kontak dengan korosi agen dan juga dengan elektrolit, baik gas atau cairan yang
dapat menyebabkan listrik mengalir maka korosi akan terjadi pada logam, dengan
oksidasi. Mengacu pada sudut pandang yang lain korosi elektrokimia disebutkan
terjadi bila reaksinya berlangsung dengan suatu elektrolit, cairan yang
mengandung ion-ion. Reaksi ini berlangsung dengan adanya air atau uap air.
Reaksi semacam ini yang paling banyak terjadi pada reaksi korosi.
Metoda yang kedua dengan proses perkaratan berbeda dengan yang
pertama bahwa hasil penggantian satu unsur didalam berfasa tunggal pada
umumnya didalam suatu larutan mengandung air dengan unsur lain yang mulamula hadir di tahap lain didalam format yang padat sebagai metal atau campuran
logam; dan karena penggantian satu unsur oleh unsur yang lain tanpa media
alternative oleh suatu arus elektrik, karatan dari jenis ini disebut korosi galvanis
atau korosi Electrochemical
Electrochemical Karatan melibatkan dua half-cell reaksi; suatu reaksi
oksidasi di kutub positip dan suatu reaksi pengurangan di katode. Karena besi
yang berkarat oleh air dengan suatu dekat pH netral, dibawah ini reaksi sel
seperti:
Anode reaction:
Cathode reaction:

2Fe => 2Fe2+ + 4eO2 + 2H2O + 4e- => 4OH-

Ada perbedaan reaksi anodic dan cathodic untuk campuran logam yang
berbeda menunjukkan ke berbagai lingkungan. Ini separuh reaksi sel yang terjadi (

sedikit pada awalnya) pada katode dan anoda mikroskopik yang mencakup suatu
berkaratnya permukaan.makroskopik anoda dan Katode dapat berkembang seperti
kemajuan kerusakan karatan dengan waktu.
Penyajian electrochemical proses pengkaratan menurut bagan
( pengkaratan besi yang mengandung air di bawah dekat pH kondisi netral)

Dari di atas teori haruslah nyata yang ada empat komponen dasar di dalam suatu
electrochemical sel korosi:

Suatu anode

Suatu katode.

Suatu lingkungan untuk melakukan pergerakan bersifat ion ( asam aki).

Suatu koneksi elektrik antara anode dan katode untuk aliran arus elktron.
Bila salah satu

komponen ada yang hilang, proses electrochemical

perkaratan akan terhenti.Unsur-unsur ini dengan begitu penting untuk kendali


karatan.
Logam dapat disusun dalam tabel yang diketahui sebagai elektrokimia
series, yang menunjukkan kemudahan untuk melepas elektron. Dimana logam
yang terdaftar paling awal memiliki kecenderungan lebih anodik dalam
pembentukan korosi.

ELECTRO-CHEMICAL SERIES FOR METALS


Arranged in order of Electrode Potential (Nobility)
Most Anodic will give up electrons most easily.
Magnesium
Zinc
Clad 7075 Aluminum Alloy
Commercially Pure Aluminum
Clad 2024 Aluminum Alloy
Cadmium
7075-T6 Aluminum Alloy
2024-T3 Aluminum Alloy
Mild Steel
Lead
Tin
Copper
Stainless steel
Silver
Nickel
Chromium
Gold
Most Cathodic-Least Corrosive.
Any metal appearing before another in this series is
anodic to any metal which follows it, and will be the
one corroded when they are subject to galvanic action.

Bila sepotong logam dicelupkan kedalam larutan elektrolit maka beberapa


atom logam akan larut ke dalam larutan elektrolit dengan melepaskan sejumlah
elektron:
M Mn+ + n eReaksi oksidasi ini segera mencapai keseimbangan, yaitu bila laju
pembentukan ion logam dan elektron sama dengan laju pembentukan logam

dalam larutan. Pada keadaan ini potongan logam itu kelebihan sejumlah elektron
sehingga bermuatan listrik, besarnya muatan dinamakan potensial elektrode yang
besarnya tergantung dari aktifitas kimia dan jenis elektrolitnya. Pada tabel Vs.1
dapat dilihat harga potensial elektrode dari beberapa logam dengan nilai yang
lebih negatif, berarti lebih mudah terkorosi
Dalam reaksinya bila elektron mengalir ke tempat yang keseimbangannya
akan terganggu, dan apabila banyak atom logam yang larut menjadi ion logam
dan makin banyak elektron yang disalurkan ke tempat tersebut, maka logam
sebagai tempat terjadinya oksidasi berfungsi sebagai anode ( dinamakan reaksi
anodik ) sedangkan elektron yang disalurkan disebut katode.
Pada katode terjadi reaksi katodik yang mengkonsumsi elektron yang
mengalir dari anode, reaksi yang biasa terjadi adalah:
2H+ + 2e H2
O2 + 4 H+ + 4 e H2O

( hidrogen evolution)
(reduksi oksigen)

O2 + 2 H2O + 4 e 4 OH- (reduksi oksigen)

Tbl.Vs.1
Ada tiga jenis galvanic cell yaitu:

1. Composition cell
2. Concentration cell
3. Stress cell
Composition cell terjadi antara dua logam yang berbeda karena setiap
logam memiliki potensial elektrode yang berbeda. Semakin besar perbedaannya
maka semakin besar laju korosi yang terjadi

Penggunaan tabel Vs.1 untuk menentukan korosi kadang kurang tepat,


diakibatkan pengukuran menggunakan elektrolit yang mengandung ion masingmasing sedangkan kondisi berbeda. Maka dipakai galvanic serie yang
membandingkan anoda/katoda antara dua logam yang dicelupkan dalam satu
elektrolit yang sama
Tabel.Vs.2).
Galvanic series in Sea Water
Gold
Graphite
Increasingly

Titanium

cathodic

Silver

(protected)

18Cr-8Ni

stainless steel (passive)


11-30% Cr
stainless steel (passive)
Silver solder
Monel

( 70%Ni, 30%Cu)
Bronzes (CuZn)
Copper
Brasses (CuZn)
Nickel
Tin
Increasingly

Lead

anodic

18 Cr-8Ni

stainless steel (active)


(corroded)

Steel or iron
Cast iron
2024

aluminum (4.5%Cu, 1.5%Mg, 0.6% Mn)


Cadmium
Aluminum
Zinc
Magnesium
Tabel Vs.2
Concentration cell yaitu sel galvanik yang terjadi karena salah satu bagian
logam berada dalam satu elektrolit dengan konsentrasi yang berbeda (misal
larutan tidak homogen atau konsentrasi oksigen yang lebih tinggi dipermukaan
atau ada kotoran yang menyerap air. (Gbr.Ver@.3.4.5)

2. Galvanic corrosion
Korosi tipe ini yang biasa dapat terjadi kapan pun dan dimana pun, dalam
kondisi sebagai berikut:
1.Dua buah logam dissimilar terhubung dengan tujuan buat jalur untuk
aliran
2.Permukaan material dilapisi dengan beberapa material sebagai elektrolit
hal ini dapat digantikan saat dimana dissimilar metals skin dirivet, atau saat
inspection plat aluminium pada struktur dengan steel screw.
Saat logam dalam group yang sama dalam galvanic grouping disatukan,
maka akan menampilkan kecenderungan untuk korosi galvanic. Tetapi logam
dalam satu group tentunya akan korosi saat disatukan dengan group yang lain.
Memahami jauh tentang group, semakin besar nilai group maka akan aktif
terhadap korosi. Material dengan nomor group yang rendah akan menjadi anode
pada galvanic pair dan akan menjadi sesuatu yang akan korosi. Contohnya pada
steel screw yang digunakan untuk menahan aluminum alloy; jika terkontaminasi
uap diantara dua logam aluminum akan korosi.

Gbr.Ver@.3,4,5
Stress cell terjadi karena adanya bagian yang mengalami tegangan yang
berbeda dengan bagian lain, misalnya akibat deformasi dingin atau jika karena
perlakuan panas, bagian yang mengalami tegangan yang besar akan menjadi
anoda dan akan terkorosi lebih hebat.

Gbr.Ver@.6

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
III.1 Peralatan dan Bahan
1.

Larutan NaCl 3 %

2.

Multitester (voltmeter)

3.

Beaker Glass

4.

Logam Cu/Zn, Cu/Fe, Fe/Zn

5.

Sel Percobaan

Pembahasan : menggunakan larutan NaCl 3%


Perbandingan potensial Fe dengan elektroda standar
Berikut hasil datanya:
Cu
-0,11 v

Zn
-0,93 v

Sel galvanik (perbandingan dengan jembatan garam) antara Cu/Zn


menghasilkan beda potensial =-0,82 V
Perbandingan antara Al/Cu. Menghasilkan beda potensial = 0,60 V
Kesimpulan
Yang lebih cepat korosi adalah Zn karna memiliki potensial lebih sedikit.

FLOW CHART PERCOBAAN SEL-SEL KOROSI


SEL GALVANIK

PERSIAPAN ALAT DAN


BAHAN

NaCl 3%

ISI BEAKER GLASS

PENCELUPAN LEMPENG DUA


LOGAM

PENYUSUNAN RANGKAIAN

VOLTMETER

PENGAMATAN TEGANGAN

MODUL 1B
SEL-SEL KOROSI
BAB I
SEL DIFFERNSIAL AERASI

1. Tujuan percobaan
Untuk menunjuakan adanya gradien perbedaan konsentrasi oksigen di
dalam larutan yang kontak dengan dua permukaan logam dapat menimbulkan arus
korosidi antara kedua permukaan logam tersebut.

BAB II

DASAR TEORI
1. Oksidasi
Oksidasi adalah reaksi kimia dimana elemen logam bersatu dengan
oksigen. Elektron berpindah dari logam dalam proses ini. Jenis ini merupakan
jenis korosi yang biasa kita temui dan terbilang cukup gampang terjadi, ini
merupakan dry corrosion atau dikenal dengan oksidasi. Saat logam seperti
aluminium diletakkan pada gas yang mengandung oksigen, reaksi kimia akan
terjadi pada permukaan logam dan gas. Pada masalah ini dua atom aluminium
akan bersatu dengan tiga atom oksigen membentuk aluminium oksida:
2 Al + 3 O => Al 2 O3
jika logamnya adalah besi (iron) atau baja (steel) yang merupakan ferrous
metal dua atom besi akan bergabung dengan 3 atom oksigen membentuk besi
oksida:
2 Fe + 3 O => Fe2 O3
karena alasan diatas maka dengan maksud untuk melindungi besi dari
korosi atau rusting cara terbaik adalah dengan mencegah kontak antara logam
dengan oksigen, dengan cara melapisi permukaan logam dengan oli atau grease,
atau untuk perlindungan yang lebih permanen gunakan lapisan cat. Sedangkan
untuk aluminium alloy dilindungi dengan membentuk oxide film yaitu lapisan
atau coating dari metallic oksida pada permukaan dari material, yang akan
memisahkan aluminium dari berbagai elektrolit (gas atau cair).
O2 (oksigen) adalah faktor penting terjadinya korosi, terutama untuk
general corrosion dan biasanya terjadi pada kondisi pH netral (CMIIW). Intinya
ada bagian dari metal yg menjadi catodic dan ada yg menjadi anodic, sehingga
akan terjadi perpindahan ion.Untuk contoh, Fe (metal) + H2O+1/2O2 akan
membentuk Fe2O3 (rust)..dimana 2e- dari Fe akan pindah menuju ke bagian yg
banyak mengandung H2O dan O2. product Fe2O3 (rust) akan terbentuk di Anode

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

III. 1 Peralatan dan Bahan

1.

Sepasang logam Fe dengan luas permukaan yang sama

2.

Larutan NaCl 3% (1200 ml)

3.

Dua buah beaker glass 600 ml

4.

Aerotor

5.

Multi tester(ampermeter)

6.

Agar agar

7.

Sel percobaan

8.

Jembatan garam
PEMBAHASAN
Difernsiasi aerasi menggunakan NaCl 3% yang terdiri dari 2 buah beaker
gelas yang diisi dengan kandungan O2 yang berbeda.bahan yang diuji adalah
Aluminium.
a. Aerasi kandungan oksigen yang lebih besar dengan potensial -0,66
b. Diaerasi mempunyai kandugan oksigen yang lebih kecil dari pada nitrat
dengan potensial -0,68.
Ketika menggunakan jembatan garam beda potansial material yang sama
dengan lingkungan yang berbeda mempunyai nilai -0,03 V.

FLOW CHART PERCOBAAN SEL-SEL KOROSI SEL DIFERENSIAL


AERASI

PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN

3% NaCl

ISI JEMBATAN GARAM

3%
NaCl

ISI KEDUA BEAKER GLASS

MENGHUBUNGKAN KEDUA BEAKER

PENCELUPAN LEMPENG BAJA YANG


SUDAH DIAMPLAS
AMPEREMETER

HARGA AMPEREMETER HARUS


MENUNJUKKAN NOL
MENGINJEKSI OKSIGEN
DAN NITROGEN
BEAKER

PENCATATAN ARUS YANG TIMBUL DAN


ARAH ARUS

MODUL 1C
SEL-SEL KOROSI
BAB I
SEL CONSENTRASI

1.

Tujuan Percobaan
Untuk menunjukkan adanya gradien/perbedaan kosentrasi ion logam di

dalam larutan yang kontak dengan dua permukaan logam dapat menimbulkan arus
korosi di antara kedua permukaan logam tersebut.

BAB II
DASAR TEORI
1. Concentration cell
Concentration cell yaitu sel galvanik yang terjadi karena salah satu
bagian logam berada dalam satu elektrolit dengan konsentrasi yang berbeda (misal
larutan tidak homogen atau konsentrasi oksigen yang lebih tinggi dipermukaan
atau ada kotoran yang menyerap air.

2. Concentration strees
A. Oksigen concentration cell
Saat air, melindungi permukaan logam seperti aluminium pada skin
pesawat, dan beberapa menyusup ke dalam crack antara lap joint dari sheet, maka
korosi concentration cell dapat terbentuk: sejak air pada daerah terbuka secara
cepat menyerap oksigen dari udara, maka akan menarik elektron dari logam ke
bentuk ion hidroksida negatif, dua molekul air ditambah satu molekul oksigen
ditambah empat elektron akan terbentuk empat ion negatif hidroksida.

B. Metallic ion concentration cell

Potensial elektrode dalam logam tergantung dari perbedaan campuran


logamnya, tetapi perbedaan potensialnya dapat dijadikan akibat jika elektrolitnya
memiliki perbedaan konsentrasi pada logam yang melindungi permukaan.
Permukaan dari aircraft dilapisi dengan lapisan dari air. Seperti oksigen
concentration cell dimana oksigen menyerap elektron dari logam dan membentuk
ion hidroksida negatif. Saat elektron diambil dari aluminium, maka ion positif
alumunium akan tertinggal, daerah terbuka dari logam akan membebaskan air
untuk bergerak, dan secara kontinyu membawa ion alumunium. Pada skin yang
faying (overlapping) konsentrasi ion logam positif merupakan tingkat tertinggi
dan menjadi katode dan menarik elektron dari skin pada daerah terbuka, katode.
Aliran elektron ini menjadikan terbentuknya ion hidroksida negatif dan ion
aluminium positif.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

III.1 Peralatan dan Bahan


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Sepasang logam Cu dengan luas permukaan yang sama


Larutan CuSo4 0,1 gpl dan 100 gpl
Dua buah beaker glass 600 ml
Larutan H2So4 10%
Multitester ( amperemeter dan voltmeter )
Agar-agar
Sel percobaan
Jembatan garam

Pembahasan
Sel konsentrasi dengan senyawa kimia yang digunakan adalah
CuSO4 dengan konsentrasi yang berbeda.

Material yang

Konsentrasi

Konsentrasi

digunakan
Cu

100 GPL
-0,18

0,1 GPL
-0,047

Beda potensial couple pada titik kesetimbangan adalah -0,47


Kesimpulan
Ion di 100 GPL lebih sedikit sehingga lebih cepat korosi. Semakin kecil
kandungan CuSO4 korosi semakin besar. Jadi konsentrasi yang korosinya lebih
besar adalah pada konsentrasi 0,1 GPL dengan nilai -0,047.
FLOW CHART PERCOBAAN SEL-SEL KOROSI
SEL KONSENTRASI

PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN

PENGISIAN
JEMBATAN U

MENGISI MASING-MASING
BEAKER GLASS

MENCELUPKAN LEMPENG Cu
PADA KEDUA BEAKER GLASS

AGAR-AGAR 1.5 Gr
Dalam 50 ml CuSO4 100
gpl

CuSo4 0.1 gpl + H2SO4


10% dan CuSO4 100 gpi +
H2SO4 10%

MENGHUBUNGKAN LEMPENG
Cu DENGAN AMPEREMETER
DAN VOLTMETER

MENCATAT ARUS DAN


TEGANGAN YANG TERJADI

MODUL 2A
PENGUKURAN POTENSIAL KOROSI BEBERAPA JENIS LOGAM
BAB I
POTENSIAL KOROSI BERBAGAI LOGAM PADA LINGKUNGAN NaCl
3%

1. Tujuan Percobaan
Untuk mengetahui cara pengukuran potensial korosi berbagai logam pada
lingkungan NaCl 3% serta menyusun deret galvanik beberapa logam yang diukur.
BAB II
DASAR TEORI

Korosi dapat didefinisikan sebagai perusakan suatu material (terutama


logam karena bereaksi dengan lingkungannya), karena bereaksi dengan
lingkungannya, sebagian logam akan menjadi oksida, sulfida, atau hasil reaksi
lain yang dapat larut dalam lingkungannya. Dengan bereaksi ini sebagian logam
akan hilang menjadi suatu senyawa yang lebih stabil. Di alam logam pada
umumnya berupa senyawa karena itu peristiwa korosi juga dapat dianggap
sebagai peristiwa kembalinya logam menuju bentuk sebagaimana dia di alam.
Dan ini merupakan kebalikan dari proses estractive metallurgy ( praktek
menyulingan metal dari bijih, pembersihan bijih, dan mendaur ulang bijih) yang
memurnikan logam dari senyawanya . Dalam hal ini, korosi mengakibatkan
kerugian karena hilangnya sebagian hasil usaha untuk memurnikan logam.

Na+ + Cl- => NaCl


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
III. 1 Peralatan dan Bahan
1. Elektroda standar kalomel.
2. Larutan NaCl 3%
3. Multitester
4. Logam Cu, Ni, Pb, Fe, Al dan Zn.
5. Sel percobaan.
Pembahasan
Larutan yang digunakan adalah NaCl 3%. Deret volta dilihat dari nilai yang
paling negative. Dengan katoda (positif) dan anoda (negatif ).Berikut urutan yang
dimulai dari korosinya yang paling tinggi:
NO

MATERIAL

KANDUNGAN

Zn

-0,97

Al

-0,69

Fe

-0,45

Pb

-0,44

Cu

-0,12

Mg

-1,5

Ni

-0,1

FLOW CHART PENGUKURAN POTENSIAL KOROSI BEBERAPA


JENIS LOGAM PADA LINGKUNGAN NaCl 3 %
PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN

MENGISI SEL DENAG LARUTAN


NaCl 3 %

MENCELUPKAN ELEKTRODA
LOGAM

MENYUSUN RANGKAIAN

MELAKUKAN PENGUKURAN
POTENSIAL KOROSI

MENCATAT HASIL PENGUKURAN

MODUL 2B
PENGUKURAN POTENSIAL KOROSI BEBERAPA JENIS LOGAM
BAB I
POTENSIAL KOROS Fe PADA BERBAGAI pH LARUTAN YANG
BERBEDA

1. Tujuan Percobaan
Untuk menunjukan kondisi logam dalam berbagai lingkungan keasaman
dikaitkan dengan diagram pourbaix.

BAB II
DASAR TEORI

Electrochemical Karatan melibatkan dua half-cell reaksi; suatu reaksi


oksidasi di kutub positip dan suatu reaksi pengurangan di katode [itu]. Karena
besi/ setrika yang berkarat air dengan suatu dekat pH netral, dibawah ini reaksi
sel seperti:
2Fe => 2Fe2+ + 4e-

Anode reaction:

Cathode reaction: O2 + 2H2O + 4e- => 4OHAda perbedaan reaksi anodic dan cathodic untuk campuran logam yang
berbeda menunjukkan ke berbagai lingkungan. Ini separuh reaksi sel yang terjadi
(sedikit pada awalnya) pada katode dan anoda mikroskopik yang mencakup suatu
berkaratnya permukaan.makroskopik anoda dan Katode dapat berkembang seperti
kemajuan kerusakan karatan dengan waktu.
Penyajian electrochemical proses pengkaratan menurut bagan
( pengkaratan besi yang mengandung air di bawah dekat pH kondisi netral)

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

III.1 Peralatan dan Bahan

1.

Logam Fe.

2.

Larutan H 2 SO4 , air ledeng, NaOH.

3.

Multitester.

4.

Ph meter (indicator).

5.

Sel percobaan.

6.

Elektroda standar kalomel.

Pembahasan
Senyawa yang digunakan adalah H2SO4, air ledeng dan NaOh. Dan material yang
digunakan adalah Fe.
H2SO4 PH 3
-0,457

Air ledeng
0,446

NaOH PH 12
-0,466

Kesimpulan;
Lingkungan yang paling cepat menyebabkan korosi adalah

NaOH PH 12,

kemudian H2SO4 PH 3, dan dilanjutkan Air ledeng.

FLOW CHART PENGUKURAN POTENSIAL KOROSI BEBERAPA


JENIS LOGAM
KOROSI Fe PADA BERBAGAI Ph LARUTAN YANG BERBEDA

PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN

LARUTAN
H2SO4 (Ph=2)

MENGISI SEL PERCOBAAN

MENCELUPKAN ELEKTRODA Fe

MENYUSUN RANGKAIAN

MENGUKUR POTENSIAL KOROSI


LOGAM Fe

MENGULANG PERCOBAAN

LARUTAN AIR LEDENG DAN NaOH


(pH=10)