Anda di halaman 1dari 2

K.

Bioteknologi Pertambangan

Kegiatan pertambangan secara konvensional, ekstrasi bijih tembaga memerlukan


proses dg zat kimia & biaya yg besar.

Namun sjk ditemukan nya bakteri Thiobacillus ferooxidans maka ekstrasi bijih
tembaga dilakuukan dg bantuan bakteri tsb.

Bakteri itu merupakan bakteri Litotrof (pemakan batu), yaitu menggunakan batu yg
mengandung sulfur untuk mendapatkan energi & menghasilkan asam sulfat sbg
limbahnya.

Selain pd tembaga, proses biohidrometalurgi ini jg dpt dilakukan pd emas, uranium,


nikel, dsb.

Pemanfaatan sifat mikroorganisme yg mampu membantu manusia melakukan proses


pemisahan logam" dr bijih nya disebut teknik Biomining.

L. Implikasi Bioteknologi
1. Bioteknologi dan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI)
Kemajuan dan perkembangan bioteknologi yang mempunyai prospek bisnis telah
menggerakan adanya HaKI untuk melindungi penemuan-penemuan baru baik produk atau
pun proses sehingga hanya dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh pakar penemu atau
institusi yang membiayai penemuan tersebut. Pada tahun 1997. Tidak kurang dari 1.100 gen
telah dipatenkan.

2. Bioteknologi dan Keamanan Hayati

Konvensi Keanekaragaman Hayati (1992). Sebagai tindak lanjut konvensi tersebut,


disepakati Protokol Cartagena tentang Pengamanan Hayati yang menyinggung tentang
prosedur transportasi produk bioteknologi antarnegara yang memperkuat adanya
kemungkinan bahaya dampak merugikan terhadap keanekaragaman hayati, ekosistem,
kesehatan manusia, ekonomi, sosial, budaya, dan pengetahuan tradisional.

Dampak merugikan terhadap keanekaragaman hayati disebabkan oleh adanya potensi


terjadinya gen.

Kloning : menyebabkan keanekaragaman genetik yang merugikan populasi, terutama


kesehatan manusia.

Dengan

demikian,

dalam

penerapan

bioteknologi,

banyak

aspek

yang harus

diperhitungkan. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal, selain harus berusaha
untuk mencukupi kebutuhan hidup, kita juga harus bertanggungjawab menjaga
keseimbangan lingkungan hidup yang telah dianugerahkan kepada kita.