Anda di halaman 1dari 18

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH

TERHADAP KINERJA GURU PENJASORKES


SEKOLAH DASAR DI KABUPATENPANGKEP
Program studi
Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Kekhususan Manajemen Olahraga
MUNARTI (11B04033)
ABSTRAK

MUNARTI. pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru


penjasorkes sekolah dasar di kabupaten pangkep (dibimbing oleh Nuhrawi Nawir
dan Djen Jalal).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; hasil pengaruh gaya kepemimpinan
kepala sekolah terhadap kinerja guru penjasorkes sekolah dasar di Kabupaten
Pangkep. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif. Populasinya adalah guru
pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan SDN berjumlah 30 orang dan Kepala
SDN berjumlah 30 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik
parametrik secara uji chi-kuadrat pada taraf signifikan 95% atau 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada pengaruh kepemimpinan otoriter
kepala sekolah terhadap kinerja guru pendidikan jasmani dan olahraga di Kabupaten
Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 6,752. (2) Ada pengaruh kepemimpinan
demokratis kepala sekolah terhadap kinerja guru pendidikan jasmani dan olahraga di
Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan 2, 690. (3) Ada pengaruh
kepemimpinan laisser faire kepala sekolah terhadap kinerja guru pendidikan jasmani
dan olahraga di Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 6,837. Dari
ketiga masalah ini kepemimpinan kepala sekolah secara demokratis lebih baik jika
dibandingkan dengan kepemimpinan otoriter dan kepemimpinan laisser faire.

ABSTRACT

MUNARTI. 2013. The influence of principal leadership toward performance of


Elementary Schools Physical Education and health Teachers in Pangkep District
(under the guidance of Nuhrawi Nawir and Djen Jalal).
This research aimed to fine out the influence of principal leadership toward
performance of elementary schools physical education and health teacher in Pangkep
District. This is a descriptive research. The populations were 30 physical education
and health teacher of elementary school and 30 elementary schoolsprinsipals.
Technique of data analiysis employet parametric statistic in chi-square test on the
level of siknificant 95 % or =0,05.
The result indicated that (1) there is influence on authoritarian leadership of
principals toward teachers performance as much 6,752; (2) there is influence on
democratic leadership of principals toward teachers performance as much 2,690; and
(3) there is influence on lesser faire leadership of principals toward teachers
performance as much 6,837. Of the three problems, democratic leadership of
principals seems better than both of democratic and lesser faire leadership.

PENDAHULUAN
Hal yang menjadi perhatian pemerintah adalah rendahnya mutu pendidikan di
beberapa daerah, termasuk di Kabupaten Pangkep. Rendahnya kinerja guru
pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan disebabkan oleh salah satu faktor yaitu
sikap kepala sekolah atau yang dikenal dengan istilah gaya kepemimpinan.
Kepala sekolah sebagai pemimpin diharapkan dapat memahami segala aspek
perilaku, kepribadian, kemampuan, pengetahuan dan tingkat kecerdasan pegawainya
sehingga perilaku atau gaya kepemimpinan yang diterapkan tidak monoton. Dengan
kata lain, gaya kepemimpinan yang diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi
sekolah.

Perbedaan kepribadian, latar belakang, tingkat kecerdasan, pengetahuan dan


kemampuan yang dimiliki pegawai/guru khususnya guru pendidikan jasmani
olahraga dan kesehatan tidak efektif apabila dikelolah dengan gaya kepemimpinan
tunggal. Untuk mewujudkan tujuan organisasi secara efektif, kepala sekolah
diharapkan dapat menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan situasi.
Karena tidak ada satupun gaya atau perilaku kepemimpinan tunggal yang cocok
diterapkan untuk segala situasi. Dalam realitasnya masih ada kepala sekolah yang
menerapkan gaya kepemimpinan tertentu yang tidak sesuai situasi.
Dari gambaran diatas dapat dijelaskan bahwa kinerja seseorang akan
meningkat apabila didukung oleh beberapa faktor termasuk salah satunya pemimpin,
dalam hal ini guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dan gaya
kepemimpinan kepala sekolah. Sebagai contoh guru yang memiliki kemampuan,
keterampilan dan etos kerja yang tinggi tetapi sikap kepemimpinan yang tidak
mendukung maka akan menimbulkan reaksi negtif dari para guru sehingga
berdampak pada kinerja guru tersebut.
Bersumber dari uraian diatas bahwa kedudukan kepala sekolah khususnya
Sekolah Dasar di Kabupaten Pangkep ikut serta mensukseskan tugas pokoknya sesuai
dengan fungsinya dalam pemerintahan dan pembangunan di lingkungan Kabupaten
Pangkep khususnya dunia pendidikan. Untuk itu gaya kepemipinan kepala sekolah
memiliki peranan dalam meningkatkan kinerja guru dalam hal ini guru pendidikan
jasmani olahraga dan kesehatan di lingkugan Kabupaten Pangkep. Kepemimpinan
kepala sekolah

sangat menentukan tercapainya kualitas pendidikan. Menyadari

berbagai

permasalahan yang terjadi dan melahirkan

asumsi bahwa gaya

kepemimpinan kepala sekolah di Kabupaten Pangkep banyak juga dipengaruhi oleh


faktor-faktor tradisi dan kebudayaan masih kental. Sifat dan kekeluargaan yang
masih kuat yang mengarah pada bentuk nepotisme, pada akhirnya melahirkan bentukbentuk diskriminatif di lingkungan pendidikan yang berimbas secara umum terhadap
kinerja guru dalam hal ini guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Mereka
merasakan ketidak adilan dan ketidak puasan kerja / mengajar sehingga menimbulkan
penurunan semangat kerja karena menganggap bukan dari latar belakang keluarga
yang sama.
METODOLOGI
1.

Jenis Penelitian.
Jenis penelitian yang akan digunakan untuk meneliti pengaruh gaya

kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru penjasorkes sekolah dasar di


Kabupaten Pangkep adalah jenis penelitian expost facto.
Menurut Sugiyono (dalam Riduwan 2009:50) mengemukakan bahwa:
Penelitian expost facto melihat kebelakang adalah suatu penelitian yang
dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian melihat
kebelakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian
tersebut.
Telah menetapkan sampel data penelitian ini maka, digunakan tehnik
purposive sampling. Hal ini sejalan dengan pendapat
Sugiyono (2010: 218) mengemukakan bahwa Purposive sampling adalah
tehnik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu,
pertimbangan tertentu ini misalnya orang tersebut yang dianggap paling tahu
tentang apa yang harapkan, atau mungkin dia sebagai penguasa sehingga akan
memudahkan peneliti menjelajahi obyek/ situasi sosial yang diteliti.

Selanjutnya jumlah sampel yang terpilih sebanyak 60 orang, dimana kepala


sekolah sebanyak 30 orang dan guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan
sebanyak 30 orang.
Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian yang diajukan mengenai
gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di Sekolah Dasar
Kabupaten Pangkep, maka teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian
ini adalah teknik analisis statistik deskriptif inferensial.
1. Deskriptif Kepemimpinan Kepala Sekolah
Hasil analisis deskriptif data penelitian variabel Kepemimpian Kepala
Sekolah di Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan, dapat dilihat pada
lampiran dan rangkuman analisisnya dirangkum dalam Tabel 4.1 sebagai berikut:
Tabel 4.1 Rangkuman hasil analisis deskriptif data variabel Kepemimpinan
Kepala Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Pangkep Provinsi
Sulawesi Selatan.

Variabel

Kepemimpina Otoriter
Kepemimpinan
Demokratis
Kepemimpinan Laizer
faire

Rata-rata

Std

Minimal

Maksimal

(Mean)

Dev

(Min)

(Maks)

39,70

4,070

31,00

46,00

41,90

4,262

33,00

49,00

40,97

4,774

31,00

49,00

Berdasarkan Tabel 4.1 tersebut di atas, dari tiga variabel kepemimpinan Kepala
Sekolah di Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan dapat disimpulkan bahwa :

a. Kepemimpinan kepala sekolah otoriter sesuai dengan analisis deskriptif


diperoleh nilai rata-rata adalah 39,70 dengan nilai standar deviasi adalah
4,070 sedangkan diperoleh nilai minimum sebesar 31,00 dan nilai
maksimum sebesar 46,00.
b. Kepemimpinan kepala sekolah demokratis diperoleh nilai rata-rata adalah
41,90 nilai standar deviasi adalah 4,262 sedangkan nilai minimum adalah
33,00 dan nilai maksimum diperoleh 49,00.
c. Kepemimpinan kepala sekolah laizer faire diperoleh nilai rata-rata
diperoleh 40,97,

nilai standar deviasi adalah 4,774 sedangkan nilai

minimum diperoleh 31,00, nilai maksimum adalah 49,00.


Simpulan : Dari tiga kepemimpinan kepala sekolah di Sekolah Dasar
Negeri Kabupaten Pangkep yang paling tinggi nilai rata-ratanya adalah
kepemimpinan demokratis.
Tabel 4.2 Rangkuman hasil analisis deskriptif data variabel kinerja
pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan SD
Negeri di
Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan
Rata-rata

Std

Minimal

Maksimal

(Mean)

Dev

(Min)

(Maks)

Kualitas Kerja

52,53

4,280

44,00

60,00

Ketepatan Kerja

55,40

4,839

48,00

65,00

Waktu

16,80

1,955

14,00

20,00

Hasil Kerja

30,27

2,851

25,00

36,00

Variabel

Berdasarkan hasil deskriptif pada tabel 4.2 tersebut di atas, dari satu variabel
terdiri empat sub variabel kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan
sekolah dasar di Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan dapat disimpulkan
bahwa :
a. Kualitas kerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan diperoleh
nilai rata-rata sebesar 52,53 dan

nilai standar deviasi sebesar 4,280,

sedangkan diperoleh nilai minimum sebesar 44,00 serta nilai maksimum


sebesar 60,00 .
b. Ketepatan kerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan
diperoleh nilai rata-rata sebesar 55,40 dan diperolah nilai standar deviasi
sebesar 4,839 sedangkan untuk nilai minimum sebesar 48,00 serta nilai
maksimum sebesar 65,00.
c. Waktu kerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan diperoleh
nilai rata-rata adalah 16,80 nilai standar deviasi dan 1,954 sedangkan nilai
minimum sebesar 14,00 serta nilai maksimum berjumlah 20,00.
d. Hasil kerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan diperoleh
nilai rata-rata adalah 30,267 sedangkan untuk standar deviasi sebesar
2,851, sedangkan untuk nilai minimum diperolah 35 serta untuk nilai
maksimum sebesar 35.
Sesuai dengan rangkuman analisis deskriptif diatas dapat disimpulan : Dari
empat sub variabel tersebut bahwa guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan

Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Pangkep yang paling tinggi nilai

rata-ratanya

adalah ketepatan kerja.


1. Pengujian normalitas data.
Teknik pengujian normalitas data tiap variabel dalam penelitian ini yaitu
dengan menggunakan metode analisis uji normalitas Kolmogorov-Smirnov Z.
Berdasarkan hasil uji normalitas data (dapat dilihat pada lampiran), adapun hasil
pengujian yang diperoleh dapat dirangkum dalam tabel 4.3 berikut ini.
Tabel 4.3

Rangkuman hasil uji normalitas Kepemimpinan Kepala Sekolah


dan kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan SDN
Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan.

Kolmogorov-Smirnov
Kepemimpinan kepala Sekolah & Kinerja
guru pendidikan jasmani olahraga dan

Statistik

Df

Sig.

Otoriter

0,865

30

0,443

Demokratis

0,852

30

0,462

Laizer faire

0,444

30

0,989

Kinerja guru Pendidikan jasmani olahraga

0,676

30

0,750

kesehatan

dan kesehatan
Berdasarkan Tabel 4.3 di atas, maka dapat terlihat bahwa dari hasil pengujian
normalitas data dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov Z, menunjukkan hasil
sebagai berikut:
1.

Kepemimpinan kepala sekolah secara otoriter Sekolah Dasar Negeri di


Kabupaten Pangkep, diperoleh nilai statistik Kolmogorov-Smirnov test (KS-Z)

sebesar 0,865 (Sig. 0,443 > 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa data
kepemimpinan otoriter kepala sekolah Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten
Pangkep Sulawesi Selatan berdistribusi normal atau dengan kata lain data
tersebut bisa dilanjutkan untuk pengujian hipotesis.
2.

Kepemimpinan kepala sekolah secara demokratis Sekolah Dasar Negeri di


Kabupaten Pangkep, diperoleh nilai statistik Kolmogorov-Smirnov test (KS-Z)
sebesar 0,852 (Sig. 0,462 > 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa data
kepemimpinan demokratis kepala Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Pangkep
Sulawesi Selatan berdistribusi normal.

3.

Kepemimpinan kepala sekolah secara Laizer faire Sekolah Dasar Negeri di


Kabupaten Pangkep, diperoleh nilai statistik Kolmogorov-Smirnov test sebesar
0,444 (Sig. 0,968 > 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa data
kepemimpinan Laizer faire kepala Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Pangkep
Sulawesi Selatan berdistribusi normal.

4.

Kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan Sekolah Dasar Negeri
di Kabupaten Pangkep, diperoleh nilai statistik Kolmogorov-Smirnov test
sebesar 0,676 (Sig. 0,750 > 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa data
kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan Sekolah Dasar Negeri
di Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan berdistribusi normal.
Berdasarkan uji normalitas data kedua variabel baik variabel kepemimpinan

kepala sekolah maupun kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan
adalah berdistribusi normal, sebagai prasyarat dalam analisis data infrensial.

Berdasarkan pengajuan hipotesis sebelumnya untuk mengungkap adanya pengaruh


kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan
kesehatan Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan
dengan menggunakan analisis statistik infrensial dengan teknik analisis chi-kuadrat.
2. Uji Hipotesis Data Penelitian.
Ada dua pertanyaan dan tiga hipotesis dalam penelitian ini untuk diuji
kebenarannya. Setelah dilakukan perhitungan analisis deskriptif crosstabs (dalam
program SPSS di baca Crostabulation Analisis, maka selanjutnya dilakukan
pengujian hipotesis sebagai berikut:
1. Kepemimpinan kepala sekolah secara ototriter (X1) dengan kinerja guru
pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan SDN di Kabupaten Pangkep
Provinsi Sulawesi Selatan.
Untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah secara otoriter
dengan kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dilakukan
perhitungan uji deskriptif crosstab dengan analisis Chi-Square (chi- Kuadrat) atau
dengan

pada tingkat signifikansi atau dengan tingkat keabsahan 5%. Hal ini sesuai

dengan pendapat Sugyono (2009: 109) Bila chi-kuadrat hitung lebih kecil dari tabel,
maka Ho diterima dan apabila lebih besar atau sama dengan () harga tabel maka Ho
ditolak . Adapun rangkuman hasil perhitungannya dapat dilihat pada Tabel 4.4
berikut ini:
Tabel 4.4 Rangkuman hasil analisis pengaruh antara kepemimpinan otoriter
kepala sekolah dengan kinerja guru pendidikan jasmani olahraga
dan kesehatan Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan.

Variabel penelitian

Kepemimpinan

kepala

sekolah

(X1)

otoriter

Kinerja guru penjas olahraga

30

Pearson Chi-

Sig. (2-

Square (

sided)

6,752

0,344

df (6)

12,592

dan kesehatan (Y)


Berdasarkan Tabel 4.4 terlihat bahwa hasil perhitungan uji chi-square
menggunakan uji hipotesis statistik pearson chi-Square ; Jika H0:
H1:

x1y < 0; dan

x1y 0 , berdasarkan uji pearson chi-Square (analisis chi kuadrat) melalui

program SPSS 20 diperoleh nilai chi-square (

) diperoleh nilai sebesar 6,752 .

Hasil uji statistik tersebut, dikompirmasikan pada tabel angka chi-square pearson
diperoleh nilai derajat kebebasan (df) 6, nilai df 6 pada tabel chi-kuarat pada
tingkat signifikannya 5% adalah
diajukan dalam penelitian ini : Jika (

sebesar 12,592. Selanjutnya hipotesis yang


< 0,05), maka diterima H0 dan ditolak H1 ;

Jika (

0,05) maka ditolak H1. Jika dilihat dari hasil analisis tersebut dengan

nilai

= 12,592, dengan nilai P < 0,05) atau 6,752 < 12,592, maka diterima H 0

dan ditolak H1, artinya bahwa ada pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah
secara otoriter (X1) dengan kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan
Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan.
Berdasarkan hipotesis yang diterima tersebut maka dapat dijelaskan bahwa
adanya pengaruh gaya kepemimpinan otoriter terhadap kinerja guru penjasorkes
disebabkan karena kepemimpinan otoriter memberikan suatu dorongan dan semangat

kepada guru penjasorkes melaksanakan tugasnya secara profesioal sehingga guru


berhasil meningkatkan kinerjanya Nawawi (2003:147).
2.

Kepemimpinan kepala sekolah secara demokratis (X2) dengan kinerja guru


pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan SDN di Kabupaten Pangkep
Provinsi Sulawesi Selatan.
Untuk mengetahui keeratan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah secara

demokratis dengan kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan


dilakukan perhitungan nilai chi-square dari pearson chi-square (

) pada tingkat

signifikansi 5%. Adapun rangkuman hasil perhitungannya dapat dilihat pada Tabel
4.5 berikut dibawah ini:
Tabel 4.5

Rangkuman hasil analisis pengaruh antara kepemimpinan kepala


sekolah secara demokratis dengan kinerja guru pendidikan jasmani
olahraga dan kesehatan Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi
Selatan.

Variabel penelitian
Kepemimpinan
sekolah

Pearson Chi-

Sig. (2-

Square (

sided)

df (6)

kepala

demokratis (X2) :

Kinerja guru penjas olahraga

30

2,690

0,847

12,592

dan kesehatan (Y)


Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.5 terlihat bahwa hasil perhitungan uji
chi-square menggunakan uji hipotesis statistik pearson chi-Square; Jika H0:
0; dan H1:

x2y <

x2y 0 , berdasarkan uji pearson chi-Square (analisis chi kuadrat)

melalui program SPSS 20 diperoleh nilai Chi-Square (

) sebesar 2,690. Hasil uji

statistik tersebut, dikompirmasikan pada table angka interval chi-kuarat pearson

diperoleh nilai derajat kebebasan (df) 6, nilai df 6 pada tabel


tingkat signifikannya 5% adalah

= 12,592. Selanjutnya dikompirmasi dengan

pengajuan hipotesis dalam penelitian ini : Jika (


ditolak H1 ; Jika (
dengan nilai
diterima

chi-kuarat pada

< 0,05) maka diterima H0 dan

0,05) maka ditolak H1. Jika dilihat dari hasil analisis tersebut

sebesar 12,592, dengan nilai P < 0,05) atau 2,690 < 12,592, maka

H0 dan ditolak H1, artinya bahwa ada pengaruh kepemimpinan kepala

sekolah secara demokratis (X3) dengan kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan
kesehatan Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan.
Hasil temuan ini juga mendukung teori yang dikemukakan oleh Mifta Thoha
(2010:9)

mengemukakan

bahwa:

Kepemimpinan

adalah

kegiatan

untuk

mempengaruhi orang lain, atau seni mempengaruhi perilaku manusia baik perorangan
maupun kelompok. Apabila seorang kepala sekolah tidak mampu dalam memimpin
guru dalam hal ini guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan akan
mempengaruhi kemauan dan kinerja mereka dalam mencapai tujuan organisasi
sekolah. Dengan adanya pengaruh gaya kepemimpina demokratis kepala sekolah
akan menyebabkan orang-orang yang dipengaruhi termotivasi dan berusaha untuk
pencapaian tujuan yang diharapkan.

3.

Kepemimpinan kepala sekolah secara Laizer faire (X3) dengan kinerja guru
pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan SDN di Kabupaten Pangkep
Provinsi Sulawesi Selatan.

Untuk mengetahui keeratan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah secara


laizer faire dengan kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dilakukan
perhitungan nilai chi-square dari pearson (

) pada tingkat signifikansi 5%. Adapun

rangkuman hasil perhitungannya dapat dilihat pada Tabel 4.6 berikut ini:
Tabel 4.6 Rangkuman hasil analisis pengaruh antara kepemimpinan kepala
sekolah secara Laizer faire dengan kinerja guru pendidikan jasmani
olahraga dan kesehatan Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan.
Variabel penelitian
Kepemimpinan
sekolah

Pearson Chi-

Sig. (2-

Square (

sided)

df (9)

kepala

secara laizer faire

(X3) : Kinerja guru penjas

30

2,690

0,654

16,919

olahraga dan kesehatan (Y)

Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4.6 terlihat bahwa hasil perhitungan uji
chi-square menggunakan uji hipotesis statistik pearson chi-Square (
x3y < 0; dan H1:

); Jika H0:

x3y 0 , berdasarkan uji pearson chi-Square (chi kuadrat)

melalui program SPSS 20 diperoleh nilai chi-square (

) sebesar 2,690. Hasil uji

statistik tersebut, diuraikan pada tabel angka interval chi-square pearson diperoleh
nilai derajat kebebasan (df) 9, nilai df 9 pada tabel chi-kuarat pada tingkat
signifikannya 5% adalah
penelitian ini : Jika (

= 16,919. Selanjutnya dengan pengajuan hipotesis dalam


< 0,05), maka diterima H0 dan ditolak H1 ; Jika (

0,05), maka ditolak H1. Jika dilihat dari hasil analisis tersebut dengan nilai
16,919, dengan nilai

sebesar

< 0,05) atau 6,837 < 16,919, maka diterima H0 dan ditolak

H1, artinya bahwa ada pengaruh kepemimpinan kepala sekolah secara laiser faire (X3)
dengan kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan Sekolah Dasar
Negeri Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan.
Berdasarkan hipotesis ketiga Keberhasilan sekolah adalah keberhasilan
kepala sekolah, dalam hal ini jika gaya kepemimpinan leiser faire diterapkan di
seluruh sekolah dasar di Kabupaten Pangkep maka kinerja guru pendidikan jasmani
olahraga dan kesehatan akan baik. Sikap dan kebijakan yang ditunjukkan berdasarkan
kebersamaan, menghormati dan sikap saling percaya dan memperhtikan perasaan
guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dapat merasakan perhatian dan
penghargaan, sehingga keberadaan para guru pendidikan jasmani olahraga dan
kesehatan menjadi berarti dalam menciptakan suasana yang kondusif.
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Dari latar belakang, kajian teori, dan ketiga hipotesis tersebut diatas serta
analisis chi-kuadrat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru
pendidikan jasmani dan olahraga Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Pangkep
Provinsi Sulawesi Selatan yang telah dikembangkan dapat disimpulkan:
1. Kepemimpinan otoriter kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru
pendidikan jasmani dan olahraga di Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi
Selatan.
2. Kepemimpinan demokratis kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru
pendidikan jasmani dan olahraga di Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi

Selatan.
3. Kepemimpinan lazier faire kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru
pendidikan jasmani dan olahraga di Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi
Selatan.
B. SARAN
Dari hasil penelitian bahwa ada pengaruh yang nyata kepemimpinan otoriter
kepala sekolah terhadap kinerja guru pendidikan jasmani dan olahraga di
Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan. Tetapi dalam beberapa indikator
yang telah dikembangkan dalam penelitian ini masih terdapat hal-hal yang perlu
di beri perhatian yang lebih baik, maka diberikan saran-saran sebagai berikut:
1.

Kiranya gaya kepemimpinan kepala sekolah dapat terus diterapkan dalam


meningkatkan kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan
sekolah dasar.

2.

Kepada guru khususnya guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan


hendaknya harus lebih giat untuk mengembangkan profesionalismenya serta
kompetensinya serta menjalin kerjasama baik itu sesama guru, pimpinan
serta pemangku kepentingan sehingga terjalin suasana yang harmonis
sehingga semakin menguatkan motivasi untuk selalu berbuat yang terbaik
untuk kemajuan bangsa indonesia.

3.

Diharapkan kepada peneliti selanjutnya yang ingin mengembangkan


penelitian ini selanjutnya untuk menambahkan beberapa variabel karena
dalam penelitian tentang gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja

guru masih banyak faktor-faktor pendukung selain dari gaya kepemimpian


otoriter, kepemimpinan demokratis dan gaya kepemimpinan laizer faire.
Selain itu juga diharapkan untuk meneliti jangkauan yang lebih luas lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Thoha, Miftah. 2010. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Rajawali Pers.
Nawawi, Hadari. 2003. Kepemimpinan Mengefektifkan organisasi. Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press.
Riduwan. 2009. Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung:
Alfabeta
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta.