Anda di halaman 1dari 18

USAHA KEMPLANG

DI Jl. IKAN JULUNG DESA SKIP RAHAYU

LAPORAN PRAKTIKUM
KEWIRAUSHAAN PERIKANAN

Oleh : Kelompok 4

1. Heidy Riana

(12141110

2. M. Zainal A.

(12141110

3. Muhammad Nurul Fajri (12141110


4. Rahajeng Utami

(12141110

5. Septa Triasa B.

(12141110

6. Weni Fitriyani

(1214111067)

UNIVERSITAS LAMPUNG
FAKULTAS PERTANIAN
BANDAR LAMPUNG
2014

LEMBAR PERSETUJUAN

1. Nama Kegiatan

: Praktikum Kewirausahaan Perikanan

2. Identitas Tempat Praktikum


a. Nama Perusahaan / Usaha

: Kerupuk Kemplang

b. Bidang Usaha

: Perorangan

c. Alamat & Telp./Fax

3. Nama Mata Kuliah

: Kewirausahaan

4. Dosen Pengampu

: Mahrus Ali, S. Pi., MP.

5. Tujuan Praktikum
a. Agar mahasiswa dapat membuat usaha baru
b. Agar mahasiswa mengetahui bagaimana cara mengelola usaha
6. Peserta

: 6 Orang

7. Waktu Pelaksanaan

: Rabu, 02 April 2014

Bandar Lampung, 02 April 2014


Menyetujui :
Dosen Pembimbing Praktikum,

Ketua Kelompok Praktikum,

(MAHRUS ALI, S. Pi., MP.)

(M. Zainal)

NIP. 19830520 201012 1 003

NPM. 10141110

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan
rahmat-Nya kami dapat menyelasikan laporan praktikum Kewirausahhaan ini
tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan yang ada. Laporan ini berisi tentang
pengolahan kemplang yang ada di Jalan Ikan Julung Desa Skip Rahayu Bumi
Waras Lampung.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Mahrus Ali serta


Narasumber yang telah bersedia memberikan informasi mengenai usaha
kemplang ini sehingga tugas yang diberikan kepada kami dapat terselesaikan
dengan baik.

Dalam laporan ini kami menyadai masih terdapat banyak kekurangan


dalam penyusunannya, oleh karena itu kami mengharapkan masukan yang
membangun sehingga untuk kedepannya menjadi lebih baik lagi.

Bandar lampung, 10 April 2014

Penulis

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ...............................................................................


KATA PENGANTAR .......................................................................................
DAFTAR ISI ....................................................................................................
DAFTAR TABEL .............................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................

1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ...................................................................................
1.2 Tujuan .................................................................................................
1.3 Manfaat ..............................................................................................

2. GAMBARAN UMUM BIDANG USAHA


2.1 Sejarah Singkat ...................................................................................
2.2 Lokasi Usaha ......................................................................................
2.3 Bentuk Badan Hukum dan Pemilikan ..................................................

3. ASPEK ORGANISASI DAN MANAJEMEN


3.1 Struktur Organisasi Usaha ..................................................................
3.2 Mekanisme dan Pembagian Kerja .......................................................
3.3 Manajemen Tenaga Kerja ...................................................................

4. ASPEK PEMASARAN
4.1 Daerah Pemasaran .............................................................................
4.2 Manajemen Harga ...............................................................................
4.3 Saluran Distribusi ................................................................................
4.4 Pesaing dan Persaingan Usaha ..........................................................
4.5 Proyeksi Pasar (Permintaan dan Permintaan) .....................................
4.6 Strategi dan Perluasan Pemasaran .....................................................

5. ASPEK PRODUKSI/ OPERASIONAL


5.1 Bahan Baku ........................................................................................
5.2 Bangunan dan Tata Letak Usaha ........................................................
5.3 Mesin dan Peralatan ...........................................................................
5.4 Hasil Produksi/ Produk Usaha .............................................................

5.5 Rencana Produksi ...............................................................................

6. ASPEK KEUANGAN
6.1 Jumlah Modal (investasi/ modal kerja) ................................................
6.2 Sumber Modal .....................................................................................
6.3 Proyeksi Pendapatan ..........................................................................
6.4 Analisis Usaha (IRR, NPV, BEP, dll) ...................................................

7. PENUTUP
7.1 Kesimpulan .........................................................................................
7.2 Saran ..................................................................................................

8. DAFTAR PUSTAKA

9. LAMPIRAN
a. Lay Out tempat usaha
b. Perhitungan Analisis Usaha (aspek ekonomi)
c. Daftar Pertanyaan
d. Foto Kegiatan Praktikum

I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Wirausaha merupakan orang yang memiliki kemampuan melihat serta


menilai peluang-peluang bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang
diperlukan untuk mengambil sebuah tindakan yang tepat guna untuk meraih
kesuksesan. Seorang wirausaha harus memiliki sifat-sifat sebagai pengusaha
yaitu mandiri, kerja keras, pantang menyerah, jujur dan sifat-sifat lainnya yang
dapat mendukung berjalannya usaha yang digeluti agar tetap maju dan sukses.

Sebagai mahasiswa kita harus memiliki jiwa mandiri dan berpikir untuk
menjadi wirausaha sehingga dapat menghasilkan lapangan pekerjaan dengan
begitu jumlah penduduk yang berstatus pengangguran semakin berkurang.
Untuk menjadi sorang wirausaha ada beberapa hal yang harus dimiliki untuk
mendukung berjalannya usaha, hal tesebut yaitu ide, semangat, etika, relasi dan
sebagianya.
Dalam memulai usaha kita harus mengetahui peluang pemasaran dan target
yang akan dituju. Salah satu usaha yang bisa digeluti yaitu usaha makanan
ringan (cemilan) kerupuk kemplang. Kerupuk Kemplang merupakan makanan
tradisional yang populer di Sumatera, khususnya Palembang. Kerupuk kemplang
memiliki rasa yang gurih dan rendah kolesterol karena proses pembuatannya
dengan di panggang sehingga tidak mengandung minyak. Dengan rasanya yang
gurih kerupuk kemplang lebih nikmat bila dimakan dengan sambal yang biasanya
sudah disediakan dalam kemasan plastik kemplang.
Untuk itu pada mata kuliah kewirausaan ini kami membahas mengenai usaha
kemplang serta hal-hal yang harus diperhatikan dalam memulai usaha.
1.2 Tujuan

Tujuan yang ingin di capai dari kegiatan wawancara ini yaitu agar mahasiswa
mengetahui bagaimana menjadi wirausaha serta mengetahui tahapan-tahapan
yang harus dilakukan untuk memulai usaha mulai dari modal, pemasaran,
peralatan dan lainnya, sehingga mahasiswa termotivasi untuk menjadi seorang
pengusaha.

1.3 Manfaat

Manfaat yang didapat setelah melakukan wawancara ini yaitu mahasiswa


mengetahui tahap-tahap yang dilakukan untuk memulai usaha. Selain itu kita
juga dapat mengetahui kisaran modal yang dibutuhkan untuk usaha kemplang,
proses pembuatan kempalng, pemasaran, persaingan, serta bahan baku yang
dibutuhkan untuk membuat kemplang. Selain itu juga dapat memberikan motivasi
dan ide kepada mahasiswa untuk memulai usaha.

II. GAMBARAN UMUM BIDANG USAHA

2.1 Sejarah Singkat

Usaha kemplang ini merupakan usaha milik keluarga Ibu Siti Muryani yang
dibantu oleh anak-anak dan menantunya serta melibatkan tetangga sekitar
rumahnya. Usaha kemplang ini didirikan sejak 5 tahun yang lalu. Beliau memulai
usaha ini karena melihat peluang pasar dari kemplang yang begitu diminati
masyarakat karena rasanya yang gurih. Untuk membuat usaha kemplang ini
keluarga ibu Siti membutuhkan modal sebesar Rp. 10.000.000,-. Modal tersebut
digunakan untuk membeli peralatan yang dibutuhkan seperti mesin pencetak,
panci untuk mengukus, gas, arang, ayakan untuk menjemur kemplang, dan
bahan-bahan serta peralatan lain yang dibutuhkan. Dalam usahanya beliau
memproduksi 2 jenis kemplang, yaitu kemplang dengan ukuran kecil yang dijual
ke sekolah-sekolah dan ukuran yang lebih besar dijual ditoko oleh-oleh dan
teempat lainnya.

2.2 Lokasi Usaha

Produksi kemplang ini berada di Jalan Ikan Julung Desa Skip Rahayu Bumi
Waras Bandar Lampung. Usaha tersebut berada di pemukiman padat penduduk
yang kebanyakan dari warga tersebut berprofesi sebagai pembuat kerupuk
kemplang.
2.3 Bentuk Badan Hukum dan Kepemilikan

Usaha kemplang ini merupakan usaha keluarga yang dikerjakan secara


bersama-sama oleh anggota keluarganya. Usaha ini tidak memiliki badan hukum
yang menyatakan kepemilikannya.

III. ASPEK ORGANISASI DAN MANAJEMEN


3.1 Struktur Organisasi Usaha
Untuk membuat sebuah usaha berjalan efesien, efektif dan optimal, maka
harus mempekerjakan sejumlah tenaga kerja yang akan terbagi dalam bagianbagian yang sesuai dengan keahliannya, sehingga masing-masing individu
memiliki gambaran yang jelas tentang posisi, fungsi dan haknya. Berdasarkan
informasi yang kami dapatkan dari hasil wawancara bahwa dalam usaha
pengolahan kemplang tidak memiliki struktur organisasi usaha. Mereka hanya
menggunakan tenaga kerja yang bekerja saling membantu satu sama lain,
sehingga tidak ada jabatan tertentu untuk seorang pekerja.
3.2 Mekanisme dan Pembagian Tenaga Kerja
Pembagian tenaga kerja bertujuan untuk mempermudah dalam mengerjakan
sesuatu sehingga berjalan efisien dan efektif tanpa ada tumpang tidih dalam
menjalankan tugasnya. Usaha kempang ini memiliki tenaga kerja yang bertugas
untuk mengolah, memanggang, serta menjemur kemplang yang sudah dicetak.
Dalam pembagian kerja karyawan saling membantu dan pemilik usaha pun terjun
langsung untuk memantau dan membantu karyawannya.
3.3 Menejemen Tenaga kerja
Pembagian kerja merupakan penjadwalan kerja personila karyawan di suatu
perusahaan. Fungsi pembagian kerja ini untuk memudahkan dan menghindarkan
bentrok kerja. Diwujudkan untuk mengelompokan tugas sesuai dengan tanggung
jawab masing-masing personil atau unit kerja.Dengan jadwal ataupun definisi
pembagian pekerjaan akan disesuaikan dengan kemampuan seorang atau unit
lebih terlihat,dan yang jelas lebih mengurangi tingkat kerumitan dan yang pasti
akan lebih efektif dan efisiensi. Dalam usaha ini perkerja bekerja saling
membantu tanpa melupakan tugas masing-masing pekerja.

VI. ASPEK PEMASARAN

4.1 Daerah Pemasaran

Daerah pemasaran untuk produksi kemplang di Lampung sendiri hampir


seluruh daerah di Lampung terutama di toko oleh-oleh. Sedangkan diluar kota
pemasarannya hingga palembang dan Bengkulu dan kota-kota lainnya. Karena
produksi kemplang tergantung permintaan distributor, begitu juga dengan daerah
pemasarannya hanya akan dipasarkan jika ada permintaan. Hal ini mungkin
karena kemplang makanan ringan yang tidak tahan lama maka produksinya
tergantung permintaan.
4.2 Manajemen Harga

Untuk harga kemplang terbilang cukup terjangkau. Harga untuk 1 bal isi 30
bungkus Rp.120.000,- sedangkan 1 bungkusnya yang berisi 10 kemplang hanya
Rp.4000,-. Hal ini menjadi salah satu faktor mengapa kemplang sangat diminati,
selain rasanya yang gurih harganya pun sangat terjangkau. Dari hasil penjualan
kemplang omset yang didapat perhari 1.500.000,- jadi setiap bulan pemiliknya
dapat mendapatkan uang sebesar Rp. 45.000.000,-. Pendapatan tersebut belum
dipotong untuk membayar pekerjanya dan modal untuk membuat kemplang yang
selanjutnya.

4.3 Saluran Distribusi

Untuk memasarkan hasil produksinya pemilik usaha memasarkan ke tokotoko makanan yang ada dipasar atau toko oleh-oleh. Ada jug agen yang sengaja
datang di tempat produksi untuk mengmbil kemplang tersebut dan menjualnya
kembali ke toko-toko atau daerah lain di luar lampung. Selain Saluran distribusi
kemplang ini tergantung distributor karena pemiliknya hanya memasarkan atau
memproduksi ketika ada pesanan.

4.4 Pesaing dan Persaingan Usaha


Dalam menjalankan usahanya, tidak ada persaingan usaha antara pembuat
kemplang yang lainnya, karena didaerah jalan ikan julung adalah suatu daerah
dimana rata-rata penduduknya berwirausaha sebagai pembuat kemplang.

4.5 Proyeksi Pasar (Permintaan dan Permintaan)

Dengan rasa gurih dan harganya yang terjangkau permintaan terhadap


kemplang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Permintaan tertinggi biasanya
menjelang hari raya idul fitri, hal ini dikarenakan banyak penduduk yang mudik
keluar Lampung dan membawa kemplang sebagai oleh-oleh. Dalam rangka
memenuhi peningkatan permintaan perlu dilakukan beberapa usaha perbaikan
proses untuk meningkatkan hasil dan mutu kerupuk kemplang tersebut. Salah
satu kelemahan pada proses pengolahan kemplang panggang secara tradisional
adalah pada proses pemanggangan dilakukan secara manual di atas bara api
arang kayu yang memerlukan waktu yang lama dan hasil yang tidak seragam
serta kurang higienis.

4.6 Strategi dan Perluasan Pemasaran


Untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin meningkat terhadap
kemplang maka akan dilakukan penambahan jumlah tenaga kerja agar hasil
yang diperoleh lebih banyak dan cepat agar semua permintaan dapat terpenuhi
dengan baik dan memuaskan pelanggannya. Dalam perlusan pemasaran pemilik
usaha bekerja sama dengan distributor di luar Lampung untuk memasarkan hasil
produksinya.

5. ASPEK PRODUKSI/ OPERASIONAL

5.1 Bahan Baku


Selain rasanya yang menjadi daya tarik ternyata proses pembuatan kemplang ini
terbilang cukup mudah. Bahan baku yang digunakan pun tidak banyak seperti
membuat olahan ikan lainnya. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan
kemplang adalah sebagai berikut:
Sagu
Daging Ikan segar yang telah dibersihkan dan digiling
Telur (untuk memberikan warna kuning setelah dipanggang)
Bumbu penyedap seperti garam dan MSG (0,5-1% dari berat adonan) serta
bawang putih dan merica (5% dari berat adonan).

Bahan-bahan tersebut mudah diperoleh di pasar tradisional. Untuk daging giling


Ibu Siti membeli dagingnya di gudang lelang. Beliau menggunakan ikan apa saja
yang tersedia di tempat penjualan (hanya ikan air laut). Bahan lainnya seperti
tellur, sagu dan bumbu penyedap ia membelinya di pasar yang ada di dekat
rumahnya.

5.2 Bangunan dan Tata Letak Usaha


Tempat usaha pembuatan kemplang ini berbasis usaha rumahan, sehingga
lokasi pembuatan ini berada di sebuah rumah sederhana didalam pemukiman
penduduk yang cukup padat.

Gambar 5.1. Skema tata letak usaha

Keterangan:
1. Tempat pemanggangan kemplang
2. Tempat pengemasan
3. Tempat pembuatan dan pencetakan adonan
4. Tempat pengukusan
5. Lapangan, tempat penjemuran kemplang

Produksi berawal dari pencampuran bahan baku lalu pembuatan dan pencetakan
adonan di atas meja ulen yang terletak di bagian teras rumah. Kemudian setelah
adonan tercetak, proses selanjutnya adalah pengukusan adonan kemplang yang
berlokasi didepan teras rumah produksi. Adonan kemplang yang telah dikukus
kemudian dibiarkan dingin dan disusun secara merata diatas alas terpal, jaring
atau plastik, yang kemudian dijemur dibawah terik matahari pada sebuah
lapangan kecil didepan rumah produksi. Setelah kering, adonan kemplang
tersebut dipanggang di tempat pemanggang dari arang yang lokasinya berada
disamping rumah produksi. Setelah kemplang dipanggang, maka proses terakhir
adalah pengemasan yang dilakukan didalam rumah produksi.

5.3 Mesin dan Peralatan

Adapun peralatan yang digunakan dalam pembuatan kemplang adalah sebagai


berikut:
Kompor besar, digunakan untuk mengukus adonan
Gas elpiji, sebagai sumber energi untuk kompor.
Mesin pencetak, untuk mencetak adonan.
Panci perebus besar, sebagai penempat adonan kemplang yang telah
dicetak, ukurannya cukup besar untuk memasukkan belasan loyang adonan.
Jaring untuk menjemur.
Arang dan tempat pemanggang, digunakan untuk memanggang adonan
kemplang yang telah kering.
Alat penjepit untuk memanggang, yaitu alat sederhana yang terbuat dari besi
untuk menjepit adonan kemplang saat dipanggang.
Alat penggeprak atau penggepeng, digunakan untuk menggepengkan adonan
agar kemplang matang merata dan tidak bergelombang.
Plastik kemasan.

5.4 Hasil Produksi / Produk Usaha

Proses produksi ini menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi dan proses


pengerjaan yang terampil. Sehingga, hasil dari pruduksi usaha ini adalah produk
kemplang berkualitas tinggi. Tingkat kualitas produk ini dilihat dari bahan baku
yang baik, kemplang yang mekar sempurna, dan tekstur yang renyah.

5.5 Rencana Produksi

Rencana produksi merupakan langkah yang dilakukan untuk meningkatkan


permintaan dan perluasan pemasaran serta strategi untuk memenuhi kebutuhan
konsumen dengan cepat dan dengan kualitas yang baik. Rencana produksi juga
bertujuan untuk menetapkan produk yang diproduksi, jumlah yang dibutuhkan
dan kapan produk tersebut harus selesai diproduksi.
Produsen pembuat kemplang ini sesuai dengan permintaan pasar, serta
dengan memperhatikan cuaca yang mendukung. Cuaca tersebut berpengaruh
pada proses penjemuran kemplang. Proses penjemuran dengan sinar matahari
lebih evektif karena kering yang didapat sesuai dengan yang dibutuhkan. Bila
matahari sedang terik penjemuran hanya dilakukan selama dua hari. Apabila
cuaca kurang mendukung penjemuran bisa sampai seminggu.

6. ASPEK KEUANGAN

6.1 Jumlah Modal


Modal merupakan salah satu aspek yang mendukung berjalannya usaha.
Dengan modal yang kecil diharapkan mampu mendapat untung yang lebih besar.
Dalam usaha kemplang ini produsen membutuhkan modal awal Rp.
10.000.000,- . biaya tersebut digunakan untuk membeli bahan baku kempang,
serta peralatan yang dibutuhkan untuk memdukung proses produksi seperti
mesin pencetak, panci besar untuk mengukus, arang, pemanggang, wadah atau
jaring untuk menjemur kemplang serta plastic yang digunakan untuk mengemas
kemplang dan sambal sebagai pelengkap kemplang. Selain itu modal tesebut
digunakan juga untuk membayar tenaga kerja yang bertugas membuat adonan,
memanggang dan mencetak.
6.2 Sumber Modal
Sumber modal usaha keluarga ini merupakan modal internal yaitu modal dari
tabungan hasil kerja suami ibu Siti Muryani.
6.3 Proyeksi pendapatan
Pendapatan yang diperoleh keluarga Ibu Stu Muryani dari usaha pembuatan
kerupuk kemplang ini yaitu sekitar Rp. 10.000.000,- per bulan. Pendapatan itu
sudah bersih tanpa biaya untuk membayar karyawan dan membeli bahan baku.

VII. PENUTUP

7.1 Kesimpulan

Kesimpulan dari praktikum ini adalah dalam memulai usaha kita harus
memperhatihal hal-hal yang mendukung majunya usaha tersebut, serta kita
harus tetap bersemangat dalam berusaha. Selain itu kita pun mengetahui
proses pengolahan kemplang yang banyak diminati oleh masyarakat dan
mengetahui proses pemasarannya.

7.2 Saran
Saran dari kami yaitu agar dalam wawancara selanjutnya lebih banyak
informasi yang diberikan oleh narasumber sehingga semakin detail
penjelasan yang dapat kami jelaskan dalam laporan ini.

Daftar Pertanyaan :
1. Bagaimana awal berdirinya usaha ini ?
2. Apakah sudah memiliki badan hokum yang menyatakan kepemilikan
usaha ibu ?
3. Apakah ada struktur usahanya?
4. Bagaimana dengan mekanisme dan pembagian tenaga kerja nya ?
5. Kemana saja kemplang ini dipasarkan?
6. Untuk harganya bagaimana?
7. Jalur pemasarannya bagaimana ? (di antar ke toko-toko atau ada
distributor yang datang) ?
8. Apakah ada persaingan dalam menjalankan usaha ini ?
9. Bagaimana dengan permintaannya? Apakah mengalami peningkatan dari
tahun ke tahun ?
10. Bahan baku apa saja yang digunakan ?
11. Apa saja mesin dan alat yang digunakan untuk memproduksi kemplang ?
12. Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk membuka usaha ini ?
13. Berasal dari mana modal yang ada ?
14. Bagaimana dengan pendapatan perbulannya ?
15. Berapa upah yang diberikan untuk pekerjanya ?
16. Apakah ada kendala dalam menjalankan usaha ini ?

LAY OUT

Keterangan:
1. Tempat pemanggangan kemplang
2. Tempat pengemasan
3. Tempat pembuatan dan pencetakan adonan
4. Tempat pengukusan
5. Lapangan, tempat penjemuran kemplang