Anda di halaman 1dari 2

NAMA : DEDE MULYAMAN

NIM

Nama Asisten: 1. Nayla [20514051]

: 10512065

2. Muhsin [10511089]

TUGAS PENDAHULUAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA


PERCOBAAN M-2
PENENTUAN ORDE REAKSI DAN TETAPAN LAJU REAKSI
SOAL:
1. Jelaskan secara singkat prinsip dasar pengukuran tetapan laju hidrolisis etil asetat dengan
metode konduktometri?
2. Tuliskan tahapan-tahapan reaksi hidrolisis etil asetat oleh NaOH dan tentukan tahap mana
yang merupakan tahap penentu laju!
3. Bila pengukuran tetapan laju hidrolisis tidak dilakukan tanpa termostat , apa pengaruhnya
terhadap data yang diperoleh? Jelaskan secara singkat!

Jawab
1. Prinsip dasar pengukuran tetapan laju hidrolisis etil asetat dengan metode konduktometri:
Konduktometri merupakan metode analisis kimia yang berdasarkan pada pengukuran daya
hantar listrik suatu larutan (L). Pada percobaan ini larutannya adalah larutan etil asetat
dalam basa. Pada suhu tetap daya hantaran larutan etil asetat dalam basa bergantung pada
konsentrasi ion dan kemobilan ion dalam larutan sehingga daya hantar listriknya akan
berhubungan dengan pergerakan suatu ion dalam larutan adapun ion yang mudah bergerak
atau energi kinetiknya besar maka akan mempunyai daya hantar listrik yang besar pula.
Sehingga untuk menentukan laju hidrolisisnya maka pada metode ini tidak dilakukan
penghentian reaksi karena selama reaksi berlangsung hantaran campuran akan makin
berkurang karena terjadi penggantian ion hidroksida dari larutan dengan ion CH3COO-.
Dengan pengandaian bahwa etil asetat , alkohol dan air tidak menghantarkan listrik
sedangkan NaOH dan CH3COONa terionisasi secara sempurna di dalam larutan sehingga
akan didapatkan nilai hantaran larutannya pada saat waktu tertentu (Lt). Adapun hubungan
hantaran atau tahanan larutan dengan waktu bergantung pada berbagai keadaan awal. Jika
konsentrasi etil asetat dalam campurannya dinyatakan a dan konsentrasi NaOH dalam
campuran itu dinyatakan dalam b, maka:
-Jika ab maka akan diperoleh persamaan
ln[(A.Rt +1)/(B.Rt+1)] = k(a-b)t + ln(a/b)
sehingga ln[(A.Rt +1)/(B.Rt+1)] jika dialurkan terhadap t maka akan dieroleh garis lurus
dengan kemiringan k(a-b) yang nantinya tetapan laju reaksi hidrolisis etil asetat dalam basa
akan diperoleh dengan mudah.
-Jika a=b maka aka diperoleh persamaan
(Lo-Lt) /( Lo-Lc) = k.at
Yang dapat disusun ulang menjadi : Lt = 1/k.at =(Lo-Lt) + Lc dari persamaan tersebut dapat
diungkapkan bahwa aluran Lt terhadap (Lo-Lt)/t merupakan garis lurus dengan arah
kemiringan 1/k.a , sehingga penentuan dari arah kemiringan tersebut dapat diperoleh
tetapan laju reaksi hidrolisis etil asetat dalam basa.

2. Reaksi hidrolisis etil asetat dengan NaOH:


CH3COOC2H5 + NaOH
CH3COONa + C2H5OH
CH3COONa + H2O
CH3COOH + NaOH
CH3COONa(aq)
CH3COO-(aq) + Na +(aq)
CH3COO (aq) + H2O(l)
CH3COOH(aq) + OH-(aq) [TAHAP PENENTU LAJU]
Na +(aq) + H2O(l)
tidak dapat terhidrolisis
3. Pengaruh terhadap data yang diperoleh jika pengukuran dilakukan tanpa termostat yaitu
akan membutuhkan waktu yang relatif lama untuk menghasikan suatu produk sehingga
dapat mempengaruhi laju reaksi yang diperoleh menjadi lebih lambat karena pada suhu
rendah (tanpa kenaikan suhu dari termostat) dapat menyebabkan reaksi hidrolisinya
memiliki energi kinetik yang kecil sehingga laju reaksinya pun akan lambat.