Anda di halaman 1dari 12

KULIT

DERMIS

EPIDERMIS

JARINGAN LAIN

Perataan dermoepidermal
junction

Athropy (kurangnya
volume dermis)

Depigmentasi rambut

Perubahan ketebalan

Perubahan jaringan
penunjang kulit

Rambut rontik

Bentuk dan ukuran sel


yang bervariasi

Mast cell berkurang,


fibroblast berkurang

Konversi dari rambut


terminal menjadi rambut
vellus

Terdapat atipik nuclear

Sel darah berkurang

Kelenjar berkurang

Melanosit berkurang

Pemendekkan loop kapiler

Sel langerhans berkurang

Pembuluh sarah abnormal

Manifestasi histologis dari penuaan kulit kronologis.

Serabut kolagen menjadi longgar, dan terjadi peningkatan moderat dan


penebalan serabut elastis dengan resorpsi sebagian besar serabut sub
epidermis.

Rambut (Uban) Akibat hilangnya melanosit dari akar rambut dan penyimpangan
fungsi melanosit yang meliputi penurunan aktivitas tyrosinase, penurunan dan kurang
efisiennya melanosom dan rusaknya migrasi dan/atau proliferasi melanosit dari area
penyimpanan ke area yang berdekatan dengan dermal papilla.

PEMBULUH DARAH

Lumen pembuluh darah besar akan mengalami dilatasi, dindingnya semakin


tebal dan semakin kaku.

Menebalnya dinding arteri ditunjukkan oleh ketebalan tunika intima dan


media.

Dinding tunika intima yang menebal secara difus terdiri dari matriks protein,
kolagen, glycosaminoglican dan sel otot polos vaskuler.

Otot polos vaskuler di tunika intima yang menua diduga berasal dari tunika
media yang kemudian bermigrasi ke intima.

Pada sel endotel, perubahan yang terjadi antara lain meningkatnya sel
dengan inti polipoid, meningkatnya permeabilitas endotel, perubahan
susunan dan integritas cytoskeleton dari sel.

Tunika media deposisi dari matriks protein ekstraseluler seperti


Fibronectin dan type 2 matrix metalloprotease (MMP-2), yang mendorong
degradasi matriks protein dan memfasilitasi migrasi dari sel otot polos
vaskuler.

MUSKULOSKELETAL

Jaringan penghubung (kolagen dan elastin) mengalami


perubahan menjadi bentangan cross linking yang tidak teratur
penurunan mobilitas pada jaringan tubuh.

Kartilago Jaringan kartilago pada persendian menjadi lunak dan


mengalami granulasi permukaan sendi menjadi rata.
Kemampuan kartilago untuk regenerasi berkurang, dan
degenerasi yang terjadi cenderung ke arah progresif.

Proteoglikan merupakan komponen dasar matriks kartilago,


berkurang atau hilang secara bertahap.

Tulang berkurangnya kepadatan tulang. Trabekula longitudinal


menjadi tipis dan trabekula transversal terabsorpsi kembali
jumlah tulang spongiosa menjadi berkurang dan tulang kompakta
menjadi tipis

Penurunan estrogen produksi osteoclast tidak terkendali,


penurunan penyerapan kalsium di usus, peningkatan kanal
Haversi tulang keropos

Berkurangnya jaringan dan ukuran tulang secara keseluruhan


kekakuan dan kekuatan otot menurun

Penurunan jumlah dan ukuran serabut otot

Peningkatan jaringan penghubung dan jaringan lemak pada otot