Anda di halaman 1dari 2

SYAHADAT

Syahadatain atau dua kalimat syahadat sangat penting bagi umat Islam, di antaran
ya adalah pintu masuknya seseorang ke dalam Islam. Kalimat Laa Ilaaha Illallah m
erupakan afdholu dzikir atau dzikir yang paling utama. Kalimat Laa ilaaha illall
ah bermakna tidak ada rabb yang berhak disembah dan diibadahi kecuali Allah. Ruk
un syahadat Laa ilaaha illallah terbagi menjadi dua, yaitu An Nafyu (peniadaan) d
an Al-Itsbat (penetapan). Maksud An-Nafyu atau peniadaan adalah kalimat aa ilaah
a illallah yang artinya tidak ada Illah yang lebih berhak disembah dan menghilan
gkan sesembahan yang lain selain Allah. Membatalkan syirik dengan segala bentukn
ya dan mewajibkan kekafiran terhadap segala apa yang disembah selain Allah. Al-I
tsbat atau penetapan adalah illallah, yaitu menetapkan bahwa tidak ada yang berh
ak disembah kecuali Allah dan mewajibkan pengamalan sesuai dengan konsekuensinya
. Makna kedua rukun syahadat ini terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 256, yang
artinya: Barangsiapa yang ingkar kepada taghut dan bermain kepada Allah, maka sun
gguh dia telah berpengaruh teguh pada tali yang sangat kuat dan tidak akan putus
.
Bersaksi dengan kalimat Laa ilaaha illallah juga ada syaratnya. Syarat syahadat
Laa ilaaha illallah ada tujuh, antara lain sebagai berikut.
1.
Ilmu yang menafikkan jahl (kebodohan) atau memahami makna dan maksud dar
i kalimat Laa ilaaha illallah. Mengetahui apa yang ditiadakan dan ditetapkan, bu
kan hanya sekedar mengucapkannya tapi juga memahami makna kalimat syahadat yang
diucapkan.
2.
Yakin menafikkan keraguan atau syak. Maksudnya bukan hanya sekedar mengi
krarkannya, tapi juga harus meyakini kandungan dari syahadat Laa ilaaha illallah
.
3.
Al-Qobul atau menerima kandungan dan konsekuensi dari syahadat, yaitu me
nyembah Allah semata dan meninggalkan ibadah kepada selain Allah.
4.
Al-Inqiyad atau tunduk dan patuh dengan kandungan makna syahadat. Allah
berfirman dalam Surat Luqman ayat 22 yang artinya: Dan barangsiapa yang menyerahk
an dirinya kepada Allah, sedang dia seorang yang berbuat kebaikan, maka sesunggu
hnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh.
5.
Ash-Shidqu atau membenarkan, yaitu membenarkan dalam hati apa yang diuca
pkan lisannya.
6.
Ikhlas, yaitu membersihkan amal dari segala debu-debu syirik dan berikra
r hanya untuk mendapatkan ridho Allah semata, bukan untuk dilihat atau dipuji or
ang lain.
7.
Al-Mahabbah atau kecintaan, artinya mencintai kalimat Laa ilaahaa illall
ah beserta konsekuensinya dan mencintai orang-orang yang mengamalkan konsekuensi
nya. Adapun konsekuensi dari kalimat itu adalah membenarkan, mentaati apa yang d
iwajibkan Allah, meninggalkan apa yang dilarang Allah, mencukupkan diri dengan m
engamalkan sunnah Rasulullah, dan meninggalkan hal-hal lain yang merupakan bid ah.
Berharap, bertawakal, memohon perlindungan, dan berdo hanya kepada Allah semata
. Mencintai Allah dan menjadikan rasa takut hanya kepada Allah. Berhukum dengan
hukum Allah atau menetapkan segala sesuatu berdasarkan apa yang ditetapkan oleh
Allah dalam Al-Quran atau Rasulullah dalam sunnah.
Islam seseorang batal apabila apabila syahadatnya juga batal. Mengucapkan kedua
kalimat syahadat adalah pengakuan terhadap kandungannya dan konsisten mengamalka
n konsekuensinya. Jika seorang muslim menyalahi ketentuan ini, berarti ia telah
membatalkan perjanjian yang telah diikrarkan ketika mengucapkannya. Adapun hal-h
al yang membatalkan syahadat adalah sebagai berikut.
1.
Syirik
2.
Menjadikan orang lain atau hal lain sebagai perantara antara dirinya dan
Allah. Misalkan orang yang berdoa dan meminta syafaat kepada orang-orang yang s
udah meninggal.
3.
Orang yang tidak mau mengkafirkan orang yang sudah jelas melakukan hal-h
al kufur. Misalnya adalah orang yang menganggap Ahmadiyah sebagai bagian dari Is
lam, padahal Ahamadiyah bukanlah Islam.
4.
Orang yang berhukum selain dengan hukum Allah
TAWAKAL

Tawakal atau tawakkul berarti mewakilkan atau menyerahkan. Tawakal dalam agama I
slam berarti berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi atau menungg
u hasil suatu pekerjaan, atau menanti akibat dari suatu keadaan. Tawakal bukanla
h pasrah tanpa usaha namun harus disertai ikhtiar/usaha.
Mewujudkan tawakal yang benar dan ikhlas diperlukan syarat-syarat. Syarat-syarat
ini wajib dipenuhi untuk mewujudkan semua yang telah Allah janjikan. Syarat ter
sebut adalah sebagai berikut.
1.
Bertawakal hanya kepada Allah saja.
2.
Berkeyakinan kuat bahwa Allah Mahamampu mewujudkan semua permintaan dan
kebutuhan hamba-hamba-Nya dan semua yang didapatkan hamba hanyalah dengan pengat
uran dan kehendak Allah.
3.
Yakin bahwa Allah akan merealisasikan apa yang ditawakalkan seorang hamb
a apabiila ia mengikhlaskan niatnya dan menghadap kepada Allah dengan hatinya.
4.
Tidak putus asa dan patah hati dalam semua usaha yang dilakukan hamba da
lam memenuhi kebutuhannya dengan tetap menyerahkan semua urusannya kepada Allah
Kesalahan dalam memahami tawakal akan menyebabkan rusaknya imam dan bisa menyeba
bkan terjadi kesalahan fatal dalam agama, bahkan bisa terjerumus dalam kesyirika
n, baik syirik akbar (syirik besar) maupun syirik asghar (syirik kecil). Kesalah
an dalam tawakal yang menyebabkan terjerumus dalam syirik akbar adalah seorang b
ertawakal kepada selain Allah, dalam perkara yang hanya mampu diwujudkan oleh Al
lah, misalnya bertawakal kepada makhluk dalam perkara kesehatan, bersandar kepad
a makhluk agar dosa-dosanya diampuni atau bertawakal kepada makhluk dalam kebaik
an di akhirat atau bertawakal dalam meminta anak sebagaimana yang dilakukan para
penyembah kubur wali. Adapun jenis tawakal yang termasuk dalam syirik asghar ad
alah bertawakal kepada selain Allah yang memberikan kemampuan kepada makhluk unt
uk memenuhinnya. Contohnya adalah bertawakalnya seorang istri kepada suami dalam
nafkahnya dan bertawakalnya seorang karyawan kepada atasannya.
KONSEKUENSI TAWAKAL TERHADAP SYAHADAT
Arti bertawakal kepada Allah merupakan berserah diri terhadap Allah akan hasil y
ang nantinya dicapai setelah melakukan usaha keras. Konsekuensi dari tawakal ini
adalah percaya kepada Allah bahwa Allah akan membantu semua usaha yang dilakuka
n hamba-Nya dan Allah satu-satunya yang bisa kita yakini dalam membantu segala k
esusahan. Hal ini akan menghindarkan perbuatan syirik, yang meminta bantuan kepa
da selain Allah. Tawakal juga meningkatkan kebaikan ibadah hamba-Nya lalu menumb
uhkan rasa cinta kepada Allah. Oleh karena itu, konsekuensi tawakal adalah menin
gkatkan keimanan kita terhadap satu-satunya Tuhan, yaitu Allah, seperti dalam La
a illaha illallah pada syahadat.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Tawakal
http://muslimah.or.id/aqidah/tawakal-kunci-kekuatan-dan-kelapangan-hati-seorangmukmin.html
http://jeuwongklaten.wordpress.com/jagalah-allah-niscaya-allah-akan-menjagamu/ar
ti-penting-syahadatain-2-kalimat-syahadat/