Anda di halaman 1dari 5

Faktor Psikososial

Hilangnya pengertian terhadap diri dan adanya perasaan rendah


diri, oleh karna itu manik timbul sebagai mekanisme defens
dalam melawan rasa depresi.
Faktor psikososial yang diketahui sering memicu timbulnya
gangguan mood ini, di antaranya tekanan lingkungan sosial,
gangguan tidur, atau kejadian traumatis lainnya
Kehamilan merupakan stres tertentu bagi wanita dengan riwayat
MDI dan meningkatkan kemungkinan psikosis postpartum
FAKTOR RAS
Tidak ada kelompok ras tertentu yang memilik predileksi
kecenreungan terjadinya gangguan ini. Namun, berdasarkan
sejarah kejadian yang ada, para klinisi menyatakan bahwa
kecenderungan tersering dari gangguan ini terjadi pada populasi
Afrika-Amerika

Stress kehidupan - peristiwa kehidupan Stres dapat

memicu gangguan bipolar pada seseorang dengan


kerentanan genetik. Peristiwa ini cenderung melibatkan
perubahan drastis atau tiba-tiba-baik atau buruk-seperti
akan menikah, akan pergi ke perguruan tinggi, kehilangan
orang yang dicintai, dipecat.
Penyalahgunaan Zat - Meskipun penyalahgunaan zat
tidak menyebabkan gangguan bipolar, itu dapat membawa
pada sebuah episode dan memperburuk perjalanan
penyakit. Obat-obatan seperti kokain, ekstasi, dan
amphetamine dapat memicu mania, sedangkan alkohol
dan obat penenang dapat memicu depres

Pengguna Obat terlarang - obat tertentu, terutama obat-

obatan antidepresan, bisa memicu mania. Obat lain yang


dapat menyebabkan mania termasuk obat flu over-thecounter, penekan nafsu makan, kafein, kortikosteroid, dan
obat tiroid.
Perubahan Musiman - Episode mania dan depresi sering
mengikuti pola musiman. Manic episode lebih sering
terjadi selama musim panas, dan episode depresif lebih
sering terjadi selama musim dingin, musim gugur, dan
musim semi (untuk negara dengan 4 musim).
Kurang Tidur - Rugi tidur-bahkan sesedikit melewatkan
beberapa jam istirahat-bisa memicu episode mania

Di dunia, tingkat pravalensi gangguan bipolar 0.3-1.5%.


Di Amerika Serikat, tingkat pravalensi ini dapat mencapai 1-2%.
Sekitar 25-50% individu dengan gangguan bipolar melakukan

percobaan bunuh diri dan 11% benar-benar tewas karena bunuh


diri.

Pravalensi jenis kelamin, wanita > laki-laki.


Di Indonesia, Rentang usia penderita gangguan bipolar,dari

anak-anak hingga 50 tahun. Kasus ini terbanyak pada usia 15-19


tahun, dan rentang usia kedua terbanyak pada usia 20-24 tahun.