Anda di halaman 1dari 18

Fitria Ayu Anggraini

Disritmia dan aritmia pada dasarnya memiliki maksud yg


sama.
Disritmia abnormalitas irama jantung. (istilah paling
banyak di gunakan)
Aritmia tidak adanya irama jantung.

Kelainan irama jantung di bagi atas dua kelompok besar :


1. irama jantung yang terlalu cepat (taki-aritmia)
gangguan otomatisitas : sel miokard di atrium
mengeluarkan impuls sblm impuls normal di nodus
SA.
triggered activity : kelainan impuls listrik yg
kadang
muncul saat repolarisasi dan dgn stimulus
satu impuls saja
sel miokard tersentak beberaa kali
re-entry : keadaan dimana impuls kembali
menstimulasi
jaringan yg sudah terdepolarisasi.
2. irama jantung yang terlalu lambat (bradi-aritmia)
ex : Blok AV

Untuk mempermudah
pemahaman EKG pada
aritmia, pembahasan dibagi
menjadi :
1. Aritmia tingkat atrial
2. Aritmia tingkat ventrikular
3. Irama junctional

Gelombang P di EKG merupakan depolarisasi atrium dan


timbul sebelum kompleks QRS jika stimulus dimulai dr
nodus SA.
Namun jika iramanya dimulai di tempat lain di atrium
menunjukkan gambaran yg berbeda.

Penyebab tersering adalah mekanisme re-entry.


Impuls listrik yg berasal di atrium tetapi berasal di luar
nodus sinus menyebabkan kompleks atrium prematur.
Karakteristik :
- laju : biasanya 60-100x/menit
- irama : bisa ireguler
- gel. P :ukuran, bentuk, arah, bisa brubah dr beat to
beat
- interval PR : bervariasi
- durasi QRS : 0,10 detik atau kurang.

Karakteristik :
- laju : biasanya : 100-250x/menit
- irama : reguler
- gel. P : kadang gel. P tumpang tindih dgn gel.T dan
disebut gel. P
- durasi QRS : 0,10 detik atau kurang.

Karakteristik :
- laju : biasanya : 250-450x/menit
- irama : irama artrial teratur tapi irama ventrikel bisa
teratur atau tidak.
- gel. P : tidak dapat diidentivikasi dan berbentuk gigi
gergaji
- interva PR : tidak bisa diukur

Karakteristik :
- laju : biasanya : 400-600x/menit, laju ventrikel
bervariasi
- irama : irama ventrikel tidak teratur
- gel. P :tdk dapat diidentivikasi, garis
bergelombang.
- durasi QRS : 0,10 detik atau kurang.

Karakteristik :
- laju : biasanya : laju atrial 60-100x/menit
- irama : teratur
- interval PR : kurang dr 0,22 detik
- durasi QRS : lebih dari 0,12 detik dan di jumpai
gelombang delta pada kompleks QRS.

Pada keadaan tertentu (iskemia atau infark miokard)


daerah ventrikel jadi mudah terangsang dan
menimbulkan gangguan irama.
Depolarisasi ventrikel abnormal akan diikuti repolarisasi
ventrikel yang abnormal juga. Sehingga dijumpai
perubahan pada gelombang T dan segmen ST.

PVC adalah denyutan prematur yang meuncul lebih dini


dari denyutan yang diharapkan. Biasanya gel.T
menunjukkan arah yg berlawanan dengan kompleks
QRS.
Bentuk PVC :
1. PVC tipe uniformis atau multiformis
2. PVC tipe R on T
3. PVC tipe berpasangan
4. PVC tipe bigeminal
5. PVC tipe trigeminal
6. PVC tipe quadrigeminal

Ditandai dgn lebih dari tiga PVC berurutan dengan laju


lebih dari 100x/manit.
Bentuk tipe VT antara lain :
VT tipe monomorfik
VT tipe polimorfik

Terjadi akibat re-entry multipel di ventrikel.


Pada VF tidak ada depolarisasi ventrikel yg terorganisasi,
sehingga tidak ada kontraksi miokard yg efektif dan tidak
ada pulsasi nadi.
Terdiri dari VF kasar (coarse) dan VF halus (fine)

Otot ventrikel erdepolarisasi dalam pola sirkular.


Penyebabnya mekanisme re-entry dengan frekuensi
300x/menit.

Pada asistol sama sekali tidak ada aktivitas listrik


ventrikel.

Daerah antara nodal AV sampai ke sebelum


percabangan berkas HIS disebut atrioventrikular junction.
irama yg berasal dr AV junction disebut disritmia
junctional.
Tipe irama junctional :
Junctional escape beats
Irama junctional dan takikardia junctional

Irama ini terjadi karena pengambilan fungsi pacu jantung


oleh AV junction akibat kegagalan nodal SA membentuk
impuls.
Karakteristik :
Laju : tergantung irama dasar
Irama : regular, timbul terlambat, biasanya muncul setelah episode
sinus arrest.
Gelombang P : bisa tidak ada
Kompleks QRS : sempit, depresi segmen ST