Anda di halaman 1dari 2

Home pertanian Perbedaan antara Benih, Biji, dan Bibit

Perbedaan antara Benih, Biji, dan Bibit


Dalam dunia pertanian, kata benih, biji, dan bibit sering sekali disalah artikan. Sehingga hal ini bisa
mengakibatkan kesalah pahaman terhadap sesama institusi. Nah kali ini STEP OF DREAM akan
jelaskan perbedaan itu.

Pada dasarnya benih dan biji itu sama saja bila ditinjau dari strukturnya. Namun, berbeda sangat
kalau ditinjau dari segi fungsinya.
Sama dari segi struktur :

1. Sama sama mempunyai kulit biji


2. Sama sama mempunyai embrio
3. Sama - sama mempunyai endosperm

Tidak sama dari segi fungsinya :

1. Benih : digunakan untuk perbanyakan tanaman secara generatif


2. Biji : bahan konsumsi untuk manusia dan hewan

Kalau pembaca belum mengerti, saya kasih contoh :

anda memanen jagung, kemudian jagung tersebut anda pisahkan antara biji dan tongkolnya. Biji
jagung dikatakan benih kalau biji itu ditanam (perbanyakan tanaman) dan dikatakan biji kalau
digunakan untuk konsumsi manusia dan hewan.

Sekian dulu atas informasi yang disampaikan oleh STEP OF DREAM, jika ada kesalahan dalam
posting tentang Ciri Ciri Taubat Nasuha. Jika dalam penulisan dan tanggapan dalam posting ini
silahkan komentar dibawah. ^_^
Perbedaan Antara Benih Dan Bibit
MESKIPUN dalam praktek sehari-hari kita sudah teramat biasa menyebut benih tanaman sebagai
bibit atau sebaliknya, tapi sebenarnya dua istilah itu berbeda. Para petani kita memang lazim

mengatakan ingin membeli bibit cabe atau tomat. Biji itu sebenarnya tidak bisa kita sebut bibit,
melainkan benih tanaman. Semua biji-bijian untuk ditanam kembali, sebaiknya kita sebut benih,
seperti benih padi yang berupa butiran gabah pilihan, benih kelapa berupa butiran buah kelapa,
yang sengaja kita biarkan sampai tua sekali, untuk ditanam kembali.

Sebaliknya, bibit (tanaman) ialah tanaman muda yang sudah tumbuh di pesemaian, dan siap
dipindah ke lokasi penanaman. Demikian pula umbi-umbian, seperti kentang, bawang dan anakan
tanaman seperti anakan pisang. Jadi, kalau gabah pilihan yang kita semai itu masih disebut benih,
maka sesudah disemaikan dan tumbuh, lalu siap dicabut untuk ditanam di sawah, ia "balik-nama"
menjadi bibit padi. Demikian pula cabe, kopi, cengkeh dan lain-lain. Kalau bijinya yang akan kita
semai atau tanam langsung, itu namanya benih, maka kalau sudah tumbuh menjadi tanaman muda,
tidak boleh disebut benih lagi, tapi bibit.

Tapi itu tidak berarti bahwa semua biji-bijian bisa begitu saja kita sebut benih tanaman. Kedelai atau
kacang tanah yang dijual di pasar untuk dijadikan tempe atau kacang goreng jelas tidak bisa kita
sebut benih. Demikian pula jagung manis, gabah makanan burung, kacang ijo, bubur ketan item.
Kadang-ka-dang, cabe atau tomat yang kita beli di pasar memang bisa tumbuh juga manakala kita
buang di tempat sampah. Tapi daya tumbuhnya relatif kecil. Juga setelah tumbuh, tanaman tidak
akan berkembang menjadi seperti yang kita harapkan. Benih tanaman memang lain sekali dengan
biji-bijian yang biasa kita makan.