Anda di halaman 1dari 22

IDEOLOGI LIBERALISME

Pengertian Liberalisme
Liberalisme adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada
pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama. Liberalisme tumbuh dari
konteks masyarakat Eropa pada abad pertengahan. Ketika itu masyarakat ditandai dengan dua
karakteristik berikut. Anggota masyarakat terikat satu sama lain dalam suatu sistem dominasi
kompleks dan kukuh, dan pola hubungan dalam system ini bersifat statis dan sukar beruba
Pemikiran liberal (liberalisme) berkembang sejak masa Reformasi Gereja dan Renaissans yang
menandai berakhirnya Abad Pertengahan (abad V-XV). Disebut liberal, yang secara harfiah
berarti bebas dari batasan (free from restraint), karena liberalisme menawarkan konsep
kehidupan yang bebas dari pengawasan gereja dan raja. Ini berkebalikan total dengan
kehidupan Barat Abad Pertengahan ketika gereja dan raja mendominasi seluruh segi kehidupan
manusia.
Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh
kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan,
khususnya dari pemerintah dan agama. Liberalisme menghendaki adanya, pertukaran gagasan
yang bebas, ekonomi pasar yang mendukung usaha pribadi (private enterprise) yang relatif
bebas, dan suatu sistem pemerintahan yang transparan, dan menolak adanya pembatasan
terhadap pemilikan individu. Oleh karena itu paham liberalisme lebih lanjut menjadi dasar bagi
tumbuhnya kapitalisme.
Dalam masyarakat modern, liberalisme akan dapat tumbuh dalam sistem demokrasi, hal ini
dikarenakan keduanya sama-sama mendasarkan kebebasan mayoritas. Bandingkan Oxford
Manifesto dari Liberal International: "Hak-hak dan kondisi ini hanya dapat diperoleh melalui
demokrasi yang sejati. Demokrasi sejati tidak terpisahkan dari kebebasan politik dan didasarkan
pada persetujuan yang dilakukan dengan sadar, bebas, dan yang diketahui benar (enlightened)
dari kelompok mayoritas, yang diungkapkan melalui surat suara yang bebas dan rahasia,
dengan menghargai kebebasan dan pandangan-pandangan kaum minoritas.
Masyarakat yang terbaik (rezim terbaik), menurut paham liberalisme adalah yang
memungkinkan individu mengembangkan kemampuan-kemampuan individu sepenuhnya.
Dalam masyarakat yang baik semua individu harus dapat mengembangkan pikiran dan bakatbakatnya. Hal ini mengharuskan para individu untuk bertanggung jawab atas tindakannya, dan
tidak menyuruh seseorang melakukan sesuatu untuknya atau seseorang untuk mengatakan apa
yang harus dilakukan.
Ciri-ciri ideologi liberalisme
Cirri-ciri ideologi liberal sebagai berikut
1. Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang lebih baik

2. Anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh, termasuk kebebasan


berbicara, kebebasan beragama dan kebebasan pers.
3. Pemerintah hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas. Keputusan
yang dibuat hanya sedikit untuk rakyat sehingga rakyat dapat belajar membuat
keputusan diri sendiri.
4. Kekuasaan dari seseorang terhadap orang lain merupakan hal yang buruk.
5. Semua masyarakat dikatakan berbahagia apabila setiap individu atau sebagian terbesar
individu berbahagia.
6. Hak-hak tertantu yang tidak dapat dipindahkan dan tidak dapat dilanggar oleh kekuasaan
manapun..
Ideologi Liberaisme Terbentuk
Ajaran liberalisme ortodoks sangat mewarnai pemikiran para The Founding
Father Amerika seperti George Wythe, Patrick Henry, Benjamin Franklin, ataupun
Thomas Jefferson
Negara yang menganut Ideologi Liberalisme
Beberapa Negara di Benua Amerika yang menganut ideology liberalisme Amerika Serikat,
Argentina, Bolivia, Brazil, Cili, Cuba, Kolombia, Ekuador, Honduras, Kanada, Meksiko, Nikaragua,
Panama, Paraguay, Peru, Uruguay dan Venezuela. Sekarang ini, kurang lebih liberalisme juga
danut oleh negara Aruba, Bahamas, Republik Dominika, Greenland, Grenada, Kosta Rika, Puerto
Rico dan Suriname.
Masih banyak lagi negara-negara yang menganut Ideologi Liberalisme di benua lainnya.

IDEOLOGI SOSIALISME
Pengertian Sosialisme
Sosialisme merupakan merupakan reaksi terhadap revolusi industri dan akibat-akibatnya. Awal
sosialisme yang muncul pada bagian pertama abad ke-19 dikenal sebagai sosialis utopia.
Sosialisme ini lebih didasarkan pada pandangan kemanusiaan (humanitarian). Paham sosialis
berkeyakinan perubahan dapat dan seyogyanya dilakukan dengan cara-cara damai dan
demokratis. Paham sosialis juga lebih luwes dalam hal perjuangan perbaikan nasib buruh secara
bertahap.
Istilah sosialisme atau sosialis dapat mengacu ke beberapa hal yang berhubungan dengan
ideologi atau kelompok ideologi, sistem ekonomi, dan negara. Istilah ini mulai digunakan sejak
awal abad ke-19. Dalam bahasa Inggris, istilah ini digunakan pertama kali untuk menyebut

pengikut Robert Owen pada tahun 1827. Di Perancis, istilah ini mengacu pada para pengikut
doktrin Saint-Simon pada tahun 1832 yang dipopulerkan oleh Pierre Leroux dan J. Regnaud
dalam l'Encyclopdie Nouvelle[1]. Penggunaan istilah sosialisme sering digunakan dalam
berbagai konteks yang berbeda-beda oleh berbagai kelompok, tetapi hampir semua sepakat
bahwa istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19
hingga awal abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat
egalitarian yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak
daripada hanya segelintir elite.
Ajaran tentang Ideologi Sosialisme
1. Menciptakan masyarakat sosialis yang dicita-citakan dengan kejernihan dan kejelasan
argument, bukan dengan cara-cara kekerasan dan revolusi.
2. Permasalahan seyogyanya di selesaikan dengan cara demokratis.

Nama-nama penting dalam Ideologi Sosialisme


Nama-nama penting dalam Ideologi Sosialisme C.H. Saint Simon (1760-1825), F.M Charles
Fourier (1772-1837), EtinneCabet (1788-1856), Wilhelm Weiling (1808-1871), dan Louis Bland
(1811-1882).
Negara yang menganut Ideologi Sosialisme
Negraa yang menganut Ideologi Sosialisme adalah Negara-negara di Eropa Barat.

IDEOLOGI KOMUNISME
Pengertian Komunisme
Komunisme adalah salah satu ideologi di dunia, selain kapitalisme dan ideologi lainnya.
Komunisme lahir sebagai reaksi terhadap kapitalisme di abad ke-19, yang mana mereka itu
mementingkan individu pemilik dan mengesampingkan buruh.
Secara umum komunisme sangat membatasi agama pada rakyatnya, dengan prinsip agama
dianggap candu yang membuat orang berangan-angan yang membatasi rakyatnya dari
pemikiran yang rasional dan nyata.
Paham komunis berkeyakinan perubahan atas system kapitalisme harus dicapai dengan caracara revolusi dan pemerintahan oleh diktator proletariat sangat
diperlukan pada masa transisi. Dalam masa transisi dengan bantuan Negara dibawah diktator

proletariat, seluruh hak milih pribadi dihapuskan dan diambillah untuk selanjutnya berada
dalam control negara.
Komunisme sebagai ideologi mulai diterapkan saat meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia
tanggal 7 November 1917. Sejak saat itu komunisme diterapkan sebagai sebuah ideologi dan
disebarluaskan ke negara lain. Pada tahun 2005 negara yang masih menganut paham komunis
adalah Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba dan Laos.
Ciri-ciri Ideologi Komunisme
Adapun ciri pokok pertama ajaran komunisme adalah sifatnya yang ateis, tidak mengimani
Allah. Orang komunis menganggap Tuhan tidak ada, kalau ia berpikir Tuhan tidak ada. Akan
tetapi, kalau ia berpikir Tuhan ada, jadilah Tuhan ada. Maka, keberadaan Tuhan terserah
kepada manusia.
Ciri pokok kedua adalah sifatnya yang kurang menghargai manusia sebagai individu. Manusia
itu seperti mesin. Kalau sudah tua, rusak, jadilah ia rongsokan tidak berguna seperti rongsokan
mesin. Komunisme juga kurang menghargai individu, terbukti dari ajarannya yang tidak
memperbolehkan ia menguasai alat-alat produksi.
Komunisme mengajarkan teori perjuangan (pertentangan) kelas, misalnya proletariat melawan
tuan tanah dan kapitalis. Pemerintah komunis di Rusia pada zaman Lenin pernah mengadakan
pembersihan kaum kapitalis (1919-1921). Stalin pada tahun 1927, mengadakan pembersihan
kaum feodal atau tuan tanah.
Salah satu doktrin komunis adalah the permanent atau continuous revolution (revolusi terusmenerus). Revolusi itu menjalar ke seluruh dunia. Maka, komunisme sering disebut go
international.. Komunisme memang memprogramkan tercapainya masyarakat yang makmur,
masyarakat komunis tanpa kelas, semua orang sama. Namun, untuk menuju ke sana, ada fase
diktator proletariat yang bertentangan dengan demokrasi. Salah satu pekerjaan diktator
proletariat adalah membersihkan kelas-kelas lawan komunisme, khususnya tuan-tuan tanah
dan kapitalis.
Dalam dunia politik, komunisme menganut sistem politik satu partai, yaitu partai komunis.
Maka, ada Partai Komunis Uni Soviet, Partai Komunis Cina, PKI, dan Partai Komunis Vietnam,
yang merupakan satu-satunya partai di negara bersangkutan. Jadi, di negara komunis tidak ada
partai oposisi. Jadi, komunisme itu pada dasarnya
tidak menghormati HAM.
Siapa yang menciptakan?
Karl Heinrich Marx (Trier, Jerman, 5 Mei 1818 London, 14 Maret 1883) adalah seorang filsuf,
pakar ekonomi politik dan teori kemasyarakatan dari Prusia.

Karl Heinrich Marx Lambang Komunisme

Negara yang menganut Ideologi Komunis


Komunisme sebagai ideologi mulai diterapkan saat meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia
tanggal 7 November 1917. Pada tahun 2005 negara yang masih menganut paham komunis
adalah Republik Rakyat Cina (sejak 1949), Vietnam, Korea Utara, Kuba dan Laos

IDEOLOGI KONSERVATISME
Pengertian Konservatisme
Konservatisme adalah sebuah filsafat politik yang mendukung nilai-nilai tradisional. Istilah ini
berasal dari kata dalam bahasa Latin, conservre, melestarikan; "menjaga, memelihara,
mengamalkan". Karena berbagai budaya memiliki nilai-nilai yang mapan dan berbeda-beda,
kaum konservatif di berbagai kebudayaan mempunyai tujuan yang berbeda-beda pula.
Sebagian pihak konservatif berusaha melestarikan status quo, sementara yang lainnya berusaha
kembali kepada nilai-nilai dari zaman yang lampau, the status quo ante.
Samuel Francis mendefinisikan konservatisme yang otentik sebagai bertahannya dan
penguatan orang-orang tertentu dan ungkapan-ungkapan kebudayaannya yang
dilembagakan.[1] Roger Scruton menyebutnya sebagai pelestarian ekologi sosial dan politik
penundaan, yang tujuannya adalah mempertahankan, selama mungkin, keberadaan sebagai
kehidupan dan kesehatan dari suatu organisme sosial.
Ciri-Ciri Ajaran Ideologi Konservatisme
1. Lebih mementingkan lembaga-lembaga kerajaan dan gereja
2. Agama dipandang sebagai kekuatan utama disamping upaya pelestarian tradisi dan
kebiasaan dalam tata kehidupan masyarakat.
3. Lembaga-lembaga yang sudah mapan seperti keluarga, gereja, dan Negara semuanya
dianggap suci.
4. Konservatisme juga menentang radikalisme dan skeptisisme.

Siapa yang menciptakan?


Ideologi konservatisme yang dikumandangkan oleh Edmund Burke, 1729-1797. Dimana ideologi
konservatisme ini telah merasuk ke beberapa negara sekular yang
ada sekarang. Nasionalisme dan kebangsaan ini sekarang kalau di
Indonesia dijadikan lambang perjuangan Partai Amanat Nasional di bawah
Amien Rais dan Partai Kebangkitan Bangsa yang lahirnya dibidani oleh Gus
Dur.

Edmund Burke
Negara yang menganut Ideologi Konservatisme
Negara yang pernah menganut Ideologi Konservatisme adalah Inggris, Kanada, Bulgaria,
Denmark, Hongaria, Belanda, Swedia.

IDEOLOGI FASISME
Pengertian Ideologi Fasisme
Fasisme merupakan sebuah paham politik yang mengangungkan kekuasaan absolut tanpa
demokrasi. Dalam paham ini, nasionalisme yang sangat fanatik dan juga otoriter sangat
kentara.
Kata fasisme diambil dari bahasa Italia, fascio, sendirinya dari bahasa Latin, fascis, yang berarti
seikat tangkai-tangkai kayu. Ikatan kayu ini lalu tengahnya ada
kapaknya dan pada zaman Kekaisaran Romawi dibawa di depan pejabat tinggi. Fascis ini
merupakan simbol daripada kekuasaan pejabat pemerintah.
Pada abad ke-20, fasisme muncul di Italia dalam bentuk Benito Mussolini. Sementara itu di
Jerman, juga muncul sebuah paham yang masih bisa dihubungkan dengan fasisme, yaitu
Nazisme pimpinan Adolf Hitler. Nazisme berbeda dengan fasisme Italia karena yang ditekankan
tidak hanya nasionalisme saja, tetapi bahkan rasialisme dan rasisme yang sangat sangat kuat.
Saking kuatnya nasionalisme sampai mereka membantai bangsa-bangsa lain yang dianggap
lebih rendah.
Fasisme dikenal sebagai ideologi yang lahir dan berkembang subur pada abad ke-20. Ia
menyebar dengan pesat di seluruh dunia pada permulaan Perang Dunia I, dengan berkuasanya

rezim fasis di Jerman dan Italia pada khususnya, tetapi juga di negara-negara seperti Yunani,
Spanyol, dan Jepang, di mana rakyat sangat menderita oleh cara-cara pemerintah yang penuh
kekerasan. Berhadapan dengan tekanan dan kekerasan ini, mereka hanya dapat gemetar
ketakutan. Diktator fasis dan pemerintahannya yang memimpin sistem semacam itudi mana
kekuatan yang brutal, agresi, pertumpahan darah, dan kekerasan menjadi hukum
mengirimkan gelombang teror ke seluruh rakyat melalui polisi rahasia dan milisi fasis mereka,
yang melumpuhkan rakyat dengan rasa takut. Lebih jauh lagi, pemerintahan fasis diterapkan
dalam hampir semua tingkatan kemasyarakatan, dari pendidikan hingga budaya, agama hingga
seni, struktur pemerintah hingga sistem militer, dan dari organisasi politik hingga kehidupan
pribadi rakyatnya. Pada akhirnya, Perang Dunia II, yang dimulai oleh kaum fasis, merupakan
salah satu malapetaka terbesar dalam sejarah umat manusia, yang merenggut nyawa 55 juta
orang.
Pelopor Ideologi Fasisme
Nazisme Hitler dengan bukunya Mein Kampft, dan Mussolini dengan Doktrine of Fascism.
Ajaran pokok Ideologi Fasisme
Namun demikian, bukan berarti fasisme tidak memiliki ajaran. Setidaknya para pelopor fasisme
meninggalkan jejak ajaran mereka perihal fasisme. Hitler menulis Mein Kampft, sedangkan
Mussolini menulis Doktrine of Fascism. Ajaran fasis model Italia-lah yang kemudian menjadi
pegangan kaum fasis didunia, karena wawasannya yang bersifat moderat. Menurut Ebenstein,
unsur-unsur pokok fasisme terdiri dari tujuh unsur:
Pertama, ketidak percayaan pada kemampuan nalar. Bagi fasisme, keyakinan yang bersifat
fanatik dan dogmatic adalah sesuatu yang sudah pasti benar dan tidak boleh lagi didiskusikan.
Terutama pemusnahan nalar digunakan dalam rangka tabu terhadap masalah ras, kerajaan
atau pemimpin.
Kedua, pengingkaran derajat kemanusiaan. Bagi fasisme manusia tidaklah sama, justru
pertidaksamaanlah yang mendorong munculnya idealisme mereka. Bagi fasisme, pria
melampaui wanita, militer melampaui sipil, anggota partai melampaui bukan anggota partai,
bangsa yang satu melampaui bangsa yang lain dan yang kuat harus melampaui yang lemah. Jadi
fasisme menolak konsep persamaan tradisi yahudi-kristen (dan juga Islam) yang berdasarkan
aspek kemanusiaan, dan menggantikan dengan ideology yang mengedepankan kekuatan.
Ketiga, kode prilaku yang didasarkan pada kekerasan dan kebohongan. Dalam pandangan
fasisme, negara adalah satu sehingga tidak dikenal istilah oposan. Jika ada yang bertentangan
dengan kehendak negara, maka mereka adalah musuh yang harus dimusnahkan. Dalam
pendidikan mental, mereka mengenal adanya indoktrinasi pada kamp-kamp konsentrasi. Setiap
orang akan dipaksa dengan jalan apapun untuk mengakui kebenaran doktrin pemerintah. Hitler
konon pernah mengatakan, bahwa kebenaran terletak pada perkataan yang berulang-ulang.

Jadi, bukan terletak pada nilai obyektif kebenarannya.


Keempat, pemerintahan oleh kelompok elit. Dalam prinsip fasis, pemerintahan harus dipimpin
oleh segelintir elit yang lebih tahu keinginan seluruh anggota masyarakat. Jika ada
pertentangan pendapat, maka yang berlaku adalah keinginan si-elit.
Kelima, totaliterisme. Untuk mencapai tujuannya, fasisme bersifat total dalam meminggirkan
sesuatu yang dianggap kaum pinggiran. Hal inilah yang dialami kaum wanita, dimana mereka
hanya ditempatkan pada wilayah 3 K yaitu: kinder (anak-anak), kuche (dapur) dan kirche
(gereja). Bagi anggota masyarakat, kaum fasis menerapkan pola pengawasan yang sangat ketat.
Sedangkan bagi kaum penentang, maka totaliterisme dimunculkan dengan aksi kekerasan
seperti pembunuhan dan penganiayaan.
Keenam, Rasialisme dan imperialisme. Menurut doktrin fasis, dalam suatu negara kaum elit
lebih unggul dari dukungan massa dan karenanya dapat memaksakan kekerasan kepada
rakyatnya. Dalam pergaulan antar negara maka mereka melihat bahwa bangsa elit, yaitu
mereka lebih berhak memerintah atas bangsa lainnya. Fasisme juga merambah jalur keabsahan
secara rasialis, bahwa ras mereka lebih unggul dari pada lainnya, sehingga yang lain harus
tunduk atau dikuasai. Dengan demikian hal ini memunculkan semangat imperialisme.
Terakhir atau ketujuh, fasisime memiliki unsur menentang hukum dan ketertiban internasional.
Konsensus internasional adalah menciptakan pola hubungan antar negara yang sejajar dan
cinta damai. Sedangkan fasis dengan jelas menolak adanya persamaan tersebut. Dengan
demikian fasisme mengangkat perang sebagai derajat tertinggi bagi peradaban manusia.
Sehingga dengan kata lain bertindak menentang hukum dan ketertiban internasional.
Negara-negara yang menganut Ideologi Fasisme
Negara-negara yang pernah menganut Ideologi Fasisme adalah Amerika Serikat, Inggris,
Perancis, Italia dan Jerman.

http://eaznotalone.blogspot.com/2009/05/pendahuluan-ideologi-adalah-kumpulan.html

Anarkisme
Inti pemikiran : Menciptakan masyarakat tanpa hirarkis.
Landasan pemikiran : Ketiadaan aturan-aturan, adalah sebuah format yang dapat diterapkan dalam
sistem sosial dan dapat menciptakan kebebasan individu dan kebersamaan sosial. Anarkis melihat
bahwa tujuan akhir dari kebebasan dan kebersamaan sebagai sebuah kerjasama yang saling
membangun antara satu dengan yang lainnya.
Sistem Pemerintahan : Sosialis tanpa pemerintahan
Positif : Tidak ada pengekangan, tidak ada perbedaan antara pemimpin dan bawahan karena tidak

adanya sistem pemerintahan yang mengatur.


Negatif : Metode gerakan dengan menggunakan aksi langsung (perbuatan yang nyata) sebagai jalan
yang ditempuh, yang berarti juga melegalkan pengrusakan, kekerasan, maupun penyerangan. Selama
hal tersebut ditujukan untuk menyerang kapitalisme ataupun negara.

Pierre-Joseph Proudhon
Tokoh utama kaum anarkisme adalah Mikhail Bakunin

Pierre-Joseph Proudhon, adalah pemikir yang mempunyai pengaruh jauh lebih besar terhadap
perkembangan anarkisme; seorang penulis yang betul-betul berbakat dan serba tahu dan
merupakan tokoh yang dapat dibanggakan oleh sosialisme modern. Proudhon sangat menekuni
kehidupan intelektual dan sosial di zamanya, dan kritik-kritik sosialnya didasari oleh pengalaman
hidupnya itu. Di antara pemikir-pemikir sosialis di zamannya, dialah yang paling mampu
mengerti sebab-sebab penyakit sosial dan juga merupakan seseorang yang mempunyai visi yang
sangat luas. Dia mempunyai keyakinan bahwa sebuah evolusi dalam kehidupan intelektual dan
sosial menuju ke tingkat yang lebih tinggi harus tidak dibatasi dengan rumus-rumus abstrak.
Proudhon melawan pengaruh tradisi Jacobin yang mendominasi pemikiran demokrat-demokrat
di Perancis dan kebanyakan sosialis pada saat itu, dan juga pengaruh negara dan kebijaksanaan
ekonomi dalam proses alami kemajuan sosial. Baginya, pemberantasan kedua-dua
perkembangan yang bersifat seperti kanker tersebut merupakan tugas utama dalam abad
kesembilan belas. Proudhon bukanlah seorang komunis. Dia mengecam hak milik sebagai hak
untuk mengeksploitasi, tetapi mengakui hak milik umum alat-alat untuk ber produksi, yang akan
dipakai oleh kelompok-kelompok industri yang terikat antara satu dengan yang lain dalam
kontrak yang bebas; selama hak ini tidak dipakai untuk mengeksploitasi manusia lain dan selama
seorang individu dapat menikmati seluruh hasil kerjanya. Jumlah waktu rata-rata yang
dibutuhkan untuk memproduksi sebuah benda menjadi ukuran nilainya dalam pertukaran mutual.
Dengan sistem tersebut, kemampuan kapital untuk menjalankan riba dimusnahkan. Jikalau
kapital tersedia untuk setiap orang, kapital tersebut tidak lagi menjadi sebuah instrumen yang
bisa dipakai untuk mengeksploitasi.

Internationale pertama
Lihat pula: Mikhail Bakunin

Mikhail Bakunin 1814-1876

Tokoh utama kaum anarkisme adalah Mikhail Bakunin, seorang bangsawan Rusia yang
kemudian sebagian besar hidupnya tinggal di Eropa Barat. Ia memimpin kelompok anarkis
dalam konverensi besar kaum Sosialis sedunia (Internasionale I) dan terlibat pertengkaran dan
perdebatan besar dengan Marx. Bakunin akhirnya dikeluarkan dari kelompok Marxis mainstream
dan perjuangan kaum anarkis dianggap bukan sebagai perjuangan kaum sosialis. Sejak Bakunin,
anarkisme identik dengan tindakan yang mengutamakan kekerasan dan pembunuhan sebagai
basis perjuangan mereka. Pembunuhan kepala negara, pemboman atas gedung-gedung milik
negara, dan perbuatan teroris lainnya dibenarkan oleh anarkhisme sebagai cara untuk
menggerakkan massa untuk memberontak.[3]
Mikhail Bakunin merupakan seorang tokoh anarkis yang mempunyai energi revolusi yang
dashyat. Bakunin merupakan penganut ajaran Proudhon, tetapi mengembanginya ke bidang
ekonomi ketika dia dan sayap kolektivisme dalam First International mengakui hak milik
kolektif atas tanah dan alat-alat produksi dan ingin membatasi kekayaan pribadi kepada hasil
kerja seseorang. Bakunin juga merupakan anti komunis yang pada saat itu mempunyai karakter
yang sangat otoritar.
Pada salah satu pidatonya dalam kongres Perhimpunan Perdamaian dan Kebebasan di Bern
(1868), dia berkata:

Saya bukanlah seorang komunis karena komunisme mempersatukan masyarakat dalam


negara dan terserap di dalamnya; karena komunisme akan mengakibatkan konsentrasi
kekayaan dalam negara, sedangkan saya ingin memusnahkan negara --pemusnahan
semua prinsip otoritas dan kenegaraan, yang dalam kemunafikannya ingin membuat
manusia bermoral dan berbudaya, tetapi yang sampai sekarang selalu memperbudak,
mengeksploitasi dan menghancurkan mereka.

Bakunin dan anarkis-anarkis lain dalam First International percaya bahwa revolusi sudah berada
di ambang pintu, dan mengerahkan semua tenaga mereka untuk menyatukan kekuatan
revolusioner dan unsur-unsur libertarian di dalam dan di luar First International untuk menjaga
agar revolusi tersebut tidak ditunggangi oleh elemen-elemen kediktatoran. Karena itu Bakunin
menjadi pencipta gerakan anarkisme modern. Peter Kropotkin adalah seorang penyokong
anarkisme yang memberikan dimensi ilmiah terhadap konsep sosiologi anarkisme.
Anarkisme model Bakunin, tidaklah identik dengan kekerasan. Tetapi anarkisme setelah Bakunin
kemudian berkembang menjadi sebuah gerakan yang menjadikan kekerasan sebagai jalur
perjuangan mereka. Dan puncaknya adalah timbulnya gerakan baru yang juga menjadikan
sosialisme Marx sebagai pandangan hidupnya, yaitu Sindikalisme. gerakan ini menjadikan
sosialisme Marx dan anarkisme Bakunin sebagai dasar perjuangan mereka. Bahkan gerakan
mereka disebut Anarko-Sindikalisme.

Marxisme
Inti pemikiran : Teori nilai tenaga kerja.
Filsafat : dialectical and historical materialism
Landasan pemikiran : Adanya ketidakadilan dan pemaksanan terhadap kaum buruh (Protelar) yang
dipaksa untuk bekeraja berjam-jam dengan upah minimum dan hasil kerja mereka di nikamati oleh
kaum kapitalis.masalah ini timbul karena adanya kepemilikan pribadi dan pengusaaan kekayaan yang di
dominasi oleh orang-orang kaya.
Sistem pemerintahan : Positif : keadilan dalam kehidupan serta pemerataan terhadap segala hal.
Negatif : Pemberontakan terhadap kaum kapitalis sehingga negara sulit untuk berkembang.

Tokoh Marxis penting


Karl Marx
Friedrich Engels
Karl Kautsky
Georgi Plekhanov
Vladimir Lenin
Leon Trotsky

Rosa Luxemburg
Mao Zedong
Georg Lukcs
Antonio Gramsci
Karl Korsch
Alilran Frankfurt
Louis Althusser
Che Guevara

Marxisme adalah sebuah paham yang mengikuti pandangan-pandangan dari Karl Marx.[1][2]
Marx menyusun sebuah teori besar yang berkaitan dengan sistem ekonomi, sistem sosial, dan
sistem politik.[1] Pengikut teori ini disebut sebagai Marxis.[1] Marxisme mencakup materialisme
dialektis dan materialisme historis serta penerapannya pada kehidupan sosial.[1][2]

Pengaruh Marxisme
Salah satu alasan mengapa Marxisme merupakan sistem pemikiran yang amat kaya adalah
bahwa Marxisme memadukan tiga tradisi intelektual yang masi telah sangat berkembang saat itu,
yaitu filsafat Jerman, teori politik Perancis, dan ilmu ekonomi Inggris.[5] Marxisme tidak bisa
begitu saja dikategorikan sebagai "filsafat" seperti filsafat lainnya, sebab marxisme mengandung
suatu dimensi filosofis yang utama dan bahkan memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap
banyak pemikiran filsafat setelahnya.[5] Itulah sebabnya, sejarah filsafat zaman modern tidak
mungkin mengabaikannya.[5]

Feminisme
Inti pemikiran : Emansipasi Wanita
Landasan Pemikiran : Bahwa wanita tidak hanya berkutat pada urusan wanita saja melainkan juga dapat
melalkukan seperti apa yangsi lakukan pria,wanita dapat melakukan apa saja.
Sistem pemerintahan : Demokrasi
Positif : Berkurangnya penindasan terhadap kaum perempuan
Negatif : Banyakanya perceraian dikarenakan kaum feminisme tidak mau diatur oleh pria sebagai suami
karena adanya pengekaan terhadap mereka.

TOKOH DALAM FEMINISME


1. Foucault
Meskipun ia adalah tokoh yang terkenal dalam feminism, namun Foucault tidak pernah
membahas tentang perempuan. Hal yang diadopsi oleh feminism dari Fault adalah bahwa ia
menjadikan ilmu pengetahuan dominasi yang menjadi miliki kelompok-kelompok tertentu dan
kemudian dipaksakan untuk diterima oleh kelompok-kelompok lain, menjadi ilmu
pengetahuan yang ditaklukan. Dan hal tersebut mendukung bagi perkembangan feminism.
2. Naffine (1997:69)
Kita dipaksa meng-iya-kan sesuatu atas adanya kuasa atau power Kuasa bergerak dalam relasirelasi dan efek kuasa didasarkan bukan oleh orang yang dipaksa meng iyakan keinginan orang
lain, tapi dirasakan melalui ditentukannya pikiran dan tingkah laku. Dan hal ini mengarah bahwa
individu merupakan efek dari kuasa.
3. Derrida (Derridean)
Mempertajam fokus pada bekerjanya bahasa (semiotika) dimana bahasa membatasi cara berpikir
kita dan juga menyediakan cara-cara perubahan. Menekankan bahwa kita selalu berada dalam
teks (tidak hanya tulisan di kertas, tapi juga termasuk dialog sehari-hari) yang mengatur pikiranpikiran kita dan merupakan kendaraan untuk megekspresikan pikiran-pikiran kita tersebut. Selain
itu juga penekanan terhdap dilakukanya dekonstruksi terhadap kata yang merupakan intervensi
ke dalam bekerjanya bahasa dimana setelah melakukan dekonstruksi tersebut kita tidak dapat
lagi melihat istilah yang sama dengan cara yang sama.

Perkembangan di Amerika Serikat

Demokrasi
Inti pemikiran : Kedaulatan di tangan rakyat.
Filsafat : menurut Dr. M. Kamil Lailah menetapkan tiga macam justifikasi ilmiah dari prinsip demokrasi,
yaitu:
a. Ditilik dari pangkal tolak dan perimabngan yang benar, bahwa system ini dimaksudkan untuk
kepentingan social dan bukan untuk kepentingan individu.
b. Unjustifikasi berbagai macam teori yang bersebrangan dengan prinsip demokrasi.

c. Opini Umum dan Pengaruhnya.


Landasan pemikiran : rakayat membuat ketetapan hukum bagi dirinya sendiri lewat dewan perwakilan,
yang kemudian dilaksanakan oleh pihak pemerintah atau eksekutif.
Sistem pemerintahan : Demokrasi
Positf : rakyat menentukan kemana negara akan di bawa.
Negatif : Negara akan rancu karena banyak ide dan paham yang muncul
http://blowoutcrew.blogspot.com/search/label/MACAM-MACAM%20IDEOLOGI%20DI%20DUNIA

Kapitalisme
Kapitalisme atau Kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa
melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Kapitalisme memiliki sejarah
yang panjang, yaitu sejak ditemukannya sistem perniagaan yang dilakukan oleh pihak swasta. Di
Eropa, hal ini dikenal dengan sebutan guild sebagai cikal bakal kapitalisme. Adam Smith adalah
tokoh ekonomi kapitalis klasik yang menyerang merkantilisme yang dianggapnya kurang
mendukung ekonomi masyarakat. Ia menyerang para psiokrat yang menganggap tanah adalah
sesuatu yang paling penting dalam pola produksi. Gerakan produksi haruslah bergerak sesuai
konsep MCM (Modal-Comodity-Money, modal-komoditas-uang), yang menjadi suatu hal yang
tidak akan berhenti karena uang akan beralih menjadi modal lagi dan akan berputar lagi bila
diinvestasikan. Adam Smith memandang bahwa ada sebuah kekuatan tersembunyi yang akan
mengatur pasar (invisible hand), maka pasar harus memiliki laissez-faire atau kebebasan dari
intervensi pemerintah. Pemerintah hanya bertugas sebagai pengawas dari semua pekerjaan yang
dilakukan oleh rakyatnya.
Negara yang menganut paham kapitalisme adalah Inggris, Belada, Spanyol, Australia, Portugis,
dan Perancis.

Demokrasi Islam
Demokrasi Islam adalah ideologi politik yang bertujuan untuk menerapkan prinsip-prinsip agama
Islam ke dalam kebijakan publik. Ideologi ini muncul pada awal perjuangan pembebasan atas
daerah di mandat Britania atas Palestina kemudian menyebar akan tetapi di sejumlah negaranegara dalam pratiknya telah mencair dengan gerakan sekularisasi.

Demokrasi Kristen
Demokrasi Kristen adalah ideologi politik yang bertujuan untuk menerapkan prinsip-prinsip

agama Kristen ke dalam kebijakan publik. Ideologi ini muncul pada awal abad kesembilanbelas
di Eropa, pengaruh di Eropa dan Amerika Latin akan tetapi dalam pratiknya di sejumlah negaranegara telah mencair dengan gerakan sekularisasi.

Demokrasi Sosial
Demokrasi Sosial adalah sebuah paham politik yang sering disebut sebagai kiri atau kiri moderat
yang muncul pada akhir abad ke-19 berasal dari gerakan sosialisme

Gaullisme
Gaullisme adalah ideologi politik Perancis yang didasari pada pemikiran dan tindakan Charles de
Gaulle.
Tema utama dari kebijakan luar negeri de Gaulle adalah mengenai kemerdekaan nasional dengan
beberapa konsekuensi praktisnya yaitu dalam beberapa hal oposisi terhadap organisasi
internasional seperti NATO atau Komunitas Ekonomi Eropa

Luxemburgisme
Luxemburgisme (juga ditulis Luxembourgisme) adalah paham teori Marxis dan komunisme
secara spesifik revolusioner berdasarkan tulisan-tulisan dari Rosa Luxemburg, Menurut MK
Dziewanowski terjadi penyimpangan dari tradisional Leninisme, keterpengaruhan dari
Trotskyisme Bolshevik yang kemudian diadopsi oleh pengikutnya sendiri.
Luxemburgisme merupakan upaya melakukan tafsir atas ajaran Marxisme yang berpengaruh
terhadap revolusi Rusia, Rosa Luxemburg temasuk pihak yang mengkritik ajaran politik dari
Lenin dan Trotsky, dengan konsep "sentralisme demokratis" sebagai demokrasi.

Nazisme
Nazisme, atau secara resmi Nasional Sosialisme (Jerman: Nationalsozialismus), merujuk pada
sebuah ideologi totalitarian Partai Nazi (Partai Pekerja Nasional-Sosialis Jerman, Jerman:
Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei atau NSDAP) di bawah kepemimpinan Adolf
Hitler. Kata Nazi jadi merupakan singkatan Nasional Sosialisme atau Nationalsozialismus di
bahasa Jerman. Sampai hari ini orang-orang yang berhaluan ekstrim kanan dan rasisme sering
disebut sebagai Neonazi (neo = "baru" dalam bahasa Yunani).

Islamisme
Islamisme adalah sebuah paham yang pertama kali dicetuskan oleh Jamal-al-Din Afghani atau
Sayyid Muhammad bin Safdar al-Husayn (1838 - 1897), umumnya dikenal sebagai Sayyid
Jamal-Al-Din Al-Afghani, atau Al-Jamal Asadbd-Din sebagai paham politik alternatif dalam
menyatukan negara-negara termasuk di daerah Mandat Britania atas Palestina yang mempunyai
akar budaya dan tradisi yang berbeda dengan budaya dan tradisi Arab dalam tulisan di majalah
al-'Urwat al-Wuthqa, kemudian dikembangkan dan dikenal pula sebagai Pan Islamisme.

Komunitarianisme
Komunitarianisme sebagai sebuah kelompok yang terkait, namun berbeda filsafatnya, mulai
muncul pada akhir abad ke-20, menentang aspek-aspek dari liberalisme, kapitalisme dan
sosialisme sementara menganjurkan fenomena seperti masyarakat sipil. Paham ini mengalihkan
pusat perhatian kepada komunitas dan masyarakat serta menjauhi individu. Masalah prioritas,
entah pada individu atau komunitas seringkali dampaknya paling terasa dalam masalah-masalah
etis yang paling mendesak, seperti misalnya pemeliharaan kesehatan, aborsi, multikulturalisme,
dan hasutan.
Teoretikus awal

John Dewey
Georg Wilhelm Friedrich Hegel
Niccol Machiavelli
Jean-Jacques Rousseau
Alexis de Tocqueville

Maoisme
Maoisme atau Pemikiran Mao Zedong adalah varian dari Marxisme-Leninisme berasal dari
ajaran-ajaran pemimpin komunis Cina Mao Zedong (Wade-Giles Romanization: "Mao Tsetung").
Pemikiran Mao Zedong lebih disukai oleh Partai Komunis Cina (PKT) dan istilah Maoisme tidak
pernah dipergunakan dalam terbitan-terbitan bahasa Inggrisnya kecuali dalam penggunaan
peyoratif. Demikian pula, kelompok-kelompok Maois di luar Cina biasanya menyebut diri
mereka Marxis-Leninis dan bukan Maois. Ini mencerminkan pandangan Mao bahwa ia tidak
mengubah, melainkan hanya mengembangkan Marxisme-Leninisme. Namun demikian, beberapa

kelompok Maois, percaya bahwa teori-teori Mao telah memberikan tambahan berarti kepada
dasar-dasar kanon Marxis, dan karena itu menyebut diri mereka "Marxis-Leninis-Maois" (MLM)
atau "Maois" saja.

Nasionalisme
Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah
negara (dalam bahasa Inggris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk
sekelompok manusia.
Para nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa "kebenaran politik" (political
legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu "identitas budaya", debat liberalisme yang
menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua
teori itu.
Macam-macam nasionalis:
1. Nasionalisme kewarganegaraan (atau nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme dimana
negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya, "kehendak rakyat";
"perwakilan politik". Teori ini mula-mula dibangun oleh Jean-Jacques Rousseau.
2. Nasionalisme etnis adalah sejenis nasionalisme di mana negara memperoleh kebenaran politik
dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat. Dibangun oleh Johann Gottfried von Herder,
yang memperkenalkan konsep Volk (bahasa Jerman untuk "rakyat").
3. Nasionalisme romantik (juga disebut nasionalisme organik, nasionalisme identitas) adalah
lanjutan dari nasionalisme etnis dimana negara memperoleh kebenaran politik secara semulajadi
("organik") hasil dari bangsa atau ras; menurut semangat romantisme.
4. Nasionalisme Budaya adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran
politik dari budaya bersama dan bukannya "sifat keturunan" seperti warna kulit, ras dan
sebagainya.
5. Nasionalisme kenegaraan ialah variasi nasionalisme kewarganegaraan, selalu digabungkan
dengan nasionalisme etnis.
6. Nasionalisme agama ialah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik
dari persamaan agama.

Pancasila
Pancasila terdiri dari dua kata dari Sansekerta: paca berarti lima dan la berarti prinsip atau
asas. Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia berisi:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. Yamin
merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan,
Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan
itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama
berkembang di Indonesia. Mohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin
tersebut.[1]
Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato spontannya
yang kemudian dikenal dengan judul "Lahirnya Pancasila". Sukarno mengemukakan dasar-dasar
sebagai berikut: Kebangsaan; Internasionalisme; Mufakat, dasar perwakilan, dasar
permusyawaratan; Kesejahteraan; Ketuhanan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno
dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya:
Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan
ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan
petunjuk seorang teman kita ahli bahasa - namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau
dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.

Stalinisme
Stalinisme adalah sistem ideologi politik dari Uni Soviet di bawah kepemimpinan Joseph Stalin
yang memimpin Uni Soviet pada tahun 1929 sampai dengan 1953 berkaitan erat dengan
pemerintahan pengguna sistem ekstensif spionase, tanpa pengadilan, dan politik penghapusan
lawan-lawan politik melalui pembunuhan langsung atau melalui pembuangan dan penggunaan
propaganda untuk membangun kultus kepribadian berupa diktator mutlak dengan menggunakan
negara kepada masyarakat untuk mempertahankan supermasi individual dengan kontrol politik
melalui partainya yaitu Partai Komunis
http://man1kotamjkt.blogspot.com/2012/07/macam-macam-ideologi-beserta-negara.html

c). Kolonialisme
Kolonialisme adalah paham tentang penguasa oleh suatu negara atas daerah/bangsa lain
dengan maksud untuk memperluas wilayah negara itu. Faktor penyebab timbulnya kolonialisme:
keinginan untuk menjadi bangsa yang terkuat, menyebarkan agama dan ideologi, kebanggaan
atas bangsa yang istimewa, keinginan untuk mencari sumber kekayaan alam dan tempat
pemasaran hasil industrinya.

A.

KOLONIALISME

Persamaan dan Perbedaan Kolonialisme dan Imperialisme


Persamaan dari kolonialisme dan imperialisme adalah keduanya merupakan penjajahan atau
penguasaan terhadap suatu daerah atau suatu bangsa oleh bangsa lainnya.
Perbedaan dari kolonialisme dan imperialisme dilihat dari :
a.

Asal Kata

Kolonialisme berasal dari kata colonia dalam bahasa latin yang artinya tanah
permukiman/ jajahan.
Imperialisme berasal dari kata imperator yang artinya memerintah. Atau dari kata
imperium yang artinya kerajaan besar dengan memiliki daerah jajahan yang amat luar.

b. Pengertian
o Kolonialisme adalah suatu sistem dimana suatu negara menguasai rakyat dan sumber daya
negara lain tetapi masih tetap berhubungan dengan negeri asal.
o Imperialisme adalah suatu sistem penjajahan langsung dari suatu negara terhadap negara
lainnya.
c. Tujuan Penguasaan Wilayah
o Kolonialisme tujuannya untuk menguras sumber-sumber kekayaan daerah koloni demi
perkembangan industri dan memenuhi kekayaan negara yang melaksanakan politik kolonial
tersebut.
o Imperialisme, melakukan penjajahan dengan cara membentuk pemerintahan jajahan dan
dengan menanamkan pengaruh pada semua bidang kehidupan di daerah jajahan.

B.

IMPERIALISME

Berdasarkan waktu munculnya imperialisme dibagi menjadi 2 yaitu: imperialisme kuno, dan
imperialisme modern. Adapun perbedaan dari Imperialisme kuno dan imperialisme modern
adalah sebagai berikut:

a.

Terjadinya
o Imperialisme Kuno terjadi sebelum revolusi industri
o Imperialisme Modern terjadi setelah revolusi industri

b.

Segi Kepentingan

o Imperialisme Kuno, adanya dorongan untuk kepentingan mencari tanah jajahan karena
keinginan mencapai kejayaan (glory),memiliki kekayaan (gold), menyebarkan agama (gospel).
o Imperialisme Modern, adanya dorongan kepentingan ekonomi, keinginan negara penjajah
mengembangkan perekonomiannya dan untuk memenuhi kebutuhan industri dimana negara
jajahan sebagai sumber penghasil bahan mentah dan tempat pemasaran hasil industri.
c.

Contoh negara yang menganut


o Imperialisme Kuno : Portugis, Spanyol, Romawi
o Imperialisme Modern : Inggris, Perancis, belanda, Jerman, dan Italia.

Akibat adanya imperialisme :

Berkembang penanaman modal di daerah jajahan oleh kaum partikelir/swasta


Perdagangan dunia semakin meluas
Negara jajahan semakin miskin
Rakyat jajahan serta kekurangan karena rakyat dibebankan berbagai macam kewajiban
tanpa memiliki hak
Kebudayaan penduduk asli digeser dan dipengaruhi oleh kebudayaan bangsa Eropa.

Kolonialisme Barat di Indonesia tidak dapat dilepaskan dengan peristiwa-peristiwa di Eropa


pada abad ke-8 sampai dengan abad ke-13. Dan perubahan-perubahan di Eropa membawa
pengaruh terhadap dunia timur. Perubahan tersebut diantaranya adalah adanya reformasi Gereja
(abad 16-17), Gerakan Merkantilisme, Revolusi Perancis(1789), Revolusi Industri(1780).

i). Ekologisme
Semenjak berakhirnya Perang Dingin antara Blok Barat dan Timur di akhir tahun 1990an, isu-isu global didominasi oleh isu-isu tentang globalisasi, ledakan populasi, kemisikinan di

Dunia Ketiga dan lingkungan hidup. Sebagai isu global, masalah lingkungan hidup merupakan
salah satu yang terpenting. Hal ini dapat dilihat dari diadakannya Konferensi Tingkat Tinggi
Bumi (Earth Summit) tentang lingkungan dan pembangunan pada tahun 1992 di Rio de Jeneiro.
Untuk mendalami masalah lingkungan ini maka ditampilkan satu ideologi yaitu
ekologisme atau ekologi politik. Di sini perlu dibedakan antara ekologisme dan
environmentalisme. Keduanya peduli terhadap lingkungan hidup namun perbedaannya terletak
pada cara pandang. Kelompok environmentalis bertindak berdasarkan gejala kerusakan
lingkungan, sementara kaum ekolog lebih menekankan pada keterkaitan faktor-faktor ekonomi
dan politik dengan degradasi lingkungan sehingga menimbulkan keyakinan bahwa kerusakan
alam bisa diperbaiki melalui kerjasama dengan para industrialis.
Sebagai sebuah ideologi politik kontemporer, ekologisme merupakan reaksi terhadap
proses industrialisasi yang cenderung memperluas produksi dan konsumsi tanpa mempedulikan
keterbatasan bumi.
http://andikajack.blogspot.com/2013/04/bentuk-dan-macam-ideologi.html

11.) NEOLIBERALISMEE :
Artinya setiap manusia pada hakikatnya baik dan berbudi
pekerti .
1. Inti pemikiran : mengembalikan kebebasan individu
2. filsafat : sebagai perkembangan dari liberalisme
3. landasan pemikiran : setiap manusia pada hakikatnya baik dan berbudi pekerti
4. system pemerintahan : demokrasi

Penyebaran Neoliberalisme
Penerapan agenda-agenda ekonomi neoliberal secara mencolok dimotori oleh Inggris melalui
pelaksanaan privatisasi seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mereka. Penyebarluasan
agenda-agenda ekonomi neoliberal ke seluruh penjuru dunia, menemukan momentum setelah
dialaminya krisis moneter oleh beberapa Negara Amerika Latin pada penghujung 1980-an.
Sebagaimana dikemukakan Stiglitz, dalam rangka menanggulangi krisis moneter yang dialami
oleh beberapa negara Amerika Latin, bekerja sama dengan Departemen keuangan AS dan Bank
Dunia, IMF sepakat meluncurkan sebuah paket kebijakan ekonomi yang dikenal sebagai paket
kebijakan Konsensus Washington.

Neoliberalisme yang juga dikenal sebagai paham ekonomi neoliberal mengacu pada filosofi
ekonomi-politik akhir-abad keduapuluhan, sebenarnya merupakan redefinisi dan kelanjutan dari
liberalisme klasik yang dipengaruhi oleh teori perekonomian neoklasik yang mengurangi atau
menolak penghambatan oleh pemerintah dalam ekonomi domestik karena akan mengarah pada
penciptaan Distorsi dan High Cost Economy yang kemudian akan berujung pada tindakan
koruptif. [1] Paham ini memfokuskan pada pasar bebas dan perdagangan bebas [2] merobohkan
hambatan untuk perdagangan internasional dan investasi agar semua negara bisa mendapatkan
keuntungan dari meningkatkan standar hidup masyarakat atau rakyat sebuah negara dan
modernisasi melalui peningkatan efisiensi perdagangan dan mengalirnya investasi. [3]

http://mirandadanfaizah.blogspot.com/2012/11/macam-macam-ideologi.html
http://id.wikipedia.org