P. 1
Peran Organisasi Perempuan Na

Peran Organisasi Perempuan Na

|Views: 303|Likes:
Dipublikasikan oleh nanangernawan

More info:

Published by: nanangernawan on Dec 29, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/19/2010

pdf

text

original

DISAMPAIKAN PADA ACARA MUSWIL NASYIATUL ‘AISYIAH JAWA TENGA 19 JULI 2009.

OUTLINE

I. II. III. IV.

KONDISI PEREMPUAN DI JAWA TENGAH KEBIJAKAN PKHP DAN PP DAN ANAK DI JAWA TENGAH PERAN ORGANISASI PEREMPUAN DALAM PERCEPATAN PKHP DAN PP PENUTUP

HDI (HUMAN GDI (GENDER DEVELOPMENT INDEX) DEVELOPMENT INDEX)/ / IPM (INDEKS IPG (INDEKS PEMBANGUNAN PEMBANGUNAN GENDER) MANUSIA)

GEM (GENDER EMPOWERMENT MEASURE)/ IDG (INDEKS PEMBERDAYAAN GENDER)

1.USIA HARAPAN

PARLEMEN PRP DAN LAKI-LAKI HIDUP 2. MELEK HURUF PRP + 2. PRP PEKERJA 2.MELEK HURUF PROFESIONAL,KEPE LAKI-LAKI MIMPIN AN, TEKNISI 3.RATA-RATA LAMA 3. RATA-RATA LAMA DAN SEKOLAH KETATALAKSANA AN SEKOLAH PRP + LAKI4.AKSES PADA LAKI 3. PRP DAN ANGKATAN KERJA PEKERJAAN 4. AKSES PRP + LAKI4. UPAH NON LAKI PD PEKERJAAN PERTANIAN PRP + LAKI-LAKI

1. USIA HARAPAN HIDUP 1. PEREMPUAN DI

80 7 0 .9 2 6 4 .7

70 6 4 .6 60 5 7 .4 6 6 .3 5 8 .7

6 8 .9 5 9 .8

6 9 .8 6 0 .8

7 0 .3 6 3 .7

50

40

30

20

10

0 HD I JA T E NG G D I JA T E NG

1999 6 4 .6 5 7 .4

2002 6 6 .3 5 8 .7

2004 6 8 .9 5 9 .8 HD I J A T E NG

2005 6 9 .8 6 0 .8 G D I J A T E NG

2006 7 0 .3 6 3 .7

2007 7 0 .9 2 6 4 .7

L in e a r (HD I J A T E NG )

74 73 72 71 70 69 69

72.7 71.7

72.8

72.9

GDI

68.7 67.8

68.9

68 67 66 65

2004 67.8 71.7

2005 68.7 72.7 LAKI-LAKI

2006 68.9 72.8 PEREMPUAN

2007 69 72.9

LAKI-LAKI PEREMPUAN

Sumber: KPP bekerjasama dengan BPS, 2007

68 66 6 5 .1 64 62 6 0 .8 60 5 9 .2 5 8 .7 58 56 54 52 50 G D I NA S G D I JA T E NG 5 7 .4 5 5 .9 5 9 .8 6 3 .9 6 5 .3 6 3 .7

6 5 .8 6 4 .3

1999 5 5 .9 5 7 .4

2002 5 9 .2 5 8 .7

2004 6 3 .9 5 9 .8 G D I NA S

2005 6 5 .1 6 0 .8 G D I J A T E NG

2006 6 5 .3 6 3 .7

2007 6 5 .8 6 4 .3

Sumber: KPP bekerjasama dengan BPS, 2007

96 94 92 90 88 86 84 83.9 82.6 81.5 84 92.1 92.3 92.7 93.4

GDI

82 80 78 76 74

2004 92.1 81.5

2005 92.3 82.6 LAKI-LAKI

2006 92.7 83.9 PEREMPUAN

2007 93.4 84

LAKI-LAKI PEREMPUAN

Sumber: KPP bekerjasama dengan BPS, 2007

8 7.1 7.2 7.4 7.3

7

6

6

6.1

6.3

6.2

5

4

GDI

3

2

1

0 LAKI-LAKI PEREMPUAN

2004 7.1 6

2005 7.2 6.1 LAKI-LAKI

2006 7.4 6.3 PEREMPUAN

2007 7.3 6.2

Sumber: KPP bekerjasama dengan BPS, 2007

70

60

60.6

61.4

59.88

60.9

50

40

39.4

38.6

40.12

39.1

30

GDI

20

10

0 LAKI-LAKI PEREMPUAN

2004 60.6 39.4

2005 61.4 38.6 LAKI-LAKI

2006 59.88 40.12 PEREMPUAN

2007 60.9 39.1

Sumber: KPP bekerjasama dengan BPS, 2007

0 Kot Surakart a a Kot Salatiga a Kab Sem arang Kot M a agelang Kot Se arang a m Tem anggung Sukoharjo Kudus Karanganyar Kab. M gl Klat en D ak em Boyolali Sragen W onogiri J aw Tengah a Blora Kendal Rem bang Banyum as Pat i KotaPkl Pem alang Kot Tegal a Purbalingga Bat ang Kab. Tegal Banjarnegara Cilacap J epara Kab. Pkl Kebum en Grobogan W onosobo Brebes

1 0 20 30 4 0 5 0 60 7 0 8 0 GDI MENURUT KABUPATEN/KOTA, TAHUN 2007

7 .8 4 7 .5 2 7 .2 2 7 .7 1 7 .4 0 7 .4 0 6 .6 9 6 .7 8 6 .1 8 6 .3 7 6 .2 7 6 .1 7 6 .8 5 6 .9 4 6 .5 4 6 .3 4 6 .4 3 6 .3 3 6 3 6 .6 2 6 .1 2 6 .5 1 6 .4 1 6 .1 1 6 .6 0 5 .1 8 5 .9 7 5 .5 7 5 .8 6 5 .8 5 5 .4 5 5 .3 5 5 4 5 .8 3 5 .8 2

Sumber: KPP & BPS, Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2007

70 6 1 .8 5 9 .3 6 2 .1 5 9 .7

60 5 4 .6 50 5 1 .2 4 9 .5 51

5 9 .7 5 6 .5

6 1 .3 5 6 .9

40

30

20

10

0 G EM NAS G EM JAT ENG

1 99 9 4 9 .5 5 1 .2

2002 5 4 .6 51

2004 5 9 .7 5 6 .5 G E M NA S

2005 6 1 .3 5 6 .9 G EM J A T ENG

2006 6 1 .8 5 9 .3

2007 6 2.1 5 9.7

Sumber: KPP bekerjasama dengan BPS, 2007

11.4 11.3 11.2 11.3 11.27 11.3

11

10.8

10.6

GDI10.4
10.2 10

10.4

10.4

10.4

10.4

9.8 INDONESIA JATENG

2004 11.3 10.4

2005 11.3 10.4 INDONESIA

2006 11.27 10.4 JAT ENG

2007 11.3 10.4

Sumber: KPP bekerjasama dengan BPS, 2007

60

50 4 7.2 40

5 0.1

51.98 45 .6 8 46 .9 4 6.7

41 .6 38.2

30

GDI

20

10

0 IND O NESIA JAT ENG

2004 38.2 47.2

2 005 4 1.6 5 0.1 INDO NESIA

200 6 45.6 8 51.9 8 JAT ENG

2007 46 .7 46 .9

Sumber: KPP bekerjasama dengan BPS, 2007

KEPALA DESA PEREMPUAN

KEPALA KELURAHAN PEREMPUAN
94.26%

94 .88 %

L a k i-la k i P e re m pu a n
6.1 2%

Laki-laki Perempuan

5.74%

95.34%

ANGGOTA BPD

4.66%

Laki-laki Perem puan

SUMBER DATA: BIRO PEMERINTAHAN TAHUN 2008

CAMAT DI JAWA TENGAH BERDASARKAN JENIS KELAMIN TAHUN 2008

PEREMPUAN PD JAB. DI PEMERINTAH PROV.

6 .2 7
L A K ILAKI

100 80 60 81.54 78.1 21.9 ESS III 69.78 30.22 ESS IV 40 20 0

LAKILAKI PEREM PUAN

P e re m puan

18.46 ESS II

9 3 .7 3
SUMBER DATA: BKD JAWA TENGAH TAHUN 2008 SUMBER DATA: BIRO PEMERINTAHAN TAHUN 2008

ANGGOTA DPRD PROVINSI

ANGGOTA DPRD KAB/KOTA

100 80 60 40 20 0

1 0 .2 2

84

Angg D PRD p rp Angg D PRD lk -lk

16

8 9 .8 8

Angg. DPRD p rp Angg. D P R P lk lk

SUMBER DATA: DPRP PROV. 2007

SUMBER DATA: KPU TAHUN 2005.

1200

1000

1038.2

800

830.3

658.6 600 548.3 594.2 593.8

GDI400
200

369.6

409.9

0 INDO NESIA JAT ENG

2004 548.3 369.6

2005 594.2 409.9 INDO NESIA

2006 830.3 593.8 JAT ENG

2007 1038.2 658.6

Sumber: KPP bekerjasama dengan BPS, 2007

GEM MENURUT KABUPATEN/KOTA, TAHUN 2007
0 Kt M e n o a a l g ga Kt Sl t a o a i a ag KbRmn a. e b g a KbKds a. uu KbPr ang a. u l ga bi KbBn m a. ay a u s KbSkhr a. u ao o j KbKr nayr a. a gn a a Kt Sm n o ea g a r a KbS gn a. r e a KbSkhr a. u ao o j Kt Tgl o ea a KbD a a. e k m KbPm n a. e a g l a KbM a. g l Ja a egh wTna Kt Srkr o u aa a a t KbKbm a. eu e n KbCaa a. i c p l KbSm n a. e a g r a KbPr o j a. u r o we KbKna a. edl KbK t n a. l e a KbG bgn a. r oa o KbWoii a. o g n r KbTgl a. ea KbBt n a. a g a Tmgug e a gn n KbByl l a. oo i a KbPL a. K Kt PL o K a KbPt a. a i KbB ea a. j gr n a KbJ pr a. ea a KbB bs a. r e e KbWooo a. o sb n 5. 0 5 5. 0 1 4. 8 9 4. 7 2 4. 6 9 6. 7 7 6. 6 3 6. 5 9 6. 3 1 6. 2 5 6. 2 4 6. 2 4 6. 2 4 6. 2 2 68 1 . 68 1 . 65 1 . 6. 0 4 6 0 5. 9 7 5. 9 4 5. 8 4 5. 8 2 5 8 5. 7 9 5. 6 2 5 5 5. 4 7 5. 4 6 5. 4 4 5. 4 1 5. 3 7 5. 3 6 5. 3 6 5. 3 6 1 0 2 0 3 0 4 0 5 0 6 0 7 0 7 5 8 0

Sumber: KPP & BPS, Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2007

Perempu an la ki-laki

6 .1 2 % L a k i-la k i P e re m p u a n
5 2% 48 %

9 4 .8 8 %

TAHUN 2007

TAHUN 2008

DATA KASUS KEKERASAN BERBASIS GENDER DAN ANAK DI JAWA TENGAH TAHUN 2005 - 2007 (yang sudah ditangani PPT Kab/Kota & KPPA PROV).
Jenis Kekerasan KDRT

2006 428 kss

2007 612 kss

2008 613

Perkosaan

234 kss 176 kss

443

Trafiking

19 kss

33 kss

35

Sumber Data: Laporan dari 18 Kab/Kota dan KPPA PADA TAHUN 2008 DARI 22 KAB/KOTA

II.Analisis Situasi berdasar Siklus Kehidupan Perempuan dan Anak
4
Pasangan usia Subur (15-49 th) Remaja wanita (12-19 tahun)

6

7

5

Anak usia sekolah (6-15 tahun)

Anak balita Wanita (usia anak usia 4 Kecil/toddlers Subur 10 dan anak pra(15-49 th) Rumah Tangga (semua umur, perempuan dan laki-laki) Sekolah, 1-5 th) dan komunitas

8

Kehamilan: Ibu hamil (15-49 th) 9 9 & janin

2 1
Kelahiran: Ibu (15-49 th) & Neonatus (0-28 hari)

Bayi yg disusui & diberi maka3 Nan tambahan (5/7-12 bulan)

1

Wanita dewasa/remaja Wanita & pria dewasa Anak-2, perempuan & laki-2

Ibu menyusui (15-49 th) & Bayi diberi ASI eksklusif (0-4/6 bulan)

2

Sejahtera, Konsep sejahtera menunjukkan kondisi kemakmuran suatu masyarakat, yaitu masyarakat yang terpenuhi kebutuhan ekonomi (materiil) maupun sosial (spiritual). Dengan kata lain kebutuhan dasar masyarakat telah terpenuhi secara lahir batin secara adil dan merata. Beberapa indikator yang dapat digunakan sebagai ukuran tercapainya kondisi sejahtera adalah tercapainya pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, dan berkesinambungan sehingga meningkatkan pendapatan perkapita pada tingkat yang tinggi, menurunnya tingkat pengangguran terbuka, menurunnya jumlah penduduk miskin; terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif; meningkatnya kualitas sumber daya manusia yang ditandai oleh terpenuhinya hak sosial masyarakat yang mencakupi akses pada pelayanan dasar, sehingga mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan sosial, pemuda dan olah raga, serta meningkatkan kualitas kehidupan beragama; terwujudnya kesetaraan dan keadilan genderpada seluruh bidang pembangunan, kesejahteraan dan perlindungan anak.
23

SASARAN RPJPD JAWA TENGAH 2005 – 2025 (PERDA NO. 3 TAHUN 2008)
Diarahkan pada pencapaian sasaran-sasaran pokok sebagai berikut: 4.1.1. Terwujudnya sumber daya manusia dan masyarakat Jawa Tengah yang berkualitas, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cerdas, sehat serta berbudaya, yang ditandai oleh hal-hal sebagai berikut: 1. Meningkatnya kualitas SDM, yang ditandai dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG). 2. Meningkatnya pemerataan pendidikan dan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak. 3. Meningkatnya akses, pemerataan dan mutu pelayanan kesehatan 4. Meningkatnya kesempatan kerja dan kesempatan berusaha 5. Meningkatnya pemenuhan hak-hak dasar penduduk miskin

24

25

1. MEWUJUDKAN PENINGKATAN KUALITAS HDP PRP DAN ANAK DLM BERBAGAI KEBIJAKAN DAN PROGRAM 2. MENDORONG PERWJDAN PENGUATAN KELEMBAGAAN PUG DAN PUHA 3. MENINGKATAN KUALITAS HIDUP DAN PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK 4. MENDORONG PENINGKATAN PERAN SERTA KESETARAAN GENDER DAN PENINGATAN PERAN SERTA ANAK DALAM PEMBANGUNAN

26

1. 2. 3. 4.

KESERASIAN KEBIJAKAN PENINGKATAN KUALITAS ANAK DAN PEREMPUAN PENGUATAN KELEMBAGAAN PUG DAN PUHA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP DAN PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK PENINGKATAN PERAN SERTA ANAK DAN KESETARAAN GENDER DALAM PEMBANGUNAN

27

PKHP

KETERKAITAN ANTAR BIDANG
PROGRAM
PENDIDIKAN

PROGRAM
PARTISIPASI POLITIK

PROGRAM
SOSBUDLING

PROGRAM
KESEHATAN

PROGRAM
EKONOMI

GENDER

NILAI-NILAI BUDAYA SANGAT DOMINAN DALAM PENCAPAIAN KEBERHASILAN MASINGMASING PROGRAM

STRATEGI PENGARUSUTAMAAN GENDER
1. Integrasi kebutuhan laki-laki dan perempuan dalam seluruh kebijakan dan program

Kesetaraan
0 U T C

TUJUAN
Keadilan Gender

Jalur-Kembar PengarusUtamaan Gender (Twin Track Strategy)

STRATEGI

2. Kegiatan khusus yg ditujukan untuk pemberdayaan perempuan (affirmative action)

0 M E S

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

Sumber: Strategi Pengarusutamaan Gender oleh Caroline Moser, 2005

KEMANDIRIAN PEREMPUAN

• PENDAMPINGAN PEREMPUAN KELUARGA MISKIN MELALUI MODEL PENDIDIKAN KRITIS DENGAN PEMBERDAYAAN EKONOMI SEBAGAI ENTRY POINT. • PENGKOORDINASIAN DAN SINERGISITAS PROGRAM PPEP DI DAERAH PRONANGKIS DENGAN SKPD LAIN (DINAS KOPERASI DAN UKM, DINAS PENDIDIKAN, DINAS KESEHATAN, BADAN LINGKUNGAN HIDUP, DLL) • PENINGKATAN KEMAMPUAN PEREMPUAN USAHA KECIL DALAM BERORGANISASI DAN BERJEJARING • FASILITASI PEMBENTUKAN DAN PENGEMBANGAN JARINGAN PEREMPUAN USAHA KECIL • FASILITASI PENYEDIAAN PUSAT PELAYANAN BISNIS BAGI PEREMPUAN • PENINGKATAN KETRAMPILAN MANAJEMEN KELUARGA DAN USAHA • PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KEPALA KELUARGA

30

• SOSIALISASI PANDUAN REVITALISASI GSI • FASILITASI IMPLEMENTASI PANDUAN REVITALISASI GSI DI KABUPATEN/KOTA DENGAN KASUS DAN RISIKO KEMATIAN IBU TINGGI • PENGUATAN KELOMPOK KERJA TETAP GSIB • MENSINERGIKAN UJICOBA GSIB DI KECAMATAN DAN DESA LOKASI PROGRAM DESA SIAGA

• MENGINTEGRASIKAN PROGRAM PERCEPATAN PEMBERANTASAN BUTA AKSARA PEREMPUAN DENGAN PROGRAM BKB, POSYANDU DAN PAUD

31

PROGRAM PRIORITAS LAINNYA:

d. PENINGKATAN PARTISIPASI POLITIK PEREMPUAN (FASILITASI KPPI, PENINGKATAN PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PROSES MUSRENBANG, PELATIHAN KEPEMIMPINAN PEREMPUAN) e. PENGEMBANGAN SISTEM PERLINDUNGAN KELOMPOK RENTAN (KELOMPOK PEREMPUAN LANSIA, CACAT, PEDILA DAN PEREMPUAN DI DAERAH BURUH MIGRAN) f. PENGEMBANGAN MODEL KEARIFAN LOKAL UNTUK PENANGGULANGAN KEMISKINAN g. PENGUATAN JEJARING KELEMBAGAAN PUG

32

K O O R D IN A S I D A N U P A Y A P E K E R JA SA M A
33

SITUASI SAAT INI GDI, GEM, KEKERASAN

PERUBAHAN

KEADILAN KESETARAAN GENDER DAN KUALITAS HIDUP PRP

STRATEGI/ MANAJEMEN PERUBAHAN

HUBUNGAN SETARA PEREMPUAN & LAKI-LAKI

SISTEMIK
VISI MISI KEBIJAKAN SKILL
SKPD, LM, DUDI, PT, DLL

SUMBER DAYA (KELEM BAGAAN)

SIKAP ETIKA

AKSI
IMPLEMEN TASI PD PROGRAM

KEMITRAAN (JARINGAN)

35

B. PERAN PENTING ORGANISASI RESPONSIF GENDER DALAM REKAYASA SOSIAL RESPONSIF GENDER
INTERNAL  1. MEMAHAMKAN KEPADA SELURUH ANGGOTA TTG GENDER DAN KENAPA GENDER MENJADI PENTING, SERTA PKHP 2. MEMBANGUN KOMITMEN DIANTARA ANGGOTA UNTUK MELAKUKAN PUG DAN MELAKSANAKAN PKHP 3. SEBAGAI ORGANISASI PEREMPUAN YG MEMBERIKAN PELAYANAN KEPADA PEREMPUAN, MAKA ORGANISASI PRP PERLU MEMBANGUN PRINSIP UNTUK MENGINTERNALISASIKAN GENDER DAN PKHP DALAM SETIAP PRIBADI, BAIK PEMBINA, PENGURUS DAN PENGAWAS. 4. MENYUSUN VISI DAN MISI, SERTA PROGRAM RESPONSIF GENDER DAN PKHP 5. PERSPEKTIF GENDER DAN PKHP PERLU DIINTEGRASIKAN KETIKA ORGANISASI PEREMPUAN MENYUSUN RENSTRA ATAU PROGRAM KERJA JANGKA MENENGAH DAN PENDEK 6. PILIHAN UNTUK BERJUANG BERSAMA PEREMPUAN, MENGANDUNG KONSEKUENSI PENGEMBANGAN PROGRAM SANGAT MEMPERHATIKAN KEBUTUHAN PEREMPUAN DI ATAS (PRAKTIS DAN STRATEGIS). 7. MELAKUKAN PERUBAHAN DI INTERNAL DENGAN MENGADOPSI NILAINILAI BUDAYA ORGANISASI RESPONSIF GENDER

EKSTERNAL  DILAKUKAN DENGAN BERJEJARING SEBAGAI KEKUATAN PENDESAK (PRESSURE GROUP) 1. MENDORONG TERBITNYA KEBIJAKAN RESPONSIF GENDER DAN PKHP 2. MELAKUKAN GERAKAN DAN AKSI NYATA DI TINGKAT MASYAKAT DALAM PELAKSANAAN PUG DAN PKHP 3. MENYEBARLUASKAN INFORMASI TTG GENDER DAN PKHP KEPADA SELURUH MASYARAKAT DAMPINGANNYA 4. ORGANISASI PEREMPUAN DAPAT MELAKUKAN PENGORGANISASIAN PROGRAM DAN KEGIATAN PKHP SECARA BERJENJANG, MULAI DARI TINGKAT KELOMPOK, KECAMATAN, JARINGAN TINGKAT KABUPATEN SAMPAI MEMBANGUN ALIANSI STRATEGIS DENGAN BERBAGAI ELEMEN PEDULI PEREMPUAN DI LEVEL KABUPATEN/KOTA.

• BERPARTISIPASI DALAM UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN  PENDIDIKAN MASYARAKAT, PENGAJIAN YANG MENGUNGKAP KONSEP KELUARGA SAKINAH DALAM AL’QUR’AN YANG ANTI KEKERASAN • BERPARTISIPASI DALAM UPAYA PEMULIHAN KORBAN DENGAN MENJADI KONSELOR/PENDAMPING KORBAN DAN PEMBIMBING ROHANI KORBAN • BERPARTISIPASI DALAM UPAYA PERLINDUNGAN SEMENTARA • BERPARTISIPASI DALAM FUND RISING DAN MENGEMBANGKAN PENANGANAN KEKERASAN BERBASIS INSTITUSI ATAU KOMUNITAS

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->