Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Pujisyukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena


berkat rahmat dan karunia-Nya Makalah Teori Pertumbuhan Ekonomi ini dapat
diselesaikan tepat waktu.
Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam proses pembuatan Makalah Pertumbuhan Ekonomi ini.
Makalah yang disusun untuk mempelajari lebih detail mengenai Teori
Pertumbuhan Ekonomi.
Kami menyadari sekali, didalam penyusunan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan serta banyak kekurangan-kekurangnya, untuk itu besar harapan
kami jika ada kritik dan saran yang membangun untuk lebih menyempurnakan
makalah-makah kami dilain waktu.
Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudahmudahan apa yang kami susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, temanteman, serta orang lain yang ingin mengambil atau menyempurnakan lagi atau
mengambil hikmah dari makalah ini. sebagai tambahan dalam menambah
referensi yang telah ada.

Jepara, 15 Agustus 2014

DAFTAR ISI

Halaman judul
Kata pengantar
Daftar isi
Bab 1 pendahuluan
1.1 latar belakang
1.2 rumusan maslah
1.3 tujuan
Bab 2 kajian teori
2.1 Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis
2.2 Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik
2.3 Teori Pertumbuhan Ekonomi Neoklasik
2.1 Teori Pertumbuhan Ekonomi Modern
Bab 3 penutup
Kesimpuan
saran

i
ii
iii
4
4
4
5
5
5
6
7
8
11

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Selama hampir setengah abad, perhatian utama masyarakat perekonomian
dunia tertuju pada cara-cara untuk mempercepat tingkat pertumbuhan
pendapatan nasional. Para ekonom dan politisi dari semua negara, baik negaranegara kaya maupun miskin, yang menganut sistem kapitalis, sosialis maupun
campuran, semuanya sangat mendambakan dan menomorsatukan pertumbuhan
ekonomi (economic growth). Pada setiap akhir tahun, masing-masing negara
selalu mengumpulkan data-data statistiknya yang berkenaan dengan tingkat
pertumbuhan GNP relatifnya, dan dengan penuh harap mereka menantikan
munculnya angka-angka pertumbuhan yang membesarkan hati. Pengejaran
pertumbuhan merupakan tema sentral dalam kehidupan ekonomi semua negara
di dunia dewasa ini. Seperti kita telah ketahui, berhasil-tidaknya programprogram pembangunan di negara-negara dunia ketiga sering dinilai berdasarkan
tinggi-rendahnya tingkat pertumbuhan output dan pendapatan nasional.
Mengingat konsep pertumbuhan ekonomi sebagai tolok ukur penilaian
pertumbuhan ekonomi nasional sudah terlanjur diyakini serta diterapkan secara
luas, maka kita tidak boleh ketinggalan dan mau tidak mau juga harus berusaha
mempelajari hakekat dan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi tersebut.
Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi memiliki definisi yang berbeda, yaitu
pertumbuhan ekonomi ialah proses kenaikan output per kapita yang terus
menerus dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan
salah satu indikator keberhasilan pembangunan. Dengan demikian makin
tingginya pertumbuhan ekonomi biasanya makin tinggi pula kesejahteraan
masyarakat, meskipun terdapat indikator yang lain yaitu distribusi
pendapatan. Sedangkan pembangunan ekonomi ialah usaha meningkatkan
pendapatan per kapita dengan jalan mengolah kekuatan ekonomi potensial
menjadi ekonomi riil melalui penanaman modal, penggunaan teknologi,
penambahan pengetahuan, peningkatan ketrampilan, penambahan kemampuan
berorganisasi dan manajemen.
2. Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi pokok permasalahan dalam penulisan makalah ini adalah:
1. Bagaimana Teori pertumbuhan ekonomi historis ?

2. Bagaimana Teori pertumbuhan ekonomi klasik ?


3. Bagaimana Teori pertumbuhan ekonomi neoklasik ?
4. Bagaimana Teori pertumbuhan ekonomi modern?
3. Tujuan
Tujuan utama pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu
tugas kelompok mata pelajaran Ekonomi, selain dari itu dengan adanya makalah
ini maka akan menambah pengatahuan dan wawasan teman-teman, dan tujuan
yang terakhir adalah untuk di persentasikan atau di diskusikan bersama temanteman.

BAB II
PEMBAHASAN

1. Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis


Aliran historis berkembang di Jerman dan kemunculannya merupakan
reaksi terhadap pandangan kaum klasik yang menyatakan bahwa pertumbuhan
ekonomi dapat dipercepat dengan revolusi industri, sedangkan aliran historis
menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dilakukan secara bertahap. Pelopor
aliran historis antara lain, Frederich List, Karl Bucher, Bruno Hildebrand,
Wegner Sombart, dan W.W. Rostow
1. a. Teori pertumbuhan ekonomi Frederich list (1789 1846)
Tahap-tahap pertumbuhan ekonomi menurut frederich list adalah
tingkat-tingkat yang dikenal dengan sebutan Stuffen theorien (teori tangga).
Adapun tahapan-tahapan pertumbuhan ekonomi menurut frederich list adalah
sebagai berikut :
1. Masa berburu dan mengembara. Pada masa ini manusia belum memenuhi
kebutuhan hidupnya sangat mengantungkan diri pada pemberian alam
dan untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri
2. Masa berternak dan bertanam. Pada masa ini manusia sudah mulai
berpikir untuk hidup menetap. Sehingga mereka bermata pencaharian
bertanam
3. Masa Bertani dan kerajinan. Pada masa ini manusia sudah hidup menetap
sambil memelihara tanaman yang mereka tanam kerajinan hanya
mengajar usaha sampingan.
4. Masa kerajinan, Industri, dan perdagangan. Pada masa ini kerajinan
bukan sebagai usaha sampingan melainkan sebagai kebutuhan untuk di

jual ke pasar, sehingga industri berkembang dari industri kerajinan


menjadi industri besar.
1. b. Teori pertumbuhan ekonomi Karl Bucher (1847 1930)
Tahap Perekonomian menurut Karl Bucher dapat dibagi menjadi 4
bagian, yaitu sbb:
1. Rumah tangga tertutup
2. Rumah tangga kota
3. Rumah tangga bangsa
4. Rumah tangga dunia
1. c.

Teori pertumbuhan ekonomi Bruno Hildebrand


Bruno Hildebrand melihat pertumbuhan ekonomi masyarakat dari
perkembangan alat tukar-menukarnya, yaitu:
1. masa tukar-menukar secara barter
2. masa tukar-menukar dengan uang
3. masa tukar-menukar dengan kredit
1. d.
Teori pertumbuhan ekonomi Walt Whitmen Rostow (1916
1979)
1. Masyakart tradisional (Teh Traditional Society)
2. Persyaratan untuk lepas landas (Precondition for take off)
3. Lepas landas (cake off)
4. Perekonomian yang matang / dewasa (Matarty of economic)
5. Masa ekonomi konsumsi tinggi (high mass consumption)
2. Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik
Menurut pandangan ahli-ahli ekonomi klasik, ada 4 faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu: jumlah penduduk, jumlah stok
barang-barang modal, luas tanah dan kekayaan alam, serta tingkat teknologi
yang digunakan. Dalam teori pertumbuhan mereka, dimisalkan luas tanah dan
kekayaan alam adalah tetap jumlahnya dan tingkat teknologi tidak mengalami
perubahan.
Berdasarkan kepada teori pertumbuhan ekonomi klasik yang baru
diterangkan, dikemukakan suatu teori yang menjelaskan perkaitan di antara
pendapatan per kapita dan jumlah penduduk. Teori tersebut dinamakan teori
penduduk optimum. Teori pertumbuhan klasik dapat dilihat bahwa apabila
terdapat kekurangan penduduk, produksi marjinal adalah lebih tinggi daripada
pendapatan per kapita. Akan tetapi apabila penduduk semakin banyak, hukum
hasil tambahan yang semakin berkurang akan mempengaruhi fungsi produksi,

yaitu produksi marjinal akan mulai mengalami penurunan. Oleh karenanya


pendapatan nasional dan pendapatan per kapita menjadi semakin lambat
pertumbuhannya.
2. a Teori pertumbuhan ekonomi menurut Adam Smith
An Inquiry into the nature and causes of the wealth of the nation,
teorinya yang dibuat dengan teori the invisible hands (Teori tangan-tangan gaib)
Teori Pertumbuhan ekonomi Adam Smith ditandai oleh dua faktor yang saling
berkaitan :
1. Pertumbuhan penduduk
2. Pertumbuhan output total
Pertumbuhan output yang akan dicapai dipengaruhi oleh 3 komponen berikut
ini.
1. sumber-sumber alam
2. tenaga kerja (pertumbuhan penduduk
3. jumlah persediaan
2. b

Teori pertumbuhan ekonomi David Ricardo


Menurut David Ricardo(1772-1823) mengembangkan teori
pertumbuhan klasik menjadi sebuah model pertumbuhan dengan menekankan
konsep mekanisme proses pertumbuhannya. Namun, teori David Ricardo tidak
terlalu jauh berbeda dengan teori Adam Smith.Menurut David Ricardo, karena
terbatasnya tanah maka pertumbuhan penduduk(tenaga kerja) akan menurunkan
produk marginal yang terkenal dengan istilah the law of diminishing returns.
Peranan akumulasi modal dan kemajuan teknologi cenderung meningkatkan
produktifitas tenaga kerja. Artinya, bisa memperlambat bekerjanya the law of
diminishing returns yang pada gilirannya memperlambat penurunan tingkat
hidup minimal.
2. c Teori pertumbuhan ekonomi Thomas Robert Malthus
Ukuran keberhasilan pembangunan sebuah perekonomian menurut
Malthus adalah kesejahteraan negara. Menurut Malthus pertambahan penduduk
tidak bisa terjadi tanpa peningkatan kesejahteraan yang sebanding. Dalam upaya
peningkatan pembangunan ekonomi Malthus mengajukan beberapa saran yaitu :
i. Melalui pertumbuhan berimbang disektor pertanian dan industri.
ii. Menaikkan permintaan efektif melalui :
a. Pendistribusian kesejaheraan dan kepemilikan tanah secara adil.
b. Memperluas perdagangan internal dan eksternal.

3.

Teori pertumbuhan ekonomi Neoklasik


Teori pertumbuhan Neo-klasik berkembang sejak tahun 1950an. Teori
ini berkembang berdasarkan analisis-analisis pertumbuhan menurut pandangan
ekonomi klasik.

3. a Teori pertumbuhan ekonomi Robert Sollow


Rober Sollow ekonom dari Masachussets Institute of Technologi
memenangkan hadiah nobel ekonomi tahun 1987 atas karyanya tentang teori
pertumbuhan ini. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tergantung pada
penambahan penyediaan faktor-faktor produksi dan tingkat kemajuan teknologi
berdasarkan penalitiannya, Sollow(1957) mengatakan bahwa peran kemajuan
teknologi dalam pertumbuhan ekonomi sangat tinggi.
3. b Teori pertumbuhan ekonomi Joseph Schumpeter
Ahli ekonomi neoklasik yang terkenal, yaitu J. Schumpeter dalam
bukunya The Theory Of Economic Development menekankan peranan
pengusaha pembangunan. Pembangunan ekonomi disebutkan oleh karena
adanya perubahan-perubahan terutama dalam lapangan industri dan
perdagangan. Sebagai kunci dari teori Schumpeter, bahwa untuk perkembangan
ekonomi, faktor yang terpenting adalah entrepreneur, yaitu orang yang
memiliki inisiatif untuk perkembangan produk nasional.

4.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Modern


Teori pertumbuhan ekonomi modern memandang pertumbuhan ekonomi
sebagai berikut.
4. a W.W.Rostow
Dalam bukunya yang terkenal, The Stages of Economic Growth, A NonCommunist Manisfesto yang terbit tahun 1960, Rostow menguraikan proses
pembangunan dalam sebuah masyarakat. Bagi Rostow pembangunan
merupakan proses yang bergerak dalam sebuah garis lurus, yaitu dari
masyarakat terbelakang ke masyarakat negara yang maju.
Tahap-Tahap Linear Pertumbuhan Ekonomi Rostow
Tahap-tahap pertumbuhan ekonomi yang linear (mono-economic
approach) inilah yang menjadi syarat pembangunan untuk mencapai status
lebih maju. Rostow membagi proses pembangunan ke dalam lima tahapan
yaitu:
1. Tahap masyarakat tradisional (the traditional society), dengan
karakteristiknya:
Pertanian padat tenaga kerja;
Belum mengenal ilmu pengetahuan dan teknologi (era Newton);
Ekonomi mata pencaharian;
Hasil-hasil tidak disimpan atau diperdagangkan; dan
Adanya sistem barter.

2. Tahap pembentukan prasyarat tinggal landas (the preconditions for takeoff),


yang ditandai dengan:
Pendirian industri-industri pertambangan;
Peningkatan penggunaan modal dalam pertanian;
Perlunya pendanaan asing;
Tabungan dan investasi meningkat;
Terdapat lembaga dan organisasi tingkat nasional;
Adanya elit-elit baru;
Perubahan seringkali dipicu oleh gangguan dari luar.
3. Tahap tinggal landas (the take-off), yaitu ditandai dengan:
Industrialisasi meningkat;
Tabungan dan investasi semakin meningkat;
Peningkatan pertumbuhan regional;
Tenaga kerja di sektor pertanian menurun;
Stimulus ekonomi berupa revolusi politik,
Inovasi teknologi,
Perubahan ekonomi internasional,
Laju investasi dan tabungan meningkat 5 10 persen dari
Pendapatan nasional,
Sektor usaha pengolahan (manufaktur),
Pengaturan kelembagaan (misalnya sistem perbankan).
4. Tahap pergerakan menuju kematangan ekonomi (the drive to maturity), ciricirinya:
Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan;
Diversifikasi industri;
Penggunaan teknologi secara meluas;
Pembangunan di sektor-sektor baru;
Investasi dan tabungan meningkat 10 20 persen dari pendapatan
nasional.
5. Tahap era konsumsi-massal tingkat tinggi (the age of high massconsumption) dengan:
Proporsi ketenagakerjaan yang tinggi di bidang jasa;
Meluasnya konsumsi atas barang-barang yang tahan lama dan jasa;
Peningkatan atas belanja jasa-jasa kemakmuran
Dengan melihat aspek lainnya yaitu sosial, politik, dan aspek nilai-nilai
mengenai karakteristik tahap-tahap pertumbuhan ekonomi di atas, maka dapat
digambarkan sebagai berikut:
Menurut Rostow, dalam hal mengenai perubahan dari tahap tradisional
ke arah industrial sebagai syarat pembangunan dan kemajuan, pembangunan

ekonomi atau proses transformasi masyarakat dari tahap tradisional menjadi


masyarakat modern merupakan suatu proses yang multi-dimensional.
Pembangunan ekonomi bukan berarti perubahan struktur ekonomi suatu negara
yang ditunjukkan oleh menurunnya peranan sektor pertanian dan meningkatnya
peran sektor industri saja.
Perubahan yang dimaksud selain dari perubahan struktural dari tradisionalitas
menuju modernitas, dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Perubahan orientasi organisasi ekonomi, politik, dan sosial yang pada
mulanya berorientasi kepada suatu daerah menjadi berorientasi ke luar.
2. Perubahan pandangan masyarakat mengenai jumlah anak dalam keluarga,
yaitu dari menginginkan banyak anak menjadi keluarga kecil.
3. Perubahan dalam kegiatan investasi masyarkat, dari melakukan investasi
yang tidak produktif (seperti halnya menumpuk emas, membeli rumah,
dan sebagainya) menjadi investasi yang produktif.
4. Perubahan sikap hidup dan adat istiadat yang terjadi kurang merangsang
pembangunan ekonomi (misalnya penghargaan terhadap waktu,
penghargaan terhadap prestasi perorangan, dan sebagainya)
Dengan demikian, dasar pembedaan proses pembangunan ekonomi menjadi
lima tahap tersebut adalah karateristik perubahan keadaan ekonomi, sosial, dan
politik, serta nilai-nilai dalam masyarakat.
Titik sentral dari argumentasi Rostow adalah bahwa cepat atau lambat, semua
masyarakat dunia akan melewati rentetan dari kelima tahap pertumbuhan
ekonomi di atas. Faktor penentunya adalah kondisi alam, ekonomi, politik, dan
budaya.
4.b

4.c

Profesor Simon Kuznets


Profesor Simon Kuznets orang yang menerima hadiah nobel dalam
imu ekonomi pada tahun 1871.Menurut Kuznets pertumbuhan ekonomi
adalah kemampuan jangka panjang untuk menyediakan berbagai jenis
barang ekonomi yang terus meningkat kepada masyarakat.Kemampuan
ini tumbuh atas dasar kemajuan teknologi.Institusional dan ideologis
yang diperlukan.

Roy F Harrod dan Evsey D.Domar


Harrod-Domar adalah ahli ekonomi yang menekankan tentang perlunya
penanaman modal dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu,
menurut Harrod-Domar, setiap usaha ekonomi harus menyisihkan proporsi
tertentu dari pendapatan Nasional untuk menambah stok modal yang akan
digunakan dalam investasi baru.

BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
Pertumbuhan Ekonomi di setiap negara berbeda - beda tergantung dari
tingkat pendapatan per kapita suatu negara tersebut dan tergantung dari berapa
besar pendapatan / penghasilan dari penduduknya. Jika pendapatan Negara itu
tinggi maka pertumbuhan ekonominya juga cepat tetapi sebaliknya jika
pendapatan suatu negara itu di bawah rata rata maka pertumbuhna
ekonominya juga rendah.
Beberapa ahli ekonomi mengemukakan pertumbuhan ekonomi dengan
persepsi yang berbeda beda. Sebagai contohnya : Robert Sollow
mengemukakan pertumbuhan ekonomi merupakan rangkaian kegiatan yang
bersumber pada manusia, akumulasi modal, pemakaian tekonologi modern dan
hasil / output. Dan masih banyak lagi tokoh tokoh yang mengemukakan
pertumbuhan ekonomi dalam arti yang berbeda beda.
Pertumbuhan ekonomi pada zaman sekarang ini berdampak pada
kehidupan penduduk suatu negara. Semuanya ini berpengaruh pada
kesejahteran rakyat banyak. Oleh karena itu negara terus memajukan
pendapatan negara dengan menaikkan harga harga kebutuhan pokok seperti
minyak yang katanya bisa menjadikan lebih baik tingkat perekonomian kita.
2. Saran
1. Beberapa negara berkembang sedang mengalami ketidak stabilan
sosial, politik, dan ekonomi. Ini merupakan sumber yang menghalangi
pertumbuhan ekonomi. Adanya pemerintah yang kuat dan berwibawa menjamin
terciptanya keamanan dan ketertiban hukum serta persatuan dan perdamaian di
dalam negeri. Ini sangat diperlukan bagi terciptanya iklim bekerja dan berusaha
yang merupakan motor pertumbuhan ekonomi.
2. Ketidakmampuan atau kelemahan setor swasta melaksanakan fungsi
entreprenurial yang bersedia dan mampu mengadakan akumulasi kapital dan
mengambil inisiatif mengadakan investasi yang diperlukan untuk memonitori
proses pertumbuhan.
3. Pertumbuhan ekonomi merupakan hasil akumulasi kapital dan
investasi yang dilakukan terutama oleh sektor swasta yang dapat menaikkan
produktivitas perekonomian. Hal ini tidak dapat dicapai atau terwujud bila tidak
didukung oleh adanya barang-barang dan pelayanan jasa sosial seperti sanitasi
dan program pelayanan kesehatan dasr masyarakat, pendidikan, irigasi,
penyediaan jalan dan jembatan serta fasilitas komunikasi, program-program
latihan dan keterampilan, dan program lainnya yang memberikan manfaat
kepada masyarakat.

4.

Rendahnya tabungan-investasi masyarakat (sekor swasta) merupakan pusat


atau faktor penyebab timbulnya dilema kemiskinan yang menghambat
pertumbuhan ekonomi. Seperti telah diketahui hal ini karena rendahnya tingkat
pendapatan dan karena adanya efek demonstrasi meniru tingkat konsumsi di
negara-negara maju olah kelompok kaya yang sesungguhnya bisa menabung.
5. Hambatan sosial utama dalam menaikkan taraf hidup masyarakat adalah
jumlah penduduk yang sangat besar dan laju pertumbuhannya yang sangat
cepat. Program pemerintahlah yang mampu secara intensif menurunkan laju
pertambahan penduduk yang cepat lewat program keluarga berencana dan
melaksanakan program-program pembangunan pertanian atau daerah pedesaan
yang bisa mengerem atau memperlambat arus urbanisasi penduduk pedesaan
menuju ke kota-kota besar dan mengakibatkan masalah-masalah social, politis,
dan ekonomi.
6. Pemerintah dapat menciptakan semangat atau spirit untuk mendorong
pencapaian pertumbuhan ekonomi yang cepat dan tidak hanya memerlukan
pengembangan faktor penawaran saja, yang menaikkan kapasitas produksi
masyarakat, yaitu sumber-sumber alam dan manusia, kapital, dan
teknologi;tetapi juga faktor permintaan luar negeri. Tanpa kenaikkan potensi
produksi tidak dapat direalisasikan.

Anda mungkin juga menyukai