Anda di halaman 1dari 6

Tugas Mata Kuliah Pengantar Ilmu Antropologi

REVIEW BUKU PENGANTAR ILMU ANTROPOLOGI


KARANGAN KOENTJARANINGRAT

Oleh :
Nama : Dina Oktaviana
Program Studi : Sosiologi
NPM : 1416011030
Angkatan : 2014/2015

JURUSAN SOSIOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS LAMPUNG
1

Pengantar Ilmu Antropologi


BAB II Makhluk Manusia
Makhluk Manusia di antara Makhluk-makhluk Lain
Dalam jangka waktu beratus-ratus juta tahun lamanya, timbul dan berkembang bentuk-bentuk
hidup berupa makhluk-makhluk dengan organisme yang semakin lama makin kompleks dan
yang kini telah berkembang atau berevolusi makhluk-makhluk seperti kera dan manusia.
Dalam proses evolusi biologi, yang telah berlangsung sangat lama itu, banyak bentuk
makhluk sederhana yang hilang dan punah dari bumi. Akan tetapi, banyak juga yang dapat
bertahan dan hidup sampai sekarang.
Untuk mengetahui ragam jenis makhluk hidup yang ada di bumi, para ahli biologi telah
membuat suatu sistem klasifikasi semua makhluk yang telah mendapat tempat sewajarnya
berdasarkan atas morfologi dan organismenya. Manusia dikelaskan bersama makhlukmakhluk lain ke dalam satu golongan, yaitu kelas binatang menyusui, atau mamalia.
Dalam kelas mammalia terdapat sub golongan yaitu primata. Suku primata dibagi menjadi
dua
sub
suku
yaitu
sub
suku
Prosimi
dan
sub-suku
Anthropoid.
Makhluk manusia dibagi khusus menjadi tiga infra yakni Ceboid, Cercopithecoid, dan
Hominoid. Ceboid mengolongkan semua kera yang hidup langsung di benua Amerika.Infra
suku Cercopithecoid menggolongkan semua kerayang hidup langsung di daerah tropik di
benua Afrika dan Asia.Infra suku Hominoid dibagi lebih khusus ke dalam dua keluarga yaitu
keluarga Pongidaedan keluarga Hominoidae. Keluarga Pongidae menggolongkan beberapa
kera yang hidup di daerah tropik di Asia dan Afrika seperti Gibbon, Orangutan, Chimpanze,
dan Gorilla. Sedangkan keluarga Hominioidae menggolongkan manusia purba seperti
Pithecantropus denganHomo Neanderthal dan semua manusia sekarang dengan homo sapien.

Evolusi Ciri-ciri Biologis


Menurut para ahli biologi ciri-ciri organisme termaktub dalam gen atau gene. Kombinasi dari
beberapa gen ini menjadi penyebab dari ciri lahir dan organisme. Adapula satu gen yang
menjadi
penyebab
dari
adanya
beberapa
ciri
lahir.
Semua makhluk hidup berasal dari zigot, yang mengalami proses mitosis. Dalam
prosesmitosis semua sel terbagi sama, tetapi suatu terkecualian tampak pada timbulnya sel-sel
gamet, atau sel sex (sel sperma pada laki-laki dan sel telur pada wanita). Ini terjadi
dikarenakan pemisahan 46 kromosom menjadi dua golongan, X dan Y yang masing-masing
terdiri dari 23 pasang kromosom. Banyak gen yang menentukan berbagai ciri tertentu dari
organisme yang akan masuk ke sel sex X, atau akan masuk ke sel sex Y. Jadi hanya sebagian
dari ciri-ciri ayah yang ada dalam sperma akan membuahi sel telur ibu, dan sebagian ciri-ciri
ibu yang berada dalam sel telur yang akan dibuahi menjadi organisma keturunan baru.
Dari suatu nenek moyang laki-laki atau perempuan tak pernah dapat dicampur, tetapi selalu

tetapi dapat tersimpan dalam gen yang diturunkan dan disebarkan kepada beratus-ratus
keturunan berikutnya. Dapat kita lihat, bahwa kelompok yang mula-mula berasal dari
sepasang nenek moyang pada proses bereproduksi selalu menunjukkan perbedaan ciri-ciri.
Apakah sebenarnya yang menyebebkan perbedaan atau percababgan ini terjadi?Menurut
para ahli biologi percabangan terjadi karena tiga faktor yakni proses mutasi, proses seleksi
dan adaptasi, serta proses menghilangnya gen secara kebetulan(random genetic drift).

Evolusi Primata dan Manusia


Cabang Pertama
Manusia merupakan suatu jenis makhluk cabang dari semacam makhluk primata yang telah
melalui proses evolusi. Menurut penilitian paling akhir, makhluk pertama dari suku primata
muncul di muka bumi sebagai suatu cabang dari makhluk mamalia (binatang menyusui) 70
tahun yang lalu, dalam suatu zaman yang disebut Kala Paleosen Tua. Setelah itu terjadi
proses percabangan antara keluarga kera-kera pongid (kera-kera besar) dari keluarga hominid
yang merupakan anggota makhluk nenek moyang manusia, dalam suatu zaman yang disebut
Kala Eosen Akhir yang mengevolusikan kera gibon (hylobatidae).

Cabang Kedua
Daerah asal orangutan adalah konon di Afrika Timur, waktu itu Afrika Timur belum berupa
sabana tetapi masih terutup hutan rimba, begitu juga Asia Selatan. Orangutan tinggal di
pucuk-pucuk pohon besar dan tinggi, dan hidup dari buah-buahan besar, bebas dari gangguan
makhluk hutan rimba lainnya. Sementara itu pada akhir Kala Miosen terjadi perubahan besar
pada kulit bumi dan pada lingkungan alamnya. Benua Afrika membelah dari Asia sehingga
terjadilah Laut Merah dan belahan bumi berupa lembah yang dalam, bernama Great Rift
Valley. Proses perubahan besar lainnya adalah menyempitnya daerah hutan rimba di Afrika
yang menyebabkan lingkungan alam Afrika Timur menjadi sabana, terjadinya gurun di Arab,
serta berkurangnya daerah hutan rimba di India. Orangutan tadi tidak dapat menyesuaikan
diri dengan perubahan-perubahan alam besar tersebut sehingga menghilang di Afrika, Asia
Barat Daya, dan Asia Selatan. Tetapi dapat bertahan di Asia Tenggara karena hutan rimba
lebat masih ada.

Cabang Ketiga
Cabang ketiga adalah sejenis makhluk yang menurut perkiraan para ahli menjadi nenek
moyang manusia. Percabangan ini terjadi sekitar 10 juta tahun yang lalu. Ditemukannya fosilfosil yang lain daripada yang lain, yaitu ukuran badan raksasa yang jauh lebih besar daripada
kera gorila. Oleh para ahli, fosil-fosil itu kini disebut gigantanthropus (kera-manusia raksasa).
Karena perubahan alam yang terjadi dalam Kala Miosen, maka sama halnya dengan
orangutan, kera-manusia raksasa ini juga menghilang dari Afrika dan Asia Selatan da hanya
bertahan di Asia Tenggara, hingga akhirnya punah karena sebab-sebab yang belum dapat
diketahui.

Cabang Keempat
Cabang keempat adalah cabang-cabang kera pongid yang lain, yaitu gorila dan simpanse,
kira-kira terjadi sekitar 12 juta tahun yang lalu. Kedua makhluk kera dari Afrika ini dapat
menyesuaikan diri dengan berevolusi mengembangkan organisme yang dapat hidup di pohon
maupun di darat. Di daerah hutan di Afrika Tengah tadi berlangsung evolusi organisme dari
kera gorila, sedangkan di daerah hutan Afrika Barat berlangsung evolusi organisme dari
simpanse.

Cabang Kelima
Menurut para ahli, cabang ini akan berevolusi menjadi makhluk manusia. Makhluk yang akan
menurunkan manusia ini berhasil menyesuaikan diri dengan proses menghilangnya hutan
rimba di Afrika Timur dan proses timbulnya sabana-sabana terbuka dengan hutan-hutan
terbatas dan gerombolan-gerombolan belukar tersebar di sana-sini.

Aneka Ragam Manusia


Salah Paham mengenai Konsep Ras
Makhluk Manusia di seluruh muka bumi menunjukkan beragam ciri-ciri fisik yang tampak
nyata. Ciri-ciri lahir seperti warna kulit, warna dan bentuk rambut, bentuk bagian-bagian
wajah, dan sebagainya menyebabkan timbulnya pengertian ras atau golongan manusia yang
berdasarkan berbagai ciri fisik secara umum.
Dalam sejarah bangsa-bangsa, konsepsi mengenai beragam ciri fisik manusia itu telah
mengacaukan ciri-ciri ras dengan ciri-ciri rohani dan salah paham tadi memberi penilaian
tinggi rendah kepada ras-ras berdasarkan perbedaan tinggi rendah rohani dan ras-ras itu.
Dengan demikian timbul misalnya anggapan bahwa ras caucasoid atau ras kulit putih, lebih
kuat, dalam artian lebih pandai, lebih maju, lebih tinggi rohaninya daripada ras-ras lain.
Anggapan salah ini timbul bersama-sama dengan perkembangan kekuasaan bangsa-bangsa
Eropa (yang kebetulan ras putih) terhadap bangsa-bangsa lain di luar Eropa (bukan ras kulit
putih) dan dipraktikkan ke dalam suatu gejala sosial yaitu gejala diskriminasi ras.

Salah Satu Klasifikasi dari Beragam Ras Manusia


Muncul berbagai klasifikasi dari berbagai sarjana seperti klasifikasi C.Linnaeus (1725)
berdasarkan warna kulit, klasifikasi J.F Blumenbach (1755) berdasarkan morfologi geografi
dalam sistemnya, J.Deniker (1889) berdasarkan warna dan bentuk rambut, serta
menggunakan unsur-unsur filogenetik diantaranya E. von Eickstedt dan E.A Hooton.
Sedangkan A.L Kroeber menggolongkan berdasarkan ras-ras terpenting di dunia, Seperti:
1. AUSTRALOID
Penduduk Asli Australia
2. MONGOLOID
a) Asiatc Mongoloid (Asia Utara, Asia Tengah, dan Asia Timur)
b) Malayan Mongoloid (Asia Tenggara, Kep.Indonesia, Malaysia, Filiphina, dan
penduduk asli Taiwan)
c) American Mongoloid (Penduduk asli Benua Amerika Utara dan Selatan dan
orang Eskimo di Amerika Utara sampai penduduk Terra del Fuego di Amerika
Selatan)
3. CAUCASOID
a) Nordic (Eropa Utara sekitar Laut Baltik)
b) Alpine (Eropa Tengah dan Timur)
c) Meditteranean (penduduk sekitar Laut Tengah, Afrika Utara, Armenia, Arab,
dan Iran)
d) Indic (Pakistan, India, Bangladesh, dan Sri Langka)
4. NEGROID
a) African Negroid (Benua Afrika)
b) Negrito (Afrika Tengah, Semenanjung Melayu dan Filiphina)
c) Melanesian (Papua/Irian dan Melanesia)
5. RAS-RAS KHUSUS
Tidak dapat diklasifikasikan ke dalam keempat ras pokok
a) Bushman (di daerah Gurun Kalahari di Afrika Selatan)
b) Veddoid (di pedalaman Sri Langka dan Sulawesi Selatan)
c) Polynesian (di kepulauan Mikronesia dan Polinesia)
d) Ainu (di pulau Karafuto dan Hokkaido di Jepang Utara)

Organ Manusia
Makhluk manusia adalah makhluk yang hidup dalam kelompok dan mempunyai organ yang
secara biologis sangat kalah kemampuan fisiknya dengan jenis-jenis binatang berkelompok
lain. Namun, otak manusia telah berevolusi paling jauh jika dibandingkan dengan makhluk
lain. Otak manusia yang telah dikembangkan oleh bahasa, tetapi yang juga mengembangkan
bahasa mengandung kemampuan akal, yaitu kemampuan untuk membentuk gagasan-gagasan
dan konsep-konsep yang makin lama makin tajam, untuk memilih alternatif tindakan yang
menguntungkan bagi kelangsungan hidup manusia. Gagasan-gagasan dan konsep-konsep itu
dapat dikomunikasikan dengan lambang-lambang vokal yang kita sebut bahasa.
Dengan demikian bahasa manusia itu menyimpan tiap pengetahuan baru ke dalam lambang
vokal atau kata-kata baru, yang makin lama makin banyak jumlahnya. Generasi manusia
berikutnya tidak perlu mengalami kembali setap peristiwa yang telah terjadi di dalam alam
sekitar untuk mendapat pengetahuan tentang keadaan alam. Mereka cukup belajar dari
generasi-generasi sebelumnya mengenai segala pengetahuan yang telah dimiliki melalui
uraian dengan bahasa, dan menambahnya lagi dengan pengalaman-pengalaman baru mereka
sendiri. Pengalaman yang telah kian bertambah banyak itu kemudian disimpan dan diatur
oleh akal menjadi suatu sistem pengetahuan, untuk diteruskan lagi kepada generasi
berikutnya, dan demikian seterusnya.