Anda di halaman 1dari 9

2013

BAB III
ELABORASI TEMA
3.1

Tinjauan Tema
Tema yang di gunakan pada objek perancangan Pasar tradisional ini adalah

EFISIEN.
EFISIEN adalah tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu
(dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya) dan mampu menjalankan tugas
dengan tepat dan cermat, berdaya guna, bertepat guna.
(sumber : Kamus Bahasa Indonesia)

Gambar 3.1 Visual Arti Kata

3.2

Latar Balakang Peilihan Tema


Banyak permasalahan masyarakat selama ini ketika berada di pasar

tradisional,salah satunya merupakan kesulitan masyarakat ketika memperoleh


kebutuhan

sehari-hari

dengan

tidak

membuang-buang

waktu

dan

tenaga,

permasalahan ini lah yang melatar belakangi penulis dalam pemilihanhan tema,
3.3

Teori yang Mendasari Tema


Adapun teori yang mendasari tama Pasar Tradisional kota Singkil adalah

Green Architecture. Istilah Green, berasal dari bahasa Inggris yang berarti Hijau

24

2013

sedangkan Kata Architecture berasal dari bahasa Yunani yaitu


1. Arch

: yang artinya yang asli, yang utama, yang awal

2. Tektoon

: sesuatu yang berdiri kokoh, tidak roboh, stabil, dsb.

3. Archetektoon

: pembangunan utama, tukang ahli bangunan yang


utama

(Mangunwijaya,YB.1992. Wastu Citra. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama.


(hal:327)
Arsitektur adalah Ilmu yang mempelajari tentang lingkungan binaan yang
diperuntukkan bagi manusia sebagai penggunanya.
Green Architecture adalah sebuah konsep yang menghargai bumi dan isinya,
dengan cara menghargai lingkungan sekitar bangunan agar keberadaan bangunan
tersebut tidak menggangu ekosistem dan sumber daya yang ada di sekitar bangunan
tersebut. Beberapa pemahaman akan green architecture yang dikembangkan oleh
beberapa teori dan kritik sebagai berikut:
a. Green Architecture oleh Brenda dan Robert Vale
1. Penghematan Energi
Bangunan harusnya meminimalisasi penggunaan kebutuhan akan energi
2. Bekerja dengan iklim
Bangunan harusnya didesain untuk bekerja dengan iklim dan sumber daya
energi yang alami.
3. Meminimalisasi penggunaan sumber daya alam baru
Bangunan harusnya didesain untuk meminimalisasi penggunaan sumber
daya alam baru dan menggunakan material ramah lingkungan.
4. Menghargai pengguna
Green Architecture menyadari pentingnya semua orang yang bersangkutan
dengan bangunan tersebut.
5. Menghargai Site
Meminimalisasi perusakan site
6. Holistik

25

2013

Semua prinsip

Green Architecture

membutuhkan pendekatan holistik

kepada lingkungan pembangunan.baik itu alam maupun masyarakat


sekitar.
b. Teori Ken Yeang (1995)
Menurut Ken Yeang, desain ekologis adalah sautu proses desain di mana
seorang desain secara jelas meminimalisasi efek buruk yang datang dari
suatu produk akibat proses desain yang dapat menganggu ekosistem dan
sumbe r daya bumi, dan secara terus menerus memberikan prioritas

kepada

keberlanjutan pengurangan dan minimalisasi efek buruk ini. Beberapa teori


yang dikemukakan oleh Ken Yeang yaitu :
1. Hemat Energi
Pengurangan biaya sebagai hasil dari penurunan konsumsi energi dalam
pengoperasian

suatu bangunan. Pengurangan keseluruhan konsumsi

energi dari bangunan dapat menggunakan fungsi struktur

pasif.

2. Humanisme
Memberikan kesempatan kepada pengguna bangunan untuk
kenyamanan

bangunan namun sekaligus

merasakan

membuat mereka menjadi

tanggap terhadap pengalaman akan iklim luar pada lokasi tersebut.


3. Esetetika natural dan kebebasan berekspresi
4. Integrasi vegetasi horizontal dan vertikal
5. Penghawaan alami
Menciptakan suatu zona yang berbeda untuk udara dalam fasad suatu
bangunan,dapat

berupa

ruang

transisi, ruang pemisah atau ruang

akhir dari udara yang masuk ke dalam

bangunan. Hasil desain dapat

berupa bentuk yang besar ke arah langi dengan ventilasi atrium, membuat
balkon atau lapangan atap yang besar
3.4

Interpretasi Tema

3.4.1

Interpretasi Tema EFISIEN


1. Tidak membuang-buang waktu berbelanja

- nomor lapak

ketika mencari pedagang

26

2013

2. Tidak Membung-buang waktu ketika parkir

- sirkulasi parkir yang jelas

3. Tidak Membuang-buang Tenaga ketika

- Loket Penitipan Barang

barang banyak
3.4.2

Interpretasi Tema Green Architecture


Dari beberapa

prinsipprinsip Green Architecture yang di kemukakan

oleh beberapa tokoh yang telah diuraikan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa
prinsip Green Architecture itu sendiri adalah :
1. Konservasi energi. Bangunan mempunyai pengkondisian udara yang baik,
sehingga tidak membuang buang energi untuk pengkondisian udara
buatan dalam bangunan.
2. Sumber energi alternatif. Bangunan dan lingkungannya dapat mensuplai
energi sendiri. Energi solar dan angin merupakan alternatif yang

biasa

digunakan untuk dimanfaatka sebagai pengganti energy listrik


3. Penggunaan material. bangunan dapat menggunakan bahan material dari
daerah setempat.
4. Peletakan atau Orientasi bangunan pada site. Perletakan bangunan harus
diperhatikan agar meminimalisasi perusakan ekosistem lingkungan sekitar
site.
5. Pengelolaan limbah. Sistem
bangunan Green

pengelolaan

limbah

dalam operasional

Architecture benar- benar diupayakan untuk tidak

mencemari lingkungan. Proses inidikenal dengan 3R yaitu Reuse, Reduce


dan Recycle. Misalnya air limbah hasil buangan bangunan dapat diolah
kembali untuk

keperluan taman. Pengolahan air sungai sehingga

dapat digunakan untuk

keperluan lain

Adapun penerapan teori Green Architecture dalam perancangan Pasar sebagai


berikut :
1. Meminimalisir perusakan terhadap site.
2. bangunan mengikuti kontur yang ada, Penggunaan material yang ramah
lingkungan

27

2013

3. Memanfaatkan panas matahari lalu mengubahnya menjadi energi listrik


yang dapat digunakan untuk pemakaian listrik bangunan.

Gambar 3.2 Konsep Pencahayaan Pada Bangunan Green


4. Pencahayaan alami

pada bangunan dengan menyediakan bukaan besar

pada dinding
5. Pengudaraan alami. bangunan

akan

menggunankan Ventilasi alami

yaitu ventilasi silang

Gambar 3.3 Ventilasi silang

3.5

Studi Banding Tema Sejenis

3.5.1

Trafacon Office Building

Nama Proyek

: Trafacon Office Building

Lokasi

: Jakarta, Indonesia

Luas Site

: 1.883 m

Luas Lantai

: 1.451 m

Arsitek Proyek

: M. Hikmat Subarkah

28

2013

Gambar 3.4 Exterior Office Building


Sumber: www.futurarc.com
Bangunan Trafacon Office ini merupakan kantor pusat Trafacon, perusahaan
konstruksi. Di dalamnya terdapat kantor pusat, kantor pemasaran, studio fotografi dan
fasilitas pendukung lainnya. Berlokasi pada lahan area hijau kota di Jagakarsa,
Jakarta Selata, bangunan ini dibangun dalam rangka melawan masalah bencana banjir
di Jakarta, dan untuk mendemonstrasi arsitektur kontemporari dapat diaplikasikan
tanpa mengorbankan prinsip dasar dari arsitektur tropis.

Gambar 3.5 Layout Office Buildin

Gambar 3.6 Interior Office Building

Menciptakan pencampuran suasana antara bangunan dan lingkungannya


adalah Konsep utamanya,Teknik pelipatan kertas digunakan untuk membentuk
ruangan, menghasilkan bentuk yang dinamis dan tidak konvensional

29

2013

Gambar 3.7 Konsep Utama Office Building (Teknik pelipatan kertas)


sedangkan Bagian luar bangunan ditutupi dengan green roof, hal ini juga
bertujuan untuk mengganti area hijau yang terpakai oleh pembangunan bangunan
ini.selain itu Prinsip dasar dari overhang, cahaya dan aliran udara diadaptasi dari
fitur suistainable tradisional seperti sistem manajemen air sebaik teknik ventilasi
silang terintegrasi ke arsitektur kontemporer untuk mendapatkan performa
lingkungan yang baik.
Fungsi yang sama di kelompokkan bersama untuk meningkatkan efisiensi.
Melalui pengaturan zoning secara hati hati, aktivitas manusia menjadi lebih kecil,
yang berakibat menurunnya emisi panas. Terpisah dari zona kerja, semua zona
lainnya bergantung pada ventilasi alami. Walaupun AC di gunakan di zona kerja,
sistem di desain untuk membuat performa yang optimal, yang mengakibatkan
terhindarnya pembuangan energi yang sia sia. Dindingnya kaca yang besar
membantu mengurangi kebutuhan cahaya.
3.5.2

ACROS Fukuoka, Jepang

Nama Proyek

: ACROS (Asian Crossroads over the Sea) Fukuoka

Lokasi

: Kota Fukuoka, Jepang

Arsitek Proyek

: Emilio Ambasz & Ass

Gambar 3.8 Exterior ACROS Fukuoka


30

2013

Bangunan ACROS ini berfungsi sebagai kantor, retail, museum dan teater
yang dapat menampung 2000 orang. Bangunan ini di rancang sehijau mungkin tidak
merusak lingkungan karna terletak di atas lokasi hijau terakhir di kota Fukuoka . Sang
arsitek mencoba mencari pemecahan masalah terhadap lokasi untuk membangun
suatu bangunan dengan fungsi publik tanpa merusak lingkungan yang ada. Apalagi
lokasi dengan tingkat kepadatan bangunan tinggi yang menyebabkan polusi pun
meningkat.

(a)

(b)

Gambar 3.9 (a,b) kondisi Site ACROS Fukuoka


Atap hijau bangunan ini mampu menjaga suhu dalam ruangan aga tetap
nyaman dan tidak berubah. Atap hijau juga dapat menampung air hujan, menyaring
udara kotor di lingkungan sekitar dan mendukung kehidupan serangga serta burungburung. Air hujan yang ada dipergunakan untuk menyiram tanaman, air hujan
dialirkan dari lantai atas menuju ke lantai bawah. Terdapat atrium yang berbentuk
semi bulat di tengah bangunan sehingga menciptakan kontras antara tanaman dan
bangunan.

31

2013

(a)

(b)

Gambar 3.10 (a,b) Potongan l serta Detai bangunan ACROS


Sumber: www.wayfaringtravelblog.com

32