Anda di halaman 1dari 12

2013

BAB V
KONSEP PERANCANGAN
5.1

Konsep Dasar
Konsep dasar adalah konsep yang menjadi dasar pengembangan pasar

tradisional kota singkil ini . Konsep ini akan berhubungan dengan penerapan tema
sebagai pendekatan perancangan. Konsep dasar dari perancangan tradisional kota
singkil
Selain pemanfaatan air juga pemanfaatan vegetasi di sekitar lokasi sehingga
tidak memerlukan biaya yang cukup besar dalam mendatangkan berbagai macam
pohon
5.2

Rencana Tapak
Konsep perancangan tapak adalah konsep perancangan yang berhubungan

dengan desain ruang luar/ tapak dimana bangunan akan dibangun. Konsep ini
diperlukan sebagai gambaran awal tentang bagaimana bentuk bangunan dan segala
area disekitarnya yang dapat mendukung bangunan tersebut
5.2.1

Pemitakan
Untuk mencapai efesiensi pemakaian waktu pada Pasar Tradisional maka

pada tapak dilakukan pemitakan atau penzoningan

menjadi beberapa kelompok

bagian yang didasarkan pada rea-area yang memiliki kebutuhan dan sifat yang sama
pada satu kelompok.
Adapun pembagian zona-zona dasar pada pada pasar tradisional ini adalah :

Zona Entence
Zona parkir
3. Zona Ruang terbuka
4. Zona Perdagangan
5. Zona Pengelola
6. Zona Pendukung

72

5.2.2

2013

Tata Letak
Tata letak bangunan pada tapak berdasarkan pada kedekatan hubungan ruang

antara masa bangunan yang satu dengan bangunan lain, macam-macam aktivitas, pola
pergerakan pengunjung, pemandangan dari tapak, serta iklim lingkungan pada lokasi
perancangan

Utara

View dari arah


Jln. Amhad yani

Gambar 5.1 Tata Letak Bangunan

5.2.3 Gubahan Masa


Gubahan massa yang akan diterapkan pada bangunan ini berdasarkan
perbandingan-perbandingan antara jenis massa tunggal dan jenis massa majemuk
Masa Tunggal
KRITERIA
Hubungan dan Sifat Pengelompokan Ruang jelas,
Kegiatan
hubungan anatar ruang lebih erat
dan mudah diawasi
Bentuk Site

Bentukan bangunan lebih


sulit,peletakan massa dan sistem
struktur sangat tergantung
kepada topografi site

Luas Lahan
Struktur

Lebih kecil
Lebih sulit karena adanya faktor
modul, dilatasi, fungsi dan
besaran ruang yang berbeda

Multi masa
Pengelompokan ruang
Jelas hubungan antar kegiatan
lebih terpisah, pengawasan
lebih sulit
Bentuk bangunan lebih
fleksibel,
peletakan massa dan sistem
struktur dapat mengikuti pola
site
Lebih luas
Lebih mudah karena sistem
struktur yang digunakan dapat
berbeda-beda sesuai fungsi
danbesaran ruang

73

2013

Bentuk Bangunan

Lebih sulit karena adanya faktor


modul dan struktur

Bentukan lebih bervariasi

Sirkulasi dan
Pencapaian

Lebih mudah dan sederhana

Orientasi

Lebih jelas

Iklim

Pemanfaatan energi alam


Kedalam bangunan sangat
terbatas

Lebih sulit karena adanya


beberapa pencapaian dan jalur
sirkulasi
Kurang jelas karena adanya
orientasi massa lain
Energi alam dapat
dimanfaatkan secara penuh

Tabel 5.1 perbandingan antara jenis massa tunggal dan jenis massa majemuk

Berdasarkan pembandingan yang telah di jelaskan di atas, maka jenis massa


yang diambil adalah Multi masa. Dimana pasar akan dibuat dalam banyak masa tetapi
menyatu dalam satu kesatuan yang utuh sesuai dengan fungsi pasar itu sendiri
dalam pemilihan bentuk dasar pasar tradisional ini ada beberapa faktor-faktor yang
dapat dipertimbangkan :
Kriteria

Bentuk Dasar Massa Bangunan

1. Kesesuaian bentuk site


2. Orientasi bangunan

Baik
Baik, orientasi
jelas
Efesien
Lebih mudah

Baik
Baik, orientasi ke
segala arah
Kurang efesien
Cukup sulit

Kurang baik
Tidak jelas

Baik
Lebih hemat

Baik
Hemat

Kurang Baik
Tidak ekonomis

3. Efesiensi ruang
4. Sistem struktur dan
5. konstruksi bangunan
6. Kesan yang ingin dicapai
7 .Ekonomi bangunan

Tidak efesien
Mudah

Tabel 5.2 dasar pertimbangan pemilihan bentuk dasar

Berdasarkan penjelasan diatas, maka bentuk bangunan yang akan diambil


untuk pasar adalah bentuk persegi, sedangkan untuk plaza (ruang terbuka) akan
digunakan bentuk lingkaran, karena memiliki orientasi ke segala arah dan mampu
menghubungkan bangunan satu dan lainya.
5.2.3 Pencapaian
Seperti yang telah dijelaskan pada analisis tapak sebelumnya, maka pencapaian
74

2013

pada tapak adalah melalui jalan utama yaitu jalan ahmad yani dan menjadi jalan satusatunya ke tapak, untuk pencapaian ke bangunan di bagi menjadi dua titik, satu titik
masuk dan satu titik keluar

in

out

Gamber 5.2 Pencapaian Pada Tapak

5.2.5

Hirarki Ruang
Hirarki ruang pada bangunan ini dikelompokkan berdasarkan

tahapan

kegiatan yang di lakukan , peletakan masa bangunan berdasarkan tingkat perivasi


yaitu publik semi, publik ,semi privat, dan privat

Publik
Area Pasar, ruang terbuka,
musallah cafe dan parkir

Semi Publik

Semi Privat

Kantor Pengelola

Kantor Utilitas

Privat
Gudang

5.2.6

Sirkulasi dan Parkir


Parkir adalah tempat pemberhentian kendaraan dalam jangka waktu yang

lama atau sebentar.


75

2013

Untuk jalur sirkulasi pada tapak terbagi atas jalur utama, yaitu :
1. sirkulasi untuk pengunjung
a. pengunjung dengan kendaraan
b. pengunjung dengan berjalan kaki
2. sirkulasi untuk kendaraan barang
3. sirkulasi untuk pedagang
4. sirkulasi untuk pengelola
5. sirkulasi kendaraan servis
Area parkir ditata sedemikian rupa. agar dapat mempermudah akses ke dalam
bangunan pasar. Sehingga apabila ada seseorang yang ingin memarkirkan kendaraan
dapat dengan mudah memasuki bangunan, Parkir sepeda motor dan mobil dipisahkan,
sehingga mengurangi konflik antara pengguna mobil dan sepeda motor.
Untuk sistem parkir pada tapak, area parkir dibagi kedalam area parkir pengunjung
dan pengelola yang berada di bagian samping bangunan, serta area parkir servis yang
berada di bagian belakang tapak,
sedangkan untuk bentuk parkir yang digunakan adalah jenis parkir tegak lurus (900)
dan, dimana jenis parkir disesuaikan dengan letak dan kenyamanan pengguna

Area parkir
Mobil

Sirkulasi servis

Area parkir
sepeda motor

Sirkulasi pejalan
kaki
Gambar 5.3 .analisa sirkulasi dan parkir

karna parkir berada di daerah terbuka maka parkir diberi peneduh berupa
vegetasi dengan menentukan arah orientasi Timur-Barat agar memperoleh
pembayangan pada pagi dan sore hari seperti ilustrasi pada gambar di atas.

76

5.2.7

2013

Lansekap
Ada banyak pertimbangan dasar untuk konsep tata hijau pada Pasar

Tradisional ini, yaitu:


1. Pemintakatan tapak.
2. Analisis perletakan bangunan pada tapak.
3. Fungsi dan karakter tanaman yang digunakan.
4. Kondisi dan potensi tanah.

Pada eksisting tapak, tidak terdapat elemen lansekap peneduh seperti pohon.
Jadi, perancangan tata hijau pada tapak merupakan salah satu faktor penting dalam
mencapai kenymanan pada bangunan.
maka perlu penanaman vegetasi sebagai buffer dan peredam kebisingan yang
ditimbulkan dari kegiatan yang berlangsung pada pasar tradisional ini. Penanaman
dan penataan vegetasi dapat menunjang keindahan lingkungannya selain dapat
berfungsi sebagai peneduh, pemberi arah, pembatas, peredam kebisingan.
Penggunaan tata hijau pada bangunan ini antara lain:
a. Tanaman pengarah, yaitu jenis tanaman yang ditempatkan pada jalur masuk
dan keluar tapak, seperti jenis palam

Gambar 5.4 Jenis tanaman pengarah

b. Tanaman peneduh, yaitu jenis tanaman yang bertajuk lebar dan rindang
sehingga dapat diletakkan sebagai peneduh di area parkir terbuka.
c. Tanaman hias, yaitu jenis tanaman indah dan dapat ditempatkan pada plaza
untuk menambah keasriannya.
d. Tanaman penutup, yaitu jenis rumput-rumputan

77

2013

e. Tanaman pembatas, yaitu pohon yang ditempatkan ditepi jalan, yang


merupakan pembatas dengan lingkungan luar.
Selain vegetasi yang menjadi elemen hijau pada tapak, terdapat Beberapa juga
elemen keras pada perancangan lansekap pasar tradisional ini. adalah :
a. Pagar, sebagai pembatas
b. Penggunaan grass block pada area parkir,
c. Pedestrian, sebagai fasilitas pejalan kaki
d. Elemen pelengkap, seperti lampu taman dan sculpture yang menjadi
penanda bangunan pada wilayah tapak.

5.2.8

Pencahayaan
Pencahayaan di tapak pada siang hari menggunakan pencahanyaan alami

yaitu dengan cara memesukkan cahaya matahari ke dalam bangunan, sedangkan


pada malam hari. untuk Pencahayaannya menggunakan lampu taman dan penempatan
lampu di daerah tertentu yang dianggap perlu. penggunaan lampu pada malam hari
juga bertujuan untuk membantu proses pengamanan bangunan.
5.3

Bangunan
Pada pembahasaan ini, akan menjelaskan secara lebih rinci tentang detail-

detail konsep perancangan pada bangunan, seperti bentuk bangunan, fasad, fungsi,
sirkulasi, struktur dan konstruksi, material, rencana interior, utilitas, pencegahan
bahaya kebakaran dan pentahapan bangunan yang akan.
5.3.1

Bentuk
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bentuk bangunan ini mengadopsi

bentuk dasar persegi

dengan mengkombinasikan bentuk-bentuk lain, karena

bangunan pasar cukup besar, sehingga bangunan asar diharapkan dapat menjadi
ikon/landmark.
5.3.2

Fasade
Fasad yang akan di terapkan pada bangunan adalah fasade yang bercirikan

arsitektur tropis dengan pwnampilan modern. hal ini dikarenakan sesui dengan iklim
setempat agar dapat mengantisipasi iklim negatif pada bangunan

78

5.3.3

2013

fungsi
pada dasarnya bangunan ini memiliki fungsi sebagai bangunan komersial

yang dapat di gunakan oleh segala kalangan


5.3.4

Sirkulasi
Pola sirkulasi dalam area pasar tradisional ini

perlu mempertimbangkan

beberapa hal sebagai berikut :


a. Kemudahan dalam pencapaian
b. Jalur sirkulasi yang tearah dan rapi agar tidak membingungkan
Adapun sistem sirkulasi horizontal yang digunakan pada bangunan pasar tradisional
ini adalah pola grid, dengan pertimbangan pencapaian mudah dan polanya teratur dan
dapat memeksimalkan penggunaan fungsi pada ruang,

Sedangkan untuk sistem

sirkulasi vertikal, dapat digunakan beberapa jenis sistem sirkulasi seperti ram dan
tangga.
5.3.5 Struktur dan konstruksi
A.

Struktur Pondasi

Pondasi yang akan digunakan dalam perancangan Pasar Tradisional ini adalah
pondasi tiang pancang dan pondasi menerus. Pondasi tiang pancang digunakan pada
bangunan dengan ketinggian lebih dari satu lantai yaitu bangunan utama pasar
tradisional tersebut

Panjang tiang pancang yang digunakan tergantung pada

kedalaman tanah keras pada site. Pondasi menerus digunakan pada bangunan yang
hanya terdiri dari satu lantai.

Gambar 5.5 Pondasi

79

B.

2013

Struktur Dinding

Dinding menggunakan lapisan batu bata yang diplester dengan semen.


C.

Struktur Atap

untuk struktur Atap akan


Pertimbangannya adalah :

menggunakan konstruksi rangka baja ringan. dengan

Dapat memenuhi kekuatan, ketahanan, dan keawetan

Kemudahan dalam pelaksanaan

Dapat digunakan untuk bentangan lebar

Mudah dalam pengadaan

Gambar 5.5Stuktur atap

5.3.6 Material
Material yang akan di gunakan pada pasar tradisional ini adalah :
a. Dinding bangunan menggunakan material dinding bata yang diplester dan di lapisi
dengan cat
b. Material penutup lantai menggunakan keramik, sedangkan untuk plaza dan parkir
menggunakan gras blok
c. Material penutup atap menggunakan atap onduline, dan fiber sebagai skylight pada
bagian tertentu.
5.3.7 Rencana Interior
Dalam perencanaan interior pada bangunan akan memasukkan ruang luar ke
dalam bangunan hal ini bertujuan agar interior bangunan terasa nyaman
5.3.8 Utilitas

80

2013

5.3.8.1 Sistem Pemipaan


1. distribusi air bersih
Sumber Air bersih di dapatkan dari air PDAM dan mata air yang ada pada lokasi
peancangan, dengan sistem down feed system, yaitu penyaluran air dengan cara
pemanfaatan gaya gravitasi, dimana terdapat bak penampung pada bagian atas
banguan, hal tersebut dapat menghemat energi listrik.

PDAM

Meter

Pompa

Reservoir bawah

Sumur

Pompa

Reservoir atas

- KM/WC
- Wastafel
- hydrant
- whudhu
- los

Skema 5.1 Diastri Busi Air Bersih


2. Sistem disribusi air kotor dan air hujan

Pembuangan air hujan disalurkan menuju sungai. Dilengkapi bak- bak control
pada setiap persimpangan saluran. Pembuangan air kotor dilasurkan menuju sawage
treatment lalu menuju ke saluran sungai.

- KM/WC
- Wastafel
- los

Air Hujan

Sewage water
treatment (stp)

Bak kontrol

Sungai

Skema 5.2 Diastri Busi Air Kotor

81

2013

3. Sistem disribusi kotoran


Untuk kotoran padat dan air kotor dari kloset disalurkan ke septic tank dan
sumur resapan
Toilet

Septic tank

Resapan

Skema 5.3 Distribusi air kotor

5.3.8.2 Sistem Pembuangan Sampah


sistem pembuangan sampah pada dasarnya mudah di jangkau Pembuangan
sampah pada bangunan ini dimulai dari titik penempatan tong sampah pada setiap
los-los dan kios-kios, dan juga di setiap titik pada area publik dengan. Setelah itu,
sampah tersebut diangkut oleh petugas pasar ke tempat pembuangan sampah
sementara setelah ditumpuk sampah tersebut akan diangkut oleh kendaraan servis
yang akan dibuang ke tempat pembuangan akhir.
5.3.8.3 Sistem jaringan listrik
Memanfaatkan sumber listrik PLN, dan juga mempunyai sumber energi
pembangkit listrik cadangan yaitu genset. genset tersebut di letakan berjauhan dengan
bangunan agar tidak menimbulkan kebisingan pada bangunan utama

PLN

Gardu

Meteran

Genset

Skema 5.3 Distribusi Listrik

Panel Utama

Panel
Distributo
r
Bangunan

5.3.8.3 Pencagahan Bahaya kebakaran


Bangunan menggunakan dua jenis sistem pencegahan kebakaran, yaitu :

Sistem Pencegahan Aktif

82

2013

Sistem ini merupakan sistem pencegahan dan pemadaman api, yang menggunakan
beberapa peralatan, seperti : fire hydrant, sprinkler, heat and smoke detector serta
pylar hydrant.

Sistem Pencegahan Pasif

Sistem ini merupakan sistem penyelamatan diri dan barang-barang penting pada
bangunan dari bahaya kebakaran, yang menggunakan fasilitas berupa tangga darurat,
pintu darurat tahan api, sumber listrik cadangan dan penerangan buatan.
Bahaya kebakaran sering terjadi pada bangunan, upaya pencegahan terhadapa bahaya
kebakaran dapat dilakukan dengan pemasangan alat yang tersebut diatas, berupa :
- Heat detectore, yang bekerja bila suhu ruangan mencapai 60oC-70C
- Sprinkler, alat penyemprot air yang bekerja secara otomatis bila suhu
ruangan mencapai atau melampaui batas ddetektor, luas cakupan sprinkler
10 m sampai denga 25 m2o.
Bila sistem pencegahan gagal, maka upaya kedua adalah penanggulangan. Upaya
penyelamatan dan penanggulangan terhadap bahaya kebakaran dapat dilakukan
dengan menggunakan fasilitas :
- Fire estinguiser, alat pemadam api manual berbahan padat, gas maupun
busa,dengan luas area pemadaman 25 m2 dan digunakan pada saat api
muncul.
- Hydrant, alat pemadam manual berupa air, dengan radius penyemprotan
30m sampai dengan 50 m2, digunakan pada saat api membesar.
- Tangga darurat, berfungsi sebagai sarana evakuasi dan penyelamatan diri.
- Smoke detectore, bekerja bila asap dan suhu ruangan mencapai 40oC-50oC

83