Anda di halaman 1dari 7

COMPARATION

AKUNTANSI ISLAM DAN AKUNTANSI KONVENSIONAL


Sebuah Rekam Jejak Sejarah Hubungan antar Munculnya Akuntansi
Islam dengan Lahirnya Akuntansi Konvensional
TimeLine
Bukti Perkembangan Akuntansi pada Zaman Pra Sejarah
Pada masa prasejarah ketika mereka mengenal sistem perdagangan maka pada saat itu
mereka mulai mengenal konsep nilai (value) dan mulai mengenal sistem moneter
(monetery system).
4500 SM : Bukti tentang pencatatan (bookkeeping) mulai dari kerajaan Babilonia
2250 SM : Peradaban Firaun Mesir dan kode kodc Hammurabi mengenai pencatatan
Bukti bukti tersebut ditemukan di Ebla, Syria Utara berupa kepingan-kepingan pencatatan
akuntansi kuno
Bukti Perkembangan Akuntansi Sebelum Adanya Islam di Kalangan Bangsa Arab
< 579 M :Para pedagang itu sudah mulai melakukan perhitungan untuk mengetahui
perubahan pada keuangannya dan melakukan interven . pada saat itu mulai
tumbuh pembukuan untuk utang piutang.
Orang-orang yahudipun (pada waktu itu) sudah biasa menyimpan daftar-daftar
(faktur) dagang. Jadi, konsep akuntansi dikalangan bangsa arab pada waktu itu
dapat dilihat pada pembukuan yang berdasarkan metode penjumlahan statistik
yang sesuai dengan aturan-aturan penjumlahan dan pengurangan.
Pada waktu itu seorang akuntan disebut sebagai katibul amwal (pencatat
keuangan) atau penanggung jawab keuangan.

Akuntansi Islam
Akuntansi pada masa munculnya Islam
> 610 M : Rasullulah menekankan
perlakuan pencatatan keuangan dan
membersihkan segala praktik Riba dan
segala bentuk transaksi yang merugikan.
Rasulullah mendidik secara khusus
beberapa orang sahabat untuk menangani
profesi khusus, yaitu hafazhatul amwal
(pengawas keuangan) serta memilih para
pegawai spesialisasi berjumlah 42 penulis

Akuntansi Konvensional

untuk pemerintahan
(Muhammad al-Hawari (B), 1989, hal.
16)
Turunnya QS Al-Baqarah 282 sebagai
landasan Akuntansi dalam islam
Akuntansi pada masa Khulafaur Rasyidin
632-634 M /11-13 H (kepemimpinan
Abu bakar as-shidiq) :
Pengelolaan Baitul Maal dengan
pengeluaran dan penerimaan dilakukan
secara seimbang
634-644 M / 13-23 H (kepemimpinan
Umar bin Khattab) :
Pendirian Diwan : merupakan tempat di
mana pelaksana duduk, bekerja dan di mana
akuntansi di catat dan di simpan , berfungsi
untuk pembayaran gaji (Britanica, vol 22,
hal 109)
Baitul mal tidak lagi terpusat di kota
Madinah
Pembagian departemen untuk tugas
dalam sistem keuangan dan pelaporan
keuangan yang baik
Pelaksanaan pencatatan harta umum
untuk diklasifikasikan sesuai sumber
pendapatan serta dokumen dokumen
sebagai bukti untuk memperkuat apa yang
dicatat
644-656 M / 23-35 H (kepemimpinan
Utsman bin Affan) :
Mengadakan penyempurnaan pembagian
kekuasaan pemerintah serta melanjutkan
kebijakan Umar bin Khattab
Memperkenalkan istilah khittabat alrasull wa sirr yaitu berarti memelihara
pencatatan rahasia dan memfokuskan
muhtasib untuk bertanggung jawab terhadap
lembaga al-hisbah
Menekankan sistem kekuasaan pusat dan
menetapkan juru hitung dari keluarga
sendiri ( Lapidus dalam Kalsum, 2002 :57)

656-661 M / 35-40 H (kepemimpinan


Ali bin Abi Thalib) :
Menekankan sistem administrasi baitul
mal untuk difokuskan pada pusat dan lokal.
Pembagian Surplus baitul mal secara
professional dan adil
Kebijakan atas konsep administrasi
umum serta kebijakan-kebijakan yang ditiru
secara luas dalam administrasi publik
Pada masa kekhalifahan setelah
kepemimpinan Khulafaur Rosyidin berakhir
706-715 M / 86-96 H : Khalifah al(berarti selisih sekitar 788
Walid bin Abdul Malik, orang pertama yang sebelum terbitnya buku Paciolli)
membukukan catatan akuntansi-akuntansi
yang sebelumnya berupa kertas-kertas
terpisah
dan
terjilid
dengan
rapi
(Muhammad al-Marisi Lasyin, 1973, hal 36)
750-847 M / 132-232 H : Sistem buku
(berarti selisih sekitar 745 tahun
Akuntansi telah mencapai puncaknya pada sebelum terbitnya buku Paciolli)
masa Daulah Abasiyah
Terbitnya Jaridah merupakan buku
catatan pertama pada masa negara Islam.
Zornal dan Journal merupakan
terjemahan secara harfiah dari bahasa arab
Jaridah
Penggunaan dua batas buku akuntansi
khusus (specialized Accounting books)
Terdiri atas :
1. Daftarun Nafaqat (buku pengeluaran)
2. Daftarun Nafaqat wal iradat (buku
pengeluaran dan pemasukan)
3. Daftar amwalil mushadarah (buku harta
sitaan)
750 M / 132 H : Khalid bin Murmuk
terpilih menjadi kepala Diwan Kharaj
(diwan pemasukan hasil-hasil pertanian) dan
Diwan Tentara . Khalid bin Murmuk juga
melakukan reformasi sistem di kedua diwan
tersebut dan mengembangkan buku-buku
akuntansi.
780-825 M / 162-207 H : Al Khawarizmi
menyusun buku aljabar , juga menulis
buku
tentang
perhitungan
biasa
(Aritmatika) yang jadi pembuka jalan bagi
penggunaaan
cara
desimal
di
Eropa (penggantian penulisan dengan

tahun

angka romawi).
784 M / 167 H : Ibnu Khaldun di dalam
bukunya menulis bahwa seorang akuntan
harus memakai buku-buku akuntansi yang
sesuai dan mencatat namanya di akhir buku,
serta menyetempelnya dengan stempel
sulthan dengan nama dan simbol khusus
( Abad ke 9 - 13) MASA TRANSFORMASI ILMU PENGETAHUAN
Dimana pada masa ini banyak orang Eropa belajar di timur tengah , karena pada saat itu
Eropa berada pada Dark Ages sedangkan Timur tengah mengalami masa kejayaan dengan
berkembangnya berbagai teknologi dan ilmu pengetahuan . Disamping itu pula banyaknya
para pedagang di kalangan bangsa Arab yang melakukan perdagangan di berbagai belahan
dunia sambil menyebarkan pengaruh islam dan ilmu pengetahuan.
1202 M / 604 H : Leonardo Fibonacci da
Piza, Eropa pertama yang menerjemahkan
buku Algebra (pada saat itu ditulis dalam
bahasa Arab), yang berisikan dasar-dasar
mengenai
bookkeeping.
Bookkeeping
sebenarnya telah dipraktekkan pertama kali
oleh para pedagang dan berasal dari Mesir
Kemudian menerbitkan buku Liber
Abacci yang mengupas mengenai angka
Arab dan bilangan 0 (aritmatika) maupun
aljabar yang dipengaruhi oleh AlKhawarizmi maupun Abu Kamil.
1363 M / 765 H : Abdullah bin
(berarti selisih sekitar 131 tahun
Muhammad bin kayah Al mazindarani sebelum terbitnya buku Paciolli)
mencetak manuskrip berisikan aplikasi
aplikasi akuntansi yang populer pada saat
itu, sistem akuntansi yang wajib di gunakan
untuk mencatat transaki keuangan dan cara
menanganani kekuranagan dan kelebihan
melalui penyetaraan.
Manuskrip tersebut juga berisi Qanunul
Kharaj (Undang-Undang Perpajakan)
(Abad 14-16) MASA KEMUNDURAN UMAT ISLAM
Terjadinya kemunduran pada peradaban islam tak lepas dari beberapa sebab yakni : adanya
perpecahan di kalangan umat islam saat itu karena ketidakpuasan dan pemberontakan,
penyerangan bangsa mongol, serta tertutupnya pintu ijtihad di kalangan pemikir pemikir
bangsa Arab kala itu.
1429 M : Angka Arab dilarang untuk
digunakan oleh pemerintah Italia. Namun,
Luca Paciolli tertarik akan hal tersebut.
Paciolli berguru kepada Alberti seorang ahli
matematika dan menjadikan karya Pisa
sebagai rujukan.
Pada abad 14 : Kantor Akuntan mulai

berkembang, tak lepas dari peran Amatino


Manuci sebagai seorang partner dalam
perusahaan Geovani Farolfi and the
Company yang di mulai pada abad ke 14.
Manuci
bertugas menyiapkan kantor
cabang account dalam ruangan khusus.
1458 M / 860 H : Benetdetto Cotrugly
Raguseo menulis manuskrip ke tiga tentang
perdaganan yang berjudul Libro de LArte
Mercatura. Manuskrip tersebut memiliki
Bentuk dan isi berupa jurnal-jurnal
perdagangan bertipikal venince dan di setiap
kelompok jurnal di beri penjelasan.
1484 M , Luca Paciolli pergi dan
bertemu dengan temannya Onofrio Dini
Florence seorang pedagang yang suka
berpergian ke afrika utara hingga
konstaninopel, sehingga diduga Luca
Paciolli mendapat ide tentang Double entry
dari temannya .
1494 M / 896 H : Luca Faciolli
menerbitkan buku Summa dArithmetica,
Geometri, Proportionus et Proportionality
berisikan 36 bab, dimana salah satu babnya
membahas tentang entry accounting system.
(Hingga Akhirnya Luca Paciolli dikenal
menjadi Bapak Akuntansi Modern , karena
telah berjasa mengenalkan pada masyarakat
luas mengenai praktik double entry sebagai
dasar pencatatan akuntansi hingga saat ini)
Pada Abad 15, Romawi sebagai pusat
perdagangan sudah mulai berkurang dan
berpindah
ke
negara-negara
jalur
perdagangan baru seperti Spanyol, Portugis,
Belanda, dan Inggris.
Pada Abad 17-18, Berbagai buku teks
mulai mempersonifikasikan semua rekening
dan transaksi sebagai usaha dari penulis
untuk merasionalkan kaidah pendebetan dan
pengkreditan rekening.
Pada abad ini juga berkembang
perhitungan rugi/laba setiap akhir tahun
sehingga tidak lagi dibuat pada setiap akhir
ventura.
Pada Abad 19 (1800-1900) berkembang
revolusi industri di daratan Eropa dan
berdampak pada perkembangan ilmu
akuntansi sehingga melahirkan konsep

penyusutan atau depresiasi.


Tahun 1887 : berdirinya American
Association of Acountants (sekarang ini
dikenal sebagai American Institute of
Certified Public Accountants (AICPA) )
Tahun 1972-1973 : berdirinya Financial
Accounting Standart Board (FASB) , serta
Financial Accounting Foundation (FAF)
(Abad 20 Sekarang ) Akuntansi terus berkembang sampai sekarang ini, hingga yang
terbaru mulai dikenalkan IFRS untuk standarisasi pelaporan keuangan di seluruh dunia
sebagai tuntutan ekonomi global. Akhirnya tidak menutup kemungkinan di masa depan
akan ditemukan lagi pemikiran pemikiran baru mengenai Akuntansi karena tuntutan zaman
yang semakin maju
ANALISIS DAN KESIMPULAN
Analisis Garis Lurus : Berdasarkan Time Line yang yang saya buat dapat disimpulkan
bahwa, Akuntansi berkembang selama ber abad-abad yang lalu mulai dari Zaman Prasejarah
semenjak mengenal konsep nilai dan keuangan dengan ditemukannya bukti bukti berupa
kepingan pencatatan kuno . Lalu Pada Zaman Rosulluloh hingga Kekhalifahan, yaitu dengan
dirumuskan dan diterapkannya ilmu akuntansi sebagai bagian dari majunya peradaban islam
dan ilmu pengetahuan saat itu. Hingga akhirnya akibat kemunduran bangsa Arab karena
pergolakan dan peperangan, perkembangan Akuntansi berpindah ke bangsa Eropa dan Barat
untuk dikembangkan dan disempurnakan hingga saat ini. Namun tak menutup kemungkinan
Akuntansi akan terus berkembang mengingat di era globalisasi kebutuhan dan kehidupan
manusia semakin maju. Kita Tunggu Saja....
Analisis Keterkaitan Akuntansi Islam dan Konvensional : Berdasarkan Time Line yang
saya buat dapat disimpulkan bahwa ada keterkaitan antara berkembangnya Akuntansi Islam
dengan munculnya Akuntansi Konvensional. Ada beberapa bukti antara lain :
1. BUKTI PERTAMA : Ini dapat kita lihat dari munculnya masa transformasi ilmu
pengetahuan saat itu dimana banyak orang Eropa yang belajar dan menimba ilmu di
timur tengah, Leonardo Fibonacci da Pisa salah satunya . Dia menerjemahkan
Algebra dimana terdapat dasar dasar bookkeeping disana dan menjadikannya
referensi untuk menerbitkan buku-buku berbahasa latin tentang matematika dan ilmu
perhitungan yang lain. Selanjutnya Luca Paciolli menggunakan buku karya Pisa
sebagai rujukan untuk belajar dan akhirnya membuat buku Summa dArithmetica,
Geometri, Proportionus et Proportionality berisikan 36 bab, dimana salah satu
babnya membahas tentang entry accounting system. Akhirnya dia ditetapkan sebagai
Bapak Akuntansi Modern.
2. BUKTI KEDUA : Karena pada masa transformasi ilmu pengetahuan juga bertepatan
dengan eratnya jalur perdagangan mulai Afrika utara Konstantinopel Hingga
Eropa sebagai pusat perdagangan . Membuat para pedagang eropa memiliki hubungan
erat dengan pedagang timur tengah dan tak segan segan mereka saling berbagi ilmu
baik ilmu pengetahuan maupun sistem ekonomi. Hal ini dialami oleh Onofrio Dini
Florence seorang pedagang yang suka berdagang di afrika utara dan konstantinopel.

Dia dikenalkan dengan sistem pencatatan saat itu lalu ia bagikan ilmunya kepada
Luca paciolli sebagai teman akrabnya. Akhirnya Luca Paciolli terinspirasi untuk
menerbitkan buku berisikan Double Entry system sebagai pondasi Akuntansi saat ini.
Analisis adanya kesamaan Pemikiran Paciolli dan Para Pemikir Islam :
Apa yang dilakukan oleh Luca Paciolli memiliki kemiripan dengan apa yang telah disusun
oleh pemikir muslim pada abad ke 8-10 M . Kemiripan tersebut antara lain :
Tahun

Luca Paciolli

Islam

In the Name of God

Bismillah (dengan Nama Allah)

Client

Mawla

Cheque

Sakk

Separate Sheet

Waraka Khidma

Closing Book

Yutbak

622 M

Journal

Jaridah

750 M

Receivable Subsidiary Ledger

Al Awraj

750 M

General Journal

Daftar Al Yawmiah

750 M

Journal Voucher

Ash Shahad

Abad 8 M

Collectible Debt

Arraej Menal Mal

Uncollecetible Debt

Munkaser Menal Mal

Doubful, difficult , complicated debt

Al Mutaakhher wal Mutahyyer

Auditing

Hisab

Chart of Account

Sabh Al asha