Anda di halaman 1dari 29

DRH. I NYOMAN SULABDA, MKES.

HP. 081239600056
Email; n.sulabda@gmail.com

Tujuan Instruksional :
Setelah selesai mempelajari topik ini,
mahasiswa mampu menjelaskan cakupan
endokrinologi termasuk hormonnya.

BATASAN
Endokrinologi : cabang Fisiologi yang khusus
mempelajari kelenjar endokrin
Kelenjar Endokrin : - Tidak mempunyai sistem saluran
khusus.
- Hasil sekresinya langsung masuk
keperedaran darah.
- Sekresinya disebut HORMON

Kelenjar Eksokrin : - Mempunyai sistem saluran khusus


untuk mengalirkan sekresinya
( misalkan : keringat, empedu, getah
cerna dll )

Kelenjar Endokrin

Fungsi Tubuh
Diatur oleh 2 sistem pengatur utama (kontrol)
- Sistem Saraf ( reaksi cepat )
- Sistim Hormonal ( lama )

INTEGRASI SARAF DAN HORMONAL


MEDULLA ADRENALIS
KELENJAR PITUITARIA POSTERIOR
KELENJAR PITUITARIA ANTERIOR (Sedikit )

DIAKIBATKAN OLEH AKTIVITAS SARAF HIPOTALAMUS

HORMON
Suatu zat organik yang dihasilkan dan dilepaskan
oleh sel hidup suatu jaringan khusus ke dalam darah
serta diangkut ke jaringan organ sasaran dan
menyebabkan penyesuaian terpadu antar bagian
tubuh dan aktivitas organisme.

Klasifikasi Hormon
Hormon Steroid
(hormon kortek
adrenalis dan hormon
kelenjar kelamin )

Hormon Protein atau


derivatnya ( hormone kel.
Hipofise, tiroid, paratiroid,
pancreas dan medulla
adrenalis )

SIFAT-SIFAT HORMON
Berat Molekulnya rendah, dapat larut dan tidak punya efek
bertambah
Bekerja dalam jumlah yang sangat sedikit tetapi memberikan
efek yang besar (contoh : Estradiol 1 g
mampu bekerja
terhadap mukosa vagina dan endometrium)
Hormon mengatur kecepatan reaksi, tetapi tidak memulai
reaksi dan bekerja sebagai katalisator organic
Hormon tidak menyediakan energi pada suatu reaksi
Hormon dengan cepat hilang dari peredaran darah
Kecepatan sekresi hormone tidak seragam disesuaikan
dengan kebutuhan ; untuk pertumbuhan, diferensiasi,
reproduksi dan adaptasi terhadap lingkungan.

EFEK UMUM HASIL KERJA HORMON

Morfogenesis :
Pemeliharaan lingkungan internal :
Integrasi peristiwa fisiologi

Morfogenesis

Somatotrofik hormon (STH)


merangsang pertumbuhan organisme

Pemeliharaan lingkungan
internal

Pemeliharaan kemantapan lingk. Internal adalah


sebagian karena kerja sistem endokrin ( Misalnya
hormon insulin, parathormon dan epineprin )

Integrasi peristiwa fisiologi


Integrasi kegiatan fisiologi amat penting dalam tubuh
organisme
Misalnya : kegiatan reproduksi seperti kesiapan untuk
kawin, inplantasi didinding uterus dst. Semua kegiatan
ini hasil integrasi sistem endokrin dan saraf.

REGULASI SEKRESI HORMON


Regulasi (Refleks neuroendokrin) :
Komponen Sarafi ( afferent )
Komponen endokrin ( efferen )
Sekresi kelenjar endokrin

diatur oleh

serabut saraf

Contoh :
- Sekresi medulla adrenalis diatur oleh saraf simpatik
- Pelepasan LH setelah kopulasi atau stimulasi servik uteri (pada
kelinci)

KELENJAR ENDOKRIN DAN HORMONNYA


HIPOTHALAMUS
Dikenal sebagai system saraf otonom
Bagian diencefalon yang terletak di ventral dari
thalamus dan membentuk dasar ventrikel III
Ada hubungan neurovascular antara inti
hypothalamus dan kelenjar hipofisis
Mensekresikan factor pelepas (releasing factor - RF),
RF ini memasuki sirkulasi portal hypothalamus
hipofisis dan langsung ke hipofisis anterior-posterior
menyebabkan pelepasan hormone hipofisis.

HIPOFISIS
Berbentuk oval dan terletak pada cekungan tulang dasar otak
(sella tursica)
Mensekresi hormone yang sebagian berperan langsung pada
reproduksi, juga MSH (Melanophora Stimulating Hormone)
yang mengatur sintesis dan penyebaran melanin, dan
Vasopressin yang mengatur tekanan darah dan keseimbangan
air (homeostasis)
Berdasarkan tipe sel (embriologi) hipofisis dibagi 2 bag :
- Hipofisis Anterior (lobus anterior / Adenohipofisis)
- Hipofisis Posterior (lobus posterior / neurohipofisis)

LOBUS ANTERIOR
Mensekresi hormon :

Growth hormone (GH), meningkatkan pertumbuhan


ternak dengan mempengaruhi banyak fungsi
metabolisme terutama pembentukan protein
Adrenokortikotropin (ACTH), mengatur sekresi hormone
adrenokortikal yang mempengaruhi metabolisme gula,
protein dan lemak. ACTH dikontrol oleh hypothalamus.

Thyroid Stimulating Hormon (TSH) berfungsi


mengatur kecepatan sekresi tiroksin (T4) dan
trijodotironin (T3) oleh kelenjar Tiroid. Tiroksin
berfungsi mengatur kecepatan reaksi kimia
dalam tubuh (pengambilan Oksigen dan
Jodium). TSH dikontrol oleh Realising factor
hypothalamus (RF- Hypothalamus).
Prolaktin meningkatkan perkembangan kelenjar
susu dan produksi susu. Dipengaruhi oleh
realizing factor dan inhibiting factor.

Folikel Stimulating Hormon ( FSH). Dirangsang


oleh gonadotropic realizing hormone (GRH) dari
hypothalamus. Berfungsi merangsang
pertumbuhan folikel ovarium dan sel sertoli
(sperma)
Luteinizing Hormon (LH). Berfungsi merangsang
sel Leydig untuk menghasilkan testosterone
androgen lainnya.

FSH dan LH mengatur pertumbuhan kelamin


(Gonad)

LOBUS POSTERIOR
Mensekresi hormon:
Anti Deuritik Hormon (ADH). Berfungsi
mengatur kecepatan pengeluaran air dalam urin
Oksitosin : menyebabkan kontraksi kantong
susu dan kontraksi uterus.

KELENJAR TIROID
Kelenjar Gondok terletak pada cincin pertama
trachea sebelah caudal laring.
Mensekresi hormone tiroid yang mengadung unsur
kimia spesifik yakni jodium
Fungsi utama meliputi konsentrasi dan sintesis
jodium, simpanan serta sekresi hormone tiroid

Kel. Tiroid, mensekresi hormone:


Tiroksin (tetra-jodo-tironin atau T4) dan (trijodo-tironin T3)

Tirokalsitonin (menurunkan kadar Ca serum


dan meningkatkan retensi Ca tulang)

KELENJAR PARATIROID
Merupakan kelenjar kecil terletak dekat
kel.Tiroid
Menghasilkan parathormon yang berfungsi :
meningkatkan reabsorbsi Ca tulang
menurunkan ekskresi Ca oleh ginjal
meningkatkan absorbsi Ca oleh usus halus
(tergantung Vit D)

KELENJAR ADRENALIS
Kel adrenalis berpasangan terletak di depan ginjal.
Masing-masing terdiri dari kortek dan medula
Kortek adrenalis merupk sumber utama steroid, ada 2 ;
Glukokortikoid ( Kortisol dan kortikosteron),
berfungsi meningkatkan kadar gula darah
Mineralokortikoid ( aldosteron, deoksikortikosteron
atau DOC dan 11- deoksi kortisol, berfungsi
mempertahankan tingkat sodium (Na).

Medula adrenalis merupakan modifikasi


system saraf simpatikus. Hormone yang
dihasilkan adalah adrenalin (epineprin) dan
noradrenalin (norepineprin)

KELENJAR PANKREAS
Merupakan Kel. Endokrin dan Eksokrin
Kel. Endokrin terdiri dari banyak sel tersebar
disebut Pulau-pulau Langerhans terdiri dari :
Sel Alfa yang menghasilkan Glukagon,
berfungsi meningkatkan gula darah
Sel Beta yang menghasilkan hormone Insulin,
menurunkan kadar gula darah

KELENJAR TESTIS
Merupakan Kelenjar Androgen yang
menghasilkan hormone androgen terutama
testosterone, tapi juga sedikit estrogen.
Hormon ini berfungsi untuk tanda-tanda
kelamin sekender hewan jantan

KELENJAR OVARIUM
Menghasilkan sel telur (ovum), juga menghasilkan
Estrogen yang berfungsi pada sebelum dan saat
birahi (estrus) sampai siap untuk kawin sampai
penggabungan sel gamet.
Progesterone, suatu steroid yang berfungsi khusus
mempersiapkan uterus untuk inflantasi dan
mempertahankan kebuntingan

KELENJAR PLASENTA
Menghasilkan hormone gonadotropin, estradiol dan
progesterone. Juga menghasilkan hormone non
gonadotropin seperti : relaksin, adrenokortikoid,
somatotropin dan ACTH
Hormon Gonadotropin plasenta kuda betina
(Pregnat meres serum atau PMS) dan (human
chorionic gonadotropin atau HCG)