Anda di halaman 1dari 22

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Manusia memiliki keunikan masing-masing. Tidak ada individu yang tepat
sama, sekalipun pasangan kembar identik. Keturunan dari hasil perkawinan
individu memiliki susunan perangkat gen yang berasal dari kedua induk/orang
tuanya.

Kombinasi susunan perangkat gen dari dua induk tersebut akan

menyebabkan keanekaragaman individu dalam satu spesies berupa varietasvarietas yang terjadi secara alami atau secara buatan.
Gen merupakan serangkaian DNA yang mempresentasikan sebuah unit
cetak biru. Gen untuk tinggi badan, ataupun sifat lain dapat ditentukan dalam
dua atau lebih bentuk alternatif yang dikenal dengan alel. Jika sepasang alel pada
suatu individu adalah sama, individu disebut homozigot. Suatu individu dengan
sepasang faktor yang berlawanan disebut heterozigot atau hibrid. Alel-alel yang
terdapat dalam genom merupakan penyusun genotipe suatu individu. Genotipe
berinteraksi dengan lingkungan untuk menghasilkan fenotipe akhir.
Fenotip merupakan suatu karakteristik (baik struktural, biokimiawi,
fisiologis, dan perilaku) yang dapat diamati dari suatu organisme yang diatur
oleh genotip dan lingkungan serta interaksi keduanya. Pengertian fenotip
mencakup berbagai tingkat dalam ekspresi gen dari suatu organisme. Pada
tingkat organisme, fenotip adalah sesuatu yang dapat dilihat, diamati, diukur,
sesuatu sifat atau karakter. Faktor lingkungan juga turut mempengaruhi sifat
yang tampak (fenotip) suatu individu di samping ditentukan oleh faktor
genetiknya (genotip). Bahkan kembar identik, yang secara genetik sama pun,

menampakan perbedaan fenotipe sebagai akibat dari pengalaman mereka


sendiri-sendiri. Berdasarkan uraian di atas maka perlu diadakan praktikum
mengenai Beberapa Karakter (Fenotip) Khusus Pada Manusia yang Diwariskan
dengan Pola Sederhana.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang muncul pada praktikum Beberapa Karakter
(Fenotip) Khusus pada Manusia yang Diwariskan dengan Pola Sederhana adalah
bagaimana sifat yang dikendalikan oleh gen dominan/ resesif ?
C. Tujuan Praktikum
Tujuan yang muncul pada paraktikum Beberapa Karakter (Fenotip) Khusus
pada Manusia yang Diwariskan dengan Pola Sederhana adalah untuk
mempelajari beberapa sifat yang dikendalikan oleh gen dominan/ resesif.
D. Manfaat Praktikum
Manfaat yang diperoleh pada paraktikum Beberapa Karakter (Fenotip)
Khusus pada Manusia yang Diwariskan dengan Pola Sederhana adalah dapat
mengetahui beberapa sifat yang dikendalikan oleh gen dominan/ resesif.

II. TINJAUAN PUSTAKA


Bentuk-bentuk alelik sebuah gen nyaris selalu diekspresikan dengan
mengkodekan sintesis suatu protein. Protein itu sendiri mempengaruhi fenotip
organismenya. Jika sebuah fenotip tertentu berasosiasi dengan sebuah alel (a) hanya
jika alel alternatifnya (A) tidak ada dalam genotype, alel a disebut resesif. Fenotipe
yang diberikan oleh alel dominan (A) dapat teramati pada heterozigot maupun
homozigot (Stansfield, 2007).
Tipe-tipe penurunan yang telah diuraikan di gen, hanya terdapat dua
kemungkinan alela, yaitu gen-gen dominan dan yang lain gen resesif. Di amping
gen dominan dan gen resesif, terdapat pula satu atau lebih jenis gen lain yang
terdapat pada lokasi yang sama dalam kromosom yang mempengaruhi sifat yang
sama dalam bentuk yang lain. Istilah alela ganda diberikan kepada tiga atau lebih
jenis gen yang berbeda pada satu lokus dalam kromosom, yang masing-masing
menghasilkan fenotip yang jelas (Villee, 2003).
Fenotip memang berfungsi ganda dalam konteks karakter spesifik. Fenotipe juga
menggambarkan organisme sebagai satu kesatuan semua aspek dari penampakan
fisik, anatomi internal, fisiologi, dan perilakunya. Demikian pula genotipe
menandakan susunan genetik keseluruhan dari suatu organisme, bukan saja alelalelnya untuk satu lokus genetic tunggal. Pada sebagian kasus, dampak sebuah gen
pada fenotipe dipengaruhi oleh gen lain dan lingkungan. Dalam pandangan terpadu
tentang hereditas dan variasi, fenotipe suatu organisme mencerminkan genotipe
keseluruhan dan riwayat lingkungan yang unik dari organisme tersebut (Campbell,
1999 : 269).

Secara biologis, seorang anak selalu mewarisi gen dari ayahnya. Gen tersebutlah
yang membawa sifat-sifat tertentu, baik yang tampak secara fisik, maupun yang
tidak tampak secara fisik. Prinsip tentang gen dan pewarisan sifat modern pertama
kali dikemukakan oleh Gregor Mendel. Mendel mempelajari 7 jenis sifat yang
diturunkan pada tanaman buncis dan menemukan teori persilangan untuk gen-gen
yang independen. Teori tersebut menyatakan bahwa gen dari anak merupakan
perpaduan (persilangan) dari gen-gen kedua orang tuanya (Tosida, 2010).
Karakterisasi morfologi lebih utama dilakukan daripada karakterisasi
molekuler karena mudah dilakukan dan nampak secara jelas. Penanda morfologi
yang digunakan merupakan penanda yang didasarkan pada hereditas Mendel yang
sederhana, seperti bentuk, warna, ukuran, dan berat. Karakter morfologi (fenotipe)
bisa digunakan sebagai indikator yang signifikan untuk gen yang spesifik dan
penanda gen dalam kromosom karena sifat-sifat yang mempengaruhi morfologi
dapat diturunkan (Sudarsono, dkk, 2012).

III.

METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat


Praktikum Beberapa Karakter (Fenotip) Khusus pada Manusia yang
Diwariskan dengan Pola Sederhana dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 18
Oktober 2014, pukul 08.00-11.00 WITA dan bertempat di Laboratorium Zoologi
Jurusan Biologi FMIPA UHO.
B. Alat dan Bahan
1. Alat
Alat yang digunakan pada praktikum Beberapa Karakter (Fenotip)
Khusus pada Manusia yang Diwariskan dengan Pola Sederhana adalah alat
tulis untuk menuliskan hasil pengamatan.
2. Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum Beberapa Karakter (Fenotip)
Khusus pada Manusia yang Diwariskan dengan Pola Sederhana adalah
data fenotipe 10 keluarga sebagai objek yang akan diamati.
C. Prosedur Kerja
Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum Beberapa Karakter (Fenotip)
Khusus pada Manusia yang Diwariskan dengan Pola Sederhana adalah sebagai
berikut :
1. Mengumpulkan data fenotipe keluarga dalam satu keturunan.
2. Menentukan genotype dari masing-masing fenotipe.
3. Menentukan gamet parental dari genotipe.

4. Membuat papan catur persilangan.


5. Membuat pohon silsilah/ filogenetik dalam satu keturunan yang diamati.
6. Membuat hasil pengamatan.
7. Mencocokan hasil pengamatan dengan hukum Mendel.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan
Hasil pengamatan pada praktikum Beberapa Karakter (Fenotip)
Khusus pada Manusia yang Diwariskan dengan Pola Sederhana adalah
sebagai berikut :
Keluarga Bapak Abdul Salam
Nama
Abdul Salam
(Husband)

Niati (Wife)

Muhibudin (A1)

Fenotip
Tidak widows peak,
lidah menggulung,
ujung telinga
melekat, ibu jari
melengkung,
memiliki rambut
pada jari ruas kedua,
genggaman ibu jari
kanan di atas kiri,
mata sipit, alis tidak
bersambung, dagu
tidak terbelah,
rambut lurus
Tidak widows peak,
lidah menggulung,
ujung telinga
melekat, ibu jari
melengkung, tidak
memiliki rambut
pada jari ruas kedua,
genggaman ibu jari
kiri di atas kanan,
mata sipit, alis tidak
bersambung, dagu
tidak terbelah,
rambut lurus
Tidak widows peak,
lidah menggulung,
ujung telinga
melekat, ibu jari
melengkung, tidak

Genotip
wwLLttJjbbnnMMAADDrr

wwLLttJjBbNNMMAADDrr

wwLLttJjBbNnMMAADDrr

Hafizuddin (A2)

Nurul (A3)

memiliki rambut
pada jari ruas kedua,
genggaman ibu jari
kiri di atas kanan,
mata sipit, alis tidak
bersambung, dagu
tidak terbelah,
rambut lurus
Tidak widows peak,
lidah menggulung,
ujung telinga
melekat, ibu jari
lurus, memiliki
rambut pada ruas jari
kedua, genggaman
ibu jari kiri di atas
kanan, mata sipit, alis
tidak bersambung,
dagu tidak terbelah,
rambut lurus
Tidak widows peak,
lidah menggulung,
ujung telinga
melekat, ibu jari
lurus, memiliki
rambut pada ruas jari
kedua, genggaman
ibu jari kiri di atas
kanan, mata sipit, alis
tidak bersambung,
dagu tidak terbelah,
rambut lurus

wwLLttjjbbNnMMAADDrr

wwLLttjjbbNnMMAADDrr

Gamet :
J___b___n___M___A___D___r
: w___L___t
j___b___n___M___A___D___r

B___N___M___A___D___r
J
b___N___M___A___D___r

: w___L___t

B___N___M___A___D___r
j
b___N___M___A___D___r
Pola sebaran genotipe :
wLtJbnMADr

wLtjbnMADr

wLtJBNMADr

wwLLttJJBbNnMMAADDrr

wwLLttJjBbNnMMAADDrr

wLtJbNMADr

wwLLttJJbbNnMMAADDrr

wwLLttJjbbNnMMAADDrr

wLtjBNMADr

wwLLttJjBbNnMMAADDrr

wwLLttjjBbNnMMAADDrr

wLtjbNMADr

wwLLttJjbbNnMMAADDrr

wwLLttjjbbNnMMAADDrr

Pohon silsilah keluarga :

wwLLttJjbbnnMMAADDrr

wwLLttJjBbNnMMAADDrr

wwLLttJjBbNNMMAADDrr

wwLLttjjbbNnMMAADDrr

wwLLttjjbbNnMMAADDrr

Keterangan:
W/w

: Widows peak/ tidak widows peak

L/l

: Lidah menggulung/ tidak menggulung

T/t

: Ujung telinga menggantung/ melekat

J/j

: Ibu jari melengkung/ lurus

B/b

: Tidak ada rambut pada jari ruas kedua / Rambut pada jari ruas kedua

N/n

: Genggaman ibu jari kiri di atas kanan/ genggaman ibu jari kanan di atas kiri

M/m

: Mata sipit/ mata tidak sipit

D/d

: Dagu tidak terbelah/ dagu terbelah

R/r

: Rambut tidak lurus/ rambut lurus

1. Keluarga Bapak Darsil A. Hade


Lidah
menggulung

Ujung telinga
menggantung

Ibu jari
melengkung

Rambut
pada jari
ruas
kedua

Genggaman
ibu jari kiri
di atas kanan

Mata
sipit

Alis
bersambung

Dagu
terbelah

Rambut
lurus

No

Nama

Widows
peak

Darsil A. Hade

ww

LL

Tt

Jj

bb

nn

mm

aa

dd

Rr

Wa Ode Husmiati

ww

ll

tt

jj

Bb

NN

MM

Aa

dd

rr

Munawir

ww

Ll

tt

Jj

bb

Nn

mm

aa

D-

rr

Suci Agustinawati

ww

Ll

Tt

Jj

Bb

Nn

mm

aa

dd

Rr

Deshy

ww

Ll

tt

jj

bb

Nn

Mm

Aa

dd

rr

Lidah
menggulung

Ujung telinga
menggantung

Ibu jari
melengkung

Rambut
pada jari
ruas
kedua

Genggaman
ibu jari kiri
di atas kanan

Mata
sipit

Alis
bersambung

Dagu
terbelah

Rambut
lurus

2. Keluarga Bapak Made

No

Nama

Widows
peak

Made

ww

LL

TT

JJ

BB

NN

mm

aa

DD

rr

Ayu

Ww

LL

TT

jj

BB

NN

mm

Aa

DD

rr

Wahyu

ww

LL

TT

J-

BB

NN

mm

Aa

DD

rr

Winda

W-

LL

TT

J-

BB

NN

mm

Aa

DD

rr

3. Keluarga Bapak La Ege


Lidah
menggulung

Ujung telinga
menggantung

Ibu jari
melengkung

Rambut
pada jari
ruas
kedua

Genggaman
ibu jari kiri
di atas kanan

Mata
sipit

Alis
bersambung

Dagu
terbelah

Rambut
lurus

No

Nama

Widows
peak

La Ege, SH

ww

ll

tt

jj

bb

Nn

mm

Aa

dd

Rr

Wa Ode Husmiati

ww

ll

tt

jj

bb

nn

mm

Aa

Dd

rr

Muh. Naswar

ww

ll

tt

jj

bb

nn

mm

A-

Dd

rr

Muh. Nasrul

ww

ll

tt

jj

bb

Nn

mm

aa

dd

R-

Siti Amaliyah

ww

L-

T-

jj

bb

Nn

M-

A-

dd

rr

Lidah
menggulung

Ujung telinga
menggantung

Ibu jari
melengkung

Rambut
pada jari
ruas
kedua

Genggaman
ibu jari kiri
di atas kanan

Mata
sipit

Alis
bersambung

Dagu
terbelah

Rambut
lurus

4. Keluarga Bapak Darwis

No

Nama

Widows
peak

Darwis

Ww

ll

TT

jj

bb

NN

mm

aa

dd

rr

Sidar

ww

ll

tt

JJ

BB

NN

Mm

Aa

DD

rr

Nurul Mawahdah

ww

L-

Tt

Jj

Bb

NN

mm

aa

Dd

rr

5. Keluarga Bapak Husen


Lidah
menggulung

Ujung telinga
menggantung

Ibu jari
melengkung

Rambut
pada jari
ruas
kedua

Genggaman
ibu jari kiri
di atas kanan

Mata
sipit

Alis
bersambung

Dagu
terbelah

Rambut
lurus

No

Nama

Widows
peak

Husen

Ww

Ll

TT

JJ

bb

NN

mm

AA

DD

Rr

Muliana

ww

ll

TT

JJ

Bb

nn

mm

AA

DD

rr

Mita

ww

Ll

TT

JJ

bb

Nn

mm

AA

DD

rr

Fariz

ww

ll

TT

JJ

Bb

Nn

mm

AA

DD

rr

Lidah
menggulung

Ujung telinga
menggantung

Ibu jari
melengkung

Rambut
pada jari
ruas
kedua

Genggaman
ibu jari kiri
di atas kanan

Mata
sipit

Alis
bersambung

Dagu
terbelah

Rambut
lurus

6. Keluarga Bapak Abd. Razak

No

Nama

Widows
peak

Abdul Razak

ww

ll

TT

jj

BB

nn

mm

aa

DD

rr

Nurjannah

ww

ll

tt

jj

BB

nn

mm

Aa

DD

rr

Muh. Fitrah

ww

ll

Tt

jj

BB

nn

mm

aa

DD

rr

Siti Fatimah

ww

ll

Tt

jj

BB

nn

mm

A-

DD

rr

7. Keluarga Bapak Muharam


Lidah
menggulung

Ujung telinga
menggantung

Ibu jari
melengkung

Rambut
pada jari
ruas
kedua

Genggaman
ibu jari kiri
di atas kanan

Mata
sipit

Alis
bersambung

Dagu
terbelah

Rambut
lurus

No

Nama

Widows
peak

Muharam

ww

LL

Tt

jj

bb

nn

mm

AA

DD

Rr

Lisa

ww

LL

tt

Jj

bb

nn

mm

AA

DD

rr

Milda

ww

LL

T-

jj

bb

nn

mm

AA

DD

Rr

Mirna

ww

LL

tt

Jj

B-

nn

M-

AA

DD

rr

Aksan

ww

LL

Tt

Jj

bb

nn

mm

AA

DD

rr

Lidah
menggulung

Ujung telinga
menggantung

Ibu jari
melengkung

Rambut
pada jari
ruas
kedua

Genggaman
ibu jari kiri
di atas kanan

Mata
sipit

Alis
bersambung

Dagu
terbelah

Rambut
lurus

8. Keluarga Bapak Rahmat Halam

No

Nama

Widows
peak

Rahmat Halam

ww

ll

Tt

JJ

Bb

nn

MM

Aa

Dd

Rr

Eni Halami

ww

ll

Tt

JJ

Bb

nn

MM

Aa

Dd

rr

Minda Afriza

ww

ll

T-

JJ

B-

nn

MM

aa

dd

Rr

Zativa

ww

ll

T-

JJ

Bb

nn

MM

A-

D-

rr

Keyzila

ww

ll

tt

JJ

bb

nn

MM

aa

dd

rr

B. Pembahasan
Orang tua memberikan informasi terkode kepada anak-anaknya dalam
bentuk unit heredias yang disebut dengan gen. Gen-gen yang diwarisi dari ibu
dan ayah merupakan tautan genetik dengan orang tua, dan gen-gen yang
menyebabkan kemiripan keluarga. Gen-gen memprogram sifat-sifat spesifik
yang muncul saat kita berkembang dari sel yang terfertilisasi menjadi dewasa.
Program genetik tersebut tertulis dalam bahsa DNA, polimer dari empat
nukleotida berbeda. Informasi yang terwariskan diteruskan dalam bentuk
sekuens spesifik nukleotida DNA dari setiap gen, mirip seperti informasi cetak
yang disampaikan dalam bentuk urut-urutan huruf bermakna. Sebagian besar
gen menjadi bintik-bintik dan ciri-ciri lain, serta memprogram sel agar
menyintesis enzim-enzim spesifik dan berbagai protein lain, dengan kerja
kumulatif yang menghasilkan sifat-sifat dalam bentuk DNA
Fenotipe merupakan penampakan dari keseluruhan dari organisme yang
ditentukan oleh interaksi antara kandungan genetik (genotipe) dan lingkungan
selama perkembangan organisme itu. Pengamatan ini dilakukan terhadap 9
keluarga, dimana 1 keluarga lainnya pengamatan fenotipe yang dilakukan lebih
kompleks sampai dengan penyebaran genotipe pada pohon silsilah. Pengamatan
ini dilakukan untuk membedakan apakah sifat yang tampak merupakan sifat
dominan atau resesif. Ciri yang diambil untuk pengamatan ini ada 10 karakter
(fenotipe) diantaranya adalah model garis rambut (widows peak/ kurva),
kemampuan menggulung lidah, memiliki ujung telinga menggantung/ melekat,
kemampuan membengkokan ibu jari, adanya rambut pada ruas jari kedua,

genggaman ibu jari, model mata (mata sipit/ tidak sipit), alis bersambung, dagu
terbelah dan bentuk rambut.
Karakter (fenotipe) yang menjadi pengamatan tersebut diberikan dengan
simbol yang berbeda sebagai keterangan diantaranya, W/w (Widows peak/
tidak widows peak), L/l (Lidah menggulung/ tidak menggulung), T/t (Ujung
telinga menggantung/ melekat), J/j (Ibu jari melengkung/ lurus), B/b (Tidak ada
rambut pada jari ruas kedua / rambut pada jari ruas kedua), N/n (Genggaman ibu
jari kiri di atas kanan/ genggaman ibu jari kanan di atas kiri), M/m (Mata sipit/
mata tidak sipit), D/d (Dagu tidak terbelah/ dagu terbelah), R/r (Rambut tidak
lurus/ rambut lurus).
Pengamatan

dilakukan

terhadap

keluarga

bapak

Abdul

Salam

memperlihatkan karakter (fenotipe) yang tidak jauh berbeda. Pada pengamatan


garis rambut, semua keluarga memperlihatkan bentuk garis rambut yang lurus
(tidak widows peak) yang disimbolkan dengan ww, ini menunjukan bahwa
keluarga ini untuk garis rambut tergolong dalam kategori dikendalikan oleh gen
resesif. Sifat fenotipe ini tidak terlepas dari peran orang tua dalam pewarisan
sifat oleh faktor gen. Dari hasil yang diperoleh dapat menunjukkan adanya
keseragaman yang muncul saat individu satu dengan individu lainnya memiliki
kesamaan.
Pengamatan sifat kemampuan menggulung lidah merupakan pembawa sifat
dominan dan lidah yang tidak dapat melipat merupakan pembawa sifat resesif.
Berdasarkan data hasil pengamatan, pada keluarga bapak Abdul Salam semua
anggota keluarga memiliki kemampuan menggulung lidah yang disimbolkan

dengan LL, ini menunjukkan bahwa keluarga ini dikendalikan oleh gen
dominan dan sifat ini masih tidak terlepas dari penurunan sifat yang diwariskan
oleh kedua orang tua kandungnya.
Pengamatan pada ujung telinga yang teramati sebagai ciri-ciri fenotip
adalah

bebas/menggantung

dan

melekat.

Daun

telinga

yang

bebas

(menggantung) ditentukan oleh gen dominan pada autosom. Sebaliknya ujung


telinga melekat merupakan pembawa sifat resesif (gen resesif pada autosom).
Berdasarkan data hasil pengamatan, ujung telinga melekat dimiliki oleh semua
anggota keluarga yang disimbolkan dengan tt, ini menunjukan bahwa pada
keluarga ini dikendalikan oleh gen resesif dan sifat ini masih tidak terlepas dari
penurunan sifat yang diwariskan oleh kedua orang tua kandungnya.
Pengamatan pada ibu jari yang teramati sebagai ciri-ciri fenotipe adalah ibu
jari lurus atau melengkung. Ibu jari melengkung ditentukan oleh gen dominan.
Sebaliknya dikendalikan oleh gen resesif. Berdasarkan data hasil pengamatan,
kedua orang tua dan anak pertama memperlihatkan ibu jari melengkung,
sedangkan kedua anaknya memiliki ibu jari yang lurus. Kedua orang tua sendiri
mungkin memiliki ibu jari melengkung, tapi keduanya tidak demikian, mungkin
ini dikarenakan kedua anak ini mengambil ciri fenotipe dari nenek atau
kakeknya. Tetapi, anak-anak mereka kelak bisa menghantarkan gen ibu jari lurus
yang terpendam ke generasi berikutnya.
Pengamatan selanjutnya rambut pada ruas jari kedua. Adanya rambut pada
ruas jari kedua merupakan sifat yang dikendalikan oleh gen resesif, sebaliknya
dikendalikan oleh gen dominan. Berdasarkan data hasil pengamatan, pada

keluarga ini memperlihatkan bahwa ayah dan kedua anaknya (anak 2 dan 3)
memiliki rambut pada ruas jari kedua sedangkan ibu dan anak pertama tidak
memiliki rambut pada ruas jari kedua. Ini juga masih tidak terlepas dari sifat
yang diturunkan langsung oleh orang tua kandungnya.
Pengamatan genggaman ibu jari pada keluarga ini memperlihatkan hanya
ayah mereka yang memiliki genggaman jari kanan di atas kiri dimana sifat ini
dikendalikan oleh gen resesif dan anggota keluarga lainnya memiliki sifat
genggaman ibu jari kiri di atas kanan yang menunjukan sifat ini dikendalikan
oleh gen dominan.
Pengamatan bentuk mata pada keluarga ini memperlihatkan bahwa semua
anggota keluarga memiliki bentuk mata sipit yang disimbolkan dengan MM
dan dikendalikan oleh gen dominan serta kebanyakan bentuk mata sipit ini
dimiliki oleh orang asia.
Pengamatan pada alis bersambung memperlihatkan bahwa semua anggota
keluarga ini memiliki sifat alis tidak bersambung yang disimbolkan dengan
AA dan sifat ini dikendalikan oleh gen dominan. Sifat ini juga masih tidak
terlepas dari pewarisan sifat yang langsung diturunkan oleh kedua orang tuanya.
Pengamatan pada bentuk rambut pada keluarga ini semua memperlihatkan
bentuk rambut yang lurus yang disimbolkan dengan rr sebab sifat ini
dikendalikan oleh gen resesif. Keseragaman karakter yang dimiliki oleh keluarga
ini merupakan penurunan sifat yang langsung diturunkan oleh kedua
parentalnya. Sehingga ekspresi gen yang tampak memiliki kesamaan.

Pengamatan selanjutnya terhadap 8 keluarga lainnya, hanya menentukan


genotipe saja berdasarkan data fenotipe yang telah diperoleh. Jumlah individu
yang terdapat dalam 8 keluarga tersebut berjumlah 35 orang. Untuk sifat garis
rambut, rata-rata semua individu memiliki bentuk rambut lurus (tidak widows
peak) yakni sebanyak 31 individu (ww) dan 4 individu memiliki bentuk rambut
widows peak yang dominan heterozigot (Ww). Sebanyak 17 individu memiliki
kemampuan menggulung lidah (LL,Ll) dan sisanya 17 individu tidak mampu
menggulungkan lidak (ll).
Karakter (fenotipe) yang tampak pada manusia tidak sepenuhnya
merupakan pewarisan sifat yang diturunkan oleh orang tua kandungnya, ada saat
dimana ketika bersama sifat tersebut tidak tampak atau terekspresikan. Sifat
berbeda tersebut kemungkinan merupakan penurunan bukan dari orang tua
kandung melainkan dari salah satu kakek atau nenek mereka. Dan untuk
mengetahuinya perlu melakukan pengamatan fenotipe terhadap kakek dan
neneknya.
Keanekaragaman satu dengan individu lain memiliki ekspresi gen yang
berbeda, dari sifat yang ditunjukkan itu tidak mungkin muncul secara tiba-tiba,
melainkan adanya pewarisan sifat yang diturunkan dari orangtua ke anakanaknya. Jika kedua orangtua tidak memiliki sifat yang sama dengan anaknya,
bukan tidak ada peluang bagi anak untuk mendapatkannya. Tetapi, anak-anak
mereka kelak bisa menghantarkan gen yang terpendam ke generasi berikutnya.
Hereditas dipercaya sebagai hasil penambahan pengaruh maternal dan
paternal, suatu pencampuran garis-garis keturunan yang mirip dengan

pencampuran cat. Mendel menunjukkan bahwa hereditas melibatkan interaksi


antara faktor-faktor diskret yang dapat dipisah-pisahkan. Teori pewarisan
partikulat dan bukannya suatu proses pencampuran. Hasil penyelidikan Mendel
mengenai kawin silang terhadap dua varietas menghasilkan hukum-hukum yang
berlaku juga untuk manusia. Dari silsilah orang, dapat kita tentukan
kebenarannya melalui hukum Mendel berdasarkan keterangan- keterangan yang
terkumpul. Contoh silsilah keluarga dengan daun telinga melekat dan bebas.
Faktor yang membawakan daun telinga bebas adalah gen dominan, sedangkan
gen resesif akan menampakkan daun telinga melekat.

V. PENUTUP

A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diperoleh praktikum Beberapa Karakter (Fenotip)
Khusus pada Manusia yang Diwariskan dengan Pola Sederhana adalah
ditemukan persamaan dan perbedaan variasi sifat karakter (fenotipe) khususnya
sifat-sifat fisik yang terekspresikan. Setiap individu memiliki karaktersitik sifat
fisik yang berbeda. Meskipun terdapat persamaan, pasti terdapat perbedaannya.
Perbedaan yang ada diantara individu yang bergenotip sama pun kemungkinan
dapat memiliki fenotip yang berbeda. Perbedaan tersebut menyebabkan adanya
variasi sifat yang memperkaya keanekaragaman manusia.
B. Saran
Saran yang dapat diajukan pada praktikum Pengenalan Kromosom adalah
agar praktikan dalam mengikuti kegiatan praktikum dapat lebih fokus dan teliti
serta memperhatikan penjelasan asisten sehingga praktikum berjalan sesuai
dengan harapan.

DAFTAR PUSTAKA

Campbell. N. A., 1999. Biologi Edisi Kelima Jilid Satu. Erlangga. Jakarta
Stansfield. W., dan Elrod. S., 2007. Genetika Edisi Keempat. Erlangga. Jakarta
Sudarsono, dkk., 2012, Keragaman Spesies Pala (Myristica spp.) Maluku Utara
Berdasarakan Penanda Morfologi dan Agronomi. J. Littri. XVIII (1) : 2
Tosida. E. T., dan Utami. D. K., 2010. Pemodelan Sistem Pewarisan Gen
Manusia Berdasarkan Hukum Mendel dengan Algoritma Branch and
Bound. J. Ekologia. XI (11) : 1
Vilee., 2003. Zoologi Umum. Erlangga. Jakarta