Anda di halaman 1dari 33

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIZAR MATARAM

SEMESTER II TA. 2011/2012


MODUL : SISTEM IMMUN DAN INFEKSI
KULIAH : SISTEM IMMUNITAS SELULER
DOSEN : dr. INDRADJID, MS.
Waktu

MARET 2012

Imunologi
Immune : kekebalan/pertahanan
Logos
: Ilmu
Immunolgy/imunologi : cabang ilmu yang
mempelajari kekebalan tubuh
Sisitem Imun : semua mekanisme yang digunakan
tubuh untuk mempertahankan keutuhannya
terhadap bahaya dari lingkungannya

Pembagian Sistem Imun


Sistem imun non spesifik ( Natural/innate)
Sistem imun spesifik (adaptive/acquired)

Sistem imun non spesifik


Komponen normal tubuh yg tidak memerlukan induksi oleh
pajanan mikroba dari luar
Tidak menunjukkan spesifitas terhadap benda asing
Pertahanan tubuh terdepan, dapat respon langsung, kalau
spesifik membutuhkan pengenalan dulu dg antigen
Tidak ditujukan organisme atau benda asing tertentu

Pertahanan Fisik/Mekanik
Kulit dan mukosa yang utuh
Silia, batuk, bersin

Pertahanan biokimia
Berbagai bahan biokimia yang secara alami dihasilkan tubuh
dapat melindungi diri dari bakteri
pH asam, kelenjar sebasea, asam lemak yg dilepas dari kulit,
denaturasi protein bakteri
Lisosim, keringat, ludah, air mata, ASI, mematikan kuman
gram positip
Laktooksidase, ludah, ASI, kebocoran sitoplasma dari E.coli
dan Staphylococcus
Mukus yg kental di sal. nafas dpt menagkap bakteri dan benda
asing, oleh silia dikeluarkan

Pertahanan humoral
Sistem Komplemen
Interferon
C-reactive protein (CRP)

Komplemen
Merupakan protein yg terlarut dalam tubuh yang bila di
aktifkan akan membantu pertahanan tubuh
Diproduksi oleh sel hepatosit dan monosit
Pengaktifan komplemen melalui 2 jalur yaitu jalur klasik (
imunitas spesifik) dan jalur alternatif (imunitas non spesifik)

Fungsi komplemen
1.
2.
3.

Dapat menghancurkan sel membaran bakteri


Melepaskan bahan kemotaktik
Mengendap di permukaan bakteri (opsonisasi),
memudahkan makrofag untuk memakannya

Aktifasi jalur alternatif


Sistem imun non spesifik
Jalur alternatif terjadi tanpa melibatkan tiga reaksi
pertama pada jalur klasik (C1, C4 dan C2)

Pengaktifan komplemen
Aktifasi komplemen melalui 2 jalur, klasik dan alternatif
Melalui sistem kaskade atau beruntun artinya produk yang
timbul pada suatu reaksi menjadi enzim untuk reaksi
berikutnya
Mediator yg dilepaskan komplemen sewaktu diaktifasi :
- C1qrs
- C3b
- C2
- C4a
- C3a, C5a - C4b
- C5-6-7 - C8-9

Aktifasi jalur klasik

Sistem imun spesifik


Melibatkan komplek Ag-Ab
Ig M dan Ig G
9 protein yang di aktifasi, C1-C9

Interferon
Interferon (IFN), glikoprotein yg di hasilkan oleh sel yang
berinti sebagai respon terhadap virus
Berfungsi sbg anti virus
Mengaktifasi Natural killer cell (NK sel)

C-Reactive Protein(CRP)
Salah satu protein fase akut, kadar akan meningkat pada
infeksi akut
Di produksi sebagian besar di hepar
Berfungsi membantu opsonisasi, bakteri mudah dimakan oleh
makrofag

Pertahanan seluler
Diperankan oleh sel monosit, makrofag, PMN atau granulosit
dan NK sel
Fungsi utama adalah fagositosis
Kerjasama antar sistem komplemen dan sistem imun spesifik

SISTEM IMUN SPESIFIK


Hanya dapat menghancurkan benda asing yang sudah di kenal
sebelumnya
Benda asing yg pertama kali dikenal, disensitasi dulu oleh
tubuh
Kerjasama antara spesifik dan non spesifik
Dibagi 2 :
- imun spesifik humoral
- imun spesifik selular

Imun spesifik humoral


Diperankan oleh antibodi/imunoglubulin spesifik terhadap
benda asing atau antigen
Diproduksi oleh sel limposit B yang sudah matang/sel plasma
Fungsi utama infeksi ekstraseluler, virus dan bakteri sekaligus
menetralisir toksinnya

Imun spesifik seluler


Diperankan oleh sel limposit T
Berperan terhadap infeksi bakteri intraseluler, virus, jamur
dan keganasan
Fungsi sel T pada umumnya :
- Membantu sel B dalam memproduksi Ab
- Mengenal dan menghancurkan sel yg terinfeksi
virus
- mengaktifkan makrofag dalam fagositosis
Subset Sel T : Th1 &Th2, Tc, Sel K (adcc) dll

Kerjasama imun non spesifik dan spesifik

SEL SEL SISTEM IMUN


A. NON SPESIFIK :
1. SEL FAGOSIT MONONUKLIER
- POLIMORF
2. BASOFIL dan SEL MAST
3. TROMBOSIT
4. SEL DARAH MERAH (ERITROSIT)
5. SEL NK (Natural Killer Cell)
B. SPESIFIK : - SEL T
- SEL B

SEL FAGOSIT = FAGOSIT MAKROFAG


1. FAGOSIT MONONUKLIER
a. SEL MONOSIT
Sel asal dalam sumsum tulang, berproliferasi dan menjadi matang masuk
keperedaran darah / sikulasi, disebut monosit yang berfungsi sebagai
fagosit.
b. SEL MAKROFAG
- Sel monosit setelah 24 jam akan bermigrasi ke berbagai jaringan dan
berdeferensiasi menjadi makrofag yang dapat mengikat dan memakan
partikel antigen
Sel kupffer di hepar : sel besar dengan banyak projeksi sitoplasma
Makrofag peritoneal dalam cairan peritoneum yang bisa masuk ke
kapiler dan mengikat patogen / antigen yang masuk
- Fagosit mempuyai berbagai molekul reseptor yang akan memudahkan
fagositosis sel.
- Makrofag memiliki reseptor yang dapat mengenali partikel non self
- Menurut fungsinya, makrofag dibagi menjadi :
Fagosit profesional
Antigen Presenting Cell (APC)

PROSES FAGOSITOSIS
1. Pencernaan dan Pembentukan Vakuol
Partikel asing ditangkap dan ditelan melalui membrane sel terbentuk vakuol
fagosit atau fagosom dan bersatu dengan lisosom.
2. Destruksi intraseluler
Dalam fagolisosom terjadi pencernaan partikel asing yang ditelan membunuh
mikroba.
3. Produk yang dilepas fagosit dalam proses fagositosis
Enzim : -Proteinase kolagenase
- Hidrolase Lisozim
Metabolit oksigen :
Hidrogen peroksidase
Anion super oksidase
Nitrit oksidase
4. Faktor lain yang meningkatkan fagositosis
Fagosit memiliki reseptor Fc untuk immunoglobulin yang dapat meningkatkan
interaksi antar sel dan opsonisasi (proses pengenalan partikel asing / antigen
dan kemudian difagositosis)
5. Fagosit frustasi
Bila fagosit menempel pada bahan tertentu tetapi tidak dapat ditelan, maka
akan melepas enzim lisosomnya keluar sel (eksositosis) terjadi kerusakan sel
sendiri (self)

FAGOSIT POLIMORFONUKLIER
= POLIMORF = GRANULOSIT
Dibentuk dalam sumsum tulang dengan kecepatan 8 juta permenit tetapi
umur hanya 2-3 hari
Granulosit merupakan 60-70% dari total leukosit darah normal, tetapi dapat
juga ditemukan diluar pembuluh darah karena dapat menembus dinding
pembuluh darah.
Granulosit dibagi menurut pewarnaan histologile : neutrofil, eosinofil, dan
basofil.
1. NEUTROFIL
- merupakan 70% dari jumlah leukosit sirkulasi
- Biasanya ada dalam sirkulasi kurang dari 48 jam, kemudian bermigrasi
- Fungsi utama adalah fogositosis melalui produk-produk yang dilepas
Hidrolase asam, mieloper oksidase, neutromidase (lisosim)
dalam butir azurofilik (eisosom)
Laktoferin, lisosom dalam butir primer / spesifik
- Merupakan reseptor traksi Fc antibodi dan reseptor untuk komplemen.

2.

EOSINOFIL
- Merupakan 2-5% dari leukosit normal dan berfungsi sebagai fogosit.
- Dapat dirangsang untuk degranulasi dan melepas mediator antara lain aril
sulfatase dan histaminase yang dapat menonaktifkan histamin meredam
alergi.
- Diduga juga berperan pada imunitas terhadap cacing yang dilapisi IgE dan
melalui proses degranulasi melepaskan protein yang toksin terhadap cacing.
3. BASOFIL DAN SEL MAST
- Hanya 0,5% dari leukosit
- Fungsi utama adalah sel mediator
- Sel mast sama dengan basofil, hanya berlokasi dalam jaringan yang
berhubungan dengan pembuluh darah.
- Melepaskan bahan mediator yang mempunyai aktivitas biologis :
Meningkatkan permeabilitas vaskuler dan respon inflamasi serta
mengerutkan otot polos bronkus.
Histamin, faktor kemo taktik, leukotrin, sitokin, dll
- Ada dua jenis sel mast :
Jaringan disekitar pembuluh darah yang mengandung istamin dan
heparin
Jaringan saluran cerna dan nafas yang diaktifkan pada infeksi parasit.

SEL NK (NKC) = SEL NOL


Sebagian dari limfosit tidak mengandung petanda seperti permukaan
sel B dan sel T disebut sel NOL atau sel Non T Non B
Sebagian besar (70-80%) sel NK berupa Large Granular Lymphocyte
(LGL) yang mengandung banyak sitoplasma dengan granule azurofilik.
Sel NK mengeluarkan bahan perforin yang dapat memperformasi
membran sel sasaran.
Sel NK secara alamiah sudah merupakan limfosit sitotoksik sejak lahir
dan aktivitasnya dapat meningkat oleh sistem imun spesifik dengan
IL-2 dan IFN.
KOMPLEKS HISTOKOMPATIBILITAS MAYOR (MAJOR
HISTOCOMPATIBILITY COMPLEX = MHC)
- Kompleks gen di Kromosom 6 manusia yang berperan dalam
pengenalan dan pemberian sinyal diantara sel-sel sistem imun.
- Dibagi menjadi 3 kelas MHC I, II, III
- Fungsinya adalah presentasi fragmen antigen kepada sel T (Limfosit T)

SEL SEL IMUN SPESIFIK / LIMFOSIT


Limfosit : 20% dari leukosit
- Terdiri dari sel T dan sel B yang merupakan pengontrol sistem imun
SEL T :
Sel T berasal dari sumsum tulang, kemudian memasuki timus untuk
berproliferasi menjadi matang dan mempunyai reseptor permukaan (TCR).
TCR dapat mengenali peptida antigen yang berhubungan dengan MHC,
kemudian mencetuskan aktivitas sel T selanjutnya.
Fungsi :
Membantu sel B dalam produksi antibodi
Mengenal dan menhancurkan sel yang terinfeksi
Mengaktifkan makrofag dalam fogositosis
Mengontrol ambang dan kualitas sistem imun
Sub sel T
1. Sel Th (T helper) membantu sel B, menginduksi aktivitas sel T lainnya,
melepas limfokin yang mengaktifkan makrofag
2. Sel Ts (T supressor)
menekan aktivitas sel T lainnya dan sel B

Sub sel T
1.Sel Th (T helper) membantu sel B, menginduksi aktivitas sel
T lainnya, melepas limfokin yang mengaktifkan makrofag
2.Sel Ts (T supressor)
menekan aktivitas sel T lainnya dan sel B
3. Sel T dth (T delayed type hypersensitivity)
Melepaskan sitokin untuk pengerahan makrofag dan sel
inflamasi lainnya ke tempat reaksi hipersensitivitas tupe
lambat.
4.Sel Tc (Tcytotoxic) = CTL
Fungsi utamanya mengeliminasi sel yang terinfeksi virus,
juga bakteri intraseluler
Juga menghancurkan sel ganas dan sel histokompatibel
seperti penolakan pada transplantasi.
Berhubungan dengan MHC kelas I

Referensi :
Baratawidjaja, K G (2002) : IMUNOLOGI DASAR, Ed. 5. Balai
Penerbit FK-UI, Jakarta.
Roitt, I M (1985) : Pokok-pokok Ilmu Kekebalan, Alih bahasa Gerald
Bonang, Penerbit Gramedia, Jakarta.

Weir, D R (1990) : Segi Praktis Imunologi. Alih bahasa Yulius, E S,


Binarupa Aksara, Jakarta.