Anda di halaman 1dari 18

Defamation Incident

Prima Arifandi
Rio Huda Saputra
M Imron Rosyadi
Oddy Faisarachman
Fakhri Hadi P
Helmi Setiawan

5210100049
5210100043
5210100073
5210100084
5210100095
5210100159

Kelompok 3

Fitnah / Defamation
Tidak satu dua yang tumbang nama baik atau
terinjak kehormatannya karena fitnah yang
bergentayangan di dunia maya. Sengatan
gosip online secepat kilat membakar dalam
hitungan detik.
Mulai dari pesohor panggung hiburan, politisi,
pejabat, hakim, jaksa, sampai anak sekolah pernah
terkena simbahan panasnya api fitnah online.

Fitnah / Defamation
Fitnah dunia maya bisa masuk kepada ucapan
kebencian.
Ucapan kebencian (hate speech) adalah tindakan
komunikasi yang dilakukan oleh suatu individu atau
kelompok dalam bentuk provokasi, hasutan,
ataupun hinaan kepada individu atau kelompok
yang lain dalam hal berbagai aspek seperti ras,
warna kulit, etnis, gender, cacat, orientasi seksual,
kewarganegaraan, agama, dan lain-lain

Fitnah / Defamation
Media paling kencang menyebarkan keburukan dan
aib (dengan bumbu-bumbu gosip menjatuhkan)
dunia maya adalah jejaring sosial.
Hal ini sangat memungkinkan karena interaksi
langsung oleh ribuan orang dalam waktu
bersamaan dengan pesan yang sama, sehingga
tsunami hentakkannya mampu menghanyutkan
orang-orang penting, juga artis-artis top.

Fitnah / Defamation
Fitnah online efeknya luar biasa pedih bagi
korban yang termangsa. Banyak macamnya,
mulai dari ejekan berupa kicauan kejelekkan
seseorang, membongkar aib melalui gosip
berupa foto-foto dan video seronok yang
sebenarnya hanya untuk konsumsi pribadi
tapi upload di internet.

Fitnah / Defamation
Penghinaan atau pencemaran nama baik terhadap
pemerintah, organisasi, atau suatu kelompok diatur dalam
pasal-pasal khusus, yaitu:
Penghinaan terhadap kepala negara asing (Pasal 142 dan
Pasal 143 KUHP)
Penginaan terhadap segolongan
penduduk/kelompok/organisasi (Pasal 156 dan Pasal 157
KUHP)
Penghinaan terhadap pegawai agama (Pasal 177 KUHP)
Penghinaan terhadap kekuasaan yang ada di Indonesia
(Pasal 207 dan pasal 208 KUHP)

Kasus Pelecehan nama baik oleh farhat abbas


kepada ahmad dhani

Contd

Pada kasus ini seorang pengacara terkenal bernama


Farhat Abbas yang melakukan sebuah pencemaran nama
baik terhadap Musisi Indonesia Ahmad Dhani.
Pencemaran melalui media sosial twitter tentang
persoalan kasus tabrak maut anak bungsu Ahmad Dhani
Menjadi beban psikis terhadap anak dari Ahmad Dhani
yang berujung saling tuding.
Timbul niatan untuk mengadu Tinju yang dilontarkan anak
sulung Ahmad Dhani kepada Farhat Abbas karena tidak
terima.

Kasus Penghinaan Trans TV


Jakarta Seseorang dengan inisial IW telah digelandang ke Polda
Metro Jaya atas kasus pencemaran nama baik. Parahnya, ia
mencemarkan nama baik lewat bantuan blog.
Dilansir melalui blog pribadi Ndorokakung, Selasa (23/12/2008),
polisi telah meringkus seorang lelaki yang diduga kuat mantan
karyawan stasiun televisi itu di sebuah warnet kota kecil, Jawa
Timur pada tanggal 13 Desember kemarin.
Pelaku, yang ternyata mantan karyawan TransTV, harus
menghadapi dua jeratan hukum, pencemaran nama baik dan
pemalsuan identitas. Tuduhan ini harus diterimanya karena selain
melakukan pencemaran nama baik lewat bantuan blog, ia pun
mengirimkan email mengenai kebobrokan stasiun televisi tempat
ia pernah bekerja tersebut melalui beberapa milis dengan
menggunakan akun email orang lain.

Ternyata setelah diusut blog tersebut memang penuh dengan caci


maki dan hinaan terhadap mantan perusahaannya, apa lagi jika
bukan TransTV. Kabarnya, ia mampu menuliskan semua
kebobrokan tersebut karena dirinya memiliki kedekatan dengan
beberapa orang kepercayaan TransTV. Bahkan menurut salah
satu sumber okezone di perusahaan yang berganti nama menjadi
Transcorp tersebut, IW memang dipecat sekitar tahun 2005 lalu.
Dia dituding telah melakukan penggelapan sejumlah uang, yang
membuat perusahaan merugi.
Hingga saat ini belum ada yang bisa dimintai keterangan. Namun,
dipanggilnya Enda Nasution oleh pihak Cybercrime Polda Metro
Jaya sebagai saksi ahli, merupakan bukti kuat adanya aksi
penangkapan tersebut.

Penyidik Mabes Polri AKBP Faisal Thayib, menyatakan


seorang blogger yang dianggap menghina orang atau institusi
lain dapat terancam pasal 335 KUHP, bahkan dapat ditambah
dijerat dengan undang-undang informasi dan transaksi
elektronik (UU ITE). Setiap wilayah kepolisian punya otoritas
sendiri, saya belum mengetahui adanya penangkapan seorang
blogger yang dianggap menghina TransTV, menghina maka
bisa dijerat dengan pasal 310 dan pasal 335, ujar Faisal.
Pasal 335 KUHP merupakan pasal terkait perbuatan tidak
menyenangkan. Sedangkan pasal 310 KUHP terkait dengan
pasal pencemaran nama baik. Kedua pasal tersebut
kemungkinan akan menghasilkan jeratan hukum kepada
pelakunya berupa penjara selama 5 hingga enam tahun.
Sedangkan pada UU ITE, pasal 27 mengenai asusila,
perjudian, penghinaan, pemerasan, dan pencemaran nama
baik melalui media elektronik maka pelaku dapat terkena
hukuman penjara selama enam tahun dan denda maksimal
satu miliar rupiah.

Penyebar Fitnah Artis di Twitter Didenda


15 Juta!

Seorang anti-fans yang menyebarkan fitnah


mengenai Jaejoong JYJ di twitter akhirnya didenda
secara legal. Pihak pengadilan Seoul menjatuhkan
denda sebesar Rp 15 Juta kepada A pada 21
Februari lalu.
Pihak pengadilan menjatuhkan hukuman ini
karena Hakim Yang merasa pelecehan yang
dilakukan di twitter akan berdampak besar. Apalagi
menimpa selebriti yang memang menjadi target
ketertarikan masyarakat. Apalagi hal ini menyangkut
kehidupan pribadi yang seharusnya tidak dicampuri
oleh orang lain

Karena Facebook, Anggota DPRD Jatim


Diduga Hamili Janda
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur belum
menentukan sikap atas adanya isu soal
anggotanya, yang dikabarkan menghamili
seorang janda asal Jember.

Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Timur Zaini Nasirudin, Rabu


(25/8) mengatakan hingga saat ini pihaknya belum
menerima informasi. "Kami belum mendapatkan informasi,
kita akan klarifikasi dulu," kata Zaini Nazirudin.
Zaini sendiri mengaku baru mengetahui berita ini dari koran,
yang menyebutkan anggota Fraksi PKB Ahmad Nawardi
menghamili seorang janda asal Jember.

Terkait keterangan ini, tim investigasi juga telah


melakukan sumpah Al Quran dan telah
menganggap selesai. Hanya saja, tim ini terkejut
mengetahui kasusnya ternyata terbuka ke media.
Semenara itu, Ahmad Nawardi membantah semua
tuduhan ini, menurut dia kasus ini sengaja
dihembuskan oleh temanya sendiri diinternal PKB.
"Ada yang sengaja menghembuskan fitnah tujuanya
untuk melakukan PAW (Pergantian Antar Waktu),"
kata Nawardian
Dan telah diduga, teman internal dari korban
melakukan fitnah di jejaring sosial terkait kasus
tersebut. Sehingga, kasus ini menyebar hingga
seluruh media

TERIMA
KASIH

Anda mungkin juga menyukai