Anda di halaman 1dari 36

Psikologi Fungsi-fungsi

atau fungsi-fungsi psikhis


Fungsi-fungsi psikhis
• Sensation & Perception
• Memory
• Thinking
• Learning
• Emotion
• Motivation
Stimulus (1)
• Definisi yang paling klasik adalah yang disebut
sebagai definisi circulair (Hocutt, 1967)
Istilah stimulus adalah setengah dari sepasang
istilah yang berhubungan satu dengan yang
lain. Bagian yang lain itu adalah respons.
Jadi setiap obyek atau kejadian yang
menimbulkan respons bisa dianggap sebagai
stimulus terhadap respons tersebut
Stimulus (2)
• Definisi dari Herman von Helmholtz (1866)

– Stimulus Distal yaitu obyek atau kejadian


eksternal

– Stimulus Proximal yaitu representasi


sensoris dari stimulus oleh susunan syaraf
Kritik terhadap Helmholtz
Stimulus (3)
• Definisi dari J.J. Gibson (1960, 1967)

– Stimulus Potensial:
Setiap kejadian atau obyek dilingkungan

– Stimulus Efektif:
Setiap Stimulus Potensial yang berada dalam
hubungan secara konstan dengan suatu respons
Penyandian Sensoris (1)
Proses antara reseptor dan otak

Stimulus
Pengalaman
Reseptor perseptual

Neuron Neuron

Transduksi
Persepsi
• Studi tentang bagaimana kita
mengintegrasikan informasi sensoris
• Bagaimana hasil amatan kita
gunakan
Amatan adalah produk dari proses
perseptual
Persepsi diciptakan
untuk
memecahkan
masalah apa ?
Dimana
letak obyek
itu?
Lokalisasi tempat
(spatial localization)
Obyek
apa itu
?
Pengenalan pola
(pattern recognition)
Menjaga
ketetapan
tampilan
obyek
Ketetapan perseptual
(perceptual constancy)
Pokok Bahasan Persepsi:
• Pembagian Kerja Otak untuk Persepsi
• Lokalisasi Obyek
• Pengenalan Obyek
• Ketetapan Perseptual
• Atensi
• Perkembangan Persepsi
Three stages of memory
RETRIEVAL
ENCODING STORAGE Mengingat
memasukkan menyimpan kembali

Terjadi saat
Hasil dari “memanggil”
“kehadiran”
encoding info
informasi
dari memory
Info fisik 
Menyimpan
Code memori
Mempertahankan
Merekam
Short term memory vs Long term memory
Atkinson and shiffrin’s model of memory stores

INCOMING INFORMATION
Contoh:warna baju teman

SENSORY STORE
Penyimpanan “indrawi”

ATTENTION
SHORT TERM
STORE
Penyimpanan
jangka pendek ELABORATIVE REHEARSAL
Deep processing
“meaning”
LONG
TERM
STORE
KONSEP BERPIKIR
THINKING
-Menangkap stimulus
-Memahami OUTPUT
INPUT
-Menganalisa Gagasan
Stimulus
-Menghubung-hubungkan Problem Solving
-Mencari alternatif
-Menyimpulkan
-Mengambil keputusan
Learning
• Belajar selalu ada dalam kehidupan kita
• Belajar melibatkan tidak hanya penguasaan
suatu kemampuan, masalah akademik, tetapi
juga perkembangan emosional, interaksi sosial
dan perkembangan kepribadian
Definisi:
According to Hilgard:
• Learning is a relatively permanent change in
behavior that results from practice; behavior
changes that are due to maturation (rather
than practice), or temporary condition of the
organism (such as fatigue or drug-induced
states) are not included.
Definisi (2)
• Point dalam belajar:
1. Perubahan tingkah laku yang menetap
2. Hasil latihan
3. Bukan karena kematangan
4. Bukan karena pengaruh obat
• Hasil belajar itu tidak selalu positif
• Contoh seseorang bisa mencintai tetapi
karena proses belajar menjadi tidak
cinta/benci
• Orang bermoral menjadi tidak bermoral
•  selalu tidak positif
BAGAIMANA ORGANISME BISA BELAJAR?
4 jenis belajar:
HABITUATION/
PEMBIASAAN

SEDERHANA Classical/
Klasik

BELAJAR CONDITIONING/
PENGKONDISIAN

KOMPLEKS
Operant/
Operan
Jenis Belajar
Ada 4 jenis belajar menurut Hilgard, yaitu:
• 1. Habituation; the simple kind of learning
• 2. Classical Conditioning; forming association
• 3. Operant Conditioning; forming association
• 4. Complex learning; involve something in
addition to forming association
Classical Conditioning, Definisi
• Classical Conditioning : “an organism learns
that one event follows another”
 suatu organisme belajar bahwa peristiwa
tertentu terjadi diikuti oleh peristiwa lainnya.
Contoh: seorang bayi belajar bahwa melihat
payudara diikuti dengan rasa susu.
Classical Conditioning, Definisi
Classical Conditioning : association between two
stimuli changes the response to one of them:

1. CS : no response
2. UCR : reflexive biological response
3. UCR : response elicited by the UCS
4. CR : the learned response to the CS
Operant Conditioning
Jenis belajar
dimana tingkahlaku menguat
jika diikuti oleh reinforcement
atau melemah
jika diikuti oleh punishment

biasanya dipakai untuk mengajarkan


perilaku yang baru
MOTIVATION & HOMEOSTATIS
Needs theories
 Homeostatis : temperature & hunger
 Sex & sexual behaviour
 Work motivation & performance
Manfaat mempelajari motivasi
• Sebagai determinan yang menentukan tingkah
laku
• Mendiskripsikan tingkah laku : kebutuhan,
sasaran dan arah tingkah laku (direction of
behaviour, intensity of behaviour)
• Meramalkan tingkah laku (persistence of
behaviour)
MOTIVE
Motive :
• Is an inner state that energizes, activates, or
moves, and that directs or channels behavior
toward goals (Harold Koontz)
• Is an inner drive, impulse, etc., that causes one to
act (Webster’s New World Dictionary)

• Dorongan, hasrat, keinginan, tenaga penggerak


dan ada tujuan
MOTIVATION
►Istilah yang lebih umum
►Seluruh gerakan proses, termasuk situasi
yang mendorong, dorongan yang timbul
dalam diri, tingkah laku yang
ditimbulkan dan tujuan/akhir dari
gerakan
MASLOW’S THEORY
self-actualisation

esteem

love and belonging

safety

survival
ALDERFER (ERG)

►Existence needs : fisiologis


►Relatedness needs : keterikatan dengan orang
lain
►Growth needs : pertumbuhan diri
KEBUTUHAN DASAR
►LAPAR, HAUS, TEMPERATUR, O2, SEKSUAL
► Merupakan kebutuhan mendasar, bersifat
primer, tidak bisa ditunda
► Merupakan siklus yang dinamis
► Ditentukan oleh kondisi homeostatis
(keseimbangan tubuh)
► Selanjutnya menjadi dasar tingkah laku
manusia
DEFINISI

Berasal dari bahasa latin, “movere”


= akar kata motivasi,
artinya MENGGERAKKAN

MOTIVASI dan EMOSI =


Mengaktifkan dan mengarahkan tingkah laku
Dapat saling menyertai
Perbedaan Emosi dan Motivasi

Emosi dipicu dari luar (kejadian eksternal)

Emosi dihasilkan oleh lebih dari satu stimulus


(tidak mutlak)

Perbedaan dalam hal sumber penggerak,


pengalaman subjektif dan efek terhadap
tingkah laku
Komponen Emosi
Pengalaman Subjektif dari emosi
Respons (internal) tubuh
Kognisi mengenai emosi dan situasi-situasi
yang berhubungan
Ekspresi wajah
Reaksi terhadap emosi
Kecenderungan tindakan
EMOSI
Berapa banyak jumlahnya????
Plutchik (1994)
Suggested 8 basic emotions – 4 opposites
• Joy/sadness
• Affection/disgust
• Anger/fear
• Expectation/surprise

• Separate brain systems?


• Universal across cultures?