Anda di halaman 1dari 15

Damianus d.

Cb
Wulan Verani

ASAL USUL ORANG TORAJA


sampai saat ini belum ada ahli yang bisa
memastikan asal-usul nenek moyang orang Toraja,
tapi banyak pihak memperkirakan bahwa nenek
moyang orang Toraja berasal dari Indo-Cina.
Denga menggunakan berbagai macam perahu,
kira-kira 2.500 1.500 Sebelum Masehi.

Setelah sampai di Pulau Sulawesi, mereka


membangun rumah yang mirip dengan perahu,
tempat mereka diam bertahun-tahun di lautan
.
Hal ini merupakan pedoman instink, sisa, pikiran
yang menghubungkan dengan heredity tempat
asalnya. Sebagai contoh, ada satu tiang perahu
yang paling dominan sebagai tempat mengikat
layar bernama SOMPA, sedangkan tiang rumah
adat yang paling dominan tampak di depan rumah
juga bernama tulak SOMPA. Ini merupakan
persamaan nama dan fungsi antara perahu dan
rumah orang Toraja.

Toraja menurut beberapa antropologis Bangsa


Belanda, berasal dari kata TORIAJA yang artinya orang
dari pegunungan. Pemberian nama ini logis karena
rata-rata orang suku Toraja berdiam di daerah
pegunun, sedangkan nama Toraja dalam bahasa Toraja
adalah Toraa atau Toraya yang berbeda dengan Toriaja
yang sudah dilazimkan dalam bahasa Indonesia
dengan nama TORAJA

mereka bangga memakai nama TORAYA serta


mempertahankannya dari segala rongrongan luar
sepanjang sejarah seperti peristiwa TOPADATINDO
dimana perlawanan heroik Toraja bersatu
menghancurkan PITU SONGKO PALO-PALO atau
kira-kira 7 batalion pasukan musuh dari luar daerah
Toraja dan mau mengganti ALUKTO DOLO atau
keyakinan/kepercayaan orang Toraja dengan
kepercayaan yang lain

ADAT ISTIADAT
Toraja sangat dikenal dengan upacara adatnya.
Didalam menjalankan upacara dikenal
2 ( dua ) macam pembagian yaitu:

Upacara kedukaan disebut Rambu Solok.

Upacara ini meiiputi 7 (tujuh) tahapan, yaitu :


a. Rapasan
b. Barata Kendek
c. Todi Balang
d. Todi Rondon.
e. Todi Sangoloi
f. Di Silli
g. Todi Tanaan.

Upacara kegembiraan disebut Rambu Tuka.

Upacara ini juga meliputi 7 (tujuh) tahapan, yaitu


a. Tananan Bua
b. Tokonan Tedong
c. Batemanurun
d. Surasan Tallang
e. Remesan Para
f. Tangkean Suru
g. Kapuran Pangugan

Di Tana Toraja dikenal pembagian kasta seperti yang


terdapat didalam agama Hindu-Bali. Maka mungkin
karena itulah sebabnya kepercayaan asli suku Toraja
yaitu ALUKTA ditetapkan pemerintah menjadi salah
satu sekte dalam agama Hindu Bali. Kasta atau kelas
ini dibagi menjadi 4 (empat)

Kasta Tana' Bulaan


2. Kasta Tana' Bassi1.
3. Kasta TanaKarurung
4. Kasta Tana' Kua-kua
1.

SISTEM PEMERINTAHAN
Sistim pemerintahan yang dikenal di Toraja waktu
dulu adalah sistim federasi. Daerah Toraja dibagi
menjadi 5(lima) daerah yang terdiri atas :
1. M a k a l e
2. Sangala
3.Rantepao
4. Mengkendek
5. Toraja Barat

Toraja Memiliki Ciri-ciri Tersendiri


Pada mulanya rumah yang didirikan masih berupa
senacam pondok yang diberi nama Lantang Tolumio
2. Bentuk kedua dinamakan Pandoko Dena.
3. Perkembangan ketiga ialah ditandai dengan
mulainya pemakaian tiang buatan
4. Berikutnya adalah rumah panggung yang seluruhnya
mempergunakan tiang buatan
1.

5. Perkembangan ke~5 masih berupa rumah pangqung

sederhana tetapi dengan tiang yang lain


6. Perubahan meliputi atap, fungsi ruang dan bahan
7. adalah rumah adat yang dinamakan Banua Bilolong
Tedon Perkembangan ini terdapat pada Lantai yang
mengalami perubahan sesuai fungsinya

8. Pada periode ini hanya terjadi perkembangan pada


lantai dan tangga yang berada di bagian depan
9. Pada periode ini letak tangga pindah ke bawah serta
perubahan permainan lantai
10. Banua Diposi merupakan nama yang dikenal untuk
perkembangan kesembilan ini. Perubahan ini lebih
untuk menyempurnakan fungsi lantai (ruang).